Minggu, 22 Maret 2009

Catatan Bulanan Bulan Maret 2009 Pertengahan

Catatan Bulanan
Pertengahan Bulan Maret 2009
Dikumpulkan oleh = Saya Sendiri à Dana

Bukan untuk mendramatisir, namun saya hanya menyarankan agar sebelum membacanya anak – anak perlu didampingin oleh orang tua atau pun wali karena berikut ini peristiwa – peristiwa yang terjadi selama kurun waktu awal bulan ini ada suatu peristiwa yang tidak kita inginkan, yaitu berita kecelakaan pastinya.

Sedikit permintaan ma’af saya...

Mohon ma’af apabila selama saya memposting agenda bulanan di sepanjang tahun kemarin dan awal tahun ini ada beberapa foto yang tidak bahkan kurang berkenan, seperti foto – foto (ma’af) jenazah korban PLH / peristiwa luar biasa hebat atau pun juga PL / peristiwa luar biasa. Mulai bulan ini dan seterusnya, saya selalu lebih hati – hati dalam memposting berita. Mungkin apabila yang ditampilin itu foto korban yang telah (ma’af nih...) di dalam peti jenazah atau pun keranda, maka sudah layak tayang. Kecuali kalau melalui japri atau jalur pribadi.
Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Tanggal 12 Maret 2009 :
3 Orang TKI Tersambar KA Malaysia
Entah bagaimana kronologinya 2 orang tenaga kerja Indonesia / TKI dikabarkan tewas tersambar kereta api di Malaysia. Berita lain juga mengabarkan justru 3 orang yang tewas. Entah disebabkan oleh kelalaian saat menyeberang seperti kebanyakan di negara kita Indonesia atau memang secara tidak diduga terjatuh dari peron di sebuah stasiun kita sendiri juga belum mengetahui dengan pasti.
Sumber = Beberapa tulisan berjalan di beberapa siaran berita di TV tanggal 12 Maret 2009 dan 13 Maret 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Setahu saya perjalanan KA di negara Malaysia amat sangat jarang bukan? Apa karena krisis ekonomi di negara kita yah sehingga terbawa kepada para TKI yang berada di negara majikan sekaliber Malaysia?


Tanggal 13 Maret 2009 :
Berita Monorail Mandeg Kembali Tersiar
Semenjak keberadaannya di periode tahun 2006-an tiang – tiang monorail sudah memperkeruh kemacetan di Jakarta yang tanpa tiang – tiang monorail saja sudah seringkali mengalami kemacetan. Keindahan kota Jakarta semata sudah tidak dihiraukan lagi bagi PT. Jakarta Monorail selaku badan usaha yang membangun monorail di ibukota Jakarta ini. Uang sebesar US $ 20juta sudah kian berlalu begitu saja semenjak perusahaan Dubai tidak mempercayai pemerintahan kita khususnya DKI Jakarta. Berbagai visualisasi telah diwacanakan di berbagai media massa.
Sumber = Siaran berita Reportase Sore di Trans TV pada tanggal 13 Maret 2009.

Gambaran visualisasinya apabila sudah beroperasi di Jakarta. Tampak pada foto kiri monorail di Jl. Casablanca dan foto kanan berada di jembatan tiga Tomang mengarah dari kawasan Slipi menuju kawasan Kebon Jeruk.

Situasi terkini yang diliput oleh Adis Diana sang reoprter Trans TV masih meninggalkan tiang – tiang penyangga yang tidak kunjung dilanjutin justru menyebabkan keindahan kota menjadi pudar. Tampak pada foto kiri berada di ruas jalan Jl. Anu dan pada foto tengah dan kanan di ruas jalan Jl. Asia Afrika.

Tanggapan saya pribadi :
Yah… mau menyalahkan siapa yah? Saya pribadi sudah cukup mensyukuri dengan beroperasinya KRL Ekonomi AC di Jabodetabek dan bus Trans Jakarta sebagai cikal – bakal moda transportasi feeder atau penglaju antar angkutan umum di Jakarta dan sekitarnya ini.


Tanggal 13 - 14 Maret 2009 :
[keretapi] (Hot) KA Sembrani Bawa Mobil RI-2 & KLB RI-2
Berawal dari sebuah SMS / pesan singkat melalui handphone rekan kita Artanto Rizky kepada rekan kita Ian Antono bahwa dalam hitungan jam lagi rangkaian KA Sembrani yang mengangkut kendaraan dinas pejabat tinggi negara kita akan tiba di stasiun Surabaya Turi. Pada tanggal 14 Maret pagi itu pun rekan kita Ian Antono lantas meluncur ke lokasi di mana rangkaian KA tersebut akan tiba. Sayangnya perjalanan sedikit terganggu oleh tabrakan antara KA Argo Sindoro dengan mobil truk di daeerah Semarang. Alhasil rangkaian KA Sembrani pun tiba sekitar jam 9-an pagi di stasiun Surabaya Turi. Kebetulan lok penariknya CC 203 20.
Tampak pada foto rangkaian KLB Sembrani yang mengangkut kendaraan dinas RI-2
Difoto oleh rekan Ian Antono berlokasi di stasiun Surabaya Turi pada tanggal 14 Maret 2009.


Tanpa harus menunggu lama lok pun langsung menuju ke Sidotopo tanpa rangkaian KA Sembrani. Sekembalinya rangkaian KA Sembrani langsung dilangsir tanpa menarik 2 gerbong barang yang sekiranya sempat dijadikan sebagai armada angkutan kendaraan RI-2 tersebut. “Kemudian kami pun tanya2 dgn orang Stasiun dan dipo ternyata mereka pun tidak tau klo ada RI-2 di dalam gerbong. Ternyata RI-2 ini tidak diturunkan di sepur badug SBI seperti yg kami kira namun langsung digandeng dgn CC 203 18 Loko bekas dinesan Gumarang utk menuju Pasuruan namun muter dulu melalui SDT” tutur mas Ian Antono -+nya. Oleh karena penjagaan yang super ketat rekan Ian Antono pun mesti mengambil gambar dengan berhati – hati tanpa harus membuat heboh atau membesar – besarkan berita kepada para pengunjung stasiun Surabaya Turi.
Sumber = Ian Antono dan Artanto Rizky yang meliput langsung ke lokasi pada tanggal 14 Maret 2009..

Tanggapan saya pribadi :
Usaha yang bagus yang dilakukan oleh 2 rekan kita meski dengan rintangan yang cukup dimaklumi karena pejabat tinggi negara kita yang hendak lewat meskipun hanya sebatas kendaraan dinasnya saja. Saya pribadi memaklumi apabila pegawai stasiun sekaligus dipo Surabaya Turi tidak berterus terang karena demi alasan keamanan dan keselamatan orang penting di negeri ini.


Kalau boleh bercerita saya juga punya pengalaman sewaktu meliput peresmian rel ganda Serpong – Tanah Abanf di mana pak SBY bersama istri tercinta dan para pejabat negara lainnya serombongan dengan menaiki KRL Ekonomi AC Ciujung yang saat itu bulan Juli 2007 silam pertama kali dioperasikan. Tentu saya liput dengan handycam dan jadilah dokumentasinya berupa gambar hidup. Yah… itu dia.. saya mengambilnya di kawasan Tanah Kusir mengingat penjagaan yang super ketat di stasiun Serpong dan sekitarnya.

Tanggal 15 Maret 2009 :
Hujan Es dan Badai Melumpuhkan Perjalanan KA Lintas Barat Jakarta
Gejala alam tidak mungkin dapat kita elakkan. Hujan es yang melanda Bintaro dan sekitarnya serta kawasan Cileduk dan sekitarnya membuat sebagian besar ruas jalan raya menjadi lumpuh. Jarak pandang bagi pengemudi kendaraan bermotor menjadi terbatas. Tidak sampai di situ saja, sejumlah SPBU Pertamina di kedua kawasan tersebut lumpuh akibat petir yang dashyat.

Rel kereta api pun juga tidak luput dari badai dan hujan es pada siang jelang sore itu. Sejumlah ruas rel di sepanjang koridor Serpogn – Tanah Abang menjadi lumpuh total karena banjir. Perjalan kereta api pun menjadi terganggu dengan hitungan jam.


Sumber = Siaran berita Jakarta Petang di Jak TV pada tanggal 15 Maret 2009..
Tanggapan saya pribadi :
Cuma dapat berkata “prihatin”. Karena pasalnya keesokkan harinya justru Jakarta dan sekitarnya dilanda panas yang menyengat..

Tanggal 17 Maret 2009 :
Listrik Suralaya Meledak, Jakarta Sebagian Lumpuh Total
Dikabarkan beberapa ruas jalan di kota Jakarta lumpuh total akibat terganggunya pasokan listrik Suralaya. Tidak sedikit lampu lalu lintas yang mati. Begitu pun dengan perjalanan KRL Jabodetabek yang mengalami gangguan khususnya koridor antara stasiun Jakarta Kota hingga stasiun Bogor. Akibatnya sejumlah perjalanan KA di stasiun Gambir juga ikut terkena dampaknya. Ironisnya, banyak dari para calon penumpang KA yang tidak tahu perihal gangguan listrik se-DKI Jakarta karena tiada satu orang petugas dari PT. KA stasiun Gambir yang memberitahukan kepada mereka.

Sumber :
- Tulisan berjalan di TV One pada tanggal 17 Maret 2009 sekitar sore.
- Siaran berita Liputan 6 Petang di SCTV pada tanggal 17 Maret 2009.

Sebagian dari pemberitaan di siaran berita Jakarta 2 Menit di Jak TV sekitar jam ½ 7 malam WIB jelang siaran berita Jakarta Petang di Jak TV juga.

Para penumpang mengaku pasrah dengan pembatalan sejumlah rangkaian KA akibat padamnya listrik. Salah satunya ibu Dyah yang mengaku baru mengetahuinya ketika diwawancarai oleh reporter SCTV ini.

Tanggapan saya pribadi :
Entah karena sabotase atau tidaknya yang jelas berita tersebut tidak tersiar dengan luar biasa. Apakah ini semata permainan politik? Kita tentunya tidak dapat mengetahui secara pasti kebenaran yang ada selain pasrah dan terus pasrah.

Kesaksian rekan kita ROSES-Man
Add To: keretapi@yahoogroups
nyindir neh... mentang2 di rumah..... heh????
sebenernya kl gara2 PLN sih gak masalah, jam 3an dah normal.... hanya saja untuk jalur bogor tambah parah, soalnya ada KRL pengganti dari Dipo BDI yang mogok (dah pasti sudah bisa ditebak jenisnya). Karena masalah listrik itu, banyak KRL yang tertahan di jalur bogor antara depok - bogor, sehingga jalur jakarta kosong..... akhirnya begitu listrik normal, jalur arah jakarta tidak ada krl yang masuk akibatnya malah penumpang ke bogor yang numpuk mulai dari kota - manggarai. akhirnya dijalankan rangkaian pengganti dari BDI, eh dilalah... malah tuh KRL bikin ulah, mogok di cawang......

akhirnya perjalanan terhambat semua, mulai jam 5 - 7 KRL jalan di sepur salah (KRL ke arah bogor, lewat sepur arah jakarta). jam 7 normal, krl jalan di jalur normal lagi... dari SUD jam 530 sampe BJD jam 800..... bener2 dikasih pakuan ekspress plus..... herannya antara cawang - bukit duri itu kan deket, kenapa NR gak cepet kesana.... dah tahu kl holec masalah pasti gak pernah sebentar (dan gak akan bisa didorong ma kereta apapun).

Tanggapan saya pribadi :
Kapan yah saya bisa menikmatinya???
n BERSAMBUNG ...
Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,
Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar