Sabtu, 11 Juli 2009

Catatan Bulanan Bulan Juli 2009 Awal

Catatan Bulanan
Awal Bulan Juli 2009
Dikumpulkan oleh = Saya Sendiri  Dana

Bukan untuk mendramatisir, namun saya hanya menyarankan agar sebelum membacanya anak – anak perlu didampingin oleh orang tua atau pun wali karena berikut ini peristiwa – peristiwa yang terjadi selama kurun waktu awal bulan ini ada suatu peristiwa yang tidak kita inginkan, yaitu berita kecelakaan pastinya.

Sedikit permintaan ma’af saya...

Mohon ma’af apabila selama saya memposting agenda bulanan di sepanjang awal bulan Febuari 2008 kemarin hingga pertengahan bulan Mei 2009 ini ada beberapa foto yang tidak bahkan kurang berkenan, seperti foto – foto pastinya dari tayangan TV. Mulai bulan ini dan seterusnya, saya selalu lebih hati – hati dalam memposting berita. Mungkin apabila yang ditampilin itu foto – foto kiriman dari teman – teman sekalian atau pun juga hasil buruan saya sendiri, maka sudah layak tayang.

Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Tanggal 1 Juli 2009 :
Angkut Ribuan Bonek, PT KA Korbankan Ratusan Penumpang Komersil
Langsung dari ketikan rekan fuad :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.

KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Bandung - Selain mengalami potential los sebesar Rp 46 juta,00 karena mengangkut kepulangan Bonek ke Surabaya, sebanyak 144 penumpang KA Ekonomi Pasundan yang hendak berangkat, Rabu (1/7/2009), pun dikorbankan oleh PT. KA Daops II Bandung. Hal itu dikatakan Kahumas PT. KA Daops II Bandung Bambang S Prayitno saat ditemui wartawan di ruang kerjanya di Jl. Stasiun Timur. "Kita terpaksa mengorbankan 144 penumpang dan mendahulukan kepulangan Bonek," kata Bambang. Dari jumlah penumpang tersebut, imbuh Bambang, ada penumpang yang membatalkan perjalanan dan ada juga yang mengalihkan jadwal perjalanan dengan menggunakan kerata api malam Kahuripan.

"Kereta berangkat pukul 20.00 WIB," jelasnya. Sementara kereta yang membawa ribuan bonek itu baru berangkat pukul 08.15 WIB. Menurut Bambang, dari laporan yang diterima pihaknya, perjalanan kereta menuju ke Surabaya sejauh ini berjalan lancar. "Hanya ada kendala kecil karena ada suporter yang mencopet handphone dan curi itik," sebut Bambang. Kejadian terjadi di stasiun KA Tasikmalaya ketika kereta sedang dalam pemberhentian.

Link-nya ada di http://bandung. detik.com/ read/2009/ 07/01/154807/ 1157275/486/ angkut-ribuan- bonek-pt- ka-korbankan- ratusan-penumpan g-komersil..

Ini bonek emang gak bayar ya? Dah gak bayar nyopet HP dan maling bebek....

Sumber dari = Detik.com postingan rekan fuad ke milis keretapi@yahoogroups.com tanggal 1 Juli 2009.

Langsung dari ketikan rekan Fajar Arifianto :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Barusan saya dapat kabar dari pegawai PT. KA Daops VI YK kalo tadi sore sekitar jam 5-an para bonek mania ketika melewati stasiun Tugu YK menggunakan KA Pasundan merusak kaca rumah sinyal NX, kaca depan KRDE Prameks yang kebetulan berpapasan di sta Tugu YK dan merusak sejumlah kaca pos PJL di lintas. Sungguh tindakan anarkis yang tidak beradab terhadap kepentingan umum.

Tadi juga ada peristiwa ada 2 orang bonek yang terjatuh dari KA Pasundan di lepas stasiun Lempuyangan, tapi ybs tidak apa-apa dan sudah diamankan polisi.

Sumber dari = Kesaksian dari rekan Fajar Arifianto postingan rekan fuad ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 1 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sulit untuk melarang kepulangan mereka. Seberapa besarnya pun potensi mereka untuk tertib terindahkan karena peran emosi mereka sendiri yang terpancing karena gairah muda dan perbekalan jati diri sebagai sosok yang memang memuja sesuatu dalam hal ini tim kebanggaan mereka karena mereka berasal dari kota di mana mereka tinggal bahkan mereka dilahirkan dan dibesarkan. Bayangin kalau kita bagian dari mereka, apakah kita akan tertib dengan budaya keseharian masyarakat yang cenderung berpikiran ala orang (ma’af nih…) menengah ke bawah dengan kondisi keuangan terbatas dan perhatian dari kedua orang tua / wali yang terbatas pula?

Kepulangan mereka pun meski dengan moda trasportasi lainnya pasti akan menyusahkan pengguna moda transportasi tersebut. Lebih cepat lebih bagus. Itulah mungkin yang terpikir di benak pikiran para Daops di sepanjang koridor antara Bandung hingga Surabaya. Semakin cepat sampai di kota tujuan mereka, maka semakin tidak menyusahkan kota – kota di sekelilingnya, bahkan di moda transprotasi tersebut dalam hal ini kereta api meski mesti menerima resiko kerusakkan yang sudah pasti tidak sedikit jumlah uangnya meski hanya sebatas semisal 1 kaca sekali pun.

Berita kelanjutannya :
Rombongan Suporter Bonek Lempari Kereta Api dan Stasiun
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

TEMPO Interaktif, Surabaya - Rombongan bonek, sebutan populer bagi suporter Persebaya, melempari 3 stasiun di Surakarta saat melintas dengan menaiki KA Pasundan dari arah Bandung menuju Surabaya pada Rabu petang (01/07). Selain stasiun, mereka juga melempari 2 kereta api sehingga beberapa kaca kereta pecah. Menurut informasi dari salah seorang penumpang KRD Prambanan Ekspress dengan No. KA 769, Arief Setiadji, rombongan suporter tersebut melempari kereta yang ditumpanginya yang sedang berhenti di stasiun Jebres. “Sekitar 7 kaca pecah,”kata Arief. Selain itu, lemparan batu tersebut juga mengenai sejumlah kaca di ruang Pimpinan Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Jebres dan sejumlah etalase milik pedagang. Selain melakukan ulah di stasiun Jebres, aksi lempar batu juga dilakukan di Stasiun Purwosari Solo dan Stasiun Balapan Solo. “Beberapa kaca di ruang PPKA pecah,” kata Pemimpin Perjalanan Kereta Api Stasiun Purwosari, Jaka Mulyana. Lemparan juga mengenai bangunan Rumah Sinyal Purwosari sehingga listrik padam. Untunglah hal tersebut tidak sampai mengganggu kelancaran perjalanan kereta api. “Listriknya hanya untuk penerangan,”kata Jaka.

Selain melempar kaca KRD Prambanan Ekspress di stasiun Jebres, sebelumnya rombongan suporter Persebaya tersebut juga sempat melempar kaca lokomotif kereta api Prambanan Ekspress yang lain, dengan No. KA 767 saat melintas di daerah Prambanan. Sedangkan di Stasiun Balapan Solo, suporter tersebut melempar 5 etalase kaca milik pedagang hingga pecah berantakan. Menurut Jaka, Kereta Api Pasundan yang membawa 12 kereta penumpang tersebut memang dikhususkan untuk penumpang suporter Persebaya yang usai menyaksikan pertandingan sepak bola antara Persebaya dengan PSMS Medan di Bandung. “Tidak ada penumpang umum di kereta tersebut,” kata Jaka Mulyana. Untunglah, para suporter tersebut tidak sampai melakukan aksi penjarahan kepada para pedagang. “Sudah kita antisipasi dengan tidak memberhentikan kereta Pasundan terlalu lama di stasiun,” kata Kepala Kepolisian Sektor Banjarsari Surakarta, AKP Edison Pandjaitan. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak PT. KA begitu ada informasi bahwa kereta api yang membawa rombongan supporter hendak melintas.

http://www.tempoint eraktif.com/ hg/sepakbola/ 2009/07/01/ brk,20090701- 184760,id. Html

Sumber = Tempo Interaktif yang diposting oleh rekan Bambang Priyo Cahyono ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 2 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Yah… namanya juga musibah… Bisa terjadi di mana saja. Hanya dengan do’a keselamatan kepada-Nya harus kita panjatkan sebelum kita menempuh perjalanan. Bahkan di dalam rumah tinggal kita sekali pun. Salah – salah malah nyawa menjadi teruhannya.

Tanggal 2 Juli 2008 :
Wacana Paket Wisata KA Dengan Lok Uap di Solo

Pemilik agen perjalanan Wisata Asih Tour yang bernama Djuritmo Yudo Hadinagoro menggagas paket wisata kota Solo dengan menggunakan lok uap dalam 1 wadah paket wisata yang dinamakan Solo Steam Tour. Djuritmo optimis bahwa pangsa pasar tidak berkisar pada segmen domestik juga, tetapi diusahakan hingga segmen mancanegara. Kosep wisata ini pun masih dalam tahapanpengkajian oleh sejumlah stakeholder, seperti Pemkot Solo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perhubungan, kalangan pengusaha perhotelan dan beberapa pemilik agen perjalanan wisata yang tergolong dalam Asita Solo.

Adapun Djuritmo mengharapkan bidikan awal berupa segmen domestik dengan jangka waktu 3 bulan mendirikan sekolah – sekolah. Dengan keberadaan sekolah – sekolah tersebut, maka dapat dilakukan berbagai promosi KA wisata dengan difasilitasi shelter yang memadai. Di tempat yang terpisah, Walikota Solo Joko Widodo atau Jokowi memasrahi persoalan perbaikan rel kepada PT. KA dalam hal ini Daops VI Yogya. Kini perlengkapan sudah tersedia di stasiun Srangkah. Tinggal menunggu waktu pelaksanaannya saja. Persoalan penyediaan shelter pula akunya belum masuk ke dalam APBD. Dalam waktu dekat akan dibahas.

Sumber = Koran Solo Pos edisi tanggal 3 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Yah… semoga geliat Daops VI Yogyakarta sejalan dengan pembangunan rel ganda Kutoarjo – Yogyakarta dan pengoperasian KRDE Prameks apalagi Prameks Eksekutif.

Tanggal 3 Juli 2008 :
1. Mobil Sedan Dihajar KA di Banyumas, Jawa Tengah

Sebuah mobil sedang hitam yang ditumpangi oleh 4 orang yang sedang mabuk dihajar di perlintasan KA tak berpalang di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Namun, meski mobil sudah dalam keadaan ringsek, tidak demikian kepada 4 awak mobil sedan tersebut. Keempatnya justru hanya mengalami luka ringan saat mobil dievakuasi oleh lok CC 201 penolong mengingat cukup terjalnya ketinggian antara rel kereta api dengan kawasan persawahan.

Sumber = Siaran berita Discover Indonesia di Metro TV pada tanggal 3 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Entah bener bermabuk atau tidaknya yang jelas bahan pelajaran untuk siapa saja khususnya mereka berempat bahwa nyawa itu penting agar tidak disalah manfaatkan. Nyawa duniawi dijalani untuk menjalani rutinitas yang bermanfaat. Namun, mereka bersyukur masih dikasih kehidupan agar mungkin dikasih pertaubatan.

2. Musibah 2 KA Bertabrakan di Perancis
2 rangkaian kereta api saling bertabrakan tanpa disebut rangkaian kereta api apa, di kota mana tepatnya dan di jam berapa tepatnya. Namun, dari kejadian tersebut dikatakan 13 orang terluka.

Sumber = Tulisan berjalan di siaran berita CNA atau Channel News Asia pada tanggal 3 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Tampaknya negara – negara barat sedang dilanda krisis transportasi yang tidak kita ketahui apakah semata serangan terorir atau pun tidak. Yang jelas, setelah PLH atau peristiwa luar biasa KA komuter Metro di ibukota Wshington DC, USA dan di kota yang berjarak 20 KM dari kota Pisa di negara Italia, kini melanda negara Perancis. Turut pritahin tentunya.

Antara tanggal 3 - 10 Juli 2009
KRL Ekonomi Koridor Jakarta – Bogor Pp Banyak Yang PA

Dikabarkan telah terjadi penumpukkan penumpang selama kurun waktu seminggu ini untuk rangkaian KRL Ekonomi rute perjalanan Jakarta – Bogor pp. Hal ini dikarenakan peristiwa PA yang dilakukan gencar oleh Daops I Jakarta di dipo Depok. Akibatnya, hampir semua rangkaian KRL Ekonomi mesti dioperasikan sebanyak 1 set saja yang notabene terdiri dari 4 gerbong / kereta sekali opersional. Para penumpang pun menumpuk hingga ke atap bahkan di muka gerbong / kereta listrik tersebut.

Sumber = Keluhan dari rekan Roses MAN pengguna jasa KRL Jabodetabek pada tanggal 10 Juli 2009.
Foto di atas berasal dari hasil bidikan rekan Roses MAN saat berada di stasiun KA nampaknya Bojong Gede di pagi hari.

Info susulannya :
Peristiwa tanggal 9 Juli 2009 :
Di malam harinya terjadi peristiwa mogoknya KRL Ekonomi jenis Hitachi di stasiun Tanjung Barat. Akibatnya, peristiwa yang terjadi di jam 8-an malem tersebut mesti didorong oleh rekan JR Serie Tokyu 8500 strip biru tua hingga stasiun Depok Baru. Banyak rangkaian KRL di belakangnya yang sama – sama menuju ke arah selatan Jakarta ikut dalam antrian yang cukup lama. Alhasil penumpukkan para penumpang membeludak hingga ke atap KRL Ekonomi tersebut.

Sumber = Rekan Artanto Rizky Cahyono yang ikut dalam rombongan KRL Ekonomi AC tgl 10 Juli 2009.
Foto di atas berasal dari hasil bidikan rekan Artanto Rizky Cahyono yang berada di TKP / tempat kejadian perkara tepatnya di stasiun Tanjung Barat.

Tanggapan saya pribadi :
Dengan alasan umur rangkaian KRL sudah uzur dan pergantian jabatan ditubuh Humas Daops I Jakarta masalah pun datang dikala masyarakat Jabodetabek menginginkan moda transportasi cepat dan efisien seperti KRL khususnya klas Ekonomi.

Tanggal 4 Juli 2008 :
Pembelian Lokomotif dari General Electric

PT. KA dalam waktu dekat akan mebeli 20 unit lokomotif DE / diesel eletrik senilai US$ 40 juta kepada General Electric. Hal ini semata dikarenakan sejumlah lokomotif diesel hidrolik / DH seringkali mengalami mogok. Adapun sejumlah lokomotif yang masih tetap ditargetkan untuk mengangkut rangkaian kereta penumpang di pulau Jawa itu akan diopreasikan per semester. Pada semester I pada tahun 2010 nanti akan dioperasikan lok DE sebanyak 10 unit, sedangkan sisanya sebanyak 10 unit lagi akan dioperasikan pada semester II, yaitu pada tahun 2011. 1 unit lok DE tersebut seharga US$ 2 juta.

Sumber = Koran Kompas edisi tanggal 4 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Semoga….. terlaksana….

Tanggal 5 Juli 2008 :
1. Tragedi KRDH Prameks Vs Minibus di Klaten, Jawa Tengah
Sekitar jam 9 pagi perlintasan KA di kota Klaten digemparkan dengan tragedi maut yang melanda minibus yang sedang dalam iring – iringan rombongan sepasang pengantin. Tepatnya di perlintasan KA Ketandan Ceper. Pagi itu mereka sedang menempuh perjalanan menuju ke desaNgarang Leisei. Akibat ditabrak oleh rangkaian KRDH Prameks yang berlaju dari Solo menuju Yogyakarta, kendaraan terlempar sejauh sekitar 200 meter dati TKP / tempat kejadian perkara. Perlintasan tersebut hanya dibekali tanda peringatan saja tanpa palang resmi.

Foto di atas berasal dari postingan rekan Intrias Herlistiarto 6-7-2009.
Dikronologikan bahwa seorang pengendara sepeda motor menghalang sopir minibus untuk menyeberangi rel keerta api karena tidak sabaran. Karena tidak mengetahui datangnya KRDH tersebut, akibatnya minibus dengan plat nomor polisi AD 1444 BE tersebut mengalami kerusakan yang parah. Akibat dari kejadian itu, 9 orang dikabarkan tewas, menyusul di siang harinya menjadi 11 dan di sore harinya menjadi 14 orang. Mayoritas mereka yang tewas masih tergolong anak – anak kecil. Dari sejumlah korban yang terluka di antaranya terdapat asisten masinis KRDH Prameks yang bernama Mardi Sanyoto.

Sebagian korban tewas dievakuasi ke rumah sakit Suraji Tirtonegoro, Klaten. Sedangkan, mereka yang mengalami luka cukup parah dirawat di RS Islam. Banyak dari keluarga korban yang meninggal menangisi sanak keluarga mereka. Termasuk seorang laki – laki separuh baya yang menangisi kepergian ibunya dan adiknya.

Akibat dari peristiwa ini, rel ganda pun terpaksa hanya berfungsi menjadi rel tunggal dikarenakan sulitnya mengevakuasi bangkai minibus yang naas tersebut yang sudah dalam keadaan hancur total dengan lokomotif CC 201 penolong beserta gerbong Penolong tentunya milik Dipo YK. Tiada informasi separah apakah jadwal perjalanan kereta api antara jelang siang hingga sore ini. Yang jelas si KRDH yang naas tersebut dalam keadaan hancur pada bagian depan di mana cow catcher beserta copler / sambungannya dalam keadaan hancur dan penuh (ma’af...) lumuran dar*h.
Ma'af... untuk tampilan nama - nama korban di atas berasal dari tayangan Metro TV.

Sumber :
- Beberapa siaran berita di Metro TV seperti Metro Siang, Metro Hari Ini dan Headline News jam 4 sore WIB yang dipilut oleh Lalita Gandaputri pada tanggal 5 Juli 2009.
- Siaran berita Reportase Sore di Trans TV pada tanggal 5 Juli 2009.

Kabar kelanjutannya di tanggal 7 Juli 2009 :
Akhirnya 11 dari 14 korban yang meninggal dimakamkan secara massal di TPU di kota Klaten, Jawa Tengah. Pihak Jasa Raharja berjanji akan memberi santunan kepada para keluarga korban dengan masing – masing korban yang ditinggalkan diberikan Rp 25.000.000,00. Pihak Jasa Raharja berkeyakinan bahwa peristiwa terjadi akibat sopir minibus lalai dalam melintasi perlintasan KA tidak berpalang resmi tersebut. Akibatnya mesin minibus mengalami mati.

Sumber = Siaran berita …?... (ma'af... saya lupa...)

2. Masalah KDRT / Kekerasan Dalam Rumah Tangga Hampir Menghilangkan Nyawa Anak Kandungnya sendiri
Saya sarankan agar sebelum membacanya untuk menahan emosi kita terlebih dahulu dan dicoba agar anak – anak kecil untuk didampingi orang tua / wali.

Di kota Madiun terjadi sebuah pertengkaran antara suami dan istri yang berdampak kepada anak kandungnya sendiri. Si suami memaksa anak laki – lakinya yang sedang tertidur untuk ditaruh di rel kereta api. Spontan saja malam itu rangkaian KA Bangunkarta yang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Jombang melintas. Tak ayal kedua kaki sang anak kandung terlindas putaran roda besi sang kuda besi tersebut. Mengetahui perbuatan bejat sang ayah kandungnya itu, Puryanto Defi (Defi) sang ibu kandung dari bocah malang tersebut lekas mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.
Catatan = Berdasarkan gapeka, jadwal kedatangan rangkaian KA Bangunkarta di stasiun Madiun pada pukul. 03.09 WIB.

Alhasil sang anak mesti merelakan salah satu kakinya untuk diamputasi. Sekali lagi, perbuatan bejat ini tidak layak untuk menjadi pembicaraan sesaat semata, tetapi sebagai rasa iba saya pribadi yang mendengarnya untuk terus berpikir dari segi kejiwaan anak tersebut yang menderita kesakitan yang sanbgat parah. Perbuatan ini sudah tidak dapat diampuni lagi.

Sumber = Siaran berita Reportase Sore di Trans TV pada tanggal 5 Juli 2009.

MADIUN SURYA.CO.ID - Sungguh biadab perbuatan Puryanto, 27, warga dusun Robahan, kelurahan / kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Jengkel karena keinginannya bersebadan ditolak istri, Puryanto tega mencelakai anaknya dengan cara kakinya dilindaskan kereta api (KA) yang sedang melintas, Minggu (5/7) subuh.

Kini Endy Tegar Kurniadinata yang masih berusia 3,5 tahun itu hanya bisa tergolek dan menangis di ruang UGD RSUP dr Soedono Madiun. Anak pertama pasangan suami istri Puryanto dan Devi Kristiani, 25, yang biasa dipanggil Tegar itu hanya bisa memandangi kaki kanannya yang putus setelah ditabrakkan KA oleh ayahnya sendiri. Lebih tragis lagi, beberapa saat setelah kakinya dilindas KA, Tegar dengan luka parah terpaksa harus berjalan merangkak pulang ke rumahnya untuk meminta tolong kepada kakek dan neneknya. Tak ada warga yang menolong karena saat itu masih pagi buta sekitar pukul. 03.00 WIB. Sedangkan, Puryanto kabur entah ke mana, setelah melindaskan kaki anaknya tersebut.

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Muhammad Zaini mengatakan pihaknya sudah menerjunkan anggotanya untuk memburu Puryanto. “Anggota sudah kami sebar. Ada yang mencari pelaku ke rumah keluarganya yang ada di Ponorogo. Selain itu, ada petugas yang mengejarnya ke Surabaya, Solo, dan Jogjakarta,” kata Zaini, Minggu (5/7). Saat olah TKP, Polisi memintai keterangan sejumlah saksi dan pihak keluarga korban. Sementara potongan kaki Tegar langsung dibawa ke RSUP dr Soedono. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa secarik kertas berisi tulisan tangan Puryanto yang menuliskan alasan dia berbuat sesadis itu. Dalam selembar kertas yang ditinggalkan di rumahnya itu Puryanto mengaku jengkel pada istrinya, Devi Kristiani, karena menolak saat diajak berhubungan intim.

Menurut Puryanto, istrinya sering menolak ajakannya untuk bersebadan dengan berbagai alasan. Dalam surat itu juga disebutkan bahwa Puryanto mengaku selalu mencoba bersabar agar tidak sampai terjadi kekerasan dalam rumah tangganya. Sedangkan, menurut keterangan Devi Kristiani dirinya tak bermaksud menolak keinginan suami. Namun, setiap pukul, 02.00 WIB ia harus berangkat ke Pasar Mejayan untuk membantu bibinya, Ny Saimah, 53, berjualan jenang. Menurut Devi, hal itu dilakukan untuk mendapatkan uang tambahan demi memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Sebab, dengan penghasilan suami yang hanya bekerja sebagai penjual pentol celup keliling, keluarganya selalu kekurangan. “Apalagi, Tegar sebentar lagi harus sekolah TK. Tapi, sekarang malah mendapat musibah seperti ini,” kata Devi ketika menunggui putranya di ruang UGD RSUP dr Soedono Madiun.

Digendong Saat Tidur
Devi Kristiani menuturkan, saat kejadian itu dirinya sudah berangkat ke Pasar Mejayan. Sedangkan, 1 anaknya, yakni Tegar dan Febi Fajar, 2, masih tidur di ruang depan bersama ayahnya. Sedangkan, keluarga lainnya yang berada di rumah itu adalah kakek dan nenek Tegar, yakni Sukardi, 59 dan Saikem, 56. Menurut penuturan Tegar saat ditemui Surya sebelum menjalani operasi di RSUP dr Soedono saat tidur itu ia mendadak terbangun ketika tubuhnya diangkat ayahnya. Ia kemudian dibawa ke rel KA melalui pematang sawah yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah. “Saya sudah tidak mau saat digendong, tetapi kata Bapak, saya harus ikut ke sawah,” kata Tegar dengan kalimat terputus - putus sembari menahan sakit. Setelah itu, kata Tegar, tubuhnya dibaringkan paksa di atas rel KA. Beberapa saat kemudian muncul KA Bangunkarta jurusan Jakarta – Jombang yang melintas dari barat (Jakarta) menuju timur (Jombang). Kereta ini rutin melintas sekitar pukul. 03.00 WIB.

Tidak ada saksi mata yang melihat bagaimana proses detilnya. Namun menurut Tegar, saat kereta itu lewat tubuhya tetap dipegangi ayahnya hingga kemudian kakinya terlindas KA sampai putus, tepatnya di titik beberapa sentimeter di atas mata kakinya. Tegar mengatakan, setelah kakinya putus ia masih tersadar, sementara ayahnya sudah tidak ada lagi di tempat itu. Terpaksa ia dengan menahan sakit berjalan merangkak sekitar 50 meter menuju rumahnya dengan melewati pematang sawah. “Saya pulang dan berteriak - teriak memanggil kakek,” kata Tegar sambil menangis. Pantauan Surya, dari rel menuju ke rumah Tegar itu hanya bisa melewati pematang sawah. Baik di utara maupun selatan rel KA hanya ada persawahan. Begitu sampai di depan pintu rumah, kakek dan nenek Tegar, Sukardi dan Saikem terbangun karena mendengar teriakan cucunya tersebut. Saikem menuturkan, sekitar pukul. 03.00 WIB itu ia mendengar Tegar memanggil - manggil nama kakeknya meminta tolong. Begitu membuka pintu, alangkah terkejutnya ketika melihat Tegar menangis dengan kaki kanan sudah buntung. Sukardi dan Saikem pun langsung membawa Tegar ke RSUP dr Soedono Madiun.

“Andai saja dua cucu saya tadi malam mau tidur dengan kami, saya yakin kejadiannya tidak sampai seperti ini. Saya sendiri saat melihat cucu saya menjerit minta toong, saya juga langsung menjerit kaget kenapa kakinya bisa putus,” papar Saikem. Sedangkan Devi Kristiani mengaku marah pada ulah suaminya, apalagi meninggalkannya setelah melindaskan kaki anaknya hingga putus. “Saya tidak tahu di mana dia sekarang. Yang membuat saya marah, saya itu sedang bekerja jualan jenang di pasar, kok dia tega berbuat seperti itu pada anaknya,” kata Devi sembari menangis.

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Muhammad Zaini mengatakan akan serius menangani kasus ini. Bahkan kalau perlu mengejar Puryanto hingga ke luar Jawa. “Untuk sementara pengejaran kami lakukan ke kota - kota persinggahan dan keluarga pelaku. Kalau belum juga mendapatkan hasil, kami akan mengejarnya ke luar Jawa, yakni ke Lampung, karena pelaku pernah ikut transmigrasi ke sana,” tandasnya. st14

Sumber = Surya.co.id yang diposting oleh rekan Eko Sriyanto ke milis kereta@yahoogroups.com pada tanggal 7 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Semoga saja di kemudian hari tidak memiliki dendam kesumat seperti yang mungkin ada di dalam bayangan kita akan sosok sang ayah kandung yang penuh kekejaman serta kebiadaban yang luar biasa.

Tanggal 10 Juli 2009
KA Wisata dengan Lok Uap Solo Mulai Dihidupkan

Telah diaktifkan kembali pada hari ini lok uap untuk menarik kereta wisata di kota Solo. Untuk peresmiannya akan diopersionalkan pada tanggal 238 September 2009 mendatang atau bertepatan dengan hari ualgn tahun perkereta apian Indonesia.
Sumber :
- Tulisan berjalan saat tayangan Riwajatmoe Doeloe di TV One pada tanggal 10 Juli 2009.
- Antara yang diposting oleh rekan Mochamad Isa ke milis keretapi@yahoogroups.com tgl 10 Juli 2009.

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,
Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar