Minggu, 01 Maret 2009

Catatan Bulanan Bulan Febuari 2009 Pertengahan

Catatan Bulanan
Pertengahan Bulan Febuari 2009
Bukan untuk mendramatisir, namun saya hanya menyarankan agar sebelum membacanya anak – anak perlu didampingin oleh orang tua atau pun wali karena berikut ini peristiwa – peristiwa yang terjadi selama kurun waktu awal bulan ini ada suatu peristiwa yang tidak kita inginkan, yaitu berita kecelakaan pastinya.

Sedikit permintaan ma’af saya...

Mohon ma’af apabila selama saya memposting agenda bulanan di sepanjang tahun kemarin dan awal tahun ini ada beberapa foto yang tidak bahkan kurang berkenan, seperti foto – foto (ma’af) jenazah korban PLH / peristiwa luar biasa hebat atau pun juga PL / peristiwa luar biasa. Mulai bulan ini dan seterusnya, saya selalu lebih hati – hati dalam memposting berita. Mungkin apabila yang ditampilin itu foto korban yang telah (ma’af nih...) di dalam peti jenazah atau pun keranda, maka sudah layak tayang. Kecuali kalau melalui japri atau jalur pribadi.

Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Tanggal 11 Febuari 2009 :
1. Save Our Nation Bintang Tamu Menteri Perhubungan Jusman Syafe’i Djamal
Topik transportasi pada malam itu mengetengahkan tentang permasalahan moda transpirtasi belakangan ini. Masyarakat masih menganggap bertarif murahlah yang paling dicari. Padahal mutu pelayanan dan ketepatan waktu menjadi modal utama di setiap jasa transportasi. Diangkat juga permasalahan dalam kecelakaan transportasi belakangan ini, terutama dalam waktu 3 tahun belakangan ini. Selain menyinggung pesawat, kereta api pun juga demikian. Seperti yang belum lama terjadi, yaitu PLH / Peristiwa Luar biasa Hebat terjadi di stasiun Kapas. Pak Yusman mengatakan kalau sang masinis menganggap tidak biasanya diberi sinyal masuk aspek tidak aman alias merah. Makanya tetep tancap gas.

Di lain pembicaraan menyinggung soal transportasi komuter akan dibangun monorail di Jakarta yang akan meminjam dari Jepang, bukan lagi dari Dubai.
Sumber = Tayangan Save Our Nation di Metro TV pada tanggal 11 Febuari 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Data statistik yang ditampil -+ benar adanya. Karena musibah sudah dianggap wajar belakangan ini. Namun, jiwa optimis masih harus tetap ditanamkan sejak sekarang dan seterusnya.

2. Pembangunan Rel Ganda Purwokerto dan Sekitarnya Penyebab Jembatan Layang Amblas
Dikarenakan oleh pembangunan rel ganda Purwokerto sebuah jembatan layang penghubung Purwokerto dengan Kroya dilaporkan amblas dengan kondisi aspal jalan yang juga berlubang. Arus lalu lintas kendaraan bermotor terganggu dengan harus bergantian melaju di mana sebuah tong menjadi penanda letak lubang. Malam hari menjadi lalu lintas kendaraan bermotor yang paling padat.

Sumber = Siaran berita Reportase Sore di Trans TV pada tanggal 11 Febuari 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Bingung mau komentar apa. Karena saya pribadi tidak tahu kondisi harian di kota Purwokerto dan sekitarnya, terutama arus lalu lintas kendaraan bermotor. Intinya, aspal rusak yah mesti diperbaiki entah siapa penyebabnya apakah PT. KA Daops V Purwokerto atau pun bukan.

Tanggal 12 Febuari 2009 :
Bocah – bocah Cilik Penyuka Rangkaian KA Dinamis
Siapa saja boleh memiliki angan – angan meski masih bocah sekali pun. Dalam hal ini bocah SD yang amat menyukai miniatur KA berjalan atau dikenal dengan nama KA dinamis. Bertempat di kota Bandung tepatnya di Jl. Cibadak seorang pengoleksi kereta api miniatur berjalan dikunjungi oleh 3 bocah laki – laki yang baru saja berangkat dengan KA komuter Klas Ekonomi Bandung Raya. Mulai dari proses pembuatan miniatur KA dinamis dan KA statis alias sekedar pajangan dilihat mereka. Mereka pun terkagum – kagum dengan aksi rangkaian KA CC 201 dan CC 203 termasuk pula BB 304 berlaju menarik rangkaian kereta Klas Ekonomi dan Bisnis melintasi jembatan panjang dalam bentuk miniatur mini.

Sumber = Tayangan Cita - Citaku di Trans 7 pada tanggal 12 Febuari 2009.
Tanggapan saya pribadi :
Teruslah gapai cita – cita kalian kawan – kawan kecilku… Seperti kami yang sama – sama penyuka kereta api juga turut melestarikan berbagai macam kereta api. Sayang, beberapa KA miniatur saya rusak meski saya punya sejak saya kecil. Maklum, di keluarga saya ada yang iri dengan alasan kalau saya yang merusak mainan tersebut. Maklum juga karena saya semasa kecilnya badung. Hehe…


Tanggal 13 Febuari 2009 :
1. Kisah Romansa Pernikahan Soni dan Anna Ala Sepur
Malam itu khususnya saya dikejutkan dengan sebuah tayangan para pasangan 2 sejoli yang menikah dengan acara unik. Ada yang di arung jeram, ada yang sambil berparalayang, ada yang pesta malam ala santapan dan undangan gratisan dan masih banyak lagi. Tidak terkecuali pasangan yang sedang dimabuk asmara, yaitu rekan Soni Gumilang dengan sang istri Anna.

Pengakuan Soni dan Anna memang terasa malu – maluin pada awalnya karena belum ada yang melakukan ritual pesta pernikahan dengan cara yang demikian. Setiap jengkal langkah perjalanan mereka tempuh di atas rel dengan panjang sekitar 3 Km antara stasiun Tugu dengan stasiun lempuyangan di kota Yogyakarta. Bayangkan.... stres dan tegang melanda pengguna jasa kendaraan bermotor di perlintasan KA kolong jembatan layang. Ada apa gerangan? Spontan mereka tampil sumringah begitu yang lewat itu KLB / Kereta Luar Biasa berupa kereta pengantin. Tidak sedikit warga sekitar yang mengfabadikan momen tersebut dengan tustel handphone mereka.

Sumber = Tayangan Kick Andy di Metro TV pada tanggal 13 Febuari 2009.
Tanggapan saya pribadi :
Siapa coba yang awalnya gak tegang? Yah pastilah… Tapi sukses besar… sampai Kick Andy pun merasa wajib menayangkan kembali adegan romantis yang unik dan tentunya terasa aneh bagi Andy F. Noya sang pembawa acara.


2. KA Anjlok di India, 15 Penumpang Tewas & 100 Luka – luka
Sebuah kereta api ekspress keluar dari rel di India bagian timur. Anjloknya kereta api ini menyebabkan sedikitnya 15 penumpang tewas dan lebih dari 100 lainnya menderita luka - luka. Kecelakaan itu terjadi di Orissa, beberapa jam setelah KA itu meninggalkan Kolkata, sebuah kota besar di bagian timur India. Demikian dikuti dari reuters, Jumat (13/2/2009). "Terakhir, jumlah korban meninggal 15 orang," kata pejabat senior Indian Railways JP Mishra, "Kami belum tahu apa penyebab kecelakaan ini," imbuhnya. Kepala polisi setempat, Manmohan Praharaj, mengatakan, seluruh korban luka itu dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Otoritas India mengatakan, telah mendatangkan kereta api lainnya untuk mengangkut penumpang yang selamat. (irw/irw)

Sumber = Irwan Nugroho kontributor DetikNews yang diposting olehi rekan Bambang Priyo Cahyono melalui milis keretapi@yahoogropus.com pada tanggal 13 Febuari 2009.

Catatan = Tampilan di milis postingan tanggal 14 Febuari 2009 karena mengikuti waktu GMT / Green Meridian Time.

Tanggapan saya pribadi :
Lagi – lagi PLH / Peristiwa Luar biasa Hebat… Meski di luar negeri, tetapi saya masih tetap menganggap kecelakaan kereta api di India masih sama buruknya seperti di Indonesia. Mungkin dulu saya menganggap kecelakaan terburuk no. 2 setelah di negara Turki, mungkin sekarang bisa saya anggap no. 3 di dunia setelah Indonesia di urutan no. 2. Itu menurut saya pribadi lho….Saya turut berbela sungkawa sedalam – dalamnya tentunya atas musibah ini mengingat dalam waktu yang sama di Amerika Serikat juga terjadi musibah PLH juga, tetapi ini menimpa pesawat komersil Air Continental di kota New York.

Tanggal 15 Febuari 2009 :
Tabrakan Antara Kereta Api Dengan Bus di Negara Ukraina
Belum berselang beberapa lama setelah tragedi KA di negara India, lagi – lagi PLH / peristiwa luar biasa hebat lagi… Kali ini di negara bekas Uni Soviet, yaitu Ukraina. Tidak tanggung – tanggung, peristiwa kali ini melibatkan antara rangkaian KA penumpang dengan sebuah bus. Mungkin saja dikarenakan suhu udara yang dingin dengan diselimuti salju yang semakin tebal sehingga memacetkan mesin mobil atau pun juga beratnya menancapkan gas saat melintasi rel kereta api.

Seketika rangkaian KA melintas dan terjadilah PLH tersebut. Dilaporkan sedikitnya 6 orang tewas seketika dan sisanya terluka cukup parah. Tidak dijelaskan bagaimana kronologinya secara pasti. Yang jelas maut tersebut.

Foto di atas berupa tayangan dari Kick Andy di Metro TV episode Pernikahan Unik termasuk sesinya rekan kita Soni Gumilang yang ditayang pada tanggal 15 Febuari 2009.

Sumber = Tulisan berjalan di Metro TV pada tanggal 15 Febuari 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Saya pribadi turut berduka cita atas jatuhnya korban entah dari rangkaian KA atau bus yang naas tersebut. Karena kronologinya tidak disebutkan melainkan hanya sekedar running teks atau tulisan terjalan saja.

Tanggal 16 Febuari 2009 :
1. Penghapusan PKL / Pedagang Kaki Lima di Stasiun Bekasi
Dengan tujuan mengganggu keindahan dan kenyamanan para calon penumpang dan penumpang kereta api dari dan ke berbagai tujuan, suku dinas kota Bekasi memberantas atau menghapus para pedagang kaki lima yang menggelar barang dagangan mereka di stasiun Bekasi. Aksi para aparat dari suku dinas tersebut sempat berbuah penolakan dari para pedagang dengan melawan para aparat tersebut. Dengan dalih juga mendukung program Adipura, seorang pedagang berusaha mempertahankan barang dagangannya meski dia dan kawan – kawannya dengan sangat terpaksa mesti pindah tempat keluar stasiun Bekasi.

Sumber = Siaran berita Kabar 15 di TV One pada tanggal 16 Febuari 2009.
Tanggapan saya pribadi :
Meski saya pribadi mendukung aksi aparat dalam memberantas kesemrawutan suatu tempat, namun saya pribadi siap memberi tanda warna kuning dalam hal ini kasihan dengan mereka yang tergusur dalam mencari nafkah di suatu lahan yang sudah lama mereka tapaki, apalagi belum seringkali dikenakan uang pungutan liar atau pungli yang tidak sedikit.

2. Erlan Sawunggalih Putera KA Malam
Seorang ibu muda melahirkan di gerbong Kereta Api (KA) Sawunggalih dalam perjalanan antara Stasiun Ketanggungan Barat dan Ketanggungan Timur, Brebes, Jawa Tengah, Senin (16/2) malam. Tidak ada peralatan apa - apa dalam persalinan itu, kecuali pemberian air hangat dari petugas restorasi dan bantuan spontan dari beberapa penumpang: Untungnya persalinan darurat itu lancar. Ibu muda yang melahirkan tersebut bernama Mutiah (30), warga Depok Timor asal Dusun Jaganayan, Desa Surotruyon RT 03/03, Kelurahan Alian, Kebumen. Ia melahirkan seorang bayi laki - laki dengan kondisi selamat sekitar pukul 23.00.

Proses persalinan bayi laki - laki tersebut cukup menegangkan. Mutiah yang mengerang - ngerang kesakitan dibantu oleh suaminya, Ikhsan (33), dan sejumlah penumpang KA Sawungggalih jurusan Pasar Senen - Kutoarjo nomor 120 tersebut. Ada, penumpang yang membaca doa, ada pula yang menegangkan Mutiah agar tidak terlalu tegang. Seorang penumpang, Widodo, warga Bojonggede, Bogor, menuturkan, Mutiah duduk bersandar di kursi kelas Bisnis. Dia mengerang kesakitan. Dibantu suaminya dan beberapa penumpang wanita, Mutiah berusaha mendorong sang jabang bayi agar keluar dari rahim. "Suasananya cukup menegangkan, habis tidak ada peralatan apa - apa kecuali bantuan air hangat dari petugas restorasi," ujar Widodo.

Ikhsan, ayah dari bayi tersebut, kepada Warta Kota Selasa (17/2) malam menuturkan, ia bersama istri dan mertuanya saat itu hendak ke Kebumen menggunakan KA Sawunggalih kelas bisnis. KA yang ditumpanginya berangkat, dari Stastun Pasar Senen sekitar pukul 19.00. "Rencananya mau melahirkan di sini (Kebumen). Kata bidan sih masih ada waktu untuk pulang, sebelum bayi lahir, nggak tahunya di jalan dia beranak," ujar sopir angkot di Depok itu.

Mutiah mulai merasakan bayinya akan lahir selepas Stasiun Ketanggungan Barat. Saat itu dia merasa bayinya telah bergerak keluar dan air ketubannya pun pecah. Seketika itu perhatian seisi gerbong tertuju kepadanya, karena dia juga mengerang - ngerang. "Untungnya ada seorang ibu yang mengerti soal persalinan di dalam gerbong itu, jadi dia bantu istri saya melahirkan," ujar Ikhsan. Dengan panduan wanita tersebut, tanpa peralatan apa pun Mutiah melahirkan bayi laki - laki dengan normal. Selain itu, Mutiah juga sehat meskipun lemas setelah melahirkan.

Ikhsan mengatakan, anak pertamanya itu akan diberi nama Erlan Sawunggalih. Hingga kemarin, warga Depok Timur itu masih berada di Kebumen di rumah orangtua Mutiah dan baru akan kembali ke Depok bulan Maret mendatang. Ihwal kelahiran bayi tersebut dibenarkan Pemimpin Perjalanan Kereta Api Stasiun Ketanggungan Timur, Riyanto. Menurutnya, perjalanan KA Sawunggalih tersebut dthentikan di stastunnya pada pukul 23.15. "Saat kereta berhenti, bayinya sudah lahir. Kami sudah menyiapkan bidan juga, karena ada informasi bahwa seorang penumpang melahirkan di kereta," ujarnya.

Setelah dibawa turun dari KA, bayi Mutiah diputus tali pusarnya dan kemudian dibawa ke puskesmas setempat agar mendapatkan perawatan klinis. "Setelah beres, Mutiah dan suaminya meneruskan perjalanan dengan KA Senja Utama Solo nomor 114," tutur Riyanto.

Sumber = Kompas edisi tanggal 18 Febuari 2008 yang diposting Kang Bas pada milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 17 Febuari 2009.

Catatan = Tanggal 17 Febuari 20009 di milis karena mengikuti waktu GMT / Green Meridien Time.

Tanggapan saya pribadi :
Saya pribadi turut berduka cita atas jatuhnya korban entah dari rangkaian KA atau bus yang naas tersebut. Karena kronologinya tidak disebutkan melainkan hanya sekedar running teks atau tulisan terjalan saja.

Tanggal 17 Febuari 2009 :
KA Wisata Menelan Korban Penyeberang Rel KA

PADANG--Yulita Sari, gadis 18 tahun korban yang ditabrak dan digilas KA Binuang Padang - Pariaman pukul 11.30 WIB di Jl. Adinegoro, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang akhirnya menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang pukul. 15.00 WIB. Warga Flamboyan, Padang Barat tersebut tewas setelah tim medis tak sanggup menanganinya. Meski dibawa ke rumah sakit dalam kondisi hidup, namun nyawa korban yang tangan kanan dan kaki kanannya putus akibat gilingan roda kereta api tak tertolong lagi. Selain itu, hampir smeua giginya rontok setelah terseret sekitar 30 meter.

Rita Nengsih, 45 tahun, ibu korban tak mampu menahan isak tangisnya ketika ia menemukan anaknya di rumah sakit dalam kondisi kritis. "Ia minggat dari rumah 2 hari lalu karena kami tak merestui dia pacaran dengan seorang sopir angkot jurusan Pasar Raya Padang - Lubuk Buaya, akhirnya ia lari dari rumah," katanya. Rita dan suaminya Suwardi, 46 tahun, sudah mencari ke mana - mana. Bahkan ke rumah teman - temannya. Namun kawan - kawan Yulita tidak mau mengatakan keberadaanya. "Baru kemudian kami mendapat telepon dari kawannya, bahwa Yulita ada di rumah sakit ditabrak kereta api, kondisinya sangat memprihatinkan," tuturnya sambil menangis.
Informasi di tempat kejadian, korban sedang asyik berkomunikasi dengan seseorang melalui telepon seluler sambil berjalan di rel kereta api ke arah Lubuk Alung. Ia tidak mengetahui KA Sibinuang datang membawa lima gerbong penumpang dari arah belakangnya.

Jenazah Yulita langsung dibawa ke rumah duka jalan Flamboyan, Kota Padang untuk dikuburkan. (lian)

Sumber :
- Tayangan Discover Indonesia di Metro TV pada tanggal 17 Febuari 2009.
-
http://padangkini.com/headline.php?sub=berita&id=3477.

Tanggapan saya pribadi :
Saya turut berduka cita atas wafatnya seorang gadis yang hendak menyeberangi rel kereta api seketika saat rangkaian KA siwata Sumatera Barat hendak melintas. Meski sedang berkomunikasi bukan berarti tidak mengetahui kebradaan rel kereta api bukan? Mungkin saja jarang dilaluin KA, namun bukan berarti KA ketika itu melintas lantas diacuhin. Namun, saya pribadi mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas jatuhnya korban Yulia ini. Karena setiap orang tidak menduga tingkahnya akan mencelakai siapapun, bahkan juga diri kita sendiri. Kembali itu semua sudah qadar dari Sang Maha Pencipta.

Tanggal 19 Febuari 2009 :
Protes Dioperasikannya Kereta Api Cirebon-Bandung
Sejumlah perusahaan otobus (PO) mengeluhkan rencana dibukanya rute kereta api Cirebon - Bandung Maret mendatang. Pembukaan rute tersebut hanya akan membuat mereka gulung tikar. Hal tersebut diungkapkan pimpinan PO Bhinneka, Abdul Hamid, Kamis (19/2). "Saat ini jumlah penumpang Cirebon - Bandung dan sebaliknya dari hari ke hari mengalami penurunan," katanya. Dijelaskannya saat ini rata - rata jumlah penumpang paling tinggi hanya mencapai 8 orang per hari. Padahal jumlah kursi bus mencapai 50 hingga 60 penumpang.

Akibat sepinya penumpang, juga berdampak pada minimnya armada yang dioperasikan. Saat ini, lanjut Abdul, mereka hanya mengoperasikan 20 unit bus dari 40 unit yang ada. "Kalau tetap dipaksakan, percuma saja, karena penumpangnya tidak ada, sedangkan untuk pemeliharaan bus membutuhkan biaya yang tidak sedikit," katanya. Selain itu, dengan minimnya jumlah penumpang, maka berpengaruh pada penghasilan yang diperoleh sopir serta pelayanan kepada penumpang yang tidak maksimal.

Karena itu, Hamid meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan kesulitan pengusaha PO. "Karena itu rencana dioperasikannya jalur KA Cirebon - Bandung seharusnya tidak direalisasikan," katanya. Ia pun akan mendesak kepada Organda untuk mengambil sikap penolakan terhadap rencana pengoperasian rute kereta api Cirebon - Bandung.

Sumber = Tempo Interaktif pada tanggal 19 Febuari 2009 yang diposting Kang Bas pada milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 20 Febuari 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sungguh prihatin memcaba berita ini karena organda sepi penumpang. Sedangkan, KA beroperasi, maka para calon penumpang akan berminat ke moda transportasi kereta api. Sulit untuk mencari kebenaran, namun sebagai pemerhati saya hanya mengikuti fakta yang ada. Ramai yah syukur… sepi yah cobaanlah buat yang mengalaminya langsung tentunya…

Peristiwa – peristiwa Yang Kami Alami Sendiri :
1. Tanggal 13 Febuari 2009 :
1.1. Peristiwa Yang Saya Alami….
Kondektur Yang Sok Tahu
Pagi jelang siang ini saya sempat iseng menaiki rangkaian KRL Ekonomi AC Ciliwung. Keberangkatan dari Pasar Senen di mana saya naik tiada kendala apa – apa. Namun, ada 3 orang yang terkendala dengan aksi sok tahu seorang kondektur yang mengatakan bahwa “Saya lebih tahu karena saya kodekturnya…” dengan santun. Tiada raut wajah yang ngeselin dari sudut pandang saya. Namun, selepas stasiun Kampung Bandan ketiga orang yang saya maksud diterlantarkan dengan perjalanan yang menuju ke arah stasiun Angke sebagai stasiun persinggahan berikutnya. Mereka terkocar – kacir turun di stasiun Duri dan di stasiun Manggarai. Padahal saya sarankan turun di stasiun Angke saja, terus lanjut naik bus Kopaja 86 rute Lebak Bulus – Kota yang tidak terlalu ramai sepelas stasiun Angke.

Sumber = Saya sendiri sewaktu berada di KRL Ekonomi AC Ciliwung pada tanggal 2 Febuari 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Kalau memang mereka salah naik KRL kenapa tidak diturunin saja? Atau setidaknya diturunin di stasiun Kemayoran dengan resiko beli kembali karcis setidaknya KRL Ekonomi saja? Khan setidaknya cuma rugi Rp 1.500,00 hanya untuk menjangkau stasiun Jakarta Kota.

1.2. Peristiwa Yang Saya Alami….
KA Matarmaja Telat Tiba di Stasiun Ps. Senen
Tadi pagi jelang siang sewaktu menunggu kedatangan KRL Ekonomi AC Ciliwung yang mau saya naikin rangkaian KA Matarmaja tiba di jam 10-an WIB. Padahal di jadwal yang normal jam 7-an pagi khan? Ada apa yah gerangan? Rangkaiannya masih menggunakan KA Ekonomi yang baru saat diresmiin Presiden RI SBY.

Sumber = Saya sendiri (Dana) saat berada di stasiun Pasar Senen pada tanggal 13 Febuari 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Tiada rasa jenuh yang saya perhatiin saat itu. Mungkin perjalanan berlangsung menyenangkan yah dengan kondisi gerbong yang baru dan pelayanan memuaskan?

Tanggal 14 Febuari 2009 :
Peristiwa Yang Saya Alami….
Aksi Pelemparan Batu dan Angin Kencang
Saat hendak menunggu kedatangan KRL AC Pakuan di jalur 3 stasiun Gambir tampak saya saksikan betapa kencangnya angin pada siang itu di sekitar jam 12-an. Angin yang berhembus kencang tersebut sampai menggoyangkan papan reklame yang tergantung di atap stasiun Gambir. Kuatir dengan goyangannya, maka saya dapat membayangkan apabila putus, maka akan terjadi musibah antara tertimpanya beberapa para calon penumpang dengan papan reklame tersebut hingga yang paling fatal, yaitu putusnya kabel listrik tegangan tinggi hingga menimpa KA yang kebetulan sedang melintas atau pun juga berhenti.

Tidak sampai di situ saja, aksi pelemparan batu ke gerbong KRL yang melintas kembali saya alami. Seperti pada bulan November 2008 silam, selepas stasiun Pancasila-lah kejadiannya. Begitu pun arah sebaliknya sewaktu hendak kembali ke Jakarta. Jelang melintasi stasiun Pancasila kejadiannya.

Sumber = Saya sendiri saat berada di TKP / tempat kejadian perkara pada tanggal 14 Febuari 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Ternyata kekuatiran saya meleset saat KRL AC Pakuan yang saya naikin berlaju ke arah Bogor. Namun, aksi berutal masyarakat yang tidak menyadari perbuatan vandalismenya akan terus terbawa hingga generasi di bawah mereka. Pengrusakan terus marak hingga kapan pun.

Sedikit Kilasan Out Of Topic / OOT atau diluar topik :
OOT itu berita yang saya rangkum di luar peristiwa perekereta apian namun masih menjadi tanda tanya bagi saya pribadi. Mungkin saja ada kaitannya meski sedikit atau pun banyak keterkaitannya dengan kereta api dalam peristiwa tertentu.

1. Tanggal Sepanjang Awal Bulan s/d Pertengahan Bulan Ini :
Kebakaran Hutan di Negara Bagian Victoria, Australia Akibat Suhu > 40*C
Keterangan :
Saya kasih tanda warna merah karena meski belum tentu ada kaitannya dengan kereta api, namun saya pribadi turut prihatin akibat musibah bencana alam yang satu ini.

Sejak beberapa hari yang lalu terjadi kebakaran hutan hampir di seantero negara bagian Victoria di negara Australia sudah menyebabkan sedikit 184 orang meninggal. Jumlah tersebut masih sementara dan mungkin bisa saja lebih. Hal ini mengingat lokasi rumah kediaman mereka yang berdekatan dengan kepungan asap kebakaran hutan ditambah minimnya konsumsi listrik di saat suhu mencapai 40*C bahkan lebih. Kabarnya sempat mencapai 47*C dan menjadi catatan sejarah musim panas terburuk di Australia sejak tahun 1983 silam.

Sumber = Beberapa siaran berita nasinal di awal bulan Febuari 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Meski tiada kaitannya dengan kereta api, namun saya yakin sarana transportasi di negara bagian tersebut khususnya kereta api terkendala. Meski sempat diguyur hujan, namun tidak banyak membantu. Jumlah korban yang meninggal akibat suhu yang sangat panas ditambah keterbatasan konsumsi listrik menjadikan warga masyarakat setempat kesulitan menghirup udara segar.

2. Tanggal 13 Febuari 2009 :
Ledakan Bom Bunuh Diri di Kota Iskandariyah, Irak
Keterangan :
Saya kasih tanda warna merah karena meski belum tentu ada kaitannya dengan kereta api, namun saya pribadi turut prihatin akibat musibah bencana buatan oknum yang satu ini.

Niatan untuk berziarah ke makam warga Syiah malah berbuah malapetaka. Seorang perempuan dengan memberanikan diri melakukan jihad dengan meledakkan diri di kerumunan rombongan Syiah yang sedang berziarah ke suatu makam di selatan kota Baghdad negara Irak tersebut. Alhasil 32 orang tewas seketika. Entah siapa yang bertanggung jawab yang jelas kejadian ini sudah tidak dianggap asing lagi atas krisis kepercayaan dalam menganut keyakinan tertentu.

Sumber = Siaran berita Metro Malam di Metro TV pada tanggal 13 Febuari 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Saya tidak ingin mengomentari kejadiannya, tetapi saya ingin bertanya rel ganda yang tidak jauh dari lokasi kejadian tersebut. Apakah rel ganda tersebut masih aktif atau sekedar rel yang sudah non aktif yah? Sebab dari sekilas penglihatan saya dari TV tampaknya rel mati karena ketiadaan bebatuan ballast dan lagi lahannya tandus. Tampaknya memang benar demikian rel mati.

3. Tanggal 16 Febuari 2009 :
Tayangan Jelajah di Trans TV
Keterangan :

Saya kasih tanda warna hijau karena meski masih ada sedikit kaitannya dengan kereta api, namun saya pribadi turut senang dengan liputan yang positif tentang sisi lain dari masyarakat sekitar di sepanjang pinggir rel kereta api.

Tim Jelajah Trans TV kali ini mengunjungi kota Gombong di propinsi Jawa Timur. Tujuannya kali ini ingin merasakan kehidupan seorang petani di pedesaan yang selalu terkena banyak lumpur serta kerjanya yang keras mengeruk sawah dengan kendaraan tradisional, yaitu berupa tenaga sapi. Di samping itu, beberapa juga menanam tumbuh – tumbuhan di persawahan agar kelak tumbuh menjadi jagung yang siap langsung dimakan atau pun dijual.

Namun, di akhir acara, ada sekelompok para petani yang memanfaatkan rel kereta api di sepanjang persawahan di kota kecil seperti Gombong tersebut yang jarang dilalui kereta api dengan kendaraan lori yang terbuat dari kayu buatan mereka sendiri. Apabila datang dari arah barat bertemu dengan yang datang dari arah timur, maka yang dari arah barat mesti mengalah kepada yang dari lawan arah. Sebab, umumnya yang datang dari arah timur sudah membawa hasil persawahan mereka. Dengan mengangkat lori yang sangat ringan tersebut, bukan berarti keduanya mesti bebas mengendarai lori. Apabila tidak teliti, maka akan disambar rangkaian KA yang melintas yang saat itu tepat rangkaian gerbong CCW yang ditarik lok CC 201.

Sumber = Tayangan Jelajah di Trans TV pada tanggal 16 Febuari 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sisi positif yang disiarkan Trans TV berupa pekerjaan para petani yang memanfaat rel kereta api dengan baik, yaitu hanya dengan menggunakan kendaraan lori buatan mereka sendiri tanpa harus mengganggu perjalanan KA. Namun, apabila di lapangan atau tanpa kita sadari ada yang tidak kita ketahui seperti seringkali mencuri kabel sinyal, wessel, bantalan kayu, dsb, maka itu di luar dugaan saya khususnya sebagai penonton setia acara – acara dari Trans TV atau saya tiada lain Trans Mania. Semoga yang saya kuatirkan tidak terbukti adanya.

n BERSAMBUNG ...

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,

Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar