Selasa, 30 Juni 2009

Catatan Bulanan Bulan Juni 2009 Akhir

Catatan Bulanan
Akhir Bulan Juni 2009

Dikumpulkan oleh = Saya Sendiri à Dana

Bukan untuk mendramatisir, namun saya hanya menyarankan agar sebelum membacanya anak – anak perlu didampingin oleh orang tua atau pun wali karena berikut ini peristiwa – peristiwa yang terjadi selama kurun waktu awal bulan ini ada suatu peristiwa yang tidak kita inginkan, yaitu berita kecelakaan pastinya.

Sedikit permintaan ma’af saya...

Mohon ma’af apabila selama saya memposting agenda bulanan di sepanjang awal bulan Febuari 2008 kemarin hingga pertengahan bulan Mei 2009 ini ada beberapa foto yang tidak bahkan kurang berkenan, seperti foto – foto pastinya dari tayangan TV. Mulai bulan ini dan seterusnya, saya selalu lebih hati – hati dalam memposting berita. Mungkin apabila yang ditampilin itu foto – foto kiriman dari teman – teman sekalian atau pun juga hasil buruan saya sendiri, maka sudah layak tayang.

Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Tanggal 22 Juni 2009 :
Akhir dari Perjalanan KA Metro Maryland – Washington DC

Sebuah rangkaian KA Metro atau komuter di ibukota Washington DC di Amerika Serikat mendapatkan musibah berupa peristiwa luar biasa hebat atau PLH. Pasalnya, rangkaian KA yang sedang dalam perjalanan dari Maryland menuju Washington DC tersebut mengalami kecelakaan yang cukup parah. Dari 4 korban yang tewas menyusul bertambah menjadi 6 orang. Beberapa saksi mengatakan kalau kejadian pada sekitar jam 5 sore waktu setempat (22/6) atau sekitar jam 5 pagi WIB (23/6) itu bagaikan benturan keras dengan suara ledakan yang dashyat. Beberapa mengaku sempat terpental seketika. Para regu tim penolong pun saling berdatangan mengevakuasi para korban.

Presiden USA Obama menyatakan turut berbelasungkawa atas kejadian tersebut mengingat peristiwa tersebut menjadi peristiwa terburuk sepanjang periode 30 tahun terkahir ini untuk wilayah ibukota Washington DC. Seperti yang dikutip oleh Metro General Manager yang bernama John Catoe, pernyataan yang sama juga dituturkan oleh Walikota setempat saat datang ke lokasi kejadian.

Sumber dari :
- Siaran berita Channel News Asia / CNA pada tanggal 23 Juni 2009.
- Siaran berita CNN pada tanggal 23 Juni 2009.

Berita kelanjutan :
Entah di tanggal 23 Juni atau 24 Juni-nya jumlah korban yang meninggal bertambah 3 orang. Totalnya pun menjadi 9 orang. Sungguh tragis peristiwa jelang senja di kota setempat.

Sumber dari = Tulisan berjalan di siaran berita Al Jazeera pada tanggal 24 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Umumnya kejadian seperti itu terjadi pula di negara – negara barat di benua Eropa di mana 2 KA saling menghantam dengan kondisi gerbong / kereta paling depan atau pun belakang (apabila tipe EMU) terangkat ke atas seperti pada kejadian sore tersebut waktu setempat.

Tanggal 23 Juni 2009 :
1. Serikat Buruh Perkereta Apian Thailand Demo, Para Calon Penumpang Pun Pada Terlantar

Oleh karena sistem pemerintahan yang tidak benar selama dipimpin oleh Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva, sejumlah buruh serikat perkereta apian berdemo di depan gedung pemerintahan di ibukota Bangkok Thailand. Mereka menuntut niat pemerintah untuk menswastanisasi perkereta apian setempat. Akibatnya sejumlah para calon penumpang terlantar di beberapa stasiun pemberangkatan. Salah satu yang terkena dampaknya adalah stasiun Hat Tai di mana sejumlah rangkaian gerbong kereta api penumpang dibiarkan berada di peron stasiun tersebut. Meski demikian, tiada laporan apakah moda transportasi komuter seperti BTS / sejenis monorail dan MRT / kereta bawah tanah di ibukota Bangkok juga berhenti total.

Sumber dari = Reporter Anasuya Sanyal dari Channel Nesw Asia pada tanggal 23 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Untung saja di negara kita selalu saja tiada pemogokkan para staf PT. KA dari berbagai Daops. Dari dulu wacana tersebut salah satunya mengenai niatan swastanisasi perkereta apian tidak pernah terlaksana. Di negara lain kebanyakan kondisi jalan raya dalam kondisi layak, tetapi di ibukota negara kita??? Selain jalan yang bergelombang, kondisi kemacetan diperparah dengan keberadaan PKL di pinggir jalan. Belum lagi banyak yang mangkal para ojekers, parkir liar, angkutan umum yang ngetem. Yang tak kalah ngerinya, yaitu para sopir yang berugal – ugalan. Bayangkan saja jikalau moda transportasi KRL Jabodetabek lumpuh total dikala masyarakat Jabodetabek butuh sarana transportasi di hari kerja mereka.

2. KA Cirebon – Bandung Pp Beroperasi Sebelum Lebaran
BANDUNG, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat menganggarkan uang sebesar Rp 10 miliar,00 untuk pembebasan lahan pembangunan jalur pintas (shortcut) rel kereta api antara Stasiun Cibungur Purwakarta ke Stasiun Tanjungrasa, Kabupaten Subang pada tahun 2010. Selain mempercepat waktu tempuh kereta api jalur utara, pembangunan jalur pintas diproyeksikan pula untuk menjadi angkutan batubara.

Kepala Dishub Jawa Barat Dodi Cahyadi mengatakan pembangunan jalur pintas rel kereta api dari stasiun Cibungur ke stasiun Tanjungrasa bisa mengurangi waktu tempuh perjalanan dibandingkan apabila masuk ke stasiun Cikampek terlebih dahulu. "Kami menargetkan pembebasan lahan selesai dalam satu tahun anggaran. Selanjutnya, pra sarana rel kereta api akan dibangun oleh Direktorat Jendral Perkeretaapian Departemen Perhubungan," katanya, di Bandung, Selasa (23/6).

Diharapkan, keberadaan rel dari Stasiun Cibungur ke Tanjungrasa bisa mempercepat gerakan kereta penumpang maupun barang dari Cirebon ke Bandung atau sebaliknya. Selain itu, katanya pembangunan rel dari Stasiun Cibungur ke Tanjungrasa juga bisa meningkatkan jumlah perjalanan kereta penumpang maupun barang, seperti kereta batu bara. Pihak Dishub saat ini masih mendesain rel baru dari Cibungur ke Tanjungrasa tersebut. Percepatan waktu tempuh kereta, kata Dodi, akan membuat angkutan KA menjadi semakin efisien.

Kepala Humas PT. KA Daerah Operasi II Bandung, Bambang Setyo Prayitno menyambut baik rencana pembuatan shortcut Cibungur - Tanjungrasa oleh Dishub Jabar. Menurut dia, pembuatan shortcut sepanjang 10 kilometer tersebut akan mempercepat waktu tempuh sekitar 30 menit. Selain perjalanan lebih pendek, juga tidak perlu melakukan peralihan lokomotif di stasiun Cikampek yang biasanya menghabiskan waktu hingga 15 menit. Selama ini, perjalanan kereta dari Bandung ke arah Cirebon atau sebaliknya seringkali terhambat di Stasiun Cikampek karena stasiun ini menjadi titik pertemuan kereta dari arah Jakarta dan Bandung yang hendak ke arah timur Jawa melalui Cirebon. "Kereta dari Bandung ke arah Cirebon dan sebaliknya harus putar lokomotif terlebih dahulu sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama," katanya.

Dia menerangkan, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan putaran lokomotif sekitar 15 menit dalam keadaan normal dan akan lebih lama lagi jika kepadatan di stasiun Cikampek sedang tinggi. Bambang menguraikan, jarak dari stasiun Cibungur ke stasiun Cikampek sepanjang 8 km dengan waktu tempuh sekitar 7 menit. Sementara jarak dari stasiun Cikampek ke stasiun Tanjungrasa sekitar 9 km dengan waktu tempuh 7 menit.

Sementara untuk angkutan barang, rencananya, jalur pintas ini dapat digunakan untuk angkutan batu bara dari pelabuhan Cirebon ke kawasan industri di Purwakarta dan Bandung dengan KA. Selama ini jalan raya di wilayah Cikampek cepat rusak karena menjadi satu - satunya jalur angkutan batubara.

Mudah2an terealisasi. ...!!!

Sumber = Dari kompas.com diposting oleh rekan Ben Wicaksono ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 24 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Semoga saja dibangun dengan rel ganda dan dapat mempersingkat waktu tempuh KA Harina yang notabene berlaju di malam hari sehingga membuat para penumapng di dalamnya mesti menikmati tidur pulas dengan keadaan seperti berlaju mundur. Semoga pula diadain rangkaian KA Bandung – Semarang pp bahkan juga Bandung – Cirebon pp dengan Klas Ekonomi atau pun juga klas Argo. Yang lebih penting lagi… semoga bukan sekedar wacana belaka saja…

Tanggal 24 Juni 2009 :
1. Peninggian Stasiun Semarang Tawang Harus Terus Dikompromikan

SEMARANG, KOMPAS.com - Peninggian lahan parkir stasiun Semarang Tawang harus terus dikompromikan agar prosesnya tidak merusak bangunan cagar budaya yang ada. Meskipun penanganan tersebut berorientasi pada pelayanan publik, tetapi harus tetap berdasarkan kaidah konservasi bangunan cagar budaya. "Jangan sampai bangunan tersebut rusak, walaupun harus tetap berdiri secara fungsional sebagai stasiun," kata Arsitek Andi Siswanto ketika dihubungi, Rabu (24/6).

Menurut Andi, seharusnya terdapat desain ulang drainase di stasiun Semarang Tawang untuk membantu menangani banjir dan rob yang selama ini merendam bangunan. "Aset yang bisa diselamatkan akan sangat besar jika dapat ditangani," ujar Andi. Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang Agung Budi Margono mengungkapkan, pembenahan Stasiun Semarang Tawang yang berorientasi terhadap pelayanan publik dapat ditoleransi selama masih mengacu pada Undang - Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya.

Harus terdapat titik solusi antara kepentingan pelayanan dan pelestarian bangunan. "Apalagi, bangunan tersebut bukan hanya untuk kepentingan PT. Kereta Api semata, tetapi untuk masyarakat secara luas," kata Agung. Agung mengatakan, seharusnya terdapat upaya penyelamatan terhadap stasiun Semarang Tawang karena jika dibiarkan terus - menerus juga akan rusak terendam banjir dan rob. "Pemerintah Kota Semarang juga seharusnya tidak menggantungkan proyek tersebut. Izin semestinya untuk mengendalikan pembangunan bukan untuk mempersulit," ucapnya.

Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan III Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang M Farchan berharap, peninggian stasiun Semarang Tawang tidak dijadikan sebagai kepentingan yang berorientasi proyek. Pasalnya, jika untuk kepentingan penumpang, PT. KA masih bisa memindahkan pelayanannya ke stasiun Semarang Poncol untuk sementara. "Hingga banjir dan robnya selesai ditangani, maka mereka dapat memfungsikan Tawang kembali sebagai stasiun dibanding sekarang harus merusak bangunan cagar budaya," ucap Farchan.

Bangunan dibiarkan
Pakar Arsitektur dari Universitas Diponegoro Totok Roesmanto menuturkan, sesuai desain yang dibuat, peninggian lahan parkir stasiun Semarang Tawang tidak akan menyentuh bangunan utamanya. Menurutnya, penanganan bangunan utama yang merupakan bangunan cagar budaya tersebut sebaiknya menunggu proyek penanganan banjir dan rob Kota Semarang pada tahun 2012. "Hal ini disebabkan pembenahan dengan mengangkat bangunan dipastikan akan merusak konstruksi bangunan cagar budaya tersebut. Pengerjaannya juga akan sangat rumit dan bangunannya tidak akan bisa kembali seperti aslinya," kata Totok.

Sumber = Kompas.com yang diposting oleh rekan Ben Wicaksono ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 17 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
……………………….

2. Rangkaian KA Batu Bara Anjlok di Jakarta
Dilaporkan terjadi peristgiwa anjloknya rangkaian KA batu barat di sebuah lintasan di Jakarta. Perjalanan KRL pun terhambat. Tidak dilaporkan apakah di lintasan antara stasiun mana dengan stasiun mana dan seberapa parahnya anjlokan tersebut.

Sumber = Tulisan berjalan saat siaran berita Jakarta Petang di Jak TV pada tanggal 24 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
???

3. YSS Dengan Usulan Pengalihan KA Pasundan ke Daops VIII Surabaya
SURABAYA, KOMPAS.com — PT. Kereta Api Daerah Operasi VIII Surabaya belum menentukan sikap terkait pemberangkatan 1.000 suporter Persebaya atau biasa disebut bonek menggunakan kereta api Pasundan ke Bandung, Senin (29/6) mendatang. Pihak PT. Kereta Api tak ingin kasus pelemparan batu kereta Api aatarmaja yang mengangkut suporter Persija, Rabu (10/6) lalu di lintasan Stasiun Cikampek - Cirebon terulang lagi. Pelaksana Tugas Kepala Humas PT. Kereta Api Daerah Operasi (PT KA Daop) VIII Surabaya Sugeng Priyono mengatakan, selama ini kasus pelemparan batu pada kereta yang mengangkut suporter kerap terjadi. Repotnya, beban kerusakan dan kerugian selalu ditanggung oleh PT. KA.

"Kasus pelemparan KA Matarmaja, Rabu lalu mengakibatkan 56 kaca kereta pecah. Kami tak ingin kasus ini terulang kembali dan lagi - lagi kami harus menanggung akibatnya," kata Sugeng, Rabu (24/6) di Surabaya. Saat pelemparan batu KA Matarmaja, sebanyak 56 kaca pada 9 gerbong remuk. Dengan harga kaca masing - masing Rp 200.000,00 maka PT. KA harus menanggung kerugian sekitar Rp 11,2 juta,00.

Sugeng mengatakan, jaminan keamanan dan ketertiban dari suporter Persebaya saat di dalam kereta dapat dikendalikan. Namun, aksi dari orang yang tak dikenal di luar kereta sulit terkontrol. "Saat teman-teman suporter mengajukan permohonan kereta ke Bandung, suporter lain di Bandung sudah mendengar kabar ini. Dikhawatirkan pendukung yang lain juga akan mendengarnya sehingga apa pun bisa terjadi di perjalanan," ucapnya.

Yayasan Suporter Surabaya (YSS) selaku institusi pendukung Persebaya memesan kereta api Pasundan untuk mengantar sekitar 1.000 pendukung Persebaya. Mereka akan berangkat Senin (29/6) untuk kemudian menyaksikan pertandingan play off Persebaya melawan PSMS Medan pada Selasa (30/6). Ketua YSS Mohammah Imron mengatakan, perjalanan yang dikhawatirkan adalah saat kereta melewati daerah Solo karena suporter Persis Solo saat ini sedang konflik dengan suporter Persebaya. "Kami jamin perjalanan dari Yogyakarta hingga Jawa Barat aman, tetapi kami khawatir saat melewati Solo," tuturnya.

Untuk itu, Imron mengharapkan PT. KA dapat mengubah rute perjalanan melewati jalur utara untuk menghindari daerah Solo. Sementara itu, Koordinator YSS Sinyo menambahkan, pihaknya menjamin suporter akan tertib saat tiba di Bandung karena pihak Persib Bandung telah menyediakan Stadion Persib untuk menampung sekitar 1.000 suporter Persebaya.

Menanggapi hal ini, PT. KA Daops VIII Surabaya membutuhkan waktu dua hari untuk membahas permohonan YSS.

Sumber = Aloysius Budi Kurniawan dari koran Kompas edisi tanggal 24 Juni 2009.
Diposting oleh rekan Ben Wicaksono ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 25 Juni 2009

Tanggapan saya pribadi :
Sekali bonek tetap bonek... sekali anarkis tetap anarkis... Setertib apapun mereka pasti ada lawan. Semakin banyak lawan, maka semakin banyak musuh yang vandalisme dengan merusakn sarana dan pra sarana apapun dengan mengabaikan jiwa banyak orang. Meski jumlah lawan sedikit, tetap saja kerusakkan fasilitas sarana dan pra sarana tidak dapat dibilang murah sebagai harga mati alias menanggung kerugian yang luar biasa.

Tanggal 25 Juni 2009 :
1. Investor Cina Ikut Tender Kereta Bandara

Calon peminat proyek kereta bandar udara bertambah 1 menjadi 3 peserta. “Nama peserta ketiga itu adalah China Harbor Indonesia,”ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Perkereta Apian Departemen Perhubungan Nugroho Indrio kemarin. Dua peserta lainnya adalah PT. Railink dan Mitsui (Jepang). Menurut Nugroho, investor asal Cina telah memasukkan formulir lelang pada tanggal 22 Juni. Tanggal tersebut juga merupakan tenggat akhir pendaftaran kepesertaan tender. “Dan verifikasi dokumen China Harbor Indonesia akan selesai dalam waktu 1 sampai 2 hari ini,” katanya. Sebelumnya, tender kereta bandara digelar sebanyak 2x. Namun, tender diulang karena jumlahnya tak memenuhi syarat.

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal juga menyatakan bahwa pemerintah belum tentu akan mengambil alih proyek itu. “Kami ingin mencari solusi terbaik,”katanya. Menurut dia, penunjukkan langsung pada proyek kereta bandara bisa saja dilakukan jika jumlah pesertanya tidak memenuhi syarat pelaksanaan tender, yakni sebanyak 3 peserta. Penunjukkan itu pun harus didasarkan pada kemampuan investasi terbaik serta melihat kemampuan menyediakan pra sarana investasinya Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkereta Apian Tundjung Inderawan telah memastikan bahwa keputusan kelanjutan proyek kereta bandara harus menunggu sampai proses tender ketiga ini rampung. Sehingga, status legal proyek mesti jelas dan pasti terlebih dulu sebelum diambil alih pemerintah.

Awalnya, proyek kereta Bandara Soekarno - Hatta ini diminati 4 investor lokal dan 3 asing. Investor asing itu antara lain Alstom (Prancis), Sumitomo (Jepang), dan Mitsui (Jepang). Namun, sebagian investor mengundurkan diri dari proyek tersebut karena tak adanya dukungan dari pemerintah. Selain itu, pembangunan jalan tol menuju bandara membuat investor khawatir jumlah penumpang kereta api menuju bandara akan sedikit. Kereta api Bandara Soekarno - Hatta menelan investasi sekitar Rp 2,2 triliun.

WAHYUDIN FAHMI

Sumber = Koran Tempo edisi tanggal ..?.. Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
.................................

2. KRL Mogok dan Rel Kebakar di Petak Antara Stasiun UI dengan Stasiun Depok Baru
Langsung dari ketikan rekan Erwin Budiarto yang diposting ke milis :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Konfirmasi aja pak Wardana,

Jam segitu ada kejadian KRL Ekonomi mogok di petak antaran stasiun UI dengan stasiun Depok arah Jakarta menuju ke Bogor sehingga UI - Depok menggunakan jalur salah. Saya mau ke kampus juga terhambat 1 jam. Sorenya jam 4-an juga ada error karena ada rel terbakar di antara Pasar Minggu - Depok sehingga menggunakan 1 jalur juga.

Sumber = Kesaksian saya sendiri dan rekan Erwin Budiarto saat di waktu yang sama berada di siang hari meski berbeda rute perjalanan dan KRL pada tanggal 25 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sungguh malang nasib para komuter Jakarta - Bogor pp saat itu yang kami rasakan bahkan di waktu sore hari sampai mungkin hingga malam hari. Karena, siang ada KRL mogok, ditambah pula sorenya rel kebakar...
Tanggal 27 Juni 2009 :
Tidak Jelas, Realisasi Jalur Besi Aceh
Gerbong Sudah Ada, Jaringan Rel Belum Siap

LHOKSUKON – Rencana pengoperasian kereta api (KA) di wilayah Aceh belum juga terealisasi.Sampai saat ini fasilitas pendukung rel KA belum juga rampung. Padahal, sudah ada sebuah gerbong KA yang diletakkan di Krueng Geukueh, Dewantara. Akibatnya, satu – satunya gerbong itu terancam rusak karena dimakan cuaca. Gerbong KA tersebut sudah beberapa bulan lebih teronggok di depan Pabrik AAF. Rencana semula, KA di Aceh sudah bisa dioperasikan pada 2009. Tetapi, hingga kini pembangunan rel masih jauh dari target. Buntutnya, gerbong yang sudah ada itu pun menganggur. Gerbong KA tersebut kini hanya menjadi hiasan dan tontonan warga sekitar. Bahkan, tidak sedikit warga yang mendatangi lokasi gerbong untuk berfoto. Mereka hanya bisa bertanya kapan ”ular besi” itu akan beroperasi di daerahnya.

Masyarakat setempat tidak berlebihan jika mulai pesimistis KA segera dioperasikan di wilayah mereka. Sebab, hingga pertengahan 2009, rencana tersebut belum juga terealisasi. Pembangunan sarana pendukung dinilai sangat lambat. ”Pembangunan rel saja hingga kini masih sangat pendek jaraknya,” terang Usman, warga Krueng Geukueh, kepada wartawan koran ini. Sementara itu, Ibrahim, warga Lhokseumawe, menyatakan bahwa pengoperasian KA bukan merupakan hajat masyarakat Aceh. Sebab, selama ini masyarakat tidak pernah meminta KA kembali beroperasi di Aceh. Lagi pula, kalau jarak tempuhnya pendek, diperkirakan tidak ada warga yang akan naik. Kecualiuntuk jalan - jalan sore saja. Itu pun kurang bermanfaat bagi masyarakat bawah.

”Program RAKYAT ACEH / AGUSTIAR / JPNN TUNGGU JALUR : Gerbong kereta api yang diletakkan begitu saja (telantar) di Krueng Geukuh. kereta api untuk Aceh lage tatet panyot teungoh cot uroe (hidupkan lampu di tengah hari), tabi bu ke ureung troe (tawarkan nasi kepada orang kenyang), dan tabi jagong ke ureung hana gigoe (kasih jagung kepada orang ompong). Saya perkirakan, gerbong yang ada tidak lama lagi akan rusak karena diletakkan di alam terbuka,” tandas Ibrahim. Kadis Perhubungan Aceh Utara Drs Fathullah Badli yang dikonfirmasi koran ini kemarin sore (28/6) malah terkejut. ”Proyek pengoperasian kereta api Aceh merupakan proyek nasional (pemerintah pusat). Proyek tersebut tak mereka ketahui. Sebab, tidak ada koordinasi dengan daerah,” ungkapnya. (agt/jpnn/ruk)

Best Regards,
http://www.flickr. com/photos/ luke_q/

Sumber = Postingan rekan Luki Triyahya ke milis keretapi@yahogogroups.com pada tanggal 29 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Kalau dari jiwa masyarakatnya saja sudah pesimis bakal kurang diminati terutama golongan masyarakat ke bawah, bagaimana perkereta apian di propinsi NAD bisa bergeliat seperti di Divre I – III... Seitdaknya coba dulu dimulai dari pengetesan dengan tarif murah hingga kepada pelayanan yang baik di dalam perjalanannya kelak meski itu ditempuh hanya dalam jarak tempuh yang dekat.


Tanggal 29 Juni 2009 :
1. Meninggal di Kereta Api
Seorang pria meninggal di dalam kereta api saat dalam perjalanan melintasi lintas selatan pulau Jawa. Pria tersebut diketahui meninggal saat kereta api yang ditumpanginya singgah di stasiun Purworejo. Dari kejadian tersebut, Kepolisian setempat langsung mengevakuasi korban menuju ke Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudiro Husodo untuk dilakukan bukti lebih lanjut.

Reporter Trans TV Sutomo Raharjo di Purworejo

Sumber = Siaran berita Reportase Siang di Trans TV pada tanggal 29 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Kasihan sekali nasibnya... Berakhir di dalam rangkaian kereta api. Mungkin ma’af nih... apabila menyinggung soal pengandaian, seandainya terlahir di dalam KA seperti bayi yang bernama Sawunggaling, meninggalnya pun (maksudnya almarhum si bapak ini) di dalam kereta api. Tapi, 1x lagi bukan bermaksud menyinggung, saya turut prihatin sedalam - dalamnya.

2. Tragedi PLH di Cina
2 rangkaian KA di negara Cina saling bertabrakan dan menyebabkan keduanya terpeltan hingga membentuk ceceran rangkaian kereta / gerbong tidak karuan. Sejumlah penumpang sekiranya 60 orang luka parah dan 2 lainnya tewas seketika. Saat dievakuasi, tampak lokomotif nnamapknya jenis diesel elektrik dalam keadaan tersungkur karena hebatnya benturan antara 2 kereta penumpang. Saat itu 1 di antaranya rangkaian kereta api sedang melaju dari arah Zingching (ma’af kalau salah mengeja yah...). Belum ada laporan dari Menteri Perhubungan setempat apalagi kunjungan mendadak ke lokasi kejadian.

Sumber = Siaran berita di CCTV (siaran TV negara Cina) yang dipublikasiin melalui siaran berita Kabar 15 di TV One pada tanggal 29 Juni 2009.

Catatan :
Ma'af nih... untuk postingan yang satu ini saya cantumin foto dari tayangan TV... Soalnya saya gregetan dg seperti apa sih kejadiannya.... Tapi cuma 1 saja koq... numpang lewat yah....
Tanggapan saya pribadi :
Lagi – lagi peristiwa luar biasa hebat / PLH terjadi di luar negeri. Setelah kejadian di Washington DC, USA, kini giliran di negara Cina. Dalam kejadian ini laporan korban yang tewas hanya 2 orang.

3. Meninggal Tercerai – Berai di Stasiun Tanjung Barat
Saran saya -> Mohon sebelum baca ini agar anak – anak kecil didampingin orang tua / wali yah...
Lagi – lagi kejadian di stasiun Tanjung Barat. Seusai kejadian yang menimpa pelajar SMP yang tersetrum pantograf KRL Ekonomi hingga terbakar hebat (rekaman I Witness di Metro TV) dan dihajarnya gadis anak semata wayang dari temannya om saya (kesaksian om saya yang mendengar dari cerita sang ayah korban), kini kembali terjadi peristiwa yang menimpa seorang laki – laki warga Sukamulya Depok. Tanpa menghiraukan teriakan warga, korban tetap saja uring–uringan di perlintasan pelataran stasiun Tanjung Barat. Alhasil, rangkaian KRL pun datang dari arah Jakarta menuju Bogor hingga si korban tercerai – berai menjadi 4 bagian.

Sumber = Siaran berita Reportase Pagi di Trans TV pada tanggal 30 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Mohon untuk tidak menganggap stasiun Tanjung Barat menjadi stasiun yang mudah mencari korban. Karena kekhawatiran saya pribadi dengan saya mengetik pemberitaan ini sebagian masyarakat mempercayainya. Sebab, bagi saya pribadi kejadian ini hanya kebetulan saja dan memang keteledoran individu masing – masing. Kebetulan saja kejadiannya terjadi di stasiun tersebut. Apa gunanya pembatas berupa yellow cross yang pernah saya posting ke milis apabila tidak dimanfaatin yah?

4. Bonek Yang Jatuh dari Atap K3 di Stasiun Madiun Akhirnya Meninggal
Seorang bonek yang bernama Rakhmad A Filmi asal Wonosari, Surabaya dikabarkan terjatuh dari atap gerbong / kereta K3 di stasiun Madiun akibat banyak dari mereka yang terlalu memadati seantero rangkaian kereta tersebut. Filmi yang masih berusia 17 tahun itu meninggal di perlintasan KA desa Kali Gunting, Saradan, Madiun. Wastomi Suheri dedengkot Persebaya mengatakan bahwa selain Filmi, masih ada dua Bonek asal Tulangan, Sidoarjo yakni Aan dan Tommy yang juga jatuh dari atap kereta. Namun keduanya masih selamat dan hanya mengalami luka ringan. Menurut pesan singkat yang diberikan Sekretaris Umu Persebaya Akhmad Munir jenazah korban saat ini berada di RS Waluyo, Caruban, Madiun.

Tidak cukup itu saja, sejumlah aparat keamanan melakukan sweeping atau penertiban di stasiun Madiun untuk mencegah niatan bonek mania tersebut untuk menyerbu kota Bandung. Setibanya mereka di kota Bandung, sejumlah ruas jalan langsung diselimuti oleh mereka dengan berprofesi sebagai pengamen bahkan juga pengemis. Tidak dilaporkan apakah mereka agak atau sangat memaksa para pengendara kendaraan bermotor yang melintas atau tidaknya.

Sumber :
- Siaran berita Sport One di TV One pada tanggal 30 Juni 2009.
- Reporter Beritajatim.com M. Syafaruddin yang diposting oleh rekan Eko Sriyanto ke milis
keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 30 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Bonek memang harus dihapuskan. Kalau perlu sekalian saja sepak bola menurut saya pribadi. Karena para pemain sepak bola tiada yang mamu berlaga sportif apalagi untuk ajang dunia atau minimal se-ASEAN.

Peristiwa – peristiwa Yang Kami Alami Sendiri :
Tanggal 24 Juni 2009 :
Peristiwa Yang Saya Alami….
Jam 2-an Siang KRL Ekonomi AC Ciujung Melintas

Ada apa gerangan dengan lintas Tanah Abang – Serpong pp? Setelah cukup lama jarang saya naikin koq tiba – tiba di jam 2-an siang melintas KRL Ekonomi AC Ciujung? Datangnya dari arah stasiun Tanah Abang siap memasuki jalur 1 stasiun Palmerah. Dengan jumlah gerbong / kereta yang kayaknya 6 tersebut perjalanannya pun berlangsung lancar dengan kecepatan normal. Saya yakin bukan KRL AC Sudirman Ekspres.

Apakah jadwal perjalanan KRL Ekonomi AC Ciujung ditambah lagi yah? Atau ini semata karena sebagai KLB atau Kereta Luar Biasa yang di dalamnya sedang mengangkut suatu rombongan penting? Karena jadwal normal yang terakhir saya ketahui bakalan beroperasi kembali dari arah stasiun Tanah Abang di jam ½ 4 kurang di sore harinya.

Sumber = Kesaksian saya sendiri saat melintasi sisi barat rel KA stasiun Palmerah arah ke Slipi di tanggal 24 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Apapun itu rangkaian KRL-nya semoga saja minumannya The Botol Sosro. Eh… salah yah… ^,^ Maksud saya semoga saja tidak mengganggu perjalanan KA lintas barat Jakarta khususnya antara Merak hingga Jakarta dan sebaliknya.

Tanggal 25 Juni 2009 :
Peristiwa Yang Saya Alami….

Kereta Ukur Melintas Antara Stasiun Jakarta Kota hingga Stasiun Manggarai Via Stasiun Gambir
Ada apa pula gerangan di jam ½ 1-an siang itu KA ukur melintas setelah lama terkenal sinyal merah untuk masuk ke stasiun Gambir? Saat rangkaian KRL Ekonomi yang saya tumpangi melintasi stasiun Gambir dengan langsir koq si KA ukur berada di jalur 3? Terpaksa KRL yang saya tumpangi pun melewati jalur 4. Si KA ukur nampaknya sedang menunggu instruksi sesuatu.
Di sisi lain saya agak curiga di petak jalur stasiun Manggarai ada pencurian kabel sinyal atau pun juga kabel wesel. Tapi koq siang itu nampak perjalanan KA sepi – sepi aja... Di jalur 1 stasiun Gambir hanya ada 1 rangkaian KA nampaknya Parhyangan yang siap berangkat kembali ke Bandung. Makanya sempetin saya foto tuh KA ukur ketika sadar ada di jalur 3.
Postingan foto hasil jepretan saya sendiri dari ponsel Nokia saat berada di perjalanan dengan KRL Ekonomi selepas stasiun persinggahan Juanda menuju ke stasiun persinggahan selanjutnya di Gondangdia

Sumber = Kesaksian saya sendiri di tanggal 25 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Saya berharap dugaan saya tentang pencurian kabel wesel itu salah. Semoga tidak demikian adanya. Tapi... membaca kesaksian rekan Erwin Budiarto... apa ada hubungannya dengan peristiwa KRL yang mogok atau pun juga rel yang terbakar yah???

Tanggal 27 Juni 2009 :
Kisah Masinis Divre III
Langsung dari ketikan rekan Mifon Eko :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Hari ini 27 juni saya berangkat dengan KA S3 nanti malam pukul. 20.00 dari stasiun KERTAPATI menuju stasiun LUBUK LINGGAU. Tapi saya hanya sampai sebatas stasiun LAHAT. Kembali lagi menuju stasiun KERTAPATI esok harinya dengan KA S6. Sebagai seorang masinis muda, malam saya mengawaki Kereta Sindang Marga 1. Biasanya saya disetel sebagai ass.masinis, namun untuk KA ini saya disetel sebagai masinis. Mungkin besok lusa saya di setel sebagai ass. masinis. Saya sudah 100% sebagai seorang masinis sejak bulan kemarin. Untuk KA di Sumatera Selatan, khususnya dengan longseding di emplasemen stasiun membutuhkan waktu yang sedikit agak lama untuk menunggu KA lawan silang. Apalagi KA BBR di semboyan 7 dengan tanjakan 5 per mil saja. Wah... membutuhkan aanzet yang cukup lama.

Belum lagi kalau ada putus rangkaain membutuhkan waktu yang agak lama. Banyak yang harus dilakukan untuk pekerjaan ini sampai menguras keringat. Lain halnya jika ada rangkaian yang pecah selang air brake di tengah - tengah untuk KA BBR. Bayangkan, panjang rangkaian untuk KA BBR bagi seorang PLRM dengan tugasnya membawa slang air brake tersebut dengan berjalan kaki mencari dan menggantinya dengan yang baru. Kemudian, KA tersebut baru dapat meneruskan perjalanannya. Lain hal lagi jika ada KA yang jatuh / anjlok di antara 2 stasiun. Untuk KA BBR tidak hanya 2 as atau 4 as saja yang jatuh, bisa - bisa sampai 20 as bahkan lebih. Kalau dihitung berapa kerugian yang diderita PT..Kereta Api. Untuk saya hanya dapat diukur dengan rasa keprihatinan saja.

Kadangkala BLB di suatu stasiun harus menunggu sampai 3 KA. Memang benar - benar membutuhkan waktu yang agak lama bagi seorang masinis untuk menunggu KA, tapi inilah profesi pekerjaan saya. Hai kawan semuanya apakah kalian dapat merasakan yang saya alami ini. Ohya... kawan semuanya untuk lebih dekatnya lagi ini no hpp aku 081278529992. Jangan lupa hubungi saya kalau ada kesempatan,and satu lagi yang ini loh...

Sumber = Kesaksian Mifon Eko seorang masninis + asisten masinis di tanggal 27 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Semoga bapak selalu diberi kesehatan, ketangguhan, kesabaran dan tekun dalam menjalani roda kehidupan dikala roda besi berputar menerjang terjalnya medan di kawasan Sumatera Selatan dikala cuaca yang sewaktu – waktu selalu beruah – ubah.

Sedikit Kilasan Out Of Topic / OOT atau diluar topik :
OOT itu berita yang saya rangkum di luar peristiwa perekereta apian namun masih menjadi tanda tanya bagi saya pribadi. Mungkin saja ada kaitannya meski sedikit atau pun banyak keterkaitannya dengan kereta api dalam peristiwa tertentu.
Tanggal 24 Juni 2009 :
Jembatan Layang Depok Diperbaiki

Akibat dari perbaikan jembatan layang di kota Depok tepatnya di ruas jalan antara Jl. Lenteng Agung Barat kota Jakarta, DKI Jakarta yang menghubungkan akses keluar – masuk Universitas Indonesia arus lalu lintas kendaraan bermotor menjadi macet total. Meski tiada kaitannya dengan arus perjalanan KRL Jakarta – Bogor pp, namun setidaknya di sepanjang koridor tersebut terjajar beberapa stasiun yang terhubung dengan ruas jalan raya tersebut, tidak terkecuali Jl. Lenteng Agung Timur. Meski demikian, kondisi jembatan yang diperbaiki amat sangat menyempitkan ruas jalan karena saat saya menyaksikannya langsung dari dalam KRL Ekonomi AC terjadi penyempitan lajur di mana lajur kiri benar – benar diperbaiki. Arus kendaraan bermotor pun terpaksa beralih dari 3 menjadi 1 lajur saja. Dari kejadian tersebut, maka akan berdampak kepada penumpukkan para penumpang di beberapa stasiun di sepanjang ruas jalan tersebut khususnya yang ingin menuju ke arah Pasar Minggu, Fatmawati, Lebak Bulus dan masih banyak lagi angkutan umum yang mengarah selepas Jl. Lenteng Agung Barat.

Sumber :
- Tulisan berjalan di siaran berita Jakarta Petang di Jak TV pada tanggal 24 Juni 2009.
- Kesaksian saya sendiri sewaktu di dalam KRL Ekomomi AC arah ke Jakarta pada tanggal 25 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Mau bagaimana lagi… perbaikan jalan yang rusak di Indonesia khususnya di wilayah Jabodetabek selalu tiada solusi jalan keluar untuk mencari kemudahan dalam mengatasi penyempitan lajur pada tiap jalur atau arahnya. Dampak yang paling meresahkan juga pastinya dialami oleh perjalanan KRL yang notabene ditumpangi oleh para penumpang KRL yang keluar – masuk di sepanjang koridor stasiun yang ada.

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,
Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar