Rabu, 21 Oktober 2009

Catatan Bulanan Bulan September 2009 Akhir

Catatan Bulanan
Akhir Bulan September 2009
Dikumpulkan oleh = Saya Sendiri  Dana

Bukan untuk mendramatisir, namun saya hanya menyarankan agar sebelum membacanya anak – anak perlu didampingin oleh orang tua atau pun wali karena berikut ini peristiwa – peristiwa yang terjadi selama kurun waktu awal bulan ini ada suatu peristiwa yang tidak kita inginkan, yaitu berita kecelakaan pastinya.

Sedikit permintaan ma’af saya...

Mohon ma’af apabila selama saya memposting agenda bulanan di sepanjang awal bulan Febuari 2009 kemarin hingga pertengahan bulan Mei 2009 ini ada beberapa foto yang tidak bahkan kurang berkenan, seperti foto – foto pastinya dari tayangan TV dan lain sebagainya. Ini semata karena saya ingin memberi info tidak hanya sekedar ketikan berita semata tetapi juga diperlihatkan gambar atau visualisasinya juga. Mulai bulan ini dan seterusnya, saya selalu lebih hati – hati dalam memposting berita. Mungkin apabila yang ditampilin itu foto – foto kiriman dari teman – teman sekalian atau pun juga hasil buruan saya sendiri, maka sudah layak tayang.

Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Ada keluhan, ada kemajuan, ada pula bencana yang datang silih – berganti. Tidak habis – habisnya di musim kemarau yang panjang yang melanda negeri kita ini berbuah kejadian yang luar biasa. Diakhir pada bulan ini kita dikejutkan dengan terjadinya gempa Bumi yang sangat besar dari sudut pandang logika umat manusia. Tentu dengan berpasrah kepada-Nya kita terus memanjatkan diri-Nya dengan terus beribadah.

Peristiwa luar biasa / PL dan termasuk yang Hebat / PLH terjadi belakangan ini di negeri kita. Terjadi pula yang melanda di negara lain. Namun, kemajuan yang membuahkan hasil di sebuah kota di negeri kita tentu menjadi motivasi ke depan agar PT. KA harus terus bangkit dengan memberi sumbangsih kepada rakyat.

Jadi, untuk selengkapnya silahkan disimak seperti yang telah saya ketik seperti di bawah berikut ini…

Tanggal 21 September 2009 :
Gara – gara Meja Kontrol Bermasalah
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku, tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Ceritanya tadi pagi setelah mengantar Ibunda tercinta untuk pergi ke Blitar dengan famili (tdk naik KA) terus saya melenggang menuju Boharan, niatnya mau Halal - bihalal ama KS & PPKA-nya, pas masuk di PJL terlihat emplasemen penuh ...lah ada apa gerangan ?? Di spoor 1 ada KA 34, Spoor 2 ada KA 7074 Surokerto ... dapat info ternyata Meja Kontrol Set Wonokromo (WO) terbakar beberapa sirkuitnya, walhasil pengoperasian persinyalan & wesel dilakukan manual.. KA - KA tersebut terpaksa ngantri masuk SBY, KA 978 KRD KTS ditahan 1 jam, KA 34 ditahan 29 menit, KA 7074 ditahan 1 jam, KA 38 ditahan 25 Menit ... berita lainnya KA 87 Sancaka baru lepas Boharan jam 10 karena genset BPnya trouble jadi KA 5 Argo Wilis melenggang lebih dulu ...Wahh lebaran yang kacau.

Saya lampirkan poto salah satu saja saat KA 38 & KA 7074 tertahan dan KA 5 berjalan langsung.

Salam sepur,
Edja N N

Sumber = Kesaksian rekan Edja NN yang posting ke milis keretapi@yahoogroups.com tgl 21 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Gara – gara tikus di PT. KA-kah? Atau semata kurangnya perawatan yang disangkal menjadi penyebabnya? Kita tidak tahu. Apalagi persoalan gerbong / kereta BP / Pembangkit yang lagi – lagi bermasalah. Berbahaya sekali kedua peristiwa ini apabila tidak diambil tindakan secepat mungkin.

Tanggal 23 September 2009 :
KA Ketel Anjlok di Stasiun Lawang di Malang, Jawa Timur

Dilaporkan 7 gerbong dari sebuah rangkaian KA ketel yang ditarik oleh lokomotif CC 201 09 mengalami peristiwa anjlok di kota Malang, Jawa Timur. Saat kejadian gerbong yang anjlok meluncur ke rel buntu / badug. Lokomotif yang naas pun sempat menyeruduk sebuah kios. Dalam kejadian ini menyebabkan 1 orang penumpang gelap tewas.

Langsung dari ketikan rekan Bisma Yoga :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

DH,

Kejadian pada pukul. 13:05 WIB. KA Ketel dari arah Malang gagal berhenti di St Lawang. Rangkaian menuju sepur badug dan loko masuk ke ruko sebelum akhirnya berhenti. Tidak ada korban jiwa, namun lintas utama tertutup dan wesel patah. Seluruh KA yg akan melintas (Malang Ekspres, Penataran, dan Tawang Alun), batal. Ini bukanlah kejadian pertama di St lawang dan berkaca dari kejadian tersebut, hendaklah peran juru rem ditinjau kembali dan menggunakan rem otomatis seperti layaknya kereta penumpang. Memang banyak kendala di lapangan, namun apa perlu menunggu kejadian seperti ini kembali terjadi di masa selanjutnya?

Regards,
Bisma

Sumber :
- Tulisan berjalan di Metro TV dan TV One pada siang hari tanggal 23 September 2009.
- Rekan Bisma Yoga yang posting ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 23 September 2009.

Kabar kelanjutannya :
Langsung dari ketikan rekan Willy Aprilianto :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Bagian 1 :
RE: [keretapi] gambar PLH ketel Lawang
Thursday, September 24, 2009 10:38:17 AM
From: Willy Aprillianto willy@angkasa2000.co.id Add to Contacts

To: keretapi@yahoogroups.com

CMIIW ... Mas Jim sepertinya missed-information,

Sampai siang ini (24/9) loko CC 201 09 belum bisa diangkat dari lokasi... Crane Kirow dari SOLO baru masuk LW sekitar jam 01:00 tadi pagi. Tadi pagi rangkaian ketel kosong KA 3514 dari ML ke BG sekitar jam ½ 9 sempat anjlok 1 KKW (no. 5) di lokasi, 1 jam kemudian sudah beres dan lanjut perjalanan.

Kirow belum bekerja karena lintas masih ramai....

Salam,
Willy Ar.

Sumber = Postingan rekan Willy Aprilianto ke milis keretapi@yahoogroups.com tanggal 24 September 2009.

Bagian 2 :
RE: [keretapi] Rem angin di ka ketel ........ kerugian
Thursday, September 24, 2009 2:30:14 PM
From: Willy Aprillianto willy@angkasa2000.co.id Add to Contacts
To: keretapi@yahoogroups.com

Menjelang tengah malam kemarin, tim KNKT / Komite Nasional Keselamatan Transportasi sudah hadir di stasiun Lawang. 11 gerbong KKW yg utuh sudah digandeng dengan loko CC 201, stabling di sepur 3 untuk dilakukan pemeriksaan rinci sistim pengereman satu per satu dalam rangka penyidikan penyebab kecelakaan.

Salam,
Willy Ar.

Tanggapan saya pribadi :
Sering banget yah di kota Malang jadi lahan anjlokan KA ketel? Beberapa waktu yang lalu saat mengalami anjlokan dan dialihin ke rel badug / buntu justru dijarah warga sekitar saat si ketel sudah menabrak sebuah benda dan menumpahkan seisi minyak Pertamina-nya. Yang tampak lebih berbahaya ketika melihat foto kiriman rekan Bisma Yoga di mana si loko berada di posisi tidak jauh dari gardu PLN bertegangan listrik tinggi pastinya. Apa jadinya yah apabila beneran nabrak si gardu?

Tanggal 24 September 2009 :
Lokomotif Pilar Penting, Perlu Diremajakan

Kamis, 24 September 2009 03:10 WIB

Jakarta, Kompas - Melihat kegiatan arus mudik, tampak bahwa kereta api masih merupakan moda transportasi yang paling populer. Untuk meningkatkan pelayanan, PT. KA perlu meremajakan lokomotif yang merupakan pilar penting dari transportasi kereta api. Apalagi mayoritas lokomotif yang beroperasi di pulau Jawa sudah berumur 40 tahun. Pada saat ini, seluruh lokomotif diesel listrik yang beroperasi di pulau Jawa buatan General Electric, Amerika Serikat. Adapun buatan General Motors ElectroMotive, AS, yang merupakan pesaing General Electric, beroperasi di pulau Sumatera khususnya di pertambangan batu bara.

Namun, kali ini, ElectroMotive juga ingin bersaing dengan General Electric dalam menjual lokomotif di pulau Jawa. Matthew Dunwoodie dari ElectroMotive, pekan lalu, mengatakan, ”Kami mempunyai loko yang cocok untuk menarik gerbong penumpang di Jawa, yakni GT38AC (CC205). Selain tenaganya kuat hingga bisa menarik lebih banyak gerbong, GT38AC juga hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.”

Minimal dua produsen
Sementara itu, Djoko Setijowarno, Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengatakan, idealnya PT. Kereta Api memesan lokomotif minimal dari dua produsen. ”Dengan demikian, ada kompetisi. Dan, kompetisi selalu menguntungkan konsumen, yang ditandai peningkatan pelayanan,” katanya. Ia menambahkan, ”Ketika ada produsen lain, maka mau tidak mau General Electric akan memperkuat posisinya. Jadi, mungkin tak terdengar lagi kesulitan dari masinis untuk menjalankan lokomotif karena kurangnya pelatihan,” kata Djoko. (JL/RYO)

Sumber = Situs Kompas.com di :

Tanggapan saya pribadi :
Berita bagus tentunya. Apalagi kalau saja lokomotif – lokomotif tersebut diberikan kepada Daops IX Jember dan Divre I Sumatera Utara yang hanya memiliki lok – lok Diesel Hidrolik hingga sekarang ini. Semoga saja enggak sekedar wacana saja.

Tanggal 25 September 2009 :
1. Kanvas Rem KA Gayabaru Malam Selatan Terbakar di Stasiun Purwokerto

Sebuah rangkaian KA Klas Ekonomi Gayabaru Malam Selatan rute perjalanan Jakarta Kota – Surabaya Gubeng mengalami masalah kecil yang langsung dapat diatasi, yaitu terbakarnya bagian kanvas rem pada salah satu dari kereta / gerbongnya. Dari kejadian ini sempat menimbulkan kepanikan para penumpang baik yang berada di dalam rangkaian KA maupun yang hendak menaiki rangkaian KA tersebut. Namun, pihak staf stasiun Purowokerto di mana rangkaian KA tersebut singgah langsung mengambil tindakan dengan menyemprotkan gas ke bagian yang terbakar.

Tidak dilaporkan apakah kejadian pada malam tersebut sempat menghambat perjalanan KA lainnya atau pun rangkaian KA Gayabaru Malam Selatan itu sendiri. Yang jelas dari kejadian tersebut tiada yang mengalami korban jiwa apalagi tiada satu pun gerbong / kereta yang terbakar.

Sumber = Siaran berita Seputar Indonesia Pagi di RCTI pada tanggal 26 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Ada apa sih dengan beberapa rangkaian KA penumpang kita sebenarnya? Terutama pada bagain kanvas remnya.... Baru saja laporan dari rekan kita Hanafi kalau rangkaian KA Gajayana Lebaran sempat mengalami masalah pada remnya juga. Kali ini giliran rangkaian KA Gayabaru Malam Selatan sempat terbakar pula.

2. Tabrakan KA Barang (Satu Masinis Tewas)
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Barusan headline di TV, 2 KA barang bertabrakan frontal. 1 KA penumpang selamat karena masinis buru - buru mengerem KA sehingga tidak menabrak KA barang yang anjlok. Salah satu loko yang terlibat tabrakan adalah class 66. PLH terjadi di Barendrecht tidak jauh dari Rotterdam (bagian selatan). Satu masinis tewas dan lainya luka berat diduga masinis mengabaikan (atau tidak melihat) sinyal merah. Di wilayah ini ada sistem pengaman di mana kalau masinis mengabaikan lampu merah maka KA akan otomoatis mengerem. Tapi kali ini mungkin sistem pengaman yang disebut dengan ATB (automatische Trein Beinvloeding) sedang rusak. Nah... kalau ini yang terjadi, maka pengelola jalan rel di NL (Prorail) siap - siap menerima gugatan ganti rugi yang lumayan besar.

ATB sudah lama diterapkan di Belanda, tetapi direncananya sistem ini akan diganti dengan standard Eropa yang dinamakan ERTMS. ERTMS bekerja salah satu inputnya dengan GPS hingga kemungkinan terjadi tabrakan semakin minim.

Wassalam,
Widoyoko

Sumber = Postingan dari rekan Widyoko ke milis keretapi@yahoogroups.com tanggal 25 September 2009.

Tanggal 25 September 2009 :
Naik Kereta Uap Keliling Kota

http://www.kompas. com/readkotatua/ xml/2009/ 09/25/10145827/ Naik.Kereta. Uap.Keliling. Kota
Jumat, 25 September 2009 10:14 WIB
SORE menjelang petang, Jumat pekan lalu, sekali lagi warga di kota Solo dibikin terpana. Khususnya warga yang sedang melintas di sepanjang Jl. Slamet Riyadi. Itu terjadi ketika loko uap yang menarik kereta wisata kembali mencoba jalur dari stasiun Purwosari - stasiun Solo Kota di Sangkrah melintas di tengah kota. Suara peluit dari loko uap itu juga seperti mengundang warga untuk menyambut kereta wisata. Sontak jalanan pun jadi macet. Kendaraan roda empat, motor, juga pejalan kaki, segera saja berjalan perlahan sekadar mengagumi bahkan ada yang segera merogoh kantong mereka mencari ponsel untuk kemudian mengabadikan atau membuat fim pendek.

Perjalanan kereta uap untuk wisata yang memang sudah sejak sekitar 2 tahun lalu direncanakan oleh Wali Kota Solo Joko Widodo, akhirnya terwujud. Acara soft launch pekan lalu itu menandai beroperasinya 2 gerbong kereta wisata menggunakan lokomotif uap C 1218. Lokomotif yang dipinjam dari museum Ambarawa ini bikinan Maschinenbau Chemnitz (Richard Hartmann) Jerman tahun 1896. Pada plat yang menempel di lokomotif tertulis Hohenzollern A.G fur Lokomotiv BAU Dusseldorf tahun 1927, ini tampaknya tak sesuai dengan klasifikasi dan tahun pembuatan lokomotif yang sebenarnya. Beberapa peminat kereta api tua yang bergabung dalam komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) menyebutkan, berdasarkan buku JJG Oegema, De Stroomtractie op Java en Sumatra, tipe dan tahun pembuatan lok C12 berasal dari seri SS 418 bikinan tahun 1896. Sementara itu dua gerbong wisata yaitu tipe CR 16 dan CC 44 mampu menampung sekitar 80 orang. Gerbong buatan tahun 1906 itu terdiri atas CR 16 dengan kursi memanjang di kedua sisi dan di tengah serta CR 44 dengan kursi yang berhadapan. Kayu jati menjadi bahan paling dominan yang digunakan dalam gerbong ini.

Soft launch kereta wisata, yang belum diberi nama ini digelar di kawasan Gladag Solo di mana kawasan tersebut jadi kawasan wisata kuliner petang hingga dini hari. Kawasan wisata kuliner itu dikenal dengan nama Galabo (Gladag Langen Bogan) Solo. Berbagai makanan khas Solo berjajar rapi dan bersih di sepanjang jalan raya ini. Setiap hari, mulai sekitar pukul. 17.00 kawasan ini tertutup untuk kendaraan dan hanya diperuntukkan bagi pedagang makanan dan mereka yang ingin menyantap makanan khas Solo.

Menurut Joko Widodo, kereta wisata ini akan berangkat 2x 1 hari dan penumpang bisa singgah di museum Radya Pustaka, museum Batik Wuryoningratan, termasuk di Galabo. Perjalanan Purwosari - Sangkrah sejauh 12 km pp akan menghabiskan dana Rp 3,2 juta,00. Maka, jangan heran nanti jika tarif sewa kereta ini juga akan mahal. Meski demikian, seperti nama kereta wisata, soal tarif juga belum bisa ditentukan. Nama seperti Jaladara dan Kreta Kluthuk diusulkan oleh pihak Solo dan Departemen Perhubungan, namun belum dipastikan mana nama yang akan dipilih.

Dalam kesempatan berbeda, dosen Program Pascasarjana Lingkungan dan Perkotaan Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Tjahjono Rahardjo mengutarakan pandangannya terhadap frekuensi pengoperasian kereta wisata tersebut, “Kalau setiap hari apa tidak riskan untuk loko-nya dan juga udara di sekitar kawasan yang dilewati kereta.” Kereta berlokomotif uap tentu akan menambah polusi di kota itu, asap hitam yang keluar dari corong lokomotif lama-kelamaan akan menghitamkan kota. Selain itu juga kondisi loko yang usianya sudah sepuh dikhawatirkan tidak akan kuat jika digunakan setiap hari, sehari dua kali. “Akhir pekan saja, Sabtu dan Minggu, misalnya, mungkin lebih baik,” tandasnya.

Sumber = Reporter WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto edisi tanggal 25 September 2009.

Keterangan = Postingan ini saya dapati dari rekan Mighty Bowo ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 29 September 2009.

Kabar kelanjutannya :
Tanggal 27 September 2009 :

Jaladara Jelajahi Solo
Saatnya nostalgia mendapat perhatian serius

MINGGU pagi di depan Loji Gandrung -- rumah dinas Wali Kota Solo, ribuan warga sibuk memelototi rangkaian kereta yang diselubungi kain hitam. Raut mereka umumnya penasaran. Senyum baru tersungging sesaat setelah Menteri Perhubungan RI Jusman Syafii Djamal melepas selubung itu lantas menyingkap satu rangkaian kereta berlokomotif kuno yang sedang menggamit 2 gerbong antik di belakangnya. "Itu lo Nak, sepur kluthuknya. Apik ya?" kata seorang ibu antusias.

Ketika kota lain tak kuasa membongkar rel tua dan membutakan mata warganya dengan memperbanyak jalur kendaraan, hanya Solo yang 2 tahun terakhir bergulat dengan 1 jurus cukup jitu. Pemerintah setempat bermaksud memoles jalur kereta api yang terbengkalai dengan koleksi lokomotif yang dulu menjadi andalan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Di tengah upaya itu, bertemulah Wali Kota Solo Joko Widodo dengan lokomotif uap C 1218 bikinan Maschinenbau Chemnitz (Richard Hartmann) Jerman tahun 1896 di Museum Ambarawa. Pertemuan itu cocok.

Mulai penghujung September ini, rangkaian tua yang diberi nama Jaladara tersebut memandu wisata nostalgia yang membelah Slamet Riyadi, dari Stasiun Purwosari - Sangkrah. Rute tersebut panjangnya 5,6 km (11,2 km pulang pergi). Sepanjang perjalanan, penumpang akan diberikan kesempatan untuk singgah di Museum Radya Pustaka, Museum Batik Wuryoningratan, dan pusat wisata kuliner Gladag Langen Bogan (Galabo). "Ke depan, rute ini masih akan diperpanjang sampai Wonogiri. Itulah jalur kereta yang dulu mengitari kota dan sekarang mau dihidupkan kembali," tutur Wali Kota.

Kabar baik lainnya, kereta ini digratiskan setiap Sabtu sore. Apa untungnya mengembalikan Solo ke tampang lamanya? Belum lagi untuk operasional Jaladara menelan biaya Rp3,2 juta sekali jalan. Secara ekonomis tentu tidak terlalu menguntungkan. Kendati demikian, wali kota bersikukuh Solo tempo dulu ialah kota yang begitu indah. Keindahan itu yang mau dikembalikan lagi. Sebab, menurut wali kota, kota modern harus dapat menyandingkan jaringan jalan dan jaringan rel dalam satu ruang pergerakan.

Perlu waktu untuk membuktikan apakah proyek kereta wisata sanggup menyentil multiplier effect bagi perekonomian masyarakat. Yang jelas, Sepur Kluthuk Jaladara kini menjadi primadona baru di kota berslogan Spirit of Java. (N-4)

Sumber = Liputan dari reporter Antara Andika Betha yang diposting oleh rekan ROSES Man ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 28 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Syukur telah diaktifin penuh untuk wisata dalam kota Solo. Lebih – lebih kalau saja hingga ke segala penjuru pulau Jawa yang notabene sudah semakin tersaingi dengan jalan raya. Dengan dihidupkannya C 1218 ini semoga geliat pariwisata kota Solo dan sekitarnya semakin tinggi. Amin...

Tanggal 29 September 2009 :
1. Siti Latifah Mencari Anak Kandungnya

Masih segar dari hadapan mata kita sosok bayi yang baru terlahir ke permukaan Bumi dari perut sang ibu muda berusia 26 tahun. Betapa lucunya anak berusia 10 tahun yang masih bersih dan belum ternodai secara tiba – tiba digemparin oleh sebuah hadiah. Dengan mengikuti perlombaan ibu dan bayi, maka hadiah akan dijabaninnya. Namun, itu semua hanya bersifat fana. Siti Latifah harus mengalami peristiwa hilang sang buah hati yang bernama Haikal. Ini semata karena giuran hadiah tersebut.

Dengan kasat mata segala daya kemampuan dia kerjain dengan cara mencari ke segala pelosok tempat di mana ada kemungkinan bocah berusia 10 bulan tersebut dapat ditemukan. Tidak terkecuali staskiun Depok Baru. Setiap kios di pelataran stasiun tersebut dia datangin kali – kali saja ada yang mengetahui keberadaan bocah laki – laki yang ada kemungkinan diperjual – belikan ke oknum – oknum penjahat.

Tidak mau terkena tindakan kriminal seperti itu, ibu tetangga yang juga memiliki sang bayi tidak ingin tergiur dengan iming – iming hadiah tersebut. Untuk itu dia tidak ikutan perlombaan palsu tersebut.

Sumber = Siaran berita Top 9 News di Metro TV pada tanggal 29 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Pelajaran berharga kepada kita semua agar iming – iming hadiah jangan menjadi giuran semata yang ujung – ujungnya membuahkan malapetaka tindakan kriminal dari segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Jadi.... waspadalah!!!

2. KRL AC Ekonomi Lebih Parah daripada KRL Ekonomi
Selasa, 29 September 2009 21:58 WIB

Saya pengguna KRL Depok Kota. Pada tanggal 29 September pukul 14.55, saya naik KRL AC Ekonomi dari stasiun kota Jakarta menuju Depok. Saat saya naik penumpang sudah lumayan penuh sehingga saya berdiri. Satu demi persatu KRL berhenti di setiap stasiun, diikuti dengan semakin banyaknya penumpang yang naik. Sehingga sampai stasiun Manggarai di dalam gerbong sudah penuh sesak dengan penumpang. Semakin penuh sesaknya penumpang yang berada di dalam gerbong diikuti dengan semakin panasnya suasana di dalam gerbong. Hal ini dikarenakan AC di gerbong tidak dingin sama sekali, kipas angin yang berputar pun tidak berasa. Akhirnya semua penumpang mengucurkan keringatnya. Bayangkan KRL AC Ekonomi yang penuh sesak, AC tidak dingin, kaca dan pintu tertutup rapat. Jangankan bergerak, bernafas pun sulit karena tidak adanya sirkulasi udara dan terasa sangat panas, pengap dan gerah sekali.

Saya perhatikan semua penumpang akhirnya mengucurkan keringat yang sangat banyak sehingga penumpang berinisiatif untuk membuka paksa jendela yang ada. Lantas apa manfaatnya AC yang ada jika penumpang pun harus membuka jendela agar bisa bernafas? Ternyata naik KRL AC Ekonomi lebih banyak mengucurkan keringat dibandingkan naik KRL Ekonomi. Padahal harganya berbeda jauh bisa 3x lipatnya. Tapi, harga tersebut tidak diikuti dengan AC yang dingin.

Bagaimana PJKA mau mengganti semua KRL Ekonomi menjadi KRL AC Ekonomi yang ternyata kondisinya lebih parah? Akankah hal ini akan terus berlanjut sehingga perlu memakan korban didalam gerbong yang membuat kita sulit untuk bernafas.

yosrizal ananta erwinsyah
jl nakula 2 no 55 depok
depok

Sumber = http://www.kompas. com/suratpembaca /read/10334 edisi tanggal 29 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Saya pernah membuktikannya di KRL Ekonomi AC Ciujung saat dilajuin dengan rangkaian KRL Seire Tokyu 8500. Setibanya di stasiun Tanah Abang di mana para penumpang pada banyak yang keluar, justru begitu KRL dilajuin kembali giliran ke arah stasiun akhir Manggarai AC dinginnya bukan main. Jadi, mungkin intinya dikarenakan faktor padatnya para penumpang sehingga sirkulasi udara yang dingin menjadi minim alias berubah panas. Entah di negaranya saat masih beroperasi juag demikian atau tidak, yang jelas saya yang membuktikannya demikian.

Tanggal 30 September 2009 :
Gempa Bumi Sumatera Barat, Hotel Ambacang Runtuh

Kamis, 1 Oktober 2009 05:24 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar 200 tamu hotel Ambacang di kota Padang belum dapat dievakuasi dari gedung yang runtuh akibat gempa berkekuatan 7,6 SR yang mengguncang Sumatera Barat, Rabu sore (30/9). Kepala Satlak PD Padang, Dedi Hanidal di Padang Kamis (1/10) dini hari mengatakan ada sekitar 200 tamu hotel yang berada di bawah reruntuhan dan belum dapat dievakuasi karena terkendala oleh minimnya peralatan. Gedung hotel dalam kondisi ambruk total sehingga sulit untuk melakukan evakuasi korban secara manual. Tim evakuasi masih menunggu datangnya bantuan alat berat untuk mempermudah pencarian korban.

Rumah Sakit M Jamil, Kamis sekitar pukul. 03:30 WIB telah menampung 20 korban meninggal, sedangkan di Rumah Sakit Tentara Ganting menampung 12 korban meninggal. Jumlah korban, baik yang meninggal maupun mengalami luka berat dan luka ringan belum dapat dipastikan seluruhnya, mengingat korban di beberapa gedung dan ruko di tengah Kota Padang belum seluruhnya dievakuasi. Ketua Satlak PD Padang memperkirakan ada ribuan warga yang terjebak reruntuhan gedung, rumah, ruko, maupun pertokoan yang meninggal maupun mengalami luka - luka.

Hingga pukul. 03:30 WIB, aliran listrik di kota Padang masih padam, namun hujan sudah reda. Warga Padang masih memilih bertahan di luar rumah dan di tenda - tenda darurat yang dibangun di tengah lapangan. Dedy juga menyampaikan bahwa Satkorlak Riau akan mengirim 30 tim penyelamat dengan membawa 100 tenda yang rencananya akan disalurkan di rumah sakit yang memang kekurangan tenda darurat untuk korban gempa.

Sumber = Ma'af saya lupa, tapi hampir semua stasiun TV nasional menyiarkan perkembangan pasca gempa Bumi yang belakangan diralat oleh pihak BMG skalanya 7,9 SR.

Pengalaman yang kami alami sendiri :
Tanggal 26 September 2009 :
Masinis KRL Ciujung Gila

Berniat untuk mencoba menapaki stasiun akhir Parung Panjang dengan menaiki rangkaian KRL hampir berbuah malapetaka. Pasalnya sang masinis mencoba untuk memberhentikan seketika KRL yang dikemudiinnya itu begitu merasa melewati stasiun Jurang Mangu yang tergolong baru itu. Seketika pula rangkaian KRL berlaju mundur menuju kembali ke stasiun Jurang Mangu yang tadi kami langsiri. Berhentinya pun justru melebihi ambang batas posisi berhenti KRL. Peristiwa yang terjadi sekitar jam ½ 9 pagi itu seketika saya foto dan sontak menjadi keheranan kami yang berada di dalam dan luar gerbong. Tentunya para penjaga akses keluar – masuk peron 1 dan 2 stasiun Jurang Mangu.

Sumber = Saya sendiri yang merasakan perjalanan KRL Ciujung pada tanggal 26 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Masinis seperti ini saya amat sangat mengharapkan untuk ditegur kalau perlu dipecat karena telah lalai dalam melajukan rangkaian KA-nya yang dapat berakibat fatal frontalnya kejadian malapetaka yang bisa saja kami alami. Untung saja relnya datar dengan sedikit menurun dan lurus. Kalau saja relnya menikung, maka kami bisa saja mengalami nasib yang sama dengan di negara Jepang di mana nama kami digelari almarhum dan almarhumah.

Sekilas berita global di luar perkereta apian :
1. Badai Debu Mengganggu Aktifitas Warga Australia

Australia sedang dilanda badai besar berupa deburan debu yang menebar dengan warna kemerahan. Debu tersebut bagian dari badai musim panas yang berkepanjangan yang melanda negeri kangguru tersebut. Aktifitas penerbangan terutama di kota Sidney pun tertunda selama berjam – jam. Tidak dilaporkan apakah mengganggu perjalanan KA juga dan seberapa besarnya dampak yang dirasakan oleh warga negara tersebut.

Sumber = Siaran berita Kabar 15 di TV One pada tanggal 23 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Takdir sulit dielakkan. Warga negara Australia harus menghadapi cobaan yang cukup panjang pastinya.

2. Badai Ganas Menerjang Negara Filipina dan Vietnam
Tidak habis – habisnya wilayah Asia Tenggara diterjang keganasan badai tropis. Dikala negara Indonesia sedang dilanda musik kemarau yang berkepanjangan serta gempa yang cukup dahsyat, namun tidak bagi wilayah negara di kawasan Australia dan sekitar Luat Cina Selatan. Kedua negara, yakni Filipina dan Vietnam justru diterpa badai yang sangat ganas menerjang wilayah utara dan timur dari kedua negara tersebut. Hasilnya tidak main – main, sekitar 200 orang lebih meninggal akibat ganasnya badai tersebut.

Meski demikian tidak dilaporkan apakah mengganggu aktifitas transportasi khususnya kereta api mengingat kedua negara tersebut memiliki jaringan transportasi massal seperti salah satunya kereta api.

Sumber = Beberapa saran berita di siaran – siaran TV nasional dan CNN sepanjang akhir bulan September 2009.

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,
Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Selasa, 29 September 2009

Catatan Bulanan Bulan September 2009 Pertengahan

Catatan Bulanan
Pertengahan Bulan September 2009
Dikumpulkan oleh = Saya Sendiri  Dana

Bukan untuk mendramatisir, namun saya hanya menyarankan agar sebelum membacanya anak – anak perlu didampingin oleh orang tua atau pun wali karena berikut ini peristiwa – peristiwa yang terjadi selama kurun waktu awal bulan ini ada suatu peristiwa yang tidak kita inginkan, yaitu berita kecelakaan pastinya.

Sedikit permintaan ma’af saya...

Mohon ma’af apabila selama saya memposting agenda bulanan di sepanjang awal bulan Febuari 2009 kemarin hingga pertengahan bulan Mei 2009 ini ada beberapa foto yang tidak bahkan kurang berkenan, seperti foto – foto pastinya dari tayangan TV. Mulai bulan ini dan seterusnya, saya selalu lebih hati – hati dalam memposting berita. Mungkin apabila yang ditampilin itu foto – foto kiriman dari teman – teman sekalian atau pun juga hasil buruan saya sendiri, maka sudah layak tayang.

Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Tanggal 11 September 2009 :
Paket KA Wisata Sumatera Barat
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

PADANG PANJANG, SABTU — Bila ingin berwisata dari Padang Panjang ke Sawahlunto, kereta api wisata bisa menjadi salah satu pilihan. Dengan kereta ini, penumpang dibawa menyusuri sawah - sawah dan danau Singkarak yang menjadi potensi alam Sumatera Barat. Kereta api wisata ini diresmikan Menteri Perhubungan Jusman Safeii, Sabtu (21/2). Menteri beserta Gubernur Sumatera Barat, jajaran PT KA Sumatera Barat, serta sejumlah artis dan masyarakat yang peduli kereta api melakukan perjalanan wisata perdana.

Kereta api wisata jalur ini direncanakan beroperasi setiap hari Minggu. Kereta berangkat dari stasiun Padang Panjang pukul 07.30 dan dari Sawahlunto pukul 14.30. Tiketnya cukup terjangkau yakni Rp 60.,00 per orang pergi - pulang. Di luar hari Minggu, peminat bisa mencarter kereta seharga Rp 30 juta saja, dengan 75 tempat duduk. (ART)

Ben W. gajayana@gmail.com Posting ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 11 September 2009.

Sumber = http://travel. kompas.com/ read/xml/ 2009/02/21/ 13354428/ pergi.ke. sawahlunto. naik.kereta. wisata.saja.

Tanggapan saya pribadi :
Seru…..

Tanggal 11 September 2009 :
Kabel Listrik KRL Putus di Mangga Besar

Pagi hari warga komuter Jabodetabek dikejutkan dengan putusnya kabel listrik untuk perjalanan rangkaian KRL jaodetabek. Akibat dari peristiwa tersebut perjalanan KRL Jakarta – Bogor pp menjadi terganggu sehingga perjalanan antara stasiun Jakarta Kota dengan stasiun Gambir harus dilalui secara bergantian dengan menggunakan 1 jalur. Adapun jalur yang menjadi peristiwa putusnya kabel tersebut berada di sisi rel untuk perjalanan KA dari stasiun Manggarai ke stasiun Jakarta Kota.

Bayangkan saja, di saat pagi hari banyak warga komuter harus menuju ke Jakarta sehingga perjalanan KRL pun menumpuk. Tidak diketahui perjalanan KA mana saja yang mengalami gangguan akibat peristiwa tersebut. Yang jelas saat saya menaiki rangkaian KRL AC Pakuan di siang harinya selepas salat Jum’at sudah tidak mengalami gangguan.

Sumber = Seorang penumpang KRL Ekonomi AC yang kebetulan satu gerbong dengan saya di sore harinya saat sama – sama hendak kembali ke kota Jakarta pada tanggal 11 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Lagi – lagi kelalaian pihak PT. KA Daops I Jakarta. Saya rasa sudah saatnya di setiap stasiun besar dan kecil harus memiliki rel persialngan agar dapat mengatasi peristiwa yang tidak kita inginkan seperti kejadian pagi ini dan peristiwa lainnya yang sebenarnya memang tidak kita inginkan.
Tanggal 12 September 2009 :
Jembatan KA Wisata Lokomotif Tua Cepu Ambrol

Besi penopang rel, bantalan dan rel sepanjang sekitar 10 meter yang berlokasi di desa Samborejo kecamatan Sambong kabupaten Blora propinsi Jawa Tengah terlepas dari beton penopang hingga melengkung akibat tertabrak truk kontainer dengan plat nomor Polisi B 9773 SU yang melebihi muatan melaju dengan kencang. Truk yang dikemudikan oleh Sudarto tersebut milik PT. Glorus Interbuana di Jakarta melaju dari Blora hendak ke Cepu. Dikarenakan muatannya disusun sangat tinggi sehingga truk yang dikemudikannya itu menghantam besi penopang rel tepatnya di jembatan Brosot pada pukul. 05.30 WIB (12/9). Dalam peristiwa tersebut, Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Inspektur Satu Agus Budiana langsung menahan sang sopir dan truk tersebut di Cepu. Rencananya pihaknya akan memfasilitasi pertemuan antara pemilik truk dan KPH / Kesatuan Pemangkuan Hutan Cepu.

Akibat dari pertstiwa ini, Perhutani terpaksa membatalkan sejumlah tur yang biasa dilakukan dengan lokomotif uap yang ada. Peristiwa sebelumnya pernah terjadi pada tanggal 14 Juni silam pada tahun yang sama. Ironisnya, PT. Mutiara Samudera Biru selaku perusahaan pemilik truk tersebut tidak mau bertanggung jawab atas peristiwa yang meinpa jembtana KA yang dikelola oleh Kesatuan Pemangkuan Hutan Cepu Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah tersebut.

Sumber = Koran Kompas halaman 3 rubrik Nusantara edisi tanggal 13 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sudah seharusnya di tiap jembatan kereta api tidak hanya milik KA wisata tetapi juga rel KA untuk umum lintas trans Jawa keseluruhan diberi tiang portal batas ketinggian kendaraan bermotor supaya tidak terjadi lagi peristiwa–peristiwa semacam ini. Dari kejadian ini, meski tidak mengganggu jadwal perjalanan KA sesungguhnya (jalur umum), tetapi mematikan sendi – sendi urat nadi wisata yang selalu didatangi oleh turis mancanegara, tidak terkecuali dari benua Eropa. Yang lebih fatal dan jangan sampai terjadi kalau saja menimpa lokomotif uap.

Kilasan :
Mendambakan Subway Seperti Tokyo

Menyinggung kota Jakarta yang ramah pergaulan, ramah waktu, ramah lingkungan dan pasti ramah kedisiplinan. Suatu impian belaka yang belakangan ini terus dikiatkan berupa wacana yang tidak kunjung terlaksana. Entah apakah akan mengikuti jejak negara matahari terbit atau negara dengan kekuasaan wilayah koloni jajahan yang luas, Indonesia seakan terpuruk masalah modernitas. Terutama bagi warga ibukota Jakarta yang sudah sekian lama mendambakan kehadiran pemecahan masalah transportasi yang super cepat, praktis, tidak mengenal hambatan dan tepat waktu.

Mencontohkan dari gaya hidup masyarakat Jepang terutama warga ibukota Tokyo dengan tingkat kedisiplinan yang sangat baik, seakan – akan masih banyak teori yang harus dipraktekkan semata tidak hanya untuk jangka waktu beberapa hari saja atau dalam rangka perinagatan atau pun himbauan tertentu saja. Seakan – akan masyarakat ibukota Jakarta khususnya tidak segampang menegaskan pengemudi agar menggunakan sabuk pengaman atau pun helm yang cukup berhasil dilaksanakan

Sumber = Koran Kompas rubrik Metropolitan halaman 34 edisi tanggal 13 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Majulah Jakarta-ku… Optimislah dan berusahalah dengan memupuk tali silatur rohim dengan sesama warga meski berbeda ras, beda agama, beda bahasa daerah, beda segalanya, namun tetaplah satu jua. Jangan sekedar teori menyesatkan dengan persepsi salah satunya berupa sosok pebisnis berjas dan berdasi lebih baik duduk manis di dalam mobil sedan mewah ketimbang naik KA atau pun juga bus. Tengoklah beberapa negara maju dan berkembang yang senantiasa melepaskan persepsi buruk seperti itu dengan berbaur bersama masyarakat ibukota dalam 1 moda transportasi massal hingga sampai ke tujuan mereka masing – masing. Seakan – akan dapat menghapus kesan kendaraan bermotor yang berlimpah yang sudah memadati ruas jalan dan trotoar yang terkesan mubazir sehingga ditempati lapak PKL, pangkalan ojek, papan – papan reklame, tembok pembatas bangunan permanen dan masih banyak lagi.

Tanggal 16 September 2009 :
1. Manusia di Balik Kaca Lokomotif

Rabu, 16 September 2009 03:23 WIB
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Hoedy Prasetyo, masinis KA Mantap Lebaran tujuan Jakarta - Madiun, Senin (14/9) pagi. Pekerjaan sebagai masinis kerap membahayakan nyawa, termasuk menjadi sasaran lemparan batu orang iseng.

Di balik kecelakaan kereta api di Indonesia belakangan ini, masinis kerap dipersalahkan. Padahal di tengah pengabdiannya jauh dari kehangatan keluarga mereka kerap menjadi korban tangan iseng yang membahayakan nyawa.

Dipo kereta api Jatinegara, Jakarta, Senin (14/9) pukul 03.30. Deru mesin diesel lokomotif CC seri 201 62 terdengar kencang dari halaman yang masih berselimut gelap. Hoedy berjalan ke arah lokomotif buatan General Electric Amerika Serikat itu dan naik menuju kabin masinis. Ruang kecil berukuran 2,5 meter x 2 meter dengan sejumlah panel kendali. ”Sudah sahur belum, Di? Aku malah belum sempat mandi, kirain keburu mau jalan,”kata Hoedy Prasetyo (37), sang masinis, kepada Sukamdi (29), asisten masinis, yang sudah berada di dalam kabin. Keduanya harus mengantarkan ratusan pemudik menggunakan kereta api tambahan Mantap Lebaran ke arah Madiun, Jawa Timur. Sukamdi hanya tertawa mendengar pertanyaan rekannya. Sejam sebelum waktu pemberangkatan KA pukul 04.50 lokomotif harus siap di stasiun Tanah Abang. Setelah penumpang naik dari stasiun itu ia lalu memacu rangkaian KA tersebut ke arah Cirebon, Jawa Barat.

Sekitar pukul 06.00, KA Mantap Lebaran sedang melintasi stasiun Rawa Bebek, Bekasi, saat beberapa anak kecil melemparkan petasan ke loko. Petasan itu meledak dekat sekali dari posisi duduk Hoedy. Kaca loko itu kebetulan sedang dibuka lebar agar kabin tidak pengap. ”Ini masih biasa. Kadang batu yang melayang. Kalau musim liburan sekolah suka seperti ini,”katanya sambil melapor ke kantor operasi melalui kontak radio yang ada di mesin kendali. Sebagai orang yang berada di lokomotif, mereka rentan bahaya, termasuk bila terjadi kecelakaan. Padahal, kecelakaan kereta di Indonesia tergolong tinggi. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan, hingga Desember 2008 ada tiga tabrakan kereta api dengan kereta api. Sementara tabrakan KA dengan kendaraan bermotor 19 kasus dan KA anjlok 95 kejadian. Sebagian masinis turut menjadi korban dalam kecelakaan ini.

Rekannya, Yayat Sutarya (32), asisten masinis, pernah mengalami kecelakaan lebih parah. Saat melintasi stasiun yang sama, sepekan sebelum Lebaran 2008, dengan KA Bengawan rute Solo - Jakarta, batu sekepalan tangan menghantam mata kanannya. Bola mata Yayat rusak. ”Ada anak - anak kecil di samping rel. Sepertinya mereka yang melempar. Saya sedih sekali sampai dibuat jadi cacat seperti ini,” tutur ayah satu anak itu, Selasa. Selain kehilangan penglihatan, kariernya sebagai masinis pupus. Ia akhirnya menjadi tenaga staf di Dipo Jatinegara. Padahal, bila tak ada halangan, lima bulan berikutnya ia akan diangkat menjadi masinis.

Dipersalahkan
Ketika kecelakaan kereta terjadi, berkali - kali masinis dipersalahkan. Belum lagi rasa bersalah yang timbul bila ada korban jiwa dalam kejadian ini. ”Kalau masinis ditanya sudah berapa kali nabrak, enggak ada yang bisa jawab itu. Tetapi kalau ditanya apa ada masinis yang belum pernah nabrak, jawabnya enggak ada,”ujar Aris Danarto (38), masinis sekaligus teknisi Dipo KA Jatinegara. Ia masih menjadi asisten masinis saat kereta yang dikemudikannya menabrak dua pengemudi sepeda motor. Berhari - hari ia mimpi buruk meski tahu palang pintu sudah tertutup dan pengemudi motor nekat menerobos.

Menurut Sekretaris Jenderal Ikatan Masinis Indonesia Sudarpono, kesejahteraan masinis di Indonesia belum seimbang dengan risiko kerja. Gaji masinis muda Rp 1,7 juta, sedangkan masinis senior Rp 2,4 juta. Namun, kesejahteraan mereka membaik beberapa tahun terakhir. Masinis mendapat tunjangan kilometer sebesar Rp 150 per kilometer yang mereka lalui, uang tunggu Rp 7.000 setiap 6 jam 15 menit, tunjangan fungsional Rp 290.000, serta tunjangan risiko Rp 360.000 untuk masinis dan Rp 210.000 untuk asisten masinis. Tunjangan itu akan diterima masinis bila sudah menjalani delapan rute perjalanan dalam sebulan.

Cerita duka lain dirasakan masinis macam Hody atau Yayat yang kerap tak bisa berlebaran bersama keluarga. Namun, momen paling menyedihkan bagi Hoedy adalah saat tak dapat menyaksikan kelahiran putra pertamanya dua bulan lalu karena sedang bertugas di Cirebon. ”Sekarang pun harus saya tinggal. Padahal, umur segini sedang lucu - lucunya,”tuturnya sambil tersenyum. Di sela - sela duka, ada rasa bangga. Aris paling suka mengamati wajah penumpangnya yang tiba di tujuan saat mudik. ”Senang rasanya melihat penumpang gembira membayangkan segera kumpul keluarga meski kami justru jauh dari keluarga,”tuturnya.

Karena berada di balik kaca lokomotif, tak banyak penumpang yang menghargai masinis itu….

Diliput oleh Reporter KOMPAS ANTONY LEE.

Sumber = Harian Kompas pada tanggal 16 September 2009.
Keterangan = Postingan pemberitaan ini saya dapati dari rekan Bambang Priyo Cahyono ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 16 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sudah saatnya jalur lintasan yang rawan penimpukkan batu diberi tembok pembatas. Kalau perlu semua kaca lokomotif berbahan anti peluru.

2. Lebih Berminat Berangkat Malam, KA Sawunggalih Pagi Sepi Penumpang
Merasa berminat menempuh perjalanan di malam hari, rangkaian KA Sawunggalih hanya 1 dari sekian banyak rangkaian KA di stasiun Pasar Senen yang berangkat di saat matahari masih bersinar terang di pagi hari dengan keadaan sepi. Kapasitas 1 gerbong / kereta yang muat sekitar 80 penumpang tersebut hanya terisi sekitar <>

Sumber = Tayangan berita Kabar Siang di TV One pada tanggal 16 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Suatu kesempatan yang bagus untuk seantero calon penumpang KA khususnya tujuan propinsi Jawa Tengah yang menjadi mayoritas tujuan akhir mereka. Sebab, dikala mendekati hari raya Lebaran, maka sudah pasti setiap jengkal gerbong / kereta penumpang diselimuti lautan manusia.

3. Mantan Pejabat Carter KA Wisata
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah mantan pejabat di negeri ini akan mudik ke kampung halamannya dengan naik kereta api wisata. Mereka tak akan berdesak - desakan seperti pemudik lainnya karena naik KA mewah yang dicarter, dengan tujuan ke beberapa kota, seperti Semarang, Purwokerto, dan Solo.

Kepala Humas PT. KA Daops I Jakarta Sugeng Priyono kemarin membenarkan rencana penggunaan KA wisata tersebut. Namun, dia enggan menjelaskan secara detail identitas sejumlah mantan pejabat itu. "Penyewa kereta wisata itu adalah publik figur, mulai dari mantan pejabat hingga personel band ternama,"kata Sugeng.

Sewa 1 gerbong KA yang berkapasitas 20 tempat duduk itu Rp 17 juta hingga Rp 23 juta atau sekitar Rp 900.000 hingga Rp 1.200.000 per orang untuk sekali perjalanan. Fasilitas yang tersedia antara lain AC yang super sejuk, karaoke, minibar dan kamar mandi mewah. Sampai Selasa (15/9), PT. KA telah menerima 8 pemesan untuk tujuan Purwokerto, Semarang dan Solo. Rangkaian KA wisata itu akan digandeng dengan lokomotif sesuai permintaan. "Kalau si pemesan minta kereta wisata yang dipesannya itu digandengkan dengan rangkaian KA ekonomi karena ingin menikmati perjalanan, ya tidak masalah. Namun, biasanya satu rangkaian dengan KA eksekutif,"katanya. Tahun lalu mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier mudik ke Cilacap dengan mencarter kereta wisata. KA itu ditarik lokomotif KA Purwojaya jurusan Jakarta - Cilacap.

Sewa KA wisata itu jauh di atas harga tiket Klas Ekonomi yang dibeli Sudarso (46) yang hanya Rp 26.000,00. Warga Depok ini akan mudik ke Semarang. Demi ritual mudik tahunannya, Sudarso rela duduk di pinggiran pintu kereta Klas Ekonomi Matarmaja tujuan Malang yang berhadapan dengan toilet. "Enggak apa - apa duduk di depan toilet, yang penting bisa mudik,"katanya.

Selain akan selalu terganggu oleh penumpang lain yang keluar dan masuk kereta, duduk di pintu juga membuat kaki Sudarso harus ditekuk di sepanjang perjalanan sekitar 12 jam. "Enak kok duduk di pintu. Kan enggak pengap karena kena angin terus,"ujar kakek dua cucu yang memilih kereta karena trauma seusai kecelakaan bus saat mudik pada 1993.

Sumber = Reporter WARTA KOTA IRWAN KINTOKO pada tanggal 16 September 2009.
Keterangan = Postingan pemberitaan ini saya dapati dari rekan Ben Wicaksono ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 16 September 2009.

Tanggal 18 September 2009 :
1. Lok CC 203 41 Menyeburkan Api di Cicalengka
Lokomotif Diesel Electric yang menarik rangkaian KA Priangan arah ke Cicalengka secara tiba – tiba menyemburkan api yang cukup dashyat. Tampak kepulan asap terlihat jelas dari kejauhan. Rangkain tersebut sedang menarik sejumlah kereta / gerbong antara lain 1K1, 1KMP2 dan 2K2. Tiada laporan apakah rangkaian KA tetap melanjutkan perjalanannya sampai stasiun akhir Pasar Senen atau tidaknya. Kejadian tersebut berlangsung pada pagi hari.

Foto di samping hasil potretan rekan ROSES Man.

Sumber = Rekan ROSES Man / bunga roos yang langsung berada di TKP / tempat kejadian perkara pada tanggal 18 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Apapun kejadiannya semoga tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan arus mudik Lebaran 1430 H yang siap berlangsung dalam kurun waktu yang tidak lama ini.

2. Didesak Para Calon Penumpang, 3 Wanita Pingsan Tergencet
Arus mudik di sepanjang tahun seringkali membuat ulah. Kalau tidak resah karena banyaknya calo berkeliaran, tidak lain para calon penumpang berebut masuk ke dalam gerbong / kereta yang tersedia di setiap jelang jam keberangkatan. Tidak terkecuali yang dialami oleh 3 orang wanita yang secara kebetulan sudah memasuki gerbong / kereta Kertajaya sejak stasiun Jakarta Kota (entah benar Kertajaya atau bukan, tetapi seperti ini narasumbernya). Setibanya di stasiun Pasar Senen para calon penumpang Klas Ekonomi tersebut langsung menyerbu masuk ke dalam seantero gerbong / kereta di setiap jengkal yang ada. Hal ini membuat ketiganya jatuh pingsan karena desakan yang parah.

Akibat peristiwa tersebut ketiganya dievakuasi keluar gerbong / kereta. Tentu saja ketiganya merasa menyesal sekali tidak jadi pulang kampung dengan terpaksa dievakuasi ke sebuah emplasemen. Sang kakak mengaku pasrah atas kejadian tersebut dan tidak tahu apakah dapat melanjutkan perjalan dengan rangkaian KA selanjutnya atau tidak.

Sumber = Beberapa siaran berita di TV pada tanggal 18 September 2009.

Catatan :
Meski kita sudah mengetahui bahwa rangkaian KA Kertajaya seharusnya berangkat awal dari stasiun Tanjung Priok, namun narasumber dari banyaknya siaran TV mengatakan seperti demikian alias berangkat awal dari stasiun Jakarta Kota.

Tanggapan saya pribadi :
Sebetulnya tradisi mudik tidak harus dilakukan apabila tidak mampu kita jangkau. Sebab, setidaknya mungkin dalam bekerja ada waktu cuti tidak harus pada Idul Fitri, tetapi pada kapan saja dan di mana saja sesuai kebijakan tempat kita bekerja masing – masing.

3. Baku Tembak Pelaku Vandalisme Dengan Aparat
Di antara keramaian para calon penumpang KA bawah tanah di sebuah stasiun KA bawah tanah bernamaBalderas, seorang pelaku vandalisme kepergok oleh aparat keamanan. Saat si pelaku yang bernama Louis Fernandes (lupa nama panjangnya da bagaimana cara penulisan yang sebenarnya) melakukan coret – mencoret sebuat tembok secara tiba – tiba ditegur oleh Polisi. Merasa tidak suka diperlakukan seperti demikian, menurut keterangan salah seorang saksi mata yang bernama Mauirico Perez langsung mengeluarkan pistol berjenis Revolver. Sang pelaku langsung memuntahkan beberapa butir peluru yang membahayakan itu di tengah para calon penumpang dan penumpang yang hendak naik – turun KA.

Dari kejadian tersebut, 2 orang ditemukan tewas tergeletak di emplasemen stasiun. 1 di antaranya seorang aparata keamanan yang pada akhirnya dimakamkan dengan upacara penembakkan ke udara di sebuah tempat pemakaman umum. Saat kejadian penembakkan di hari Jum’at kelabu tersebut, sang pelaku yang tampak dari kamera CCTV yang ternyata sosok seorang bapak berusia sekitar 50 – 60-an tahun tersebut langsung diringkus oleh Kepolisian setempat.

Sumber :
- Tayangan berita di Al Jazeera pada tanggal 20 September 2009 di pagi hari
- Siaran berita Seputar Indonesia Pagi di RCTI pada tanggal 21 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Suatu kejadian yang sangat pilu hanya karena melakukan aksi vandalisme harus menjadikan nyawa kita melayang. Aksi corat – coret di tembok dengan menggunakan pilox dan lain sebagainya mesti ditebas dengan peluru tajam yang menjadikan malapetaka kepada khalayak umum. Sungguh diluar akal sehat manusia normal. Tindakan sembrono dan sepele yang berbuah malapetaka kematian ini semoga tidak terjadi di negara Indonesia kapan pun dan di mana pun.

4. Stasiun KA Tangerang Terbakar
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Stasiun Tangerang memang benar terbakar… Penyebab kebakaran diperkirakan karena ledakan tabung gas di salah satu warung yang ada di sekitar stasiun....tetapi sekarang masih terus diselidiki pihak berwajib untuk penyebab pastinya...

kebakaran juga merambat ke luar stasiun, peron dan gudang stasiun habis terbakar...
Tetapi kebakaran ini tidak mempengaruhi perjalanan kereta yang melewati stasiun ini...

Berita kelanjutannya :
Betul tuh stasiun tangerang kebakaran dan terjadi sekitar pukul 02:30 pagi....

Sumber = Dari rekan andhonk31, turbee dan bohai abies para penghuni forum Semboyan35.com pada tanggal 18 Septrember 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Suatu kejadian yang sangat pilu hanya karena melakukan aksi vandalisme harus menjadikan nyawa kita melayang. Aksi corat – coret di tembok dengan menggunakan pilox dan lain sebagainya mesti ditebas dengan peluru tajam yang menjadikan malapetaka kepada khalayak umum. Sungguh diluar akal sehat manusia normal. Tindakan sembrono dan sepele yang berbuah malapetaka kematian ini semoga tidak terjadi di negara Indonesia kapan pun dan di mana pun.

Tanggal 19 September 2009 :
KA Gajayana Mengalami Patah Per
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Buat yang kemarin hari Sabtu naek KA 7120 alias Gajayana Tambahan (masih kereta yang lama), pada saat datang di stasiun MRI masuk ke sepur 7 dan BLB / berhenti luar biasa di sana. Ternyata pada gerbong BP-nya mengalami patah per. Cukup lama juga sekitar ½ jam proses pergantian per ini dilakukan.
Rgds,
MH

Sumber = Rekan Hanafi yang posting ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 20 September 2009.

Tanggal 20 September 2009 :
Musibah Mobil Ditabrak KA Di Sumatera Utara
Karena menyeberangi sebuah perlintasan KA tidak berpalang, maka sebuah mobil sedan dihajar oleh sebuah rangkaian KA penumpang di propinsi Sumatera Utara. Lupa di kota mana kalau tidak salah dengar di kota Sirengai (tolong ralat yah kalau salah...). Namun, tidak disebutkan oleh rangkaian KA apa dan berapa banyak jumlah korban yang berjatuhan.

Sumber = Siaran berita Reportase Pagi di Trans TV pada tanggal 21 September 2009.

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,
Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Catatan Bulanan Bulan September 2009 Awal

Catatan Bulanan
Awal Bulan September 2009

Dikumpulkan oleh = Saya Sendiri  Dana

Bukan untuk mendramatisir, namun saya hanya menyarankan agar sebelum membacanya anak – anak perlu didampingin oleh orang tua atau pun wali karena berikut ini peristiwa – peristiwa yang terjadi selama kurun waktu awal bulan ini ada suatu peristiwa yang tidak kita inginkan, yaitu berita kecelakaan pastinya.

Sedikit permintaan ma’af saya...
Mohon ma’af apabila selama saya memposting agenda bulanan di sepanjang awal bulan Febuari 2009 kemarin hingga pertengahan bulan Mei 2009 ini ada beberapa foto yang tidak bahkan kurang berkenan, seperti foto – foto pastinya dari tayangan TV. Mulai bulan ini dan seterusnya, saya selalu lebih hati – hati dalam memposting berita. Mungkin apabila yang ditampilin itu foto – foto kiriman dari teman – teman sekalian atau pun juga hasil buruan saya sendiri, maka sudah layak tayang.

Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Perlu diketahui kalau sepanjang akhir dari bulan ini meski minim pemberitaan kereta api selain setidaknya selalu saja berkisar pembelian tiket untuk arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 1430 H, saya pribadi amat mengkhawatirkan dengan peristiwa malapetaka bencana alam yang melanda negara Yunani dan sekitarnya yang sedang digemparkan peristiwa kebakaran hutan lebat. Sedangkan, di negara Taiwan sendiri sudah banyak korban jiwa yang diakibatkan keganasan topan yang melanda seantero negara yang berada antara kota Kaohshiung pada sisi barat Taiwan dan ibukota Taipei pada sisi timur Taiwan. Karena kedua wilayah Taiwan tersebut memiliki jaringan kereta api apalagi super cepat. Namun, satu pun termasuk yang di negara Yunani tiada pemberitaan mengenai moda transprotasi apapun.

Tanggal 1 September 2009 :
Keluhan Penumpang KRL AC Sudirman Ekspres dan Serpong Ekspres
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

PT. KA
Mohon KRL Express Bisa Menaikkan Penumpang di Stasiun Palmerah
Selasa, 1 September 2009 07:44 WIB
Sebagai pengguna layanan KRL Serpong - Jakarta setiap harinya, saya ingin mempertanyakan mengapa KRL Express yang selalu berhenti untuk menurunkan penumpang di stasiun Palmerah, tidak diberlakukan juga untuk mengangkut penumpang dari stasiun ini. KRL Express hanya mau menaikkan penumpang di stasiun Serpong, Sudimara dan Pondok Ranji? Padahal jumlah penumpang yang turun dari kereta ini di Palmerah jumlahnya cukup banyak,dan mayoritas penumpang yang turun tersebut juga ingin naik lagi dari stasiun ini.

Pilihan kereta pada jam pulang karyawan antara jam 17.15 - 18.15 WIB sangat terbatas pada KRL Ciujung, KRL ekonomi dan Kereta Rangkas Bitung, yang selalu penuh sesak penumpang. KRL Ciujung selalu penuh sesak seperti kaleng sarden karena gerbongnya yang terbatas dan penumpang tidak punya pilihan lebih baik untuk naik kereta pulang, menunggu KRL ekonomi yang lama dan juga sering terlambat jalannya karena terhalang kereta Rangkas Bitung yang lambat dan mengangkut penumpang overload sampai ke atap - atap. Ditambah lagi banyak pedagang berjualan yang kalau ditotal bisa 1 gerbong sendiri.

Untuk naik KRL Express para pekerja harus extra terburu - buru menuju ke stasiun Tanah Abang maupun Sudirman dengan waktu yang mepet dan lalu lintas padat. Mohon agar KRL Express bisa menaikkan penumpang juga di stasiun Palmerah, toh berhenti untuk menaikkan penumpang cuma memakan waktu 10 - 15 detik saja, sedangkan kereta ini juga sering saya lihat berhenti di stasiun Palmerah dengan menutup pintunya lebih dari 10 detik, menunggu sinyal aman.

Untuk membayar karcis Rp.8000,- dengan kenyamanan dan waktu pulang yang lebih baik rasanya juga tidak ada yang keberatan. Apa bedanya stasiun Palmerah dibandingkan stasiun Pondok Ranji dan Sudimara yang besar dan banyak penumpangnya saya rasa juga sama saja, sehingga kereta Express membedakan diri di stasiun ini?

Donald Yudi Winarso
Perum Serpong Park E7/60
Tangerang

Sumber = Postingan rekan Ben Wicaksono ke milis keretapi@yahoogroups.com tanggal 1 September 2009.
Keterangan = Si mas Ben ini enggak mencantumin narasumbernya dari surat kabar mana.

Tanggapan saya pribadi :
Si penulis surat pembaca ini tidak menyadari bahwa akan banyak sekali jadinya stasiun yang disinggahi rangkaian KRL AC sehingga bisa – bisa namanya pun menjadi KRL AC Semi. Saya sendiri sangat tidak menyetujui kalau memang biasa menuruni penumpang secara legal berdasarkan perka yang ada, tetapi kenapa sejak dulu tetap saya tidak pernah menaikkan penumpang di stasiun setempat? Itu bagian dari wujud ketidak adilan dalam menggunakan rangkaian KRL khususnya AC Ekspres pula. Ada 1 lagi yang kurang saya setujui dari tulisan ybs bahwa rangkaian KRL Ekonomi AC Ciujung selalu penuh sesak seperti kaleng sarden. Padahal kejadian serupa seringkali saya almi di rangkaian KRL AC Sudirman Ekspres sewaktu saya masih menjadi pengguna setia rangkaian KRL Serpong – Tanah Abang pp tepatnya sewaktu saya masih tinggal di kawasan Bintaro Jaya.

Tanggal 2 September 2009
Diguncang Gempa, Jalur KA Dinyatakan Aman

Rabu, 02/09/2009 19:56 WIB
Bandung - Meski gempa mengguncang cukup keras, namun Kepala Humas KA Daops II Bambang S Prayitno memastikan seluruh jalur KA hingga saat ini aman. Tidak ada jalur kereta yang tergeser atau pun terkena longsor akibat gempa tersebut. "Alhamdulillah sampai saat ini gempa yang baru terjadi tidak berpengaruh secara signifikan. Hanya ada beberapa stasiun yang retak - retak,"ujar Bambang kepada detikbandung saat dihubungi melalui telepon, Rabu (2/9/2009).
Stasiun yang mengalami kerusakan diantaranya Stasiun Awi Pari Tasikmalaya dan Stasiun Karang Pucung Banjar. Lebih lanjut Bambang menuturkan setelah kejadian gempa dirinya langsung menginstruksikan petugas untuk mengecek setiap jalur kereta. "Pengecekan dilakukan untuk memeriksa rel yang bergeser atau kemungkinan longsor. Tapi sampai sekarang laporannya masih aman,"jelasnya. Beberapa titik yang rawan longsor di antaranya jalur Ciganea Purwakarta, Plered dan Cilame.

Bambang menambahkan meski aman, dirinya masih akan terus memantau kondisi jalur kereta api untuk memastikan kereta dapat tetap beroperasi terlebih saat mudik.(tya/lom)




Sumber = Tya Eka Yulianti – detikBandung dapat dilihat juga di situs http://bandung.detik.com/read/2009/09/02/195600/1195247/486/diguncang-gempa-jalur-ka-dinyatakan-aman.

Tanggapan saya pribadi :
Semoga saja benar demikian.


Tanggal 4 September 2009 :
Tragedi KA Penataran

Dilaporkan telah terjadi pristiwa luar biasa hebat / PLH yang dialami sebuah rangkaian KA dengan jurusan Surabaya – Blitar di di KM 14 Karanglo, Kecamatan Singosari, Malang. Dalam peristiwa tersebut dilaporkan rangkaian KA klas Ekonomi tersebut terguling hingga menyebabkan 1 orang tewas. Korban tewas ternyata seorang asisten masinis yang bernama Darsono (40). Ia terjepit di ruang kemudi lokomotif CC 201 44. Namun, Dwi Ajar sang masinis justru Alhamdulillah dalam keadaan selaman. Korban asisten masinis pun dievakuasi ke RS. Kejadian tersebut disebabkan oleh masinis yang menarik tuas darurat untuk menghindari seekor kerbau yang berada di lintasan rel persawahan tersebut.
Foto di atas diposting oleh rekan Bisma Yoga yang saya kumpulkan dalam 1 frame.

Dalam peristiwa tersebut tidak hanya menyebabkan seorang asisten masinis tewas tetapi juga melukai sekiranya 7 orang penumpang. Rangkaian gerbong / kereta tampak terguling ke sawah sehingga sulit untuk dievakuasi meski sang korban sudah berhasil dievakuasi. Tampak sekali dampak dari kejadian sore ini beberapa rangkaian gerbong / kereta tidak hanya terguling ke sawah melainkan sebagain dalam keadaan menukik miring ke kanan dari arah posisi depan.

Praktis dari kejadian ini banyak warga yang berkerumun berbaur dengan para penumpang kereta api naas tersebut yang secara langsung saling menyelamatkan diri mereka masing – masing. Mengingat kejadian tersebut berada dekat perlintasan KA yang nampaknya tidak berpalang, maka proses evakuasi bangkai gerbong / kereta sulit dilakukan mengingat lamanya kedatangan bala bantuan.

Sumber :
- Tulisan berjalan di TV One pada sore hari tanggal 4 September 2009.
- Tayangan Headline News pukul. 23.00 WIB di Metro TV pada tanggal 4 September 2009.


Tanggapan saya pribadi :
Tak lepasnya bencana terjadi. Seusai bencana alam berupa gempa Bumi yang melanda Tasikmalaya hingga menyebar ke Jakarta dan sekitarnya bahkan sampai ke Bali pula, kini bencana kereta api. Bencana KA kembali terjadi hanya karena seekor kerbau yang berada di tengah rel KA. Kejadian serupa mengingatkan saya pribadi pada peristiwa yang menimpa KRD-I Kaligung pada tanggal 11 April 2009 silam yang menabrak kerbau. Untungnya kejadian bukan di jalur gemuk. Kalau sampai demikian, bakal terjadi banyak pembatalan jadwal perjalanan KA tentunya.

Sekilas analisa dari rekan Santo Tjokro yang posting ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 4 September 2009 :
Makanya perlu COW CATCHER. Karena tubuh sapi itu kan masif, jadi kenyal seperti karung pasir. Begitu ketabrak, kalau sapinya terpental, OK lah, selamatlah KA nya. Tapi kalau tubuh sapi tadi masuk ke kolong lok, maka roda lok akan terangkat, 10 cm saja sudah cukup buat meng-anjlog-kan lok, kalau sisi samping rel curam alias menurun maka Lok anjlog tadi akan terguling ke samping, dan jatuhlah korban dari lok dan KAnya.

Jadi sebenarnya, kelihatan sadis, tapi kalau tahu mau nabrak barang yg masif, daripada tarik rem lebih baik tancap gas, biar yg tertabrak mental menjauhi rel, walaupun (terpaksa) jadi "almarhum" korban yg ditabrak.

Susanto

Tanggal 5 September 2009 :
Tersangka Pemilik Kerbau Dijebloskan ke Penjara

Malang - Polisi menangkap pemilik kerbau yang menyebabkan KA Penataran terguling hingga menyebakan 1 orang tewas dan 15 luka. Rasim (53), warga Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, ditangkap petugas dari Polres Malang. Buruh bajak sawah ini ditangkap Buser Polres Malang di rumah anak perempuannya di Jalan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (5/9/2009) petang. Dari keterangan Rasim, dia sengaja bersembunyi di rumah anaknya karena takut dengan peristiwa yang menimpa KA Penataran setelah menabrak kerbau miliknya. "Rasim takut setelah kejadian dan memilih bersembunyi,"ujar Kanit Idik I Satreskrim Polres Malang Aiptu Sutiyo kepada detiksurabaya.com melalui telpon genggamnya.

Begitu ditangkap, bapak 6 anak ini langsung menjalani pemeriksaan guna proses penyidikan. Dari hasil pemeriksaan, Rasim ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan KA Penataran di KM 14+3 Malang - Singosari hingga mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan 14 korban luka, Jumat kemarin. Tersangka dijerat Pasal 359 KUHP tentang kelalaian hingga menyebabkan orang meninggal dunia dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun. "Karena juga terapkan undang - undang tentang perkereta apian,"imbuh Sutiyo.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Rasim dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Malang. Dari informasi yang dihimpun sebelum kejadian Rasim mengaku bekerja membajak di areal persawahan di lokasi kejadian. Tepat pukul 13.00 WIB, pengerjaan pembajakkan sawah selesai. Dia pun melepas 2 ekor kerbau yang menjadi sarana alat penggerak bajak sawah. "Kerbau dibiarkan lepas, tanpa tali pengikat. Jadinya saat kereta melintas kerbau tertabrak kereta,"ungkap Sutiyo.

Sumber = Muhammad Aminudin – detikSurabaya pada tanggal 5 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Meski kasihan karena melakukan kecerobohan, namun hukum harus ditegakkan. Satu – satunya jalan harus dijebloskan ke dalam penjara karena telah membunuh orang meskipun tersang tidak menyangka akan menjadi pembunuh massal yang masih disyukuri hanya 1 orang saja. Kita pun berharap jangan sampai ada Rasim lainnya di kemudian hari.

Tanggal 6 September 2009 :
Inspeksi Rel Wilayah Jawa Tengah

Untuk mengantisipasi terjadi marabahaya selama dalam perjalanan mudik dan arus balik Lebaran nanti, Danki Brimob Brebes AKP Surya Saputra beserta jajarannya bekerja sama dengan pihak PT. KA Daops V Purwokerto melakukan inspeksi menelusuri bentangan rel di beberapa wilayah Brebes dan sekitarnya. Sempat ditemukan oleh mereka beberapa baut pengganjal rel kereta api yang terlepas dan diganjal oleh sebuah batu besar. Hal ini sekiranya amat membahayakan perjalanan kereta api. Tidak hanya di rel, pihaknya juga hampir merasa kecolongan dengan beberapa wilayah yang diinspeksinya seperti jalan raya yang sangat rawna kejahatan.

Diliput oleh Reporter Metro TV Darwi Tyas beserta kameramen Bambang Mujiono.

Sumber = Tayangan Mertro Siang di Metro TV pada tanggal 6 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Semoga saja kegiatan mereka tidak percuma dengan berharap jauh dari kejadian serupa di tahun – tahun kemarin.


Tanggal 7 September 2009 :
1. Stasiun Tanjung Priok Menjadi Alternatif Mudik
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

JAKARTA, BK
Stasiun Kereta Api (KA) Tanjung Priok, Jakarta Utara, mulai dipadati calon pemudik. Walau demikian, lonjakan penumpang diperkirakan baru terjadi H-7 Lebaran. Calon penumpang umumnya memesan tiket jurusan Tanjung Priok – Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur. Calon penumpang yang terdiri dari segala usia itu memesan tiket lebih dini agar tidak kehabisan atau berdesak - desakan jika membeli mendekati Lebaran. Rohati (35), salah satu penumpang kepada Berita Kota, akhir pekan lalu mengatakan, dirinya datang memesan tiket tujuan Pasarturi, Surabaya. “Mau pulang kampung ke Surabaya, saya memesan tiket di sini karena saya tinggal di Tanjung Priok. Daripada jauh - jauh ke stasiun Senen (baca = Pasar Senen) mendingan di sini. Selain harga tidak berbeda, stasiun ini dekat rumah,”tutur dia.

Hal senada dikatakan Sumarno (40). Warga Tanjung Priok ini juga berniat memesan tiket menuju Surabaya untuk jadwal keberangkatan pada 17 September. Dia juga tidak mau menunda - nunda memesan tiket ketika pemesan belum berjubel dan berdesak - desakkan. “Yah namanya juga setahun sekali (Lebaran-Red), sudah keharusan bagi kami pulang kampung,”tukas dia seraya mengatakan bersyukur stasiun itu beroperasi kembali untuk jurusan Surabaya sehingga tak perlu ke stasiun Senen.

Kepala Tata Usaha Stasun Tanjung Priok Suparno mengaku, lonjakan penumpang belum terjadi. Lonjakan diperkirakan baru akan terjadi pada H-7 Lebaran. “Masih normal, sekitar 100 orang / hari. Namun kita juga sudah menyiapkan armada untuk mengantisipasi lonjakan yang diperkirakan terjadi pada H-7 Lebaran. Setiap hari, kita menyediakan empat jurusan baik itu lokal maupun ke daerah, termasuk jurusan Pasar Turi yang dijadwalkan pada pukul 15.20 setiap hari. Sedangkan jurusan lokal seperti Bekasi, Purwakarta, dan Cikampek,”tandasnya. Pihaknya sudah mengajukan KA tambahan untuk angkutan Lebaran.

Sementara, loket penjualan tiket di Terminal Pulo Gadung dan Terminal Kampung Rambutan di Jakarta Timur masih terlihat normal belum ada lonjakan berarti. “Sejauh ini penjualan tiket masih normal, masih sekitar 40 persen. Jadi, belum ada lonjakan pemudik yang cukup berarti. Warga yang ingin pulang kampung dalam kondisi biasa saja. Penjualan tiket untuk pemudik diprediksi baru ramai pada H-10 Lebaran,”ujar Kepala Terminal Pulogadung Pardjiman. O dra/lia

Sumber = Rekan Bramantyo Prahoro yang posting ke milis keretapi@yahogroups.com untuk ditujukan ke kang Asep Suherman pada tanggal 29 Agustus 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Tumben nih bukan mas Ben yang posting pemberitaan... Saya patut bersyukur stasiun Tanjung Priok mulai dipenuhi para calon penumpang kereta api meski baru sebatal penumpang Klas Ekonomi. Semoga ke depannya mulai ada rangkaian KA Klas Eksekutif dan Bisnis yang mengawali dan mengakhiri perjalanannya.

2. KA Argo Wilis Menabrak Mobil Kijang
Karena mengindahkan peringatan warga setempat, sebuah mobil Kijang dengan plat nomor B 2420 TS ditabrak oleh rangkaian KA Argo Wilis di perlintasan KA tanpa palang resmi di daerah Ngawi, Jawa Timur. Akibat dari kejadian tersebut 6 dari 7 penghuni mobil tersebut meninggal dunia. Dituturkan oleh Gimin seorang saksi mata bahwa KA Argo Wilis yang datang dari arah Surabaya hendak menuju ke Bandung tersebut menghajar mobil tersebut hingga terpental sejauh 300 meter. Diketahui dari salah seorang korban yang selamat bahwa ia bersama ke-6 penumpang yang meninggal yang ternyata masih terkait hubungan keluarga tersebut mengaku baru berangkat dari desa Plumbon, Sragen, Jawa Tengah hendak menuju ke kampung halaman mereka di Muara Jaya, Sumber Jaya, Lampung dalam perjalanan mudik Lebaran. Namun naas rangkaian KA menghajar di perlintasan tanpa palang tersebut. Dalam kejadian tersebut masinis KA Argo Wilis yang bernama Suparman langsung melakukan pengereman dan tentu saja dimintai keterangan oleh Kepolisian. Dikatakan oleh Kapolsek Gondang Sragen AKP Agus Suprianto bahwa peristiwa ini akan ia usut dengan tuntas.

Dari kejadian tersebut tidak dilaporkan apakah terjadi hambatan dalam perjalanan kereta api atau tidaknya yang jelas tampak sekali beberapa rangkaian KA sempat mengalami kesulitan untuk melintasi perlintasan tersebut. Ini semata bukan dikarenakan para warga yang berkerumum melainkan kondisi bangkai mobil Kijang yang sempat melintang di perlintasan tersebut hingga pada akhirnya dipinggirkan oleh para warga setempat.

Sumber = Tayangan Kabar Petang di TV One pada tanggal 7 September 2009.

Mesin Mati, Mobil Ditabrak KA
Enam Tewas, Satu Luka

NGAWI - Tabrakan maut terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Kedunglumbu, Mantingan. Kereta api (KA) Argowilis jurusan Surabaya-Bandung menghantam mobil Toyota Kijang B 2420 ST. Akibat peristiwa itu, enam penumpang yang berasal dari Lampung Barat tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Sedangkan, satu korban selamat masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sragen.

Keenam korban tewas diantaranya, Junaidi 25, Anah 32, Kondi 58, Siswanto 35 dan, dua korban lagi belum diketahui identitasnya. Begitupula, korban yang mengalami luka berat. Korban seluruhnya berasal dari Desa Muara Jaya, Kecamatan Sumber Jaya, Lampung Barat. Diduga, kendaraan nahas itu akan menuju ke rumah salah satu kerabat di Kecamatan Sine, Ngawi. Seluruh korban dalam peristiwa itu, baik yang meninggal maupun luka ditangani RSUD Sragen.

Informasi yang dihimpun koran ini, tabrakan KA dan mobil kijang warna biru metalik itu terjadi pukul 10.30 WIB. Kendaraan yang berisi tujuh penumpang itu, rencananya akan ke Kecamatan Sine. Saat melintas dari arah utara ke selatan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Kedunglumbu, Mantingan, tiba-tiba mesin mobil ngadat.

Junaidi, sang sopir yang juga menjadi korban tewas sempat kembali menghidupkan mobilnya beberapa kali. Sayangnya, mesin tetap tidak bisa dihidupkan lagi. Berselang tidak berapa lama, dari arah timur muncul KA Argowilis yang melaju dengan kecepatan tinggi. Tanpa bisa menghindar, mobil yang mogok tepat ditengah-tengah perlintasan langsung ditabrak dan terseret KA Argo Wilis.

KA yang dimasinisi Aramoh itu tidak sempat melakukan pengereman mendadak. Akhirnya, mobil terseret hingga 590 meter. Tepatnya, berhenti di Desa/Kecamatan Gondang, Sragen. KA sempat berhenti sebentar melihat kondisi korban dan mobil yang sudah ringsek itu. Kemudian, kereta api kembali melanjutkan perjalanan ke arah barat (Bandung, Red).

Saat warga sekitar melakukan evakuasi terhadap korban, kebanyakan penumpangnya kondisi fisiknya sudah tidak bisa dikenali. Bahkan, jasad korban ada yang hancur terpotong-potong berada didalam mobil nahas itu. ''Sangat parah sekali, bagian tubuhnya ada yang tinggal menyisakan tulang saja,'' terang Soidimin warga sekitar yang sempat mengetahui peristiwa tersebut, kemarin.

Lokasi kejadian yang sulit dijangkau kendaraan roda empat membuat petugas kepolisian dan kesehatan kesulitan melakukan evakuasi korban. Karena, lokasinya lebih dekat dengan Sragen, ketujuh korban baik yang tewas maupun luka berat dibawa ke RSUD Sragen. ''Meski korban dibawa ke RSUD Sragen, peristiwa kecelakaan yang melibatkan kereta api dan mobil itu ditangani Polres Ngawi,'' terang Kapolsek Ngawi Budi Sajidin yang turun langsung ke lokasi tabrakan tersebut.

Ditambahkannya, peristiwa tragis yang merenggut enam korban jiwa sekaligus itu diduga akibat kelalaian sopir. Apalagi tidak waspada saat melintas di perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu. ''Melintas di perlintasan kereta api itu berbahaya. Mesin kendaraan mendadak bisa mati karena ada pengaruh magnet yang ditimbulkan kereta api yang sedang berjalan,'' papar Budi.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada PT KA untuk membangun portal di area perlintasan yang tidak berpalang pintu. Hal itu dilakukan guna menghindari kejadian serupa. Apalagi, menjelang lebaran kali ini arus transportasi akan mengalami peningkatan tajam. ''Setiap perlintasan harus dibangun portal. Sehingga dapat menjadi kewaspadaan dini terhadap pengendara yang sedang melintas,'' jelasnya. (dip/irw)

Sumber = Radar Madiun edisi tanggal 8 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Resiko menyeberangi perlintasan KA tanpa palang tentunya seperti demikian. Tersambar rangkaian KA yang melintas menjadi malapetaka yang paling menonjol apalagi di saat menjelang arus mudik Lebaran.

3. Calo Tiket KA Ditangkap di Gambir
Jakarta - Awin, seorang calo tiket di stasiun Gambir tertangkap tangan oleh petugas keamanan saat hendak menjual tiket kepada calon pemudik. Saat ini pelaku sedang dimintai keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut. "Iya, 1 orang calo ditangkap," ujar Humas Daop I KA Sugeng Priyono kepada detikcom , Senin (7/9/2009). Menurut Sugeng, pelaku memiliki 2 buah tiket Kas Bisnis jurusan Jakarta - Pasar Turi, Surabaya yang dibeli pada 17 Agustus dengan keberangkatan 16 September mendatang. "Ada 2 tiket yang berlaku untuk 3 orang," katanya.

Sugeng menduga, pelaku adalah pemain lama yang biasa beroperasi di stasiun Gambir. Sebelum ditangkap petugas sudah mengintai gerak - gerik pelaku. "Pemain lama sudah kita pantau," tandasnya.
Sumber = Didi Syafirdi – detikRamadan pada tanggal 7 September 2009.
Tanggapan saya pribadi :
Syukur deh kalau mereka berhasil diberantas. Perbuatan mereka memang susah diberantas bagaikan kutu loncat yang bisa aja di mana – mana.

Tanggal 8 September 2009 :
Maling Bermodal di Dalam Kereta Api

Bandung – Hati - hati bagi anda yang akan melangsungkan mudik saat lebaran kali ini, terlebih bagi anda yang menggunakan kereta api. Komplotan pencuri spesialis laptop mulai merangsek masuk kereta api. Hebatnya lagi, maling ini bak penumpang perlente. Kahumas Kereta Api Daop II Bandung Bambang S Prayitno mengatakan pernah memergoki langsung pencuri spesialis laptop ketia melakukan inspeksi di KA Eksekutif Harina jurusan Bandung - Semarang. "Mereka maling berkelas, karena mau beli tiket sekalipun kelas eksekutif,"kata Bambang.
Bambang menambahkan dari hasil interograsi pihak kepolisian diketahui jika maling berkelas tersebut merupakan sindikat komplotan pencuri laptop. "Sebelum melakukan aksinya, pelaku mengintai barang sasaranya dengan kamera HP untuk memperkirakan di mana barangnya,"kata Bambang. "Setelah diyakinkan targetnya lengah pelaku baru beraksi," sambung dia.

Saat ini pelaku ditahan di Mapolsek Andir guna pemeriksaan lebih lanjut. "Sebaiknya pemudik tidak membawa perhiasan yang mencolok saat mudik atau kalau bawa laptop kalau bisa jangan disimpan jauh," imbaunya. Selain mengamankan pemudik dari pelaku penjarahan, KA Daop II Bandung juga meminta bantuan ke POM AU dan POM AD untuk mengantisipasi oknum TNI nakal.

Sumber = Situs Detik.com pada tanggal 8 September 2009.
Catatan diposting oleh rekan Ben Wicaksono ke milis keretapi@yahoogroups.com tanggal 8 September 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Untuk itu mengapa saya selalu tidak ingin pernah melakukan tidur pulas apabila naik KA perjalanan malam hari kalau saya semisal bepergian seorang diri. Terlebih bersama rombongan yang kalau saja semuanya pada tertudir dengan pulas akan sama saja percuma.

Tanggal 9 September 2009 :
Pak Presiden SBY Meresmikan Rel Ganda Sekaligus Lok DE Seri Terbaru

Di sela – sela kesibukkannya dalam merayakan hari jadinya yang ke-60 tahun, pak Presiden RI SBY menyempatkan diri meresmikan penggunaan rel ganda di lintas Pekalongan – Pemalang dan Purwokerto – Patuguran. Keduanya berlokasi di propinsi Jawa Tengah. Ada pula peresmian yang dilakukan pada jam 2-an siang di stasiun Jakarta Kota ini turut serta hadir sebuah lokomotif seri terbaru dari jenis DE / Diesel Elektrik, yaitu CC 204 17 yang baru saja semalam menarik rangkaian KA Argo Gede dan sebelumnya lagi datang dari kota Solo dengan menarik rangkaian KA Lodaya.

Acara semula dilakukan sekitar jam 11-an siang diundur mungkin saja dikarenakan acara di tempat tinggalnya di Cikeas, Bogor dengan dihadiri sekumpulan para anak – anak pengajian dari sebuah madrasah. Ini dalam rangka syukuran hari jadinya yang ke-60 sekaligus syukuran pula atas terpilihnya kembali sebagai Presiden RI periode tahun 2009 – 2014. Adapun inti dari peresmian tersebut semata–mata agar perjalanan mudik Lebaran Idul Fitri 1430 H nantinya dalam ditempuh dengan lancar dan aman dari segala resiko yang terjadi dalam bentuk apapun itu.

Sumber = Rekan – rekan IRPS yang posting ke milis keretapi@yahoogroups.com tanggal 9 September 2009.

Jakarta - Di hari jadinya yang ke-60, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menggelar beberapa acara. Di antaranya, pergi ke Stasiun Kota untuk meresmikan jalur kereta api ganda. Informasi yang detikcom himpun dari Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan, Rabu (09/09/2009), Presiden SBY akan berkunjung ke Stasiun Kota, Jakarta Pusat, pukul 14.00 WIB. Di stasiun peninggalan Belanda tersebut, SBY akan meresmikan jalur ganda Kereta Api Patuguran - Porwokerto dan Petarukan - Larangan.
Sementara pada pukul 12.00 WIB, SBY akan menerima telepon dari Presiden Rusia. Belum diketahui apa topik yang akan dibahas dalam pembicaraan via telepon tersebut. Acara ultah orang nomor 1 di RI pada 09-09-2009 ini juga rencananya akan dirayakan dengan pemotongan tumpeng petang nanti.

(anw/nrl)

Sumber = Anwar Khumaini – detikNews pada tanggal 9 Sptember 2009 pukul. 09.53 WIB.
Tanggapan saya pribadi :
Sayangnya acara seremonila seperti ini tidak diliput oleh satu pun stasiun televisi melainkan hanya sekedar tulisan berjalan di beberapa stasiun TV. Padahal yang terpenting dari acara tersebut berupa bukti keseriusan pemimpin negara sekaliber Presiden yang menjadi orang nomor satu di NKRI ini terhadap sarana dan pra sarana transportasi rakyat semacam kereta api.

Sekilas berita global di luar perkereta apian :
1. Gempa Bumi Jawa Barat

Masyarakat Indonesia patut berduka cita karena pada tanggal 2 September tahun ini pula bencana alam menerpa kawasan propinsi Jawa Barat. Gempa Bumi sebesar 7,3 SR menghantam sekitar wilayah Tasikmalaya. Tidak terkecuali propinsi DKI Jakarta dan Jawa Tengah, bahkan terasa hingga ke propinsi Bali. Dari sekian banyak kota di propinsi Jawa Barat yang terasa getarannya, kota Cianjur yang menjadi kota yang paling banyak memakan korban jiwa dan kerusakkan bangunan permanen dan semi permanen. 1 dari sekian banyak korban jiwa, yang paling menyayat hati kita semua yaitu seorang bapak harus merelakan kepergian 11 anggkota keluarganya karena tertimbun longsoran di Cianjur. Mereka terdiri dari seroang istri, 3 orang anak kandungnya, seorang mertua dan seorang keponakannya. Semuanya dipastikan dalam keadaan meninggal dunia.

Bantuan pun mengalir dari berbagai pihak salah satu di antaranya yang sempat ditayangin oleh TV One dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam. 1 orang penelepon setidaknya mengaku menyumbangkan uang sebesar puluhan juta Rupiah, bahkan ada yang mencapai milyarah Rupiah atas nama pejabat daerah tertentu. Aksi amal tersebut tidak hanya dilakukan oleh 1 stasiun TV saja melainkan juga stasiun TV lainnya seperti Metro TV mungkin yang lainnya juga melalui beberapa bank pemerintah dan swasta.

Tanggapan saya pribadi :
Hehe... bukan berkamsud berlebihan, berkhayal atau pun juga berharap, tetapi biar bagaimana pun kita sepatutnya waspada kalau saja ada komunitas penggila kereta api asal negeri jiran yang ingin menyamakan karya kita. Jangan sampai terjadi deh... Ma’af nih... jadi terbawa dalam kekecewaan sama yang namanya negara Malaysia.
2. Banjir Deras Menerpa Kota Istambul, Turki
Karena hujan yang tidak kunjung berhenti, kota Istambul dan sekitarnya diterjang banjir bandang yang kian melumpuhkan seisi kota dan di sekitarnya. Banyak para warga yang meninggal akibat terjebak derasnya arus banjir. Bagi yang selamat tetap dalam keadaan terjebak di atas bus, rumah, mobil, tiang listrik dan lain – lain. Dilaporkan sarana transportasi lumpuh total akibat kejadian alam ini meski tiada laporan satu pun yang terkait dengan kereta api.

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,
Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….