Sabtu, 20 Juni 2009

Catatan Bulanan Bulan Juni 2009 Pertengahan

Catatan Bulanan
Pertengahan Bulan Juni 2009
Dikumpulkan oleh = Saya Sendiri à Dana

Bukan untuk mendramatisir, namun saya hanya menyarankan agar sebelum membacanya anak – anak perlu didampingin oleh orang tua atau pun wali karena berikut ini peristiwa – peristiwa yang terjadi selama kurun waktu awal bulan ini ada suatu peristiwa yang tidak kita inginkan, yaitu berita kecelakaan pastinya.

Sedikit permintaan ma’af saya...

Mohon ma’af apabila selama saya memposting agenda bulanan di sepanjang awal bulan Febuari 2008 kemarin hingga pertengahan bulan Mei 2009 ini ada beberapa foto yang tidak bahkan kurang berkenan, seperti foto – foto pastinya dari tayangan TV. Mulai bulan ini dan seterusnya, saya selalu lebih hati – hati dalam memposting berita. Mungkin apabila yang ditampilin itu foto – foto kiriman dari teman – teman sekalian atau pun juga hasil buruan saya sendiri, maka sudah layak tayang.

Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Tanggal 13 dan 14 Juni 2009 :
100 Tahun Mallet dari PG Gending

Langsung dari ketikan rekan Widyoko :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Yth rekans,

Hari Sabtu dan Minggu lalu (13 dan 14 Juni 2009) loko Mallet dari PG Gending yang sekarang menghuni Feldbahn Museum di Frankfurt merayakan ultahnya yang ke-100. Saya sangat bahagia melihat loko tsb kelihatan tambah kinclong dan mulus di usianya yang seabad th. 2009 ini.

Acara hari Sabtu sangat meriah :
Berbagai loko uap keluar kandangnya dan ikut pamer dan bergantian bersama sang mallet narik rangkaian. Sementara itu, di dalam dipo kang Stefan dan istri (grup angklung Nusantara) juga main angklung dengan lagu di antaranya naik KA dan ekuivalennya versi Jerman. Hadir dan memberikan sambutan selain kepala museum juga perwakilan dari Pemerintah kota Frankfurt, KBRI dan terakhir saya (Widyoko) mewakili railfans Indonesia. Pada jam 5 sore waktu setempat di penghujung acara Stefan juga mempresentasikan foto2 tentang pabrik gula di Jawa. Sayang anak2 saya sudah kecapean dan minta buru - buru ke hotel jadi saya tidak sempat mendengarkan presentasinya.

Hari Minggu-nya :
Saya dan keluarga kembali "steaming" naik trem uap di Darmstadt yang mengingatkan pada trem uap di sekitar Kediri - Pare, karena as roda dari lok sampai gerbong jumlahnya masing - masing 2 gandar. Lebar sepurnya pun cuma 1.000 mm. Lokonya buatan Henschel th. 1919, juga hampir 100 th usianya. Setelah saya menikmati trem uap tsb saya balik ke lintas dan dengan sabar menunggu sang loko melintas untuk di foto. Walau baru tengah malam tiba di rumah tapi saya sangat puas bisa 2 hari penuh "steaming" di Jerman. Alhamdulillah... hari - hari tsb cuaca sangat bersahabat sehingga kami sekeluarga dapat menikmati semua acara dengan nyaman. Sayang negeri kita yang dulu sangat kaya akan lok uap sekarang tinggal ampasnya saja, coba kalo dulu lok uap tidak dibabat habis, pasti tiap provinsi di Jawa / Sumatra ada lok uap, kebayang ngga nikmatnya .....

Wassallam,
Widoyoko

Sumber dari = Rekan Widyoko yang langsung berkunjung ke tempat berlangsungnya acara pada tanggal 13 dan 14 Juni 2009 diteruskan dengan postingannya ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 17 Juni 2009.

Catatan :
Waktu postingan dimilis tentu mengikuti standar lokal WIB, yaitu Waktu Indonesia bagian Barat.

Tanggapan saya pribadi :
Sayangnya saat beradegan pembagian hadiah bagi sang pemenang sempat dilakukan di gerbong / kereta KRL Ekonomi saat sedang berlaju. Rangkaian KRL Ekonomi yang notabene lebih dimayoritasi oleh para penumpang dari golongan ekonomi menengah ke bawah tersebut seharusnya tidak dilakukan mengingat Ruben sang pembawa acara siap membagikan uang sebesar Rp 300.000,00 kepada Dewi Gita sangpemenang. Tentu saja akan ditonton oleh para penumpang yang sepastinya amat menginginkan sejumlah uang tersebut yang bagi mereka sulit mereka cari dan dapati.

Tanggal 14 Juni 2009 :
Happy Family Me Vs Mom di Trans TV

Pada malam ini Trans TV verkesempatan untuk menayangkan tayangan hiburan keluarga berupa perlombaan persaingan antara ibu dan anak para artis. Tayangan yang diputar setiap hari Sabtu dan Minggu di jam 7 malam WIB ini kali ini menayangkan adegan perlombaan antara artis Dewi Gita bersama ibundanya dengan Oki mantan istri Pasha grup band Ungu dengan mpok Indun. Tidak muluk–muluk, adegan perlombaan mereka berlokasi di stasiun Jakarta Kota.

Adapun tantangan yang harus mereka jalani dari Ruben Onshu sang pembawa acara berupa adegan bersaing dalam membersihkan lantai emplasemen stasiun, gerbong K3 milik Dipo RK atau Rangkas Bitung, membersihkan toilet stasiun dan mengendarai sepeda. Tidak cukup begitu saja tantangan yang mereka alamin pada sekitar jam 10-an jelang siang WIB saat kru Trans TV menyoroti jam dinding di sebuah peron stasiun. Mereka juga diharuskan bergaya bak super model yang berlenggak–lenggok di gerbong K3 tersebut. Ada pula tantangan untuk mengangkat barang – barang berat yag tanpa mereka sadari berisi ular. Mpok Indun yang amat takut terhadap ular dibuatnya menjadi pingsan hingga mesti disadarin oleh seorang kru Trans TV.

Saat mencuci eksterior gerbong K3 Dewi Gita diharuskan mengelap gerbong yang penuh dengan kotoran yang di antaranya membentuk tulisan Arman. Begitu pun si Oki dengan tulisan Pasha. Tidak cukup itu saja, saat rangkaian KRL Ekonomi berlaju, mereka diberi tantangan untuk mencari para penumpang yang tidak berkarcis. Beberapa ketahuan tidak berkarcis. Tidak seperti tayangan John Pantau dan Jean Pantau yang sama – sama di Trans TV, justru para penumpang yang tidak berkarcis hanya sekedar diberi hukuman ringan berupa perkataan untuk tidak mengulanginya lagi. Tidak cukup itu saja, ada yang lebih parah, yaitu seorang ibu yang sedang duduk disodorin kotak yang tanpa si ibu sadarin berisi ular. Spontan para penumpang sekitar sempat menjerit ketakutan.

Saat diberi tantangan untuk bersepeda, terus terang Dewi Gita tidak mampu mengendarai sepeda saat disuruh bersepeda di luar stasiun Jakarta Kota. Tepatnya di sisi selatan stasiun. Mau tidak mau Dewi Gita hanya membopong sepeda. Begitu pun si mpok Indun yang sayangnya mengenakan kain kebaya sehingga tidak sanggup duduk bersender terlalu lama saat diboncengi oleh soerang bintang tamu yang berlagak sebagai orang Sunda yang merantau ke kota. Dia mengaku hendak ke Bogor, tetapi bingung koq malah masuk ke gerbong K3 yang notabene KRD dipo RK yah? Itu saat berada di sebuah peron.

Sumber dari = Tayangan Happy Family Me Vs Mom di Trans TV pada tanggal 14 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sayangnya saat beradegan pembagian hadiah bagi sang pemenang sempat dilakukan di gerbong / kereta KRL Ekonomi saat sedang berlaju. Rangkaian KRL Ekonomi yang notabene lebih dimayoritasi oleh para penumpang dari golongan ekonomi menengah ke bawah tersebut seharusnya tidak dilakukan mengingat Ruben sang pembawa acara siap membagikan uang sebesar Rp 300.000,00 kepada Dewi Gita sangpemenang. Tentu saja akan ditonton oleh para penumpang yang sepastinya amat menginginkan sejumlah uang tersebut yang bagi mereka sulit mereka cari dan dapati.

Tanggal 16 Juni 2009 :
1. KA Cirebon – Bandung Pp Beroperasi Sebelum Lebaran

Selasa, 16 Juni 2009 08:58 WIB
CIREBON, KOMPAS.com - Rencana PT. KA mengoperasikan Kereta Cirebon - Bandung hampir 3 bulan tertunda karena ada masalah non teknis yang harus diselesaikan. "Pengkajian pengoperasian KA tersebut sebenarnya sudah dilakukan, tetapi masalah non teknis tersebut segera selesai dan diperkirakan sebelum Lebaran tahun ini sudah bisa beroperasi," kata Kahumas PT. KA Daop III Cirebon Rudi Efendi di Cirebon, Selasa.

PT KA dalam membuka jalur baru tersebut berdasarkan kajian dan masukan dari masyarakat Cirebon, bahwa perlu dibuka jalur tersebut. Selain itu, Kereta Api dari Cirebon ke Bandung itu akan melewati Cikampek sebagai upaya PT. KA yang kehilangan penumpang Jakarta - Bandung dengan adanya Tol Cipularang. "Sejak ada jalan tol Cipularang, KA kehilangan penumpang 70% dari Bandung ke Jakarta dan sebaliknya. Karena itulah, PT. KA mencari jalur pengganti dan diyakini tidak akan mengambil calon penumpang angkutan lain, karena jalur perjalanan berbeda yakni malalui Cikampek," katanya.

Jalur baru tersebut diperkirakan sebelum Lebaran sudah beroperasi karena menurut pengalaman tahun - tahun sebelumnya angkutan Lebaran banyak yang menggunakan KA. Kondisi angkutan sekarang dari Cirebon ke Jakarta mencapai 1.500 penumpang pada hari biasa. Pada hari libur dan Lebaran rata - rata bisa mencapai 7.500 penumpang.

Sumber = Dari http://regional.kompas.com/ yang diposting oleh rekan Ben Wicaksono ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 16 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Tampaknya sudah ada sinyal positif untuk terlaksananya trayek yang sedemikian lamanya tertunda. Saya pun memberi judulnya dengan warna hijau tebal kalau saja memang benar sebelum Lebaran (mungkin Idul Fitri) memang benar – benar terlaksana.

2. Seorang Wanita Bunuh Diri di Jatinegara, Jakarta
Seorang wanita yang diduga berusia 30-an tahun berhasil melakukan bunuh diri dengan menabrakkan dirinya kepada rangkaian kereta api yang sedang melintas dari arah Jakarta menuju ke Bekasi. Tidak diketahui rangkaian KA apa saat itu yang melintas. Tubuh sosok wanita tersebut dibiarkan tergeletak di pinggir rel kereta api hingga menjadi tontonan warga sekitar sebelum tim evakuasi datang. Jenazah pun langsung divisum di RS Cipto Mangunkusumo. Kejadian bermula di kawasan Cipinang Lontar saat seorang saksi meriakinya untuk menyingkir. Edi salah satu warga yang menjadi saksi menuturkannya demikian.

Sumber = Siaran berita Reportase Pagi di Trans TV pada tanggal 17 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sungguh tragis nasib wanita yang malang tersebut. Bukannya mencintai kereta api dengan menyaksikan hilir – mudik rangkaian KA yang melintas, justru memaksakan dirinya untuk ditabraka rangkaian sepur tersebut. Sungguh tragis dan semoga atas kehendak-Nya.

3. Tewas Begitu Jatuh dari KA Gayabaru Malam Selatan
Usai memunaikan tugas keisengannya menyaksikan keindahan jembatan Suramadu yang baru diresmikan beberapa hari yang lalu, Syaifullah warga Perum Panasarea kota Bogor terpaksa mesti dijemput dengan maut ketika dirinya sedang asyik menikmati asap rokok saat merokok di bordes gerbong / kereta Gayabaru Malam Selatan. Peristiwa di malam hari selepas stasiun Madiun tersebut, diri si pemuda 23 tahun itu ditemukan tak bernyawa di rel kereta di desa Pesu kecamatan Maospati terjatuh hingga menimbulkan luka yang sangat parah terutama di bagian kepalanya. Spontan membuat segenap para penumpang menjadi terkejut. Tidak terkecuali Kusnadi teman korban yang tidak menyangka temannya akan dijemput oleh maut secepat itu. Pria berusia 25 tahun tersebut yakin kalau yang terjatuh itu adalah Saiful.

Sesampainya di stasiun Paron, Ngawi, dia pun turun. Dengan menumpang kereta dari arah Solo, Kusnadi kembali dan turun di stasiun Barat. Ia lantas melapor jika temannya terjatuh dari KA Gaya Baru Selatan. Bersama petugas, ia menyisir rel ke arah barat dalam radius sekitar 2 Km. Titik pencarian diawali dari perlintasan Geneng hingga perlintasan Barat, sejauh sekitar 15 Km. Akan tetapi, upaya tersebut tak berhasil. Lantaran sudah jam 03.00 dinihari, upaya tersebut dihentikan sejenak menunggu fajar datang.

Baru sekitar pukul 06.00,beberapa warga Pesu yang hendak berangkat ke sawah menemukan mayat Saiful di rel yang melintas desa setempat. Peristiwa terjadi di daerah Magetan, Jawa Timur atau selepas keberangkatannya dari stasiun Madiun. Kusnadi mengaku akan kembali bertiga dengan istrinya pula ke Bogor di mana mereka tinggal. Hingga berita diturunkan jenazah berada di RSUD dr Soedhono Madiun, Jawa Timur.

Sumber :
- Siaran berita Reportase Pagi di Trans TV pada tanggal 17 Juni 2009.
- Postingan rekan Nur Basuki ke milis
keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 18 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Resiko mengindahkan peraturan yang ada seperti salah satunya berdiri di pintu gerbong atau kereta mengandung bahaya maut yang setidaknya siap menyambangi kita semua apabila tidak fokus kepada marabahaya yang akan datang. Namun, dari penuturan postingan di milis sungguh tragis. Teman yang sudah lama diakrabin sebagai teman dekat meninggal tragis begitu saja hanya karena jatuh dari pintu bordes. Tak ayal tubuh sang korban pun menjadi isakan tangis rekan – rekan yang ditinggalkannya.

Tanggal 17 Juni 2008 :
1. Kereta Argo Bromo Anggrek Hantam Mobil Pikap Mogok

Rabu, 17 Juni 2009 - 12:38 wib
SUBANG - Tabrakan kereta versus mobil kembali terjadi. Kali ini kereta Eksekutif Argo Bromo Anggrek rute Jakarta - Surabaya menghantam sebuah mobil bak terbuka di pintu perlintasan kereta di Pagaden, Subang, Jawa Barat, sekira pukul. 11.30 WIB, Rabu (17/6/2009). Kejadian berawal dari mobil dengan nomor polisi E 8942 R ini mogok tepat di perlintasan kereta di desa Wanakerta. Lantaran berat berisi pasir, sopir dan kernet kesulitan mendorong mobil tersebut. Apalagi tidak ada warga yang bisa membantu. Sekira 15 menit kemudian datang dari arah Jakarta kereta Argo Bromo Anggrek. Abdurrahman dan kernetnya pun lari menjauh dari pintu perlintasan.

"Mobil tidak bisa didorong karena berat. Kereta datang dan menabrak sampai mobil terseret sekitar 10 meter dari pintu perlintasan. Kereta Argo Bromo Anggrek jalan terus," ujar penjaga pintu perlintasan Kasto, saat diwawancara di lokasi kejadian. Sementara sopir yang bernama Abdurrahman mengatakan, dia hendak mengantar pasir ke Desa Maranggih, Kecamatan Cikunegara di wilayah Pantura Subang. Saat ini, mobil telah berada di pinggir jalan menunggu untuk dievakuasi.

Arus lalu lintas di pintu perlintasan kereta api Wanakerta ini sempat macet. Banyak warga yang datang menonton pasca tabrakan itu.

(Annas Nasrullah/Koran SI/nov)

Sumber = Postingan rekan Roses-MAN ke milis keretapi@yahoogroups.com tgl 17 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Kecerobohan umat manusia terulang kembali. Usai tragedi beberapa pesawat TNI AU, disusul dengan pemberitaan tabrakan bus dengan beberapa kendaraan bermotor, kini muncul lagi moda transportasi lainnya tiada lain kereta api. Bersyukur tidak merenggut korban jiwa.

2. Dua Pelajar Tewas Ditabrak KA Saat Tawuran
Tak diayal sekelompok pemuda yang sedang melakukan aksi tawuran dilindas rangkaian KA yang melintas. Kebanyakan mereka yang umumnya tewas akibat tenggelam di kali, namun di kawasan Taman Makam Pahlawan Bulak Kapal, Bekasi Timur, Jawa Barat siang justru tewas akibat diterjang rangkaian KA yang tidak disebutkan KA apa itu. Yang jelas, Ridick Bowe Sitorus satu dari 2 pelajar yang tewas itu berasal dari SMA di daerah Cawang, Jakarta Timur.

Sumber = Koran Kompas pada rubrik Metropolitan edisi tanggal 18 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Berjuang demi ketenaran dan menjaga image atau citra diri – sendiri berbeda dengan berjuang dalam pengabdian membela kebenaran dan keadilan. Sesungguhnya orang – orang seperti mereka itu meninggal dengan cara yang sia – sia akibat salah didikan dalam kehidupan sehari – hari mereka. Kejaidan yang lumrah dan biasa dialami bangsa kita ini cerminan keterpurukkan tatanan pendidikan tinggi setingkat sekolah belakangan ini.

3. Kereta Api Peluru Generasi Terbaru
Kalau di negara kita memiliki PT. INKA di Madiun, Jawa Timur yang sedang giat – giatnya menciptakan rangkaian KA KRD-I dan beberapa trem sebagai cikal – bakal kawasan Kuningan di Jakarta dan trem cikal – bakal di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, namun di negara matahari terbit ini sedang giat – giatnya menciptakan kereta peluru generasi terbaru yang dikelola oleh East Japan Railway. Adapun rangkaian KA peluru tersebut bertipa E5 yang sedang diuji coba di laboratorium pusat di Rifu, Perfektur Miyagi di Jepang bagian Utara. Sedianya, rangkaian KA tersebut akan melayani trayek Tokyo – Shin Aomori dengan waktu tempuh 3 jam 5 menit saja pada tahun 2011 yang akan datang.

Rangkaian KA peluru tersebut berlokasi di pulau Honshu dengan kecepatan operasional makssimum 320 Km / jam. Panjang hidungnya mencapai 15 meter dengan bentuk yang oval dipoerkirakan akan mengurangi hambatan udara dan mengurangi kebisingan saat melaju di terowongan.

Sumber = Koran Kompas pada rubrik Ilmu Pengetahuan danTeknologi edisi tanggal 19 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Optimis dan pasrah yang dapat kita katakan. Sepenuhnya beban dan tanggung jawab ada di pundak PT. INKA. Berkat PT. INKA segalanya dapat tercipta meski menuai segala kendala seperti kekurangan pada beberapa KRD-I yang tidak kuat ditanjakan terjal pegunungan dan masih banyak lagi. Kini, Jepang kembali siap menciptakan rangkaian KA peluru bertenaga listrik kembali demi memuaskan para konsumen mereka yang notabene pekerja kantoran dan turis domestik setempat. Tidak menutup kemungkinan turis mancanegara.

Tanggal 17 Juni 2008 :
1. Rel KA Lintas Purwokerto – Patuguran Siap Beroperasi

Diberitakan tampaknya dalam waktu dekat ini tepatnya sekitar akhir bulan Juni atau pun awal bulan Juli ini rel kereta api lintas antara Purwokerto dengan Patuguran siap dioperasikan. Kepala Divisi Tehnik Satuan Kerja Pembangunan Rel Ganda Muhammad Yani mengatakan saat ini jalur tersebut sedang dalam tahapan proses ujicoba. Menurut rencana, rel sepanjang 34,8 KM tersebut akan dihadiri oleh Presiden RI SBY. Begitulah yang dikatakan oleh Kepala PT. KA Daops V Purwokerto Noor Hamidi di tempat yang terpisah.

Pembangunan rel ganda yang telah menghabiskan uang sebesar Rp 498,9 miliar,00 tersebut akan beroperasi sepenuhnya pada sekitar tahun 2011 mendatang antara stasiun Cirebon hingga stasiun Kroya sepanjang 160 KM. Uang sebesar itu dikeluarkan oleh APBN.

Sumber :
- Tulisan berjalan di siaran berita Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One tanggal 18 Juni 2009.
- Koran Kompas rubrik Nusantara edisi tanggal 18 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Semoga saja benar terlaksana dan pastinya saya pribadi tidak dapat menyaksikan penantian rangkaian KA Argo Dwipangga yang ingin bersilang dengan KA Argo Lawu dari lawan arah di stasiun Linggapura. Begitu pun arah sebaliknya di stasiun yang sama atau pun juga terkadang di stasiun yang berbeda.

2. Diminta, KA Khusus Pria untuk Hindari Pelecehan Seksual
Nograhany Widhi K - detikNews
Ilustrasi (Foto:
rail.hobidas. com)
Tokyo - Banyak wanita Jepang di Tokyo naik kereta api khusus perempuan saat jam sibuk untuk menghindari pelecehan seksual seperti perabaan. Tak cukup, beberapa perempuan ekstrem pun meminta pria benar - benar diangkut dalam KA tersendiri dan tidak campur dengan perempuan. 10 Pemangku kepentingan Seibu Holding, operator KA di Tokyo mengatakan sudah memiliki petisi untuk mengadakan KA khusus pria seperti dilansir dari Reuters , Kamis (18/6/2009).

"Ada banyak kasus perabaan, sebanyak tuduhan perabaan di Seibu Railway," ujar pemangku kepentingan dalam catatannya untuk pengambilan keputusan tentang KA khusus pria di rapat umum tahunan Rabu 24 Juni pekan depan. "Sementara dilakukan langkah melawan perabaan dengan KA khusus perempuan, tak ada langkah yang dilakukan terhadap pelaku perabaan. Dalam semangat kesetaraan jender, KA khusus pria harus diperkenalkan," imbuh pemangku kepentingan itu. Namun sayang, agaknya ide itu akan sulit diwujudkan. Dewan Direksi Seibu Holding tak sependapat dengan ide itu.

"Kenyataannya kita hanya menerima sedikit permintaan dari penumpang Seibu Railway untuk membuat KA khusus pria," tulis Dewan Direksi menanggapi permintaan operator. Kasus perabaan menjadi sorotan di Jepang saat Mahkamah Agung Jepang memutar balikkan tuduhan bersalah terhadap seorang profesor yang meraba seorang gadis dalam KA di Tokyo. Para hakim berpendapat harus berhati - hati dalam kasus seperti ini karena yang menjadi saksi adalah penuduh seorang.

Data dari Kepolisian Tokyo, di Tokyo sendiri ada sekitar 2 ribu orang ditahan pada tahun 2007 karena melakukan perabaan.

-- powered by Indosat fiber optic

Sumber = DetikNews yang diposting oleh rekan rewin budiarto ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 18 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Di Jepang saja sudah kayak gitu, bagaimana dengan di Indonesia? Apa kata dunia? Singgada lawan euy... Cape’ deh... Semakin dipenuhi komuter semakin padat seisi kota besar. Semakin padat warga masyarakat yang memadati kota besar semakin beragam karakter sosial mereka sehingga sulit untuk mengerti dan memahami kultur setempat karena kultur pun tersingkirkan akibat beban modernisme dan penglaju yang membawa kultur mereka hingga beragam dan mewabah menjadi flu baru alias virus yang menjadi beban hidup bagi aktifitas kita semua.

Tanggal 19 Juni 2009 :
1. KA Argo Anggrek Terbakar di Stasiun Cikampek
Langsung dari ketikan rekan detikNews yang diposting rekan ROSES Man :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Mega Putra Ratya – detikNews
Jakarta - Gerbong Pembangkit KA Eksekutif Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta - Surabaya terbakar menjelang Stasiun Cikampek, Karawang, Jawa Barat. Insiden ini menimbulkan kepanikan penumpang. Menurut Kahumas PT. KA Akhmad Sujadi, gerbong pembangkit itu merupakan pusat energi untuk menyalakan AC dan lampu penerangan. "Kejadian pukul. 14.10 WIB," ujar Sujadi pada detikcom, Jumat (19/6/2009) pukul 15.00 WIB.

"Di tengah jalan masinis melihat asap sehingga memutuskan berhenti," imbuhnya.

Sumber = Dari Detik News yang diposting oleh rekan ROSES Man ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 19 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
WADUH...!!! Tadi pagian om saya kejebak lama di KA Argo Gede karena para calon penumpang KRL di stasiun Bekasi pada menyerbu masuk KA Argo Gede. Alasannya karena ada gangguan pada rangkaian KRL yang gak tiba – tiba juga dari Jakarta. Begitu pun jelang masuk stasiun Jatinegara. Ini lagi malah insiden kebakarnya kereta Pembangkit / BMP yang pernah juga dialamin bapak saya beberapa tahun silam.

2. Mardjono Diringkus Polisi Bojonegoro Karena Menjual Baut Rel Curian
Kebenaran pasti akan menang. Para penjahat pun tidak selamanya dapat bergerak bebas dan akan bertekuk lutut pada keadilan. Demikian kelak di pengadilan alam nanti. Tnetu masih lama kita rasakan. Yang dekat – dekat aja deh... aksi laki – laki yang bernama Mardjono ini terbilang nekad karena pasalnya rel sepanjang jalur pantura Jawa dapat terbilang semakin tidak aman kalau tidak terdapat peran serta para Kepolisian dan khususnya para warga masyarakat sepanjang rel pantura Jawa.

Mardjono yang warga Suwularelan masih saja sebagian kecil dari para pelaku kejahatan pencurian rel kereta api khususnya berupa baut. Dari perolehan curiannya itu, dijuallah beberapa baut serta perabotan dari pra sarana perkereta apian yang masih terbilang aktif untuk dilalui perjalanan kereta api tersebut. Rp 9.000,00 per kg menjadi sebagian angka penjualan yang dia kasih kepada para penadah serta para rekan pencuri lainnya. Aksi kepiawaiannya itu ternyata dipantau oleh Kepolisian setempat. Tentu saja sang pelaku mesti dijerat hukuman setidaknya 5 tahun penjara.

Kejadian di kawasan Bojonegoro, Jawa Timur tersebut terjadi di siang hari. Sungguh tidak aman bagi kita untuk menempuh perjalanan sejauh bahkan sedekat apapun tanpa dibekali keimanan serta ketaqwaaan yang kuat terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Semoga saja perbuatan mereka tidak terjadi pada diri kita masing – masing.

Koresponden RCTI Alaman Hubai dari Bojonegoro

Sumber = Siaran berita Seputar Indonesia Sore di RCTI pada tanggal 19 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Bukan bermaksud menuduh orang – orang tertentu, namun harapan saya pribadi semoga tidak terjadi dalam waktu kapan pun lagi.

3. Gangguan Wesel di Stasiun Jatinegara, Jakarta
Lagi – lagi persoalan keterlambatan jadwal perjalanan KA. Pagi ini om saya yang beraktifitas dengan rangkaian KA Argo Gede dari Bandung menuju Jakarta dikejutkan berupa keterlambatan perjalanan KA-nya itu selama -+ 1 jam. Lamanya menunggu sudah dirasakannya saat rangkaian KA Argo Gede-nya itu memasuki stasiun Bekasi. Menumpuknya calon penumpang KRL menghebohkan seisi gerbong / kereta Argo Gede karena banyak yang saling masuk ke dalam bordes. Ini semata dikarenakan ketiadaan KRL yang datang dari arah Jakarta.

Usut punya usut ternyat hal ini disebabkan karena gangguan pada wessel atau alat pemindah jalur kereta api yang terdapat di sisi barat stasiun Jatinegara. Para petugas terpaksa memutar engkel tiap kali ada rangkaian KA yang melintas. Ini berarti setiap perjalanan KA yang melintas hendak melewati wesel tersebut mesti mengalah satu – persatu. Pagi yang terik memang dipadati jadwal perjalanan KA dari dan ke Jakarta. Tidak terkecuali perjalan KRL Jabodetabek.

PT. KA Daops I Jakarta berdalih karena menumpuknya sampah di alat wessel tersebut sehingga kerja motoriknya tidak berfungsi sama sekali. Para petugasnya pun melakukannya dengan manual. Keluhan pun datang secara berantai dari para pengguna jasa kereta api. Di antaranya ada yang mengaku menunggu > 4 jam dan tentunya kecewa berat. Ironisnya, belum ½ tahun diperbaiki alat tersebut kembalai rusak.

Sumber = Siaran berita Jakarta Petang di Jak TV pada tanggal 19 Juni 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Mau bagaimana lagi... Saya hanya mampu menanggapi sebaiknya ada para pekerja tambahan dari kalangan binaragawan atau notabene anak buahnya Ade Rai sehingga beban mental para petugas di lapangan tidak seberat tadi pagi. Sepastinya begitu mereka pulang ke rumah masing – masing ditempeli dengan koyok sebanyak mungkin ke tubuh mereka masing – masing.

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,
Dana
Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar