Minggu, 01 Maret 2009

Catatan Bulanan Bulan Febuari 2009 Akhir

Catatan Bulanan
Akhir Bulan Febuari 2009

Bukan untuk mendramatisir, namun saya hanya menyarankan agar sebelum membacanya anak – anak perlu didampingin oleh orang tua atau pun wali karena berikut ini peristiwa – peristiwa yang terjadi selama kurun waktu awal bulan ini ada suatu peristiwa yang tidak kita inginkan, yaitu berita kecelakaan pastinya.
Sedikit permintaan ma’af saya...

Mohon ma’af apabila selama saya memposting agenda bulanan di sepanjang tahun kemarin dan awal tahun ini ada beberapa foto yang tidak bahkan kurang berkenan, seperti foto – foto (ma’af) jenazah korban PLH / peristiwa luar biasa hebat atau pun juga PL / peristiwa luar biasa. Mulai bulan ini dan seterusnya, saya selalu lebih hati – hati dalam memposting berita. Mungkin apabila yang ditampilin itu foto korban yang telah (ma’af nih...) di dalam peti jenazah atau pun keranda, maka sudah layak tayang. Kecuali kalau melalui japri atau jalur pribadi.

Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Tanggal 21 Febuari 2009 :
Napak Tilas Ketiga Antara Stasiun Jakarta Kota – Stasiun Tj. Priok
Diawali pagi yang indah dengan suasana sejuk para anggota IRPS Jakarta termasuk saya pada berkumpul di kantor pusat IRPS berlokasi di area Hall stasiun Jakarta Kota. Absen terus berjalan, para anggota saling berdatangan. Dengan jumlah yang melebihi 20 orang kami siap melangkahkan kaki menuju ke arah stasiun akhir di Tanjung Priok dengan sedikit briefing dari panitia.

Karena dikejar dengan waktu ditambah teriknya cuaca jelang siang kami pun melangkahkan kaki menyusuri dipo Jakarta Kota. Berbagai pemukiman liar kami telusuri dan kami jadikan dokumentasi. Menyusul kemudian sang pengantin muda datang tiada lain Soni Gumilang. Begitu pun pak Akhamd Sujadi selaku Kahumas Daops I Jakarta yang dikabarkan pa Budi Sofyan berada di stasiun Ancol ternyata berada di stasiun Jakarta Kota, Beliau pun beranjak bersama kami. Dengan lori yang tersedia kami berangkat hingga stasiun Kampung Bandan atas. Insiden kecil terjadi ketika tangan saya menabrak batangan kayu yang besar di depan kami. Sang bapak pendorong lori tidak mengetahui keberadan batangan kayu yang mengani tangan saya hingga sedikit terasa sakit. Untung saya bisa menangkisnya dengan gaya pahlawan fiksi Gaban.

Di stasiun Kampung bandan briefing tentang site plan yang akan diresmikan beberapa bulan lagi. Rel ganda pun kami saksikan sekilas hanya rel tunggal saja. Beberapa berangkat ke stasiun Ancol dengan naik kendaraan umum dan saya bersama rombongan berjalan kaki di rel kereta api. Tentunya di atas jembatan kereta api yang banyak menantang maut. Perjalanan panjang sungguh saya rasakan hingga sekujur badan terasa lemas karena teriknya mentari. Kebaikan pak A. Sujadi berupa tawaran minuman dan buah – buahan gratis saat bersinggah di sebuah warung yang berada di atas rel KA mati tidak bersisa yang melintasi Jl. Gn. Sahari dahulu kala.

Karena lelah kami pun beristirahat sejenak di stasiun Ancol. Lama menunggu kedatangan Mikrolet yang kosong tidak beberapa lama pun seusai sesi pemotretan sebagi beranjak kembali dengan berjalan kaki. Saya sih... memilih nyerah deh... saya bersama sebagian rombongan naik Mikrolet ke arah terminal Tanjung Priok.

Tibalah saya bersama rombongan di stasiun Tj. Priok yang sekilas sangat rapih dan indah dipandang. Meski tidak rapih banget, tetapi terlihat beberapa sarana dan pra sarana yang dahulu terlihat kumuh, kini terlihat indah dan menakjubkan. -+ 1 jam-an kemudian rombongan yang berjalan kaki tiba. Saat itu saya lagi tidur pulas di dalam sebuah ruangan karena kelelahan yang tinggi. Begitu semua berkumpul termasuk Kahumas kami pun briefing sambil santap siang dengan nasi bungkus. Selebihnya acara bebas. Kami saling berpencar. Banyak yang pada memotret di setiap area stasiun. Termasuk pak Budi Sofyan yang sudah beberapa kali niat pamitan malah tergoda untuk tidak rela meninggalkan sepur yang amat langka di pandangan mata masyarakat DKI Jakarta ini.

Sumber = Kesaksian saya bersama rekan – rkean IRPAS Jakarta yang ikut acara napak tilas tgl 21 Feb ‘09.

Tanggapan saya pribadi :
Seru dan menyenangkan apalagi kekrrabatan terjalin dan rencana positif dari sang Kahumas pak Akhmad Sujadi untuk mengaktifkan rel Kota – Priok ini dalam waktu dekat benar – benar akan terlaksana. Tentunya kabar menyenangkan bagi kita semua.

Tanggal 23 Febuari 2009 :
Tabrakan Antara KA Rapi Dhoho Vs Bus di Kediri
Media massa lagi – lagi cukup digemparkan dengan pemberitaan musibah kereta api. Setelah sekian lama tidak terdengar berita musibah KA, sekalinya muncul ternyata PLH / peristiwa luar biasa hebat yang dialami oleh rangkaian KA penumpang Klas Ekonomi dengan nama Rapi Dhoho ditarik oleh lok CC 201 08 di perlintasan KA Jl. Brig. Jend. Katamso pukul. 15.00 WIB di kota Kediri propinsi Jawa Timur.

Awalnya penjaga perlintasan KA mengaku sedang tidak dinas dengan alasan tidak jelas. Penjagaan pun digantikan oleh SU yang notabene hanya warga biasa. Tanpa mengetahui kedatangan KA yang berlaju dengan kencang tersebut tidak diduga bus AKAP atau Antar Kota Antar Propinsi yang bernama Harapan Jaya dengan nopol AG 7493 UR jurusan Tulungagung - Surabaya di waktu yang sama menyeberangi perlintasan KA. Spontan kecelakaan tidak dapat dihindarkan. Akibatnya rangkaian KA Rapi Dhoho porak – poranda dan bus mengalami keremukkan dengan kondisi terbalik. Beberapa perumahan warga yang bersinggungan dengan rel kereta api juga tidak luput dari musibah. Banyak rumah yang hancur berantakan akibat hantaman kedua moda transportasi darat tersebut.

Dalam peristiwa tersebut 7 orang penumpang tewas. Rata – rata korban berasal dari bus tersebut. 7 orang yang tewas di antaranya Basuki Purnomo, sopir bus AKAP yang bernama Agung Setiawan dan seorang wanita berusia 30 tahun dengan ciri – ciri berusia 30 tahun memiliki tato bergambar lumba – lumba di kakinya. Para korban baik yang tewas maupun luka parah dievakuasi di RS Bhayangkara. Selama proses evakuasi didatangkan rangkaian KA Kirow dengan waktu yang relatif lama.

Catatan = Di waktu yang bersamaan tepatnya di malam harinya peristiwa malapetaka melanda pesawat Lion Air. Untuk selengkapnya dapat dilihat di bagian bawah dengan tema OOT atau Out Of Topic.

Sumber = Beberapa siaran berita di TV pada tanggal 24 Febuari 2009.

Update terkini :
Pertama…
RE: [keretapi] Rapih Dhoho
Tuesday, February 24, 2009 11:21 PM
From: "Tri Hartanto"
Add sender to Contacts
To: keretapi@yahoogroups.com
Yang menarik di sini, ternyata ada kebiasaan penjaga perlintasan itu yang disukai para pengendara yang biasa lewat. Yaitu dia terbiasa membiarkan kereta agak dekat dulu, baru pintu perlintasan diturunkan. Jadi pengendara yg lewat gak perlu menunggu terlalu lama, katanya.

(Radar Kediri, 25/2/2009).

Kedua…
[keretapi] Bus Labrak KA di Kediri
Wednesday, February 25, 2009 4:03 AM
From: "Purwanto, Wawan"
Add sender to Contacts
To: keretapi@yahoogroups.com
Bus Labrak KA di Kediri
Analisa Polisi, Kecelakaan Akibat Sikap Ugal – ugalan Sopir Bus
Samsul Hadi – detikSurabaya
Kediri - Polisi Kediri menyimpulkan, kecelakaan maut antara Bus Harapan Jaya dengan Kereta Api Rapi Dhoho terjadi tidak hanya karena kelalaian petugas palang pintu perlintasan. Sopir bus yang menjadi ikut menjadi korban tewas juga dinyatakan bersalah, setelah dianggap bersikap ugal - ugalan dalam mengemudikan kendaraannya. Kesimpulan tersebut diperoleh aparat kepolisian, setelah melakukan serangkaian penyelidikan serta dikuatkan dengan hasil sementara pemeriksaan oleh Tim Puslabfor Polda Ja - Tim. "Saat kejadian bus melaju dengan kecepatan antara 60 - 70 Km, dan itu jelas suatu kesalahan. Fakta ini kami dapatkan berdasar tidak adanya bekas rem di aspal terjadinya kecelakaan," kata Kapolresta Kediri AKBP Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi detiksurabaya. com di ruang kerjanya, Rabu (25/2/2009).

Dengan tidak adanya bekas rem di aspal jalan tempat terjadinya kecelakaan, sopir busdianggap bersikap ugal - ugalan. Menurut Dedi, sebagai seorang sopir semestinya diamengetahui apa yang harus dilakukannya ketika melintas di perlintasan kereta api. "Ada dan tidak ada kereta api melintas, standarnya jika melintasi perlintasan kecepatan maksimal hanya 15 Km," ujar Dedi.

Mengenai kendaraan mana yang terlebih dahulu menabrak hingga mengakibatkan benturan hebat, Dedi mengaku pihaknya sulit menyimpulkannya, karena terjadi dalam tempo yang sangat cepat. Namun berdasarkan bekas benturan yang ada di masing - masing kendaraan, sementara bus dianggap memulai terjadinya kecelakaan. "Bagian depan kanan bus tampak bekas benturan dan pada lokomotif ada di sisi kiri depan. Dengan kondisi itu jelas jika bus yang menabrak kereta, bukan kereta yang menabrak bus," jelas Dedi.

Atas dasar kesimpulan tersebut, sopir bus juga telah dinyatakan sebagai tersangka. Namun karena yang bersangkutan telah meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut, maka status tersangka dinyatakan gugur demi hukum.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (23/2/20090) kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api Jalan Brigjend Katamso, Kota Kediri. Bus Harapan Jaya terlibat tabrakan dengan Kereta Api rapi Dhoho, hingga mengakibatkan 7 korban tewas, serta belasan lainnya luka berat.(bdh/bdh)

Tanggapan saya pribadi :
Siapa sangka ketiadaan penjaga perlintasan resmi akan berbuah malapettaka yang besar. Siapa sangka penjaga perlintasan dapat menyepelekan musibah yang akan terjadi beberapa menit sebelum peristiwa terjadi. Hanya digantikan oleh seorang teman yang nampaknya tidak berpengalaman dalam persoalan kedatangan rangkaian KA semata – mata dihandalkan sebagai penjaga perlintasan KA sementara.

Tanggal 24 Febuari 2009 :
1. Akibat Pantograf, Petak Antara Stasiun Gondangdia – Stasiun Gambir Terganggu Berjam – jam
Dilaporkan sebuah rangkaian KRL AC dg No. KA 552 mengalami gangguan berupa tersangkutnya pantograf dipetak antara stasiun Gondangdia dengan stasiun Gambir, Jakarta. Akibatnya, selama berjam – jam perjalanan KA terganggu. Yang amat merasakan dampak dari terlambatnya perjalanan KA yaitu para calon penumpang KA antar kota dengan keberangkatan dan kedatangan di stasiun Gambir dan para calon penumpang KRL rute Jakarta – Bogor dan sebaliknya dengan berbagai Klas. Akibat peristiwa jatuhnya pantograf tersebut terpaksa aliran listrik dimatikan sehingga KRL tidak dapat beroperasi. Itu dikatakan pak Akhmad Sujadi selaku Kahumas Daops I Jakarta.

Dalam peristiwa tersebut dilaporkan seorang pengendara motor tertimpa pantograf yang naas tersebut. Namun, sang pengendara tidak mengalami luka parah. Perjalanan KA terganggu karena antara stasiun Gambir dengan stasiun Manggarai hanya berlaku sistem 1 jalur atau bergantian. Yang merasakan dampaknya, yaitu berbagai rute perjalanan KA komuter Jabodetabek karena harus mengalah dengan perjalanan KA antar kota jarak jauh.

Sumber = Tayangan Cita - Citaku di Trans 7 pada tanggal 12 Febuari 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Teruslah gapai cita – cita kalian kawan – kawan kecilku… Seperti kami yang sama – sama penyuka kereta api juga turut melestarikan berbagai macam kereta api. Sayang, beberapa KA miniatur saya rusak meski saya punya sejak saya kecil. Maklum, di keluarga saya ada yang iri dengan alasan kalau saya yang merusak mainan tersebut. Maklum juga karena saya semasa kecilnya badung. Hehe…

2. Jalur Selatan Bandung – Kroya Lumpuh Akibat Longsor
Akibat banjir dan cuaca yang tidak menentu belakangan ini yang melanda kawasan propinsi Jawa Barat dan sekitarnya, sebuah rangkaian KA Lodaya jurusan Bandung – Solo mengalami peristiwa longsor di kawasan Malongpong propinsi Jawa Barat. Aikibat peristiwa itu juga beberapa perjalanan KA malam seperti Turangga dan Pasundan terjebak di beberapa stasiun seperti stasiun Tasikmalaya.

Dilaporkan banyak para penumpang yang beralih ke moda transportasi darat lainnya dengan mengembalikan karcis yang telah mereka beli. Akibat peristiwa longsor tersebut perjalanan KA dari arah Surabaya hanya bisa mengakhiri perjalanan di stasiun Tasikmalaya. Sedangkan, dari arah Bandung terpaksa dibatalkan.

Akibat peristiwa longsor tersebut diperkirakan proses normalisasinya membutuhkan waktu selama 3 hari. Dikatakan Kepala Stasiun Tasikamalay saat malam tadi KA Argo Wilis mengangkut sekitar 120 penumpang dari arah Surabaya. Begitu pun dengan KA Pasundan menuju ke Surabaya tidak sepadat di rangkaian KA Argo Wilis.
Foto kiri penumpang KA Argo Wilis dan foto kanan penumpang KA Turangga.

Sumber = Tayangan Reportase Pagi di Trans TV pada tanggal 24 Febuari 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Turut prihatin khususnya dengan terpaksa menelusuri rel lintas Bandung Cikampek – Cirebon – Kroya dan sebaliknya. Tentu saja akan membutuhkan waktu yang lama dengan memutari rel yang seharusnya relatif singkat tersebut.

Tanggal 26 Febuari 2009 :
1. KRD Bumi Geulis Akan Ditambah Waktu Perjalanannya
Suatu terobosan bagi PT. KA Daops I Jakarta dengan menambahkan waktu perjalanan KRD Bumi Geulis yang belakangan ini melayani perjalanan KRD Bogor – Sukabumi pp dafri hanya 1x sehari pp menjadi 2x sehari pp. Adapun waktu perjalanannya keberangkatan dari stasiun Bogor pada puukl. 11.00 WIB menuju ke Sukabumi dan dari Sukabumi berangkat pada pukul. 14.00 WIB menuju ke Bogor. Tampaknya rangkaian si Bumi Geulis tersebut tetap menggunakan 1 unit saja entah dengan tetap 4 gerbong atau tidaknya.

Sumber = Koran Warta Kota edisi tanggal 26 Febuari 2009 yang diposting oleh rekan Dian Sandiwa ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 26 Febuari 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Masih saya kasih warna kuning karena masih dalam tahap wacana semata. Entah akan demikian tidaknya yang jelas kita lihat waktunya kapan akan benar – benar dioperasikan.

2. Suara Rakyat Tentang Perkembangan Perkereta Apian Daops I Jakarta
Apa yang terjadi seketika KRL Ekonomi dihapuskan? Begitulah jeritan suara hati sang pengguna jasa KRL Ekonomi Jakarta – Bogor pp yang dalam kesehariannya berdagang. Ibu dari beberapa orang anak yang tergolong tidak mampu hanyalah pedagang di sebuah pasar yang bertempat tinggal di pinggir rel kereta api. Semenjak dilarang berdagang di dalam gerbong KRL Ekonomi, dirinya merasa terpanggil untuk berdagang di sebuah pasar di kota Jakarta. Namun, apabila wacana pelenyapan KRL Ekonomi terlaksana, maka dirinya bersama para pedagang yang lain juga merasa kehilangan sambungan hidup untuk sanak keluarga mereka.

Di tempat yang terpisah pula reporter TV One mewawancarai para calon penumpang KRL baik Ekonomi AC maupun Ekonomi yang berlokasi di stasiun Jakarta Kota. Keluhan dan dorongan terbetik dari kata – kata yang mereka ucapin. Bersih dari para pedagang kaki lima memang mereka harapkan selalu terus berjalan. Namun, kenyamanan dalam ber-KRL Ekonomi lantas banyak yang berada di atas dan berjubel setiap kali mereka gunakan masih mewarnai kehidupan mereka meski sudah ditegakkan larangan naik di atap KRL Ekonomi sekali pun.

Di tempat yang terpisah pula, para pejabat seperti Kahumas Daops I Jakarta Akhmad Sujadi bersama Menteri Perhubungan Jusman Syafe’I Djamal dan Direktur PT. KA Wendy Aritonang melakukan isnpeksi mendadak ke dalam gerbong KRL Ekonomi AC, KRL Ekonomi dan KRL AC. Pada dasarnya saat bertatap muka dengan para penumpang KRL berbagai klas tersebut pada menginginkan ketepatan waktu yang seringkali terlambat untuk tiba di tujuan. Bahkan, sebagian merasa hanya apabila ada para pejabat teras saja semua disapu bersih, seperti keberadaan PKL, banyaknya sampah, fasilitas yang rapih dan lain sebagainya. Sebagian lagi menyaluti akan ketepatan waktu yang mereka alami, bahkan juga ada yang bangga dengan turunnya tarif KRL Ekonomi termasuk yang Ekonomi AC.

Sumber = Tayangan Suara Rakyat di TV One pada tanggal 26 Febuari 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Apa yang dilakukan reporter TV One saya pribadi benar adanya. Karena di tempat dan waktu yang terpisah mereka mewawancarai keluh kesah para pedagang yang mau tidak mau berjualan demi menyambung hidup dalam menafkahi keluarga mereka, begitu pun yang merasa harus mengutamakan kenyamanan dan ada pula yang mengkritik segala sesuatunya baik dan benar.

Namun, dalam persoalan bagaimana ke depan, kita lihat saja kalender demi kalender yang kita sobek bahkan kita balik selembar demi selembar.

Tanggal 27 Febuari 2009 :
1. KA Anjlok di Tanah Kusir
Dilaporkan sekitar pukul. 08.10 WIB sebuah rangkaian KA Patas Jakarta – Merak anjlok di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Tiada laporan rangkaian KA apa dan mengganggu perjalanan KA dari 2 arah atau tidaknya. Yang jelas, peristiwa ini menambah catatan misubah perkereta apian yang belakangan ini terjadi. Tampak salah seorang petugas difoto dari 10 orang petugas yang terjun ke lapangan sedang mendongkrak roda yang anjlok dengan 12 balok kayu.

Dalam peristiwa tersebut tidak satu pun para penumpang yang beranjak untuk mencari angkutan umum lainnya dengan terus menunggu rangkaian KA bala bantuan. Rangkaian yang anjlok berasal dari gerbong nomor 2 dari belakang.

Sumber :
- Tulisan berjalan pada siaran berita Jakarta Petang di Jak TV pada tanggal 27 Febuari 2009.
- Laporan Andi Saputra – detikNews pada tanggal 27 Febuari 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Prihatin bagi lintas barat Jakarta karena baru saja di beberapa wilayah di pulau Jawa dilanda bencana alam, ini malah disebabkan oleh ulah manusia sehingga membuat anjloknya rangkaian KA. Apapun itu tetap dinamakan musibah.

2. Djoko Kendil Dioperasikan
Daops VIII Luncurkan Kereta Wisata Joko Kendil
*Surabaya* - Bosan rapat atau melakukan meeting di dalam ruangan atau gedung, Anda mungkin bisa mencoba inovasi yang ditawarkan oleh P.T KA Daops VIII Surabaya. Perusahaan perkereta apian ini menawarkan paket wisata bagi perusahaan yang ada di Surabaya dan sekitarnya dengan menggelar rapat atau pun pertemuan di atas kereta. Kereta yang diberi nama Joko Kendil tersebut mempunyai fasilitas tidak kalah dengan ruangan pertemuan di hotel bintang lima. Lengkap dengan meja dan kursi yang bisa diubah posisinya. Selain itu, layar LCD dan mini bar juga tersedia dalam kereta ini.

Kereta Joko Kendil ini nantinya akan menarik dua gerbong kuno buatan tahun 1938. Satu gerbongnya bisa memuat 20 orang penumpang. Untuk memperkenalkannya pada masyarakat luas, hari ini PT. KA Daops VIII akan menguji KA Joko Kendil, Jumat (27/2/2009) dari Surabaya ke Jember. "Kita uji coba dulu. Tarifnya belum kita tentukan, yang pasti dalam waktu dekat masyarakat umum bisa menikmati kereta tersebut," kata Humas PT. KA Daops VIII Surabaya, Sugeng Priyono saat berbincang dengan detiksurabaya. com, Jumat (27/2/2009).

Menurut Sugeng, ide awal ini berasal dari Balai Yasa Surabaya. Balai Yasa memunculkan ide melihat kebutuhan masyarakat ingin melakukan hal yang berbeda. "Ini untuk mengimbangi zaman yang semakin hari semakin inovatif," ungkapnya. Kereta yang saat ini ditawakarkan ke masyarakat awalnya digunakan oleh para petugas KA yang melakukan infeksi, dan juga digunakan sebagai kereta penyelamat kalau terjadi kecelakaan. "Saya lupa KA itu buatan mana, tapi yang pasti kereta tersebut dibuat dari baja yang tersambung dengan ketebalan 3 milimeter," bebernya.

Dengan nada berpromosi Sugeng mengungkapkan kalau kereta dengan dua gerbong tersebut antik daripada kereta api wisata lainnya seperti KA Bali, Nusantara ataupun Toraja. "Yang pasti antik dan pastinya bebas dari hantu," pungkasnya sambil tertawa.*(wln/ bdh)*

Sumber = *Irawulan* - detikSurabaya yang diposting oleh rekan Andi Luman ke milis keretapi@yahoogroups.cm pada tanggal 26 Febuari 2009.

Catatan = Tanggal 26 Febuari 20009 di milis karena mengikuti waktu GMT / Green Meridien Time.

Tanggapan saya pribadi :
Ide bagus dan inivatif mengingat persaingan moda transportasi belakangan ini semakin ketat. Tidak hanya di luar negeri saja, bahkan di dalam negeri pun tentunya kita tidak mau ketinggalan ide cemerlang dalam bersaing secara sehat asalkan jangan demi keuangan saja, tetapi juga keselamatan sebagai modal utama dan keamanan serta kenyamanan.

Kabar kelanjutannya…. :
[keretapi] KLB Djoko Kendil Resmi Dilauching (SGU-BW-SGU)...........
Thursday, February 26, 2009 11:04 PM
From: "ian antono"
Add sender to Contacts
To: "IRPS group" , "Group Kereta Api Indo"
keretapi@yahoogroups.com

Assalamu'alaikum wr wb,
Alhamdulillah ada kabar baik dari Daop VIII setelah beberapa minggu sebelumnya dilanda beberapa kabar buruk seperti kasus PLH. Hari ini tgl 27 Februari 2009 telah resmi dilaunching KA Wisata Djoko Kendil yg akan disewakan kepada masyarakat umum. Peresmian KA ini ditandai dengan uji coba berangkat 07.45 dari SGU menuju BW, kemudian kembali lagi ke SGU sekitar pukul 22.30.

Kereta Djoko Kendil ini boggienya telah diganti klo gak salah dgn tipe boggie K5 sehingga bisa dirangkai dgn KA penumpang reguler yg memiliki kecepatan lebih tinggi daripada pada pemakaian boggie asli Djoko Kendil sebelumnya yg tidak cocok atau tidak pas utk kecepatan tinggi.

Rencana awal KLB Djoko Kendil ini terdiri dari Si Mbah CC20015 bersma 2 Kereta Djoko Kendil yg ditarik gandeng (TG) dgn CC201. Namun, karena mendadak Si Mbah mengalami gangguan pada TM-nya, maka KLB ini hanya ditarik dengan CC201.

Ini ada beberapa foto2nya CC20118R KLB Djoko Kendil sewaktu Saya, pak Edja dan Mas Danur nyegat di Tanggul Porong. Syang sekali cuaca saat itu kurang mendukung, namun tidak mengurangi keistimewaan KLB Djoko Kendil ini. Selamat menikmati. Mohon maaf bila ada kata2 saya yg salah dan tidak berkenan.

Sekian.

Wassalam,

Sedikit Kilasan Out Of Topic / OOT atau diluar topik :
OOT itu berita yang saya rangkum di luar peristiwa perekereta apian namun masih menjadi tanda tanya bagi saya pribadi. Mungkin saja ada kaitannya meski sedikit atau pun banyak keterkaitannya dengan kereta api dalam peristiwa tertentu.

1. Tanggal 23 Febuari 2009 :
Pesawat Lion Air Mendarat Darurat di Bandara Hang Nadim, Batam, Riau
Keterangan :
Saya kasih tanda warna kuning karena menyangkut keselamatan jiwa para penumpang di dalam pesawat yang mengalami kendala teknis.
Dikarenakan roda depan tidak dapat keluar, sang pilot pesawat Lion Air melakukan manuver dengan cara berputar – putar selama sekitar 1 jam untuk menghabiskan bahan bakar. Peristiwa di malam hari yang naas tersebut pada akhirnya pilot memutuskan untuk mendaratkan pesawatnya dengan resiko benturan yang hebat. Sebagian dari penumpang pun menyaluti tindakan pilot tersebut yang profesional sehingga mereka tidak mengalami luka.

Namun, KNKT / Komite Nasional Keselamatan Transportasi tetap mengambil tindakan penyelidikan sehubungan dengan ketidak percayaan penerbangan Eropa terhadap penerbangan nasional negara kita ini.

Sumber = Beberapa siaran berita di TV pada tanggal 24 Febuari 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Pelajaran berharga buat kita yang berkecimpung dalam kecintaan terhadap kereta api karena di waktu yang bersamaan terjadi peristiwa malapetaka yang menimpa KA Rapi Dhoho dengan bus AKAP Harapan Jaya dan jatuhnya pantograf KRL AC Bekasi Ekspres di petak antara stasiun Gamnbir dengan stasiun Gondangdia di kota Jakarta.

n SEKIAN ...

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,

Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar