Minggu, 11 April 2010

Catatan Bulanan Awal Bulan Maret 2010

Catatan Bulanan
Awal Bulan Maret 2010
ikumpulkan oleh = Saya Sendiri  Dana

Bukan untuk mendramatisir, namun saya hanya menyarankan agar sebelum membacanya anak – anak perlu didampingin oleh orang tua atau pun wali karena berikut ini peristiwa – peristiwa yang terjadi selama kurun waktu awal bulan ini ada suatu peristiwa yang tidak kita inginkan, yaitu berita kecelakaan pastinya.

Sedikit permintaan ma’af saya... Mohon ma’af apabila selama saya memposting agenda bulanan di sepanjang tahun kemarin dan awal tahun ini ada beberapa foto yang tidak bahkan kurang berkenan, seperti foto – foto (ma’af) jenazah korban PLH / peristiwa luar biasa hebat atau pun juga PL / peristiwa luar biasa. Mulai bulan ini dan seterusnya, saya selalu lebih hati – hati dalam memposting berita. Mungkin apabila yang ditampilin itu foto korban yang telah (ma’af nih...) di dalam peti jenazah atau pun keranda, maka sudah layak tayang. Kecuali kalau melalui japri atau jalur pribadi.

Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...


Tanggal 1 Maret 2010 :
1. [keretapi] Lawang Sewu difungsikan lagi
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan
dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku
untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Pekalongan, Cybernews. Nasib nahas dialami Zaenal Hadi (20), warga RT4 RW1,Roworejo, Grabak, Purworejo yang sedang menumpang kereta api (KA) Gerbong dari arah Tegal menuju ke Surabaya tadi pagi. Ketika perjalanan KA sampai Kota Pekalongan, karyawan salah satu rumah makan di Kota Tegal itu dipukuli oleh dua orang penumpang lainnya. Bahkan, kedua pelaku sempat mengambil handphone dan uang pemuda tersebut, lalu korban dilempar dari atas kereta. Begitu terjatuh, sebagian tubuhnya mengenai bebatuan sehingga membuatnya setengah sadar. Masih untung pada saat itu ada warga di Kelurahan Keputran melihatnya sehingga pemuda itu berhasil diselamatkan. Kemudian, datang petugas kepolisian setempat dan langsung membawanya ke RS Siti Khodijah untuk dilakukan perawatan.

Menurut keterangan korban di depan penyidik Polsekta Pekalongan Timur sekitar pukul. 06.00 dari stasiun Tegal dirinya naik kereta gerbong yang menuju ke arah timur. Tujuan Zaenal naik gerbong tersebut untuk menghemat biaya pulang ke tempat asalnya. "Rencananya saya memang akan pulang kampung untuk mengurus KTP yang sudah habis masa berlakunya,"tegasnya. Begitu naik gerbong, dia bertemu dengan penumpang lainnya yang usianya sekitar 45 lebih. Di dalam gerbong, dirinya berbincang - bincang dengan orang tersebut hingga tidak terasa sampai di stasiun Pekalongan. Ketika kereta sampai di stasiun Kota Batik, datang 2 wanita dan laki-laki yang ikut naik gerbong. Tak lama setelah kereta yang dinaikinya bergerak menuju ke arah timur, tiba - tiba orang tua yang bertemu di stasiun Tegal mengenakan kain dan diiikatkan di kepala. Kemudian, 2 orang yang baru naik gerbong mendekati dan langsung memukulnya. Begitu juga orang tadi, katanya, juga ikut mengeroyok dan mengambil hamdphone yang dibawanya. "Mereka juga sempat mengambil uang Rp 150.000,00 yang saya simpan di saku. Selanjutnya mereka langsung melempar saya sampai keluar dari kereta gerbong dan terjatuh mengenai bebatuan,"ujar dia sambil menunjukkan lukanya.

Ditambahkan, misalkan pelaku yang melempar dirinya tertangkap, dipastikan akan dikenalnya. Terutama penumpang gerbong yang naik sejak dari stasiun Tegal. Kapolsekta Pekalongan Tiimur AKP Valent Asmoro SIK ketika dikonfirmasi Suara Merdeka Cybernews membenarkan ada kejadian penumpang kereta terjatuh di wilayah hukumnya. Setelah kejadian tersebut, anggotanya segera menyelidiki dengan melakukan pengejaran terhadap pelakunya.

Sumber = Situs http://suaramerdeka.com di http://suaramerdeka .com/v1/index. php/read/ news/2010/ 03/01/48263/ Penumpang- KA-Gerbong- Dilempar- Dari-Atas edisi tanggal 1 Maret 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Modus yang sangat lihai. Mereka memanfaatkan peluang dengan mengelabui mangsanya de
ngan diajak berbincang akrab sampai tidak terasa waktu terlarut dalam pembicaraan yang sekiranya santai. Alhasil, dari hasil perbincangan sangat mereka justru malah berbuah malapetak terhadap si korban. Apapun itu tindakannya jelas perbuatan kriminal. Apalagi si korban dihajar dan dilempar dari gerbong KA yang tentunya bisa sangat membahayakan nyawa si korban. Masih bagus Tuhan masih memberi kesempatan si korban selamat dari maut.

2. Banjir 1 Jam, Jl. Medan Merdeka Timur di Jakarta Tergenang Banjir Besar Hujan melanda hampir seantero kota Jakarta. Sebagian wilayah dilanda banjir besar, tidak terkecuali di ruas jalan raya Jl. Medan Merdeka Timur di mana stasiun Gambir berada. Akibat kemacetan tersebut, sejumlah pengguna kendaraan bermotor mengalami kesulitan melajukan kendaraan mereka akibat genangan yang sangat tinggi sehingga melumpuhkan arus lalu lintas kendaraan bermotor seiring kemacetan di sejumlah titik rawan genangan air seperti Jl. MH. Thamrin dan lain sebagainya.

Sejauh ini tidak dilaporkan apakah sejumlah calon penumpang mengalami keterlambatan tiba di stasiun Gambir tidaknya mengingat Senin ini dapat terbilang puncak dari aktifitas warga Jakarta dan sekitarnya mengakhiri liburan panjang mereka selepas peringatan hari raya besar Maulid Nabi.

Sumber = Siaran berita Top 9 News di Metro TV pada tanggal 1 Maret 2010.

Tanggapan saya pribadi :

Jakarta dan sekitarnya tidak diperbolehin banjir, tentu mustahil terwujud. Karena Tuhan sudah berkehendak lain. Jikalau dilanda kemarau panjang, maka segalanya akan menjadi terik dan melumpuhkan sendi – sendi kehidupan juga. Hujan salah, kemarau pun juga serba salah. Penataan kota menjadi fokus utama agar semuanya berjalan dengan baik. Terlebih untuk melancarkan waktu perjalanan KA yang bisa saja tersendat karena genangan air yang menyulitkan pengguna kendaraan bermotor sulit keluar – masuk stasiun Gambir.

Tanggal 3 Maret 2010 :
Meja Layanan di Stasiun UI Disambar Petir
Langsung dari tulisan ybs :
T
ata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Barusan ada info, meja layanan di stasiun UI blank krn kesamber petir. KRL yang lewat jadi diatur manual. Hhhm, Pada telat lagi deh..., Infonya barusan aja (jam 16.30). skarang masih blank
Keterangan = Respon dari sesama pengguna jejaring Facebook sangat tinggi di mana yang dibahas semua keprihatinan karena saat update berlangsung waktu untuk pulang kantor bagi mereka yang menetap di wilayah selatan Jakarta.

Sumber = Rekan Solidaritas Jabodetabek Untuk KRL Yang Lebih Baik di situs Facebook.com tgl 3 Maret 2010 sekitar jam ½ 5 sore WIB.

Tanggapan saya pribadi :
Kejadian ini sebagai mata awam sangat disesalkan terus – terusan terjadi. Karena sambaran petir, segalanya jadi terkendala dari segi teknis. Bagaimana kalau Jakarta dan sekitarnya dilanda badai salju yang ganas? Apalagi seperti negara bagian Texas yang selalu dilanda tornado. Dilanda putting beliung saja bisa menumbangkan segala fasilitas. Cuma satu kata, yaitu “sabar” sebagai manusia komuter Jabodetabek. Apalagi khususnya wilayan selatan Jakarta.

Tanggal 4 Maret 2010
Perubahan Gapeka KRL Tidak Efektif
Dimulai dari hari ini para calon penumpang KRL se-Jabodetabek dikisruhkan dengan perubahan gapeka atau grafik pemberangkatan kereta api untuk KRL. Tidak terkecuali di stasiun Depok (entah Lama atau Baru) meski cuma lebih maju 5 menit dari jadwal semula, namun masih memberatkan mereka yang terbiasa berangkat dengan jadwal yang berlaku.

Sumber = Tayangan Megapolitan di Metro TV pada tanggal 4 Maret 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Sulit untuk berkata – kata karena saya sendiri jarang sekali mengalami seperti rekan – rekan pengguna KRL Jabodetabek terlebih Jakarta – Bogor pp. Namun, dari pengalaman – pengalaman saya terdahulu terhadap KRL Serpong – Tn. Abang pp memang meresahkan meski jalur KA ini relatif lebih singkat dan jarang dilalui KA sekaliber Jakarta – Bekasi dsb pp.

Tanggal 6 Maret 2010 :
Petak Rel Daops II Bandung Terancam Longsor
Pasca longsoran yang terjadi di petak rel antara stasiun Ciganea dengan stasiun Sukatani Daops II Bandung berusaha untuk melakukan antisipasi kembali terjadinya longsor. ..............

Tim peliput Trihadi Saroso kontributor RCTI.

Sumber = Siaran berita Seputar Indonesia Sore di RCTI pada tanggal 6 Maret 2010.

Tanggal 6 Maret 2010 :
Anggota Fraksi DPR Naik KRL AC Depok Ekspres
Siapa bilang kalau para wakil rakyat dan para pejabat negara lainnya harus merasa ke mana – mana dengan naik mobil mewah? Tidak demikian yang dilakukan oleh Akbar Faisal salah seorang anggota fraksi Hanura. Dimulai dari stasiun Depok Lama sebagai awal keberangkatannya ia pun berbaur dengan masyarakat lainnya untuk menaiki rangkaian KRL AC Depok Ekspres. Ia mengaku merasa nyaman – nyaman saja selama dalam perjalanan menuju ke Jakarta. Mantan anggota HMI / Himpunan Masyarakat Islam ini pun berlanjut menuju ke gedung DPT / MPR untuk melaksanakan rapat paripurna pansus Century sebagaimana yang sedang hangat – hangatnya dilaksanakan pada periode awal tahun ini. Namun, sayangnya tidak diberitahu sang wakil rakyat ini turun di stasiun apa dan dengan kendaraan apa menuju gedung wakil rakyat tersebut.

Tim peliput Kurnia Supriyatna dari SCTV.

Sumber = Siaran berita Liputan 6 Sore di SCTV pada tanggal 6 Maret 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Memang cocok rangkaian KA digunakan oleh segala lapisan masyarakat. Karena KA menjadi kendaraan umum milik rakyat bersama.

Tanggal 8 Maret 2010 :
1. Bunker di Bawah Stasiun KA Tanjung Priok
Berangkat dari napak tilas rekan – rekan IRPS kala itu di tahun 2009 ke stasiun Tanjung Priok, bunker yang diduga oleh salah seorang rekan kita (seingat saya) Sony Gumilang dan beberapa lagi menemukan sebuah bunker yang cukup dalam. Mereka awalnya mengira tersambung ke stasiun Jakarta Kota saat pasukan tentara penjajah Jepang menyembunyikan persenjataan mereka dengan rel KA yang tentu lebar / gauge-nya lebih kecil dari 1067 mm.

Kini, baru jadi sorotan beberapa hari yang lalu sejak berita ini tersiar. Namun, menurut pakar purbakal dari balai pelestarian purbakala serang sudah ditemukan sejak tahun 1928 di mana kala itu stasiun Tanjung Priok yang baru ini akan selesai dibangun. Baginya bunker yang cukup panjang seperti ini cocok utk aset budaya nusantara asalkan toilet hrs dipindah. Dituturkan oleh Walkota Jakarta Utara otong sugiyono kalau

Sumber = Siaran berita Global Siang di Global TV pada tanggal 8 Maret 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Semua tanggapan yang mereka lontar sungguh positif dan membangun. Apalagi yang dilontarkan oleh Olivia Zalianti bahwa generasi muda seperti dirinya itu perlu memperhatikan moda transportasi darat seperti kereta api meski banyak disaingi oleh moda transportasi lainnya baik darat, laut maupun udara.

2. KRL Mogok di Cilebut, Lagi – lagi Mengganggu Gapeka
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Info KRLmania.com : KRL pada mengalami keterlambatan karena jam 16.50 tadi KRL 649 mogok di stasiun Cilebut. KRL tersebut sekarang sudah kembali ke Bogor

Sumber = Dari rekan Solidaritas Jabodetabek Untuk KRL Yang Lebih Baik di situs Facebook.com pada tanggal 8 Maret 2010.

Keterangan = Di situs Facebook.com kabar masuk pada tanggal 9 Maret 2010 pukul. 17.43. Padahal saya sendiri baru membuka situs tersebut tanggal 8 Maret 2010 sekitar jam 8 pagi WIB. Intinya, kemungkinan waktu penaggalan mengikuti GMT / Green Meridien Time.

Tanggapan saya pribadi :
Tidak biasanya pemogokan KRL terjadi di stasiun Cilebut. Yang biasa saya alamin di stasiun Bojong Gede. Itu pun di waktu siang hari yang notabene tidak terlalu dijejali oleh kerumunan penumpang KRL dari berbagai klas, terlebih Klas Ekonomi.

Tanggal 9 Maret 2010 :
1. KA Tegal Arum Anjlok di Indramayu
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Jakarta - Kereta Api Klas Ekonomi Tegal Arum jurusan Jakarta - Tegal, sekitar pukul 22.00 WIB anjlok di KM 175 desa Kongsijaya Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Diduga penyebab anjloknya KA Jurusan Pasar Senen - Tegal ini akibat roda ban dari kereta 3 terlepas dari as. "Ada seperti kembang api dari roda di gerbong 3. Sempat panik khawatir terbakar,"ujar warga sekitar, Warji saat ditemui detikcom di lokasi kejadian.

Akibat kejadian tersebut seluruh perjalanan KA dari Jakarta menuju Cirebon maupun sebaliknya mengalami keterlambatan. Setelah 8 jam lebih jalur baru akan kembali normal. "Normal baru jam 06.30 WIB nanti, karena jalurnya harus bergantian,"kata Kepala Humas Daops I Sugeng Priyono saat dikonfirmasi detikcom. Menurut sugeng, akibat kejadian tersebut, bantalan rel sepanjang 1,3 km di KM 175 desa Kongsijaya mengalami kerusakan sehingga harus diperbaiki secepatnya. "Setiap kereta harus berhenti di Stasiun Jatibarang dan Telaga Sari untuk bergantian,"terang Sugeng.

Seluruh penumpang KA yang anjlok akhirnya diangkut menggunakan KA Brantas jurusan Kediri - Jakarta. KA yang anjlok pun masih dilakukan evakuasi dari bantalan rel oleh pihak PT. KA Daop III Cirebon.

Sumber = Reno NugrahadetikNews edisi Rabu, 10/03/2010 06:49 WIB.

Tanggapan saya pribadi :
Ada yang cukup aneh untuk saya pribadi… Kalau memang berangkat dari Jakarta sekitar jam 3 sore, mengapa baru sampai sekitar Indramayu sekitar jam 10 malem? Kenapa pula Daops I Jakarta ikut dilibatkan? Kalau memang Indramayu sudah benar – benar wilayah Daops III Cirebon, apakah Daops I Jakarta cuma sekedar memberi konfirmasi saja atas pertanggung jawaban keberangkatan KA Tegal Arum dari wilayah Jakarta dalam hal ini wilayah ‘teritorial’ Daops I Jakarta?

2. Pemerintah Ancam Jatuhkan Denda kepada PT. Kereta Api
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Selasa, 9 Maret 2010 | 03:20 WIB Jakarta, Kompas - Pemerintah berencana mendenda PT. Kereta Api jika tidak melaporkan pembukuan penggunaan anggaran kewajiban pelayanan publik atau public service obligation secara terpisah. Pemisahan pencatatan pembukuan public service obligation dinilai sangat penting agar dapat melihat kebutuhan riil pendanaan public service obilgation.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Nugroho Indrio, Senin (8/3) di Jakarta menjelaskan dana public service obligation (PSO) diberikan pemerintah kepada PT. KA untuk membiayai kereta Klas Ekonomi (K3). ”Pasti kami kasih penalti, bentuknya mungkin denda, bila pemisahan pembukuan tak juga dikerjakan,”kata Nugroho.

Di dalam kontrak PSO antara pemerintah dan PT. KA kata Nugroho tegas disebutkan pemisahan pembukuan bagi PSO. Tahun ini PT. KA mendapat alokasi dana PSO Rp 535 miliar,00 setara dengan dana PSO 2009. Vice President Corporate Communication PT KA Adi Suryatmini menegaskan PT. KA pasti melakukan pemisahan pembukuan PSO. ”Kami pasti memisahkan pembukuan. Sudah bertahun - tahun menjalankan PSO, jadi sudah terbiasa,”ujar Adi. Adi menambahkan, alokasi dana PSO tahun 2010 sebesar Rp 535 miliar,00 tersebut masih fleksibel. ”Tidak kaku. Jadi, bisa saja ditambah lagi. PT. Kereta Api sebenarnya mengharapkan alokasi dana PSO sebesar Rp 670 miliar,00,”kata dia.

Segera cairkan
Pemerintah lanjut Adi diharapkan segera mencairkan dana PSO setidaknya sebelum laporan triwulan I-2010 diberikan. ”Selama ini, kami harus menalangi dana PSO karena baru dikucurkan dananya pada semester II,”ujar dia. Menurut Adi, jika pemerintah tak mampu mencairkan seluruh dana PSO, PT. KA menginginkan pencairannya dilakukan tiap triwulan setelah dilangsungkan verifikasi. ”Dicicil saja dahulu,” saran Adi.

Di dalam kontrak PSO, telah dibuat bab mengenai ”Cara Pembayaran”. Dari ketentuan itu, ditegaskan, pembayaran PSO dilaksanakan dalam 4 termin. Namun, dalam mengajukan permohonan atau tagihan pembayaran, PT. Kereta Api harus terlebih dahulu melampirkan laporan per 3 bulanannya (triwulan) penyelenggaraan PSO yang telah diverifikasi.

Pencairan dana PSO, kata Adi, sangat mendesak karena dibutuhkan untuk memelihara lokomotif dan sarana, seperti kereta penumpang. ”Pembelian kampas rem, roda kereta, bahan bakar solar, oli, komponen pengganti lainnya juga membutuhkan dana PSO,” tutur Adi. (RYO)

Sumber = Situs http://cetak.kompas.com/ di :
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/09/03201498/pemerintah.ancam..jatuhkan.denda.kepada.pt.kereta.api edisi tanggal 13 Maret 2010.

Tanggal 11 Maret 2010 :
Danone Angkut Aqua dengan Kereta Api
Langsung dari tulisan ybs : Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Sukabumi, Kompas - Perusahaan multi nasional Danone yang memproduksi air minum kemasan dengan merek Aqua menyepakati pengangkutan produk mereka dengan kereta dari Sukabumi ke Jakarta. Langkah ini diharapkan mengurangi beban jalan agar tak cepat rusak juga meminimalisasi kemacetan. Bagi Danone, pengangkutan dengan kereta merupakan salah satu komitmen menjaga lingkungan dan mengurangi emisi. Di Eropa, sebagian produk Danone juga diangkut kereta. Sementara bagi PT. Kereta Api, pengangkutan barang menambah pendapatan untuk pembelian sarana, utamanya kereta penumpang.

Berdasarkan info postingan dari rekan Gimson Ahmen di milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 11 Maret 2010 :
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono (kedua dari kanan), Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan (kiri), dan direksi PT Kereta Api, Rabu (10/3), meninjau lintas rel Bogor-Sukabumi. Rel-rel itu sudah digunakan sejak zaman Belanda sehingga harus diganti dengan rel baru. Hal itu dilakukan untuk menunjang rencana pemerintah memanfaatkan lintas rel Sukabumi – Jakarta untuk pengangkutan barang.

Salah satu hambatan pengangkutan dengan kereta adalah usangnya pra sarana rel. Rel di jalur Sukabumi - Jakarta masih jenis R33 buatan Belanda. Kapasitas angkut pun terbatas karena tak dapat dilalui lokomotif baru. ”Pengangkutan Aqua dengan kereta harus dimulai semester kedua tahun 2010. Tak usah menunggu seluruh pra sarana selesai dibenahi, tapi harus dimulai,” kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Rabu (10/3) di Sukabumi, Jawa Barat.

Supaya pengangkutan barang optimal harus diganti sekitar 26 km rel dengan biaya Rp 15-20 miliar,00 per kilometer. Artinya dibutuhkan Rp 520 miliar,00 untuk mengganti rel - rel itu. Ditambah Rp 10 miliar,00 untuk memperbesar emplasemen. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan menjanjikan penggantian rel pada tahun anggaran 2011. ”Pada tahun ini, 3 jembatan di ruas ini kami perbaiki,”ujarnya.

Beban jalan
Mochammad Bimo, Customer Service and Logistic Director PT. Tirta Investama menyatakan ingin segera mengirim Aqua dengan kereta. ”Kami yakin dengan kereta lebih efisien sebab per hari ada 400 rit truk dari pabrik kami di Mekarsari, Sukabumi,”katanya. Jumlah 400 truk per hari setara dengan keberangkatan satu truk tiap 4 menit. Direktur Komersial PT Kereta Api Sulistyo Wimbo Hardjito menyatakan mampu menyiapkan tak kurang 7 rangkaian kereta per hari untuk mengangkut Aqua. Tiap rangkaian terdiri dari 20 gerbong barang.

Persoalannya, karena rel KA di lintas Bogor - Sukabumi sangat tua, dilakukan 2x penarikan gerbong. Pertama, antara stasiun Cicurug - Batu Tulis dengan lokomotif tipe BB dan dari Batu Tulis ke Jakarta dengan lokomotif tipe CC. Dengan bermunculannya kawasan - kawasan industri berikat di Sukabumi, kata Wakil Menteri Perhubungan, dalam rencana jangka panjang juga akan dipikirkan pendirian terminal khusus kontainer. ”Kita akan lihat permintaannya bagaimana? Apakah benar para pelaku usaha di Sukabumi menginginkan pengangkutan dengan kereta api? Dihitung juga total potensi dari angkutan barang di sini, baru kemudian diputuskan akan dibangun seperti apa,”kata Bambang.

Tak jauh dari pabrik Danone - Aqua sebenarnya ada juga pabrik Kratingdaeng dan Pocari Sweat. Belum lagi beberapa pabrik berikat sehingga ruas Sukabumi-Ciawi sering kali dilanda kemacetan yang luar biasa. (RYO)

Sumber = Situs http://cetak.kompas.com/ pada :
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/11/0306236/danone.angkut.aqua.dengan.kereta.api edisi tanggal 11 Maret 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Ssejauh ini tiada laporan terjadinya kerusakkan pada infrastruktur perkereta apian. Namun, dari kerusakkan yang terlihat pada beberapa kota di negara kecil di puloau Formosa ini tampaknya akan ada kerusakkan yang cukup besar. Mungkin seperti rangkaian KA Shinkansen di Jepang, rangkaian KA super cepat antara ibukota Taipei dengan kota Kaohsiung dapat kemungkinan anti gempa Bumi.

Sedikit Kilasan Out Of Topic / OOT atau diluar topik :
OOT itu berita yang saya rangkum di luar peristiwa perekereta apian namun masih menjadi tanda tanya bagi saya pribadi. Mungkin saja ada kaitannya meski sedikit atau pun banyak keterkaitannya dengan kereta api dalam peristiwa tertentu.

Tanggal 4 Maret 2010 :
Gempa Bumi Taiwan 6,4 SR
Dilaporkan telah terjadi gempa Bumi dengan kekuatan 6,4 SR melanda pulau Formosa yang tiada lain didiami negara Taiwan pada sekitar jam 8 lewat 18 pagi waktu lokal setempat. Dalam kejadian tersebut setidaknya belasan orang terluka khususnya di ibukota Taipei. Kebakaran melanda beberapa pusat perbelanjaan, rumah sakit dan perkantoran. Keretakkan terjadi di mana – mana hingga menghancurkan beberapa bangunan. Meski jarak lokasi gempa Bumi hanya 250 km dari ibukota Taipei, namun yang lebih parah dirasakan oleh warga kota Taitung yang jarak pusat gempa Bumi hanya sekitar 40 km.

Sejauh ini tiada laporan mengenai korban jiwa yang menimpa warga negara Indonesia yang dominan bekerja sebagai TKI atau Tenaga Kerja Indonesia. Beberapa infrastruktur seperti perkereta apian juga tiada laporannya sama sekali.

Sumber = Siaran berita Kabar Petang di TV One pada tanggal 4 Maret 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Ssejauh ini tiada laporan terjadinya kerusakkan pada infrastruktur perkereta apian. Namun, dari kerusakkan yang terlihat pada beberapa kota di negara kecil di puloau Formosa ini tampaknya akan ada kerusakkan yang cukup besar. Rangkaian KA super cepat antara ibukota Taipei dengan kota Kaohsiung apakah kemungkinan anti gempa Bumi yah?

Tanggal 5 Maret 2010 :
Demo Rusuh Mahasiswa Dekat Stasiun Cikini
Sejak usai menjalani salat Maghrib sejumlah mahasiswa yang mengatas namakan peduli HMI atau Himpunan Mahasiswa Islam di Makassar melakukan gerakan melawan anarkisme Kepolisian. Saat kejadian di tanggal 3 Maret silam dialporkan sejumlah mahasiswa HMI di tengah malam jelang pagi kala itu sejumlah Densus 88 memporak – porandakan kantor HMI pusat wilayah Makassar. Aksi kebrutalan yang diakui oleh sekelompok mahasiswa HMI ini tidak diterima begitu saja.

Tidak cukup di Makassar, ternyata sejumlah mahasiswa HMI di Jakarta pun melakukan gelar aksi unjuk rasa yang bebuah kerusuhan kecil di Jl. Cikini Raya yang berlokasi tidak jauh dari stasiiun Cikini. Sampai berita ini diturunkan pada malam hari aksi kerusuhan masih terjadi di Makassar sejak tanggal 3 tang lalu. Tidak dilaporkan apakah mengganggu para calon penumpang KA khususnya yang hendak naik KA dari stasiun Gambir atau tidaknya. Yang jelas, kejadian sekitar jam 8-an malam ini dapat terbilang sudah minim para calon penumpang komuter Jaboidetabek yang notabene pengguna rangkaian KRL Ekonomi dan Ekonomi AC tujuan Depok, Bojong Gede dan Depok sebagai tujuan akhir mereka.

Dalam aksinya, massa yang cenderung terdiri dari para mahasiswa menutup akses jalan raya Jl. Cikini Raya dengan melakukan aksi pelemparan batu dan pembakaran ban kepada para aparat keamanan yang berjaga. Dalam situasi seperti ini kita tidak berhak mengecam keras di 1 pihak saja melainkan semua pihak yang terlibat dalam aksi anarkisme yang ebrujung terhadap pengrusakkan fasilitas umum bagi warga masyarakat sekitar lokasi kejadian.

Sumber = Siaran berita Breaking News di TV One pada tanggal 5 Maret 2010 yang berlangsung antara pukul. 20.00 WIB – 21.00 WIB.

Tanggapan saya pribadi :
Selagi dunia ini masih panggung sandiwara, sulit bagi kita mengecam 1 pihak yang sekiranya menjadi dalang kerusuhan karena kita bukanlah saksi mata yang menyaksikan secara langsung tindakan negatif yang dilakukan seseorang yang berdampak menjadi kerusuhan luar biasa. Jangan sampai diri kita sendiri di pihak yang batil, yang sok tahu dengan merasa 1 pihak yang betul dan lain sebagainya.

Tanggal 6 Maret 2010 :
Pelawak Tukul dan Rombongan Naik Jaladara
Tak disangkal kecintaan seseorang terhadap budaya tanah air dan peninggalan masa lampau tertanam juga kepada insan yang pandai menggelak tawa dan canda jutaan penggemarnya setanah air ini. Berangkat dari Srimulat, sosok Reynaldi sebagai nama asli dari pelawak Tukul Arwana ini semakin menjulang kesuksesan dalam solo karirnya merebut gelak tawa pemirsa dari sebuah stasiun TV. Tidak hanya demi menebar sensasi, sang Tukul menjelajahi beberapa sudut wilayah di keraton Surakarta ini sekalian mempromosikan kebudayaan tanah air kita khususnya budaya Solo kepada khalayak umum bahwa budaya Jawa khususnya Solo tidak hanya dicap sebagai budaya yang dikenal dengan kerajinan batiknya saja. Beberapa peninggalan zaman Belanda dan tradisi dalam menyuguhkan suatu permainan dan sajian kuliner juga dinikmatinya bersama rekan – rekan 1 rombongannya.

Berawal dari menikmati wisata rangkaian KA Jaladara di mana lok uap C 1210 selalu siap menarik 2 kereta wisata Tukul didampingin oleh sosok Puteri Solo 2009 yang nan cantik itu. Sang Puteri Solo juga mengenalkan kepada rombongan kalau lok yang menarik keretanya itu asli buatan Belanda dan minuman jamu yang disuguhkan di dalam kereta yang mereka naiki itu asli ramuan Solo dan lain sebagainya. Bukan Tukul namanya kalau tidak dibales dengan candaan dan segala rayuan terhadap para perempuan cantik seperti Vega dan Desvina. Tidak terkecuali pula sang Puteri Solo 2009 tersebut.

Selepas itu, rombongan menuju ke rumah Walikota Solo yang bernama Joko Widodo. Letaknya tidak begitu jauh dari rel KA di mana KA Jaladara bersinggah. Sang Walikota yang menurut saya pribadi mirip sekali dengan Presiden USA Barack Obama ini menerima rombongan dengan penuh keramah – tamahan. Pak Walikota Joko Widodo pun juga memperkenalkan sejumlah ciri khas dari bangunan interior semasa kejayaan Belanda tempoe doeloe yang masih belum ada perubahan sama sekali. Tentu saja Tukul dan yang lainnya dibuatnya takjub. Dengan sedikit dibumbuhi canda, sang pelawak Tukul Arwana ngeguyon kalau sebaiknya sang Walikota jangan dikasih amplop alias salam tempel sebagaimana tradisi kita sebagai ucapan terima kasih dengan sejumlah uang yang di dalam amplop tersebut siap diberikan kepada seseorang atau banyak orang yang melayani kita. Menyadari yang di hadapannya itu pelawak, sang Walikota pun tersenyum geli.

Lokasi selanjutnya rombongan juga mengunjungi batik Koeman yang juga tidak jauh dari jangkauan petak rel KA yang dilalui KA Jaladara. Di situ Tukul juga mempromosikan hasil kerajinan batik dengan didampingin oleh pemilik toko batik tersebut. Berikut seterusnya mengunjungi beberapa obyek permainan seperti billiard dan permainan warga masyarakat di perkampungan setempat yang diakui sebagai tradisi peninggalan zaman Portugis.

Sumber = Tayangan Mister Tukul di Trans 7 pada tanggal 6 Maret 2009 jam 7 malam WIB.

Tanggapan saya pribadi :
Cobaan masih saja terus datang bertubi – tubi. Tidak puas melanda Daops II Bandung, kali ini di wilayah Daops II Cirebon. Untungnya masih tersisa jalur Cirebon – Prupuk – Tegal dan sebaliknya sebagai jalur alternatif meski terkena resiko terlambat beberapa jam dari jadwal semula..

Tanggal 8 Maret 2010 :
1. Demo Mahasiswa Fakultas Ekonomi UI di Luar Stasiun UI
Sejumlah mahasiswa/i melakukan aksi demo untuk menghadang kedatangan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait kasus Pansus Century yang tidak kunjung menemukan titik temu di luar stasiun Universitas Indonesia. Aksi yang dilakukan di pelataran kampusnya sendiri itu dihadang oleh sejumlah aparat keamanan. Namun, tiada pemberitaan terganggungnya jadwal perjalanan KRL mengingat lokasinya tidak jauh dari stasiun UI. Aksi serupa pernah dilakukan pada tanggal 19 Desember 2008 kala itu menolak pengesahan PHB (Sumber = Siaran berita Jakarta Petang di Jak TV tanggal 19 Desember 2008).

Sumber : (Beberapa siaran berita di TV – TV swasta)
- Siaran berita Seputar Indonesia Siang di RCTI pada tanggal 8 Maret 2010.
- Siaran berita Lintas Siang di TPI pada tanggal 8 Maret 2010.
- Siaran berita Fokus Siang di Indosiar pada tanggal 8 Maret 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Mahasiswa/i seharusnya melakukan aktifitas mencari ilmu minimal di perpustakaan. Mereka tidak selayaknya melakukan aksi demonstrasi yang tiada gunanya melainkan hanya mengundang anarkis dan merusak fasilitas umum. Tentu saja meresahkan semua rakyat yang mengatas namakan peduli rakyat. Namun, rakyat sekitar minimal para pemakain jalan raya disengsarain karena sulit mencari nafkah bagi mereka yang biasa berprofesi kecil – kecilan seperti tukang becak, tukang ojek, pengendara angkot dan masih banyak lagi.

2. Demo Front Transportasi Demo di Stasiun Gambir dan BUMN
Merasa suara mereka tidak didengar atas ketidak adilan dalam memberi jatah parkir terhadap jasa transportasi angkutan umum, Front Transportasi kembali melakukan demonstrasi di pekarangan stasiun Gambir. Sejumlah sopir taksi non Blue Bird dan Putera dan bajaj tampak menggelar bentangan kain disertai spanduk tuntutan pertanggung jawaban PT. KA Daops I Jakarta atas pilih kasih terhadap sejumlah sopir taksi.

Diakui oleh sejumlah calon penumpang KA di stasiun Gambir aksi mereka itu mengganggu aktifitas mereka yang hendak menuju ke stasiun Gambir dan yang baru saja keluar dari stasiun Gambir. Merasa suara mereka tidak didengar, mereka pun melanjutkan aksi deminstrasi ke kantor BUMN. Namun, akibat aksi mereka di depan kantor BUMN, ruas jalan raya di Jl. Medan Merdeka Selatan mengalami kemacetan yang luar biasa sepanjang 3 km akibat ruas jalan penghubung antara kawasan Tugu Tani dengan Tanah Abang tersebut diblokir mereka.

Tim peliput dari Jak TV Bayutan dan Olie Esther.

Sumber = Siaran berita Jakarta Petang di Jak TV pada tanggal 8 Maret 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Serba salah… karena apabila diberi kesempatan mencari lahan calon penumpang di area stasiun Gambir, maka lahan parkir khusus taksi saja dapat membeludak melebihi kapasitas dari sekumpulan taksi Blue Bird yang kini ada. Tetapi, tidak diberi lahan untuk mencari nafkah di stasiun Gambir, maka mereka dari para sopir taksi non Blue Bird dan Putera akan mengeluh kesulitan ‘mencari makan buat anak istri’.

3. Bentrokan Suporter Sepak Bola di Polandia
Mewarnai bayang – bayang kebrutralan para suporter sepak bola tidak hanya dialami warga negara Indonesia. Aksi serupa tidak kalah brutalnya dialami para suporter sepak bola di negara Polandia. Tidak terima dengan ejekan antar suporter sepak bola dari tim lawan, mereka melakukan aksi anarkisme dengan melemparkan segala macam benda kepada suporter lawan mereka. Cuaca kala itu diselimuti salju yang cukup tebal. Aksi anarkisme ini terjadi di kota Looz.

Tidak cukup itu saja, ruas jalan dan petak rel KA juga dijadikan ajang keributan antar suporter sepak bola di mana tampak sebuah trem yang sedang melintas sempat terusik oleh ulah mereka. Peristiwa di malam hari waktu setempat itu sempat mengganggu petak rel KA nampaknya untuk rute perjalanan komuter kota setempat. Tidak dilaporkan apakah mengganggu perjalanan KA setempat apalagi petak rel tersebut juga dilalui oleh rangkaian kereta listrik.

Sumber = Siaran berita Kabar Pagi di TV One pada tanggal 8 Maret 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Nampaknya fanatisme terhadap sepak bola memang tidak dilihat dari suku, ras, budaya dan status sosial saja. Terbukti dari negara sekaliber Polandia saja dapat memicu ketegangan antar suporter sepak bola yang disebabkan oleh ejekan saja. Sarana dan pra sarana publik pun juga menjadi target utama benda – benda yang tidak berdaya untuk dihindari.

Tanggal 11 Maret 2010 :
1. Demo Pegawai PT. KA Nuntut Perpajakan di Hotel Nikko, Jakarta
Dalam sesi acara perbincangan dengan kakak kandung dan teman lama pelaku teroris yang dihargai US $ 10 juta oleh Amerika Serikat itu, secara tiba – tiba hotel Nikko di mana sesi perbincangan berlangsung didatangi sejumlah pegawai dari PT. KA. Mereka datang lengkap terdiri dari masinis, juru penilik rel dengan lampu lenteranya, PPKA / Petugas Pemberangkatan Kereta Api lengkap dengan tongkat emblem Semboyan 41-nya dan lain sebagainya. Adapun tujuan mereka agar Departemen Perhubungan menghapus perpajakan khusus angkutan barang menggunakan kereta api. Selama ini mereka merasa terpojokkan oleh banyaknya jasa angkutan truk yang tidak sama sekali dikenakan pajak. Perwakilan dari mereka mengatakan bahwa dalam Undang – Undang Perpajakkan angkutan rel tidak sama sekali dikenakan pajak.

Sumber = Tayangan Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One pada tanggal 11 Maret 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Suatu kebiadaban yang luar biasa mengingat pelakunya terdiri dari belasan orang. Apa mungkin karena angka jumlahnya 13? Identikkah dengan kesialan bagi para pelaku? Saya pribadi menginginkan dihukum dengan timpukan batu atau kalau perlu dengan kotoran kerbau dan sebangsanya..

2. Antisipasi Gerak – Gerik Teroris, Daops VIII Surabaya Razia Para Penumpang KA Gayabaru Malam Selatan
Pasca kematian gembong teroris yang didalangi oleh Dulmatin kemarin lusa (9 Maret), sejumlah aparat dari Kepolisian terus menyisir setiap jengkal fasilitas umum terlebih di stasiun Wonokromo dan stasiun Surabaya Gubeng. Adapun rangkaian KA yang dirazia tiada lain KA Gayabaru Malam Selatan rute perjalanan Surabaya – Jakarta. Dalam razia tersebut, tidak ditemukan sama sekali benda – benda yang mencurigakan. Razia ini berguna untuk mempersempit ruang gerak dari para teroris yang bisa saja melanglang buana ke pulau Jawa dan Sumatera. Kapolres Surabaya Timur AKBP Samudia mengatakan bahwa Surabaya dapat saja dijadikan sebagai akses penghubung ke dan dari Jawa Timur. Tidak menutup kemungkinan keluar dari pulau Jawa atau pun sebaliknya.

Tidak cukup di kedua stasiun tersebut, Kepolisian juga merazia sejumlah area seperti akses masuk bandara Soekarno – Hatta di Tangerang, Banten, perbatasan antara propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dengan propinsi Sumatera Utara di propinsi Smuantera Utara dan di beberapa ruas jalan di pulau Sumatera.

Sumber = Siaran berita Headline News di Metro TV pada tanggal 11 Maret 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Keberhasilan tim Densus 88 dari Kepolisian RI patut diacungi jempol. Namun, menyinggung tindakan para oknum aparat yang seringkali terdengar kasus naik rangkaian KA penumpang Klas Eksekutif tanpa membayar atau pun hanya membayar sebagian kecil saja dari tarif yang berlaku masih saja sulit diberantas. Kalau saja Kepolisian masih punya nyali melebihi antisipasi gerak – gerik gembong teroris, saya rasa tiada lagi pemberitaan oknum aparat yang menaiki rangkaian KA Klas Eksekutif semau mereka.

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,
Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar