Rabu, 02 Maret 2011

Catatan Bulanan Seri Acak Bulan Maret 2011

Tanggal 1 Maret 2011 :
Tebing Longsor Nyaris Menimbun Rel Kereta Api
Brebes, Kompas - Tebing setinggi empat meter longsor dan nyaris menimpa rel kereta api di Kilometer 326+700-800, tepatnya di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, 50 meter dari perbatasan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (23/11) malam.

Kejadian itu tidak mengakibatkan korban jiwa maupun menghambat perjalanan kereta api. Namun, bagian lain tebing itu harus diwaspadai karena sewaktu-waktu bisa ambrol dan menimpa rel kereta api. Di sepanjang jalur kereta di wilayah PT Kereta Api Daerah Operasional V Purwokerto, ada 29 titik rawan bencana longsor, banjir, dan ambles. Beberapa titik rawan berada tidak jauh dari tebing longsor.

Kepala Humas PT KA Daop V Purwokerto Surono mengatakan, perbaikan tebing itu akan dikerjakan oleh satuan kerja proyek rel ganda di bawah Direktorat Jenderal Kereta Api karena menjadi kesatuan dengan proyek rel ganda.

Menurut Surono, pengawasan di sejumlah titik rel yang rawan bencana diperketat. Saat ini ditempatkan 24 penjaga rel di 24 titik.

Rel rawan longsor ada di tiga titik di sepanjang jalur rel Prupuk, Kabupaten Tegal, hingga ke Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Rel rawan terendam banjir ada di jalur rel Tegal-Prupuk dan Slawi-Balapulang. Adapun rel rawan ambles banyak ditemukan di jalur rel Banjar Patroman, Jawa Barat, sampai di Kroya, Kabupaten Cilacap.


Aku ketik pada tanggal 7 Maret 2011. ::)

Tanggal 2 Maret 2011 :
Warga Kolong Jembatan KA Antara Stasiun Jayakarta - Stasiun Mangga Besar Siap Digusur
JAKARTA, KOMPAS.com - Usulan warga yang menghuni lahan PT. Kereta Api (KA) di bawah jembatan layang antara stasiun Jayakarta dan stasiun Mangga Besar akhirnya diterima Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI. Warga dipersilakan menempati kolong rel sampai akhir April 2011. "Warga dipersilakan tinggal seluas-luasnya sampai akhir April 2011,"kata Ketua Forum Komunikasi Masyarakat di Bawah Jembatan Layang (FKM-JL), Zulkifli, di Jakarta, Selasa (1/3/2011).

Saat ditemui di tempat usahanya, Jl. Mangga Dua Selatan 13, Kelurahan Mangga Dua Selatan, Kecamatan Tamansari, Jakarta Pusat, Zulkifli mengatakan penertiban bangunan liar di jalur Jayakarta - Mangga Besar dijadwalkan Selasa (8/3/2011) mendatang. Tapi, berdasarkan pertemuan di kantor Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan tanggal 25 Februari laludiputuskan masa tinggal penduduk di jalur itu diperpanjang sampai akhir April 2011. Masyarakat juga diberi kesempatan untuk menambah perpanjangan sampai Juli 2011.

"Kami optimis dapat perpanjangan masa tinggal sampai awal Juli 2011,"kata pria asal Bengkulu itu. Dalam pertemuan yang dihadiri jajaran Kementerian Sosial tersebut, Zulkifli mengungkapkanKemenhub juga memutuskan pola penggusuran 1 hari habis tidak diterapkan melainkan hanya menggusur bangunan liar yang kosong atau tanpa penghuni di jalur Jayakarta - Mangga Besar. Berdasarkan keterangan Ketua Pusat Infokom Kemenhub, Zulkifli mengatakan hasil rapat itu akan ditampung dan disertakan dalam rapat tim sterilisasi bangunan liar di bawah jalan layang KA pimpinan Achmad Sujadi.

Menurut Zulkifli, penundaan sterilisasi kolong rel KA di Jayakarta - Mangga Besar terjadi karena belum terjadi kesepakatan atau kerjasama antara PT. KA dengan Kementerian Sosial. Dalam pertemuan tanggal 25 Februari 2011 itu, pejabat Kemensos mengungkapkan belum ada kerjasama antara pihaknya dengan PT. KA terkait penanganan dampak sosial meliputi bantuan uang kontrak rumah, uang saku atau lainnya. "Kalau memang PT. KA ada kerjasama dengan Kemensos, pasti ada solusi buat warga untuk mengatasi masalah sosial, seperti tempat tinggal dan sekolah bagi anak - anak kami,"katanya.

"Yang datang dari Kemensos waktu itu (pertemuan 25 Februari di kantor Dirjen Perkeretaapian Kemenhub) Direktur Pemukinan Kumuh, Direktur Masyarakat Miskin dan Direktur Dampak Sosial terhadap Anak," kata Zulkifli.

Sumber :

Komentar saya pribadi :
Yah... kita lihat saja tanggal mainnya.... :)

Tanggal 7 Maret 2011 :
Hindari Banjir, 6 Rangkaian Kereta Dialihkan ke Jalur Utara
Senin, 07/03/2011 06:11 WIB
Hery Winarno - detikNews
Brebes - 6 Rangkaian kereta yang tertahan akibat rel terendam di Cileduk, Ketanggungan, Brebes terpaksa dialihkan. 6 rangkaian tersebut dialihkan melalui jalur utara melewati, Slawi, Tegal baru ke Cirebon. "Perjalanan tetap dilanjutkan tetapi lewat jalur utara. Terpaksa kita mundur dulu baru kemudian dilanjutkan lewat utara,"ujar salah seorang petugas KA Bima, Mardiyono di stasiun Songgom, Brebes, Jawa Tengah, Senin (7/3/2011). Kereta eksekutif Bima terpaksa mundur ke stasiun Prupuk, Brebes. Dari stasiun ini kemudian rangkaian kereta akan dilanjutkan ke jalur utara melewati Tegal lalu ke Cirebon untuk selanjutnya menuju Jakarta.

"Semua kereta mundur ke Prupuk, dari sini baru nanti ambil jalur utara. 6 Rangkaian kereta dialihkan semua lewat jalur utara," terangnya. Jalur kereta api terendam air akibat jebolnya tanggul di Cileduk, Ketanggungan, Brebes. Akibat kejadian ini 6 rangkaian yakni KA Eksekutif Taksaka, KA Eksekutif Argo Dwipangga, KA AC Ekonomi Bogowonto, KA Ekonomi Gaya Baru Malam, KA Eksekutif Bima dan KA Eksekutif Gajayana tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju Cirebon dan Jakarta. "Mesti terlambat tapi berapa lama belum bisa diprediksi karena harus disesuaikan dengan kereta yang di jalur utara," terang Mardiyono.

Kereta Bima sendiri saat ini telah berada di stasiun Prupuk untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Tegal. Akibat kejadian ini, 6 rangkaian kereta dipastikan terlambat tiba di Jakarta.


(her/rdf)


Aku ketik pada tanggal 8 Maret 2011. ::)

Tanggal 8 Maret 2011 :
Pekerja Proyek Fly Over Diponegoro Nekad Bongkar Rel KA
suarasurabaya.net| Rel kereta api double track eks trem yang berada di jalur hijau kawasan Diponegoro - Pasar Kembang Surabaya dibongkar oleh pekerja proyek pembangunan fly over. Pembongkaran itu dilakukan oleh para pekerja proyek dengan menggunakan alat las dan sebuat eksavator. Pantauan suarasurabaya.net ruas rel KA yang sudah terpotong sekitar 6 meter.

Pemotongan rel KA ini ternyata diketahui oleh pihak PT. KA Daop VIII Surabaya. ARIEF WAHYUDI Wakil Kepala PT. KA Daops VIII saat melintas di Jl Diponegoro secara tidak sengaja melihat ada aktifitas pembongkaran rel yang menurut dia dilakukan secara sepihak oleh pihak proyek. Karena sampai saat ini proyek tersebut masih dalam status quo harusnya tidak boleh ada aktifitas pekerjaan proyek sampai ada kesepakatan lebih lanjut antara Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait kelanjutan proyek fly over tersebut.

“Sampai saat ini belum ada pertemuan dengan kedua kementerian itu sehingga belum ada kata sepakat tentang kelanjutan proyek tersebut. Pembongkaran rel KA ini jelas melanggar karena rel itu aset kami. Jika proyek tidak menghentikan pembongkaran itu akan kami laporkan ke polisi dengan tuduhan merusak aset negara. Sementara itu dari pihak proyek belum bisa dimintai keterangan dan masih melakukan pembicaraan dengan PT. KA Daops VIII. Setelah diprotes PT. KA, aktifitas pembongkaran rel akhirnya dihentikan. Pekerja pun duduk-duduk di sekitar rel.

PT. KA Daops VIII menyatakan keberatan dengan dilakukannya proyek fly over Diponegoro - Pasar Kembang karena tiang pancang akan merusak jaringan rel eks trem milik PT. KA. Padahal jaringan yang merupakan aset PT. KA itu akan difungsikan kembali. PT KA juga keberatan karena pembangunan proyek ini tidak mengajak dialog PT. KA dalam pembahasan desain dan teknik proyeknya. Padahal proyek ini menggunakan, jaringan rel yang notabene lahannya milik PT. KA.(ipg/ipg)

Teks Foto:
- Pekerja proyek membongkar dan memotong rel KA eks trem milik KA di jalur hijau Diponegoro-Pasar Kembang.
Foto: EDDY suarasurabaya.net


Tanggapan saya pribadi :
Semua karena duit duit dan duittttt!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Siapa yang berkuasa dialah yang berhak meski tanpa perundingan sekalipun. Andai kata Surabaya milik Solo, mungkin walikota Solo akan marah besar dengan keberadaan pelaku proyek pembongkarannya itu.

Saya ketik pada tanggal 9 Maret 2011. ::)

Rabu, 09/03/2011 13:16 WIB
BUMN Garap Double Track Jakarta-Surabaya Rp 6,5 Triliun
Herdaru Purnomo - detikFinance
Jakarta - Konsorsium BUMN akan segera menggarap proyek double track jalur kereta api Jakarta-Surabaya sepanjang 780 KM senilai Rp 6,5 triliun. Diharapkan pembangunan jalur kereta api itu dapat selesai dalam waktu 2 tahun setelah proses perijinan selesai. "Konsorsium ini akan menghimpun dana guna membangun percepatan double track. Diharapkan selama 2 tahun bisa selesai tapi masih harus menunggu semua proses selesai," ujar Menteri BUMN, Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (9/3/2011).

Ia menambahkan, konsorsium BUMN meliputi PT Kereta Api (KAI), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), beserta BUMN-BUMN karya nantinya hanya mengeluarkan biaya Rp 6,5 triliun untuk membangun proyek tersebut. Angka ini lebih murah dibandingkan dana subsidi yang disiapkan pemerintah seperti disampaikan oleh Mustafa mencapai Rp 9 triliun. "Agar BUMN bisa mengambil alih proyek ini maka pemerintah hanya memberikan subsidi saja sebesar Rp 1 triliun, serta konsesi selama 25 tahun," tuturnya.

Saat ini, baru sedikit lintas kereta api yang sudah memiliki fasilitas double track, antara lain Jakarta-Cirebon dan Kutoarjo-Jogjakarta-Solo. Sementara itu, lintas yang hanya memiliki fasilitas single track lebih banyak seperti Cirebon-Kroya-Purwokerto-Kutoarjo, Solo-Madiun-Surabaya, Cirebon-Pekalongan-Semarang dan Surabaya.

Direktur Keuangan KAI Kurniadi Atmosasmito menjelaskan, pihaknya berencana mengambil alih proyek Pekalongan-Surabaya sepanjang 388 kilometer. "Namun, kita masih menunggu keputusan dari pemerintah," ujar Kurniadi.

KAI Kejar Kontribusi Pendapatan 60% dari Bisnis Angkutan Barang
Untuk meningkatkan kontribusi bisnis angkutan ke pendapatan dari 41% ke 60% di 2014, KAI menambah armadanya dengan 144 lokomotif baru dan 2.400 gerbong pengangkut batubara dan barang. "Saat ini sumbangan angkutan barang ke pendapatan itu 41%, nah dengan penambahan ini diharapkan pada 2014 porsinya bisa meningkat jadi 60%," ujar Direktur Utama KAI Ignatius Jonan.

KAI sendiri memeroleh sindikasi kredit investasi dari BRI dan BNI sebesar Rp 4,024 triliun dalam pengadaan 144 lokomotif dan 2.400 gerbong dengan nilai sebesar Rp 4,735 triliun. Saat ini KAI memiliki 300 unit lokomotif, dan 3.800 unit gerbong. "Pengadaan Gerbong ini sendiri akan dilakukan melalui tender secara terbuka. Dari 144 lokomotif itu, 44 akan dialokasikan di Sumatera dan 100 di Jawa. Sedangkan gerbong, terdiri dari 1.200 unit gerbong pengangkut batubara dan 1.200 gerbong pengangkut barang," tambah Jonan.

Menurutnya, bisnis angkutan barang sendiri merupakan bisnis yang bisa dikomersialisasi. Ia berharap, lewat pengadaaan tambahan lokomotif dan gerbong tersebut dapat meningkatkan kapasitas angkutan menjadi 5.000 kontener per minggu. "Di Pulau Jawa kami mengangkut 2.000-2.500 kontener per minggu, dua sampai tiga tahun lalu itu paling hanya 200-300 kontener per minggu. Saat ini ada sekitar 30 ribu kontener di jalan per minggu," tandasnya

(dru/ang)


Saya ketik pada tanggal 13 Maret 2011. ::)

Tanggal 14 Maret 2011 :

ITB Buka Program Khusus Perkeretaapian

TEMPO Interaktif, Jakarta -PT Kereta Api Indonesia dan Institut Teknologi Bandung bekerja sama membuka program studi khusus perkretapaian untuk jenjang pendidikan Diploma III. “Tujuan kami satu-satunya adalah mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang akan menjalankan perkeretaapian ke depan,”kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Ignasius Jonan di Bandung, Senin 14 Maret 2011. Rencana pembukaan program studi itu dituangkan lewat nota kesepahaman yang diteken Jonan dan Rektor ITB Akhmaloka hari ini. Jonan mengatakan program itu akan diprioritaskan bagi karyawan PT Kereta Api, kendati tidak menutup kemungkinan akan merekrut mahasiswa baru dari jalur umum.

Jonan mengatakan, latar belakang kerjasama itu karena kualitas Sumber Daya Manusia di perusahan pelat merah itu makin turun. ”Kita khawatirkan yang disebut ’national brain drain’, putra-putri bangsa terbaik tidak akan bekerja di tanah air lagi, ini yang kami rasakan waktu masuk ke kereta api, orang-orang terbaik yang mau bekerja di kereta api makin sedikit,” katanya. Direktur Sumber Daya Manusia PT Kereta Api Indonesia Joko Margono mengatakan program khusus yang dibiayai perusahaannya itu ditujukan untuk mengantisipasi pengembangan bisnis perusahaan. ”Kita akan memperluas bisnis kita ke depan sehingga perlu orang-orang khusus,”kata Joko. Joko mengatakan pegawai PT. Kereta Api Indonesia lulusan program ini dipersiapkan untuk mengisi sejumlah jabatan strategis untuk menyokong pengembangan bisnis kereta itu. Mereka disiapkan untuk menjadi Junior Manager atau Senioar Manager perusahaan itu.

Menurut Joko, PT. Kereta Api tengah mempersiapkan diri untuk mengembangankan bisnis perusahaan itu di Jawa dan Sumatera. ”Terutama angkutan batu bara di Sumatera Selatan dan peningkatan pengangkutan barang di Jawa,” katanya. Joko mencontohkan, untuk pengangkutan batu bara di Sumatera Selatan dibutuhkan karyawan yang memiliki pengetahuan khusus untuk menyokong rencana perusahaan mendongkrak kapasitas angkutan batu bara setiap tahunnya, dari 10 juta ton menjadi 20 juta ton dalam 5 tahun nanti. ”Kereta api angkutan batu bara itu panjangnya hampir 15 KM, lok penariknya bisa 2-3 lokomotif, rangkaiannya bisa 60 gerbang,”katanya. Di Sumatera Selatan, dari 4ribu karyawan yang ada saat ini dibutuhkan tambahan sekitar 2ribu orang lagi. ”Pegawai kereta api seluruhnya ada 28ribu, kemungkinan akan menjadi 30ribu sampai 32ribu karena pengembangan bisnisnya ke depan,”kata Joko.

Di Jawa perusahaan itu akan menggeser porsi angkutannya. Dari 60% penumpang dan sisanya barang dalam 5 tahun lagi akan digeser menjadi sebaliknya, yakni 60% angkutan kereta api untuk angkutan barang dan sisanya untuk penumpang. ”Makanya butuh perkuatan SDM operasional,”katanya. Rektor ITB Akhmaloka mengatakan moda transportasi jenis kereta api seharusnya menjadi yang termaju. Moda transportasi ini sangat strategis untuk dikembangkan. Pengembangan itu tidak sebatas dari moda transportasinya, tapi juga industrinya. Akhmaloka mengatakan, dalam program ini, ITB berniat pengembangannya tidak sebatas dari segi pendidikan saja, tapi juga penelitian di sektor perkeretaapian. ”Bagaimana pun juga moda transportasi kereta api di negara mana pun, itu yang penting dan Indonesia tidak boleh atau mau tidak mau harus mengembangkan itu kalau kemudian ingin transportasinya menjadi lebih baik,”katanya.

Program Diploma III Perkreta apaian yang dikembangkan bersama PT. Kereta Api Indoenesia dan ITB itu setiap angkatannya akan mendidik 180 orang. Kerjasama ini sementara diteken untuk 5 tahun. Kampusnya akan menempati fasilitas perkantoran milik PT. Kereta Api Indonesia di Jl. Dago 250, Bandung. Joko mengatakan ITB diminta untuk menyaring pegawai PT Kereta Api Indonesia yang berminta mengikuti pendidikan itu. Jika yang lolos ternyata jumlahnya lebih sedikit dari kuota, kursi program studi ini baru dibuka untuk umum dengan syarat diminta untuk bekerja di PT Kereta Api jika lulus nanti.

Ahmad Fikri


Saya ketik pada tanggal 14 Maret 2011. ::)

Tanggal 21 Maret 2011 :

Bungkusan Mencurigakan di Stasiun KA Cianjur

CIANJUR - Kali ini teror bom menyambangi Kota Cianjur. Sebuah bungkusan mencurigakan ditemukan warga di sekitar Stasiun KA Cianjur, selepas magrib tadi. Saat ini polisi sudah mengamankan TKP dan memasang police line, sementara tim Gegana masih dalam perjalanan.

Kontan penemuan barang yang terbungkus dalam kantong keresek hitam ini membuat cemas warga sekitar, terlebih lokasinya dekat dengan stasiun KA. Dudi Junaesi (30) dan Zaenal Abidin (30), warga Kampung Gudang, Kelurahan Sayang, Cianjur Kota, secara tak sengaja menemukan benda misterius tersebut.

Lantaran kerap menonton pemberitaan akan maraknya teror paket bom, kedua warga ini lantas meleparkan benda yang saat dibuka terdapat rangkaian kabel ini menjauhi rel lantaran akan ada kereta yang melintas. "Dikirain apa, pas dibuka ada kabel-kabelnya. Saya takut itu bom seperti berita-berita di televisi. Lalu saya lempar ke deket gudang, soalnya bentar lagi ada kereta mau lewat, takut meledak," papar Dudi di lokasi kejadian, Senin (21/3/2011).

Dia mengatakan, penemuan bungkusan mencurigakan tersebut lalu dilaporkan ke petugas keamanan stasiun yang kemudian ditindaklanjuti ke polisi. "Barangnya belum dicek, masih di TKP," imbuh Dudi.

Dari pantauan, saat ini sejumlah petugas polisi sudah mengamankan lokasi. Namun sejauh ini tim Gegana belum tiba ke lokasi. Warga setempat juga bergerombol di sekitar lokasi penemuan bungkusan yang diduga bom tersebut.
(Ricky Susan/Koran SI/ram)


Aku ketik pada tanggal 22 Maret 2011. ::)

Tanggal 25 Maret 2011 :
Korea Minat Garap Kereta Cepat Indonesia
Editor: Erlangga Djumena
Senin, 28 Maret 2011 | 09:04 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Korea Railroad Research Institute (KRRI) berminat menggarap proyek infrastruktur transportasi terutama kereta api cepat di Indonesia. Salah satunya proyek transportasi massal yang menghubungkan Kota Jakarta dengan bandara Soekarno-Hatta dan Jakarta-Surabaya yang diperkirakan menelan dana 20 miliar dollar AS. Untuk menggarap proyek itu, KRRI menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan telah meneken memorandum of understanding (MOU) pada Jum'at (25/3/2011).

Presiden KRRI Sung Kyou Choi mengatakan selain tertarik menggarap proyek transportasi massal, Kadin dan KRRI juga akan membantu menyusun strategi dan perencanaan untuk jaringan kereta api nasional di Indonesia. "Kami merencanakan jaringan kereta api untuk kota-kota besar lainnya di Indonesia,”kata Sung Kyou Choi. Sung Kyou mengatakan KRRI akan mengimplementasikan teknologi yang dimiliki Korea untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kota - kota besar di Indonesia. Selain di Indonesia, KRRI juga telah menyusun strategi perkereta apian di Brasil.

Business Advisor Asia Economic Community Park Sung Chur mengatakan pengembangan di Indonesia akan dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang seefektif mungkin. Dia bilang mereka akan mengoordinasikan pendanaan itu melalui dukungan Pemerintah Korea dan Asia Economic Community Foundation yang fokus pada penyaluran dan implementasi teknologi. "KRRI sendiri telah melakukan koordinasi dengan Kadin Indonesia dan BKPM untuk merealisasikan proyek ini, ujarnya. Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan kerjasama dengan KRRI sangat tepat karena mereka memiliki teknologi tinggi dalam pengembangan kereta api dengan kecepatan 300 - 350 KM per jam. "Mereka bisa membawa investasi ke Indonesia karena mereka mempunyai jaringan dengan perbankan Korea dan investor di sana,"terang Suryo. Lanjut Suryo, mereka juga menggandeng PT. Industri Kereta Api (Inka) sehingga nantinya produksi gerbong kereta api bisa dilakukan di Indonesia.

Sementara Ketua Komite Tetap Hubungan Antar Lembaga Kadin Indonesia Biben Akbar mengatakan jika konsep transportasi massal ini terealisasi diharapkan dapat memacu pertumbuhan lapangan kerja di kota - kota besar serta memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Kita juga menghendaki adanya kerja sama transfer teknologi melalui kerja sama antara Kadin dengan KRRI yang melibatkan perguruan-perguruan tinggi di Indonesia,"kata Biben. (Sofyan Nur Hidayat/Kontan)


Aku ketik pada tanggal 28 Maret 2011. ::)

Tanggal 29 Maret 2011 :

22 Perjalanan KRL Ekonomi Dikurangi

Marieska Harya Virdhani - Okezone
DEPOK- Jumlah perjalanan Kereta APi Listrik (KRL) ekonomi jurusan Jakarta - Bogor akan mengalami pengurangan 22 kali menyusul kebijakan baru yaitu meniadakan KRL ekspres. Kepala Stasiun Depok Baru Nasrudin mengatakan sebelumnya perjalanan KRL ekonomi Jakarta - Bogor dan sebaliknya dalam sehari adalah 44 kali. Namun penghapusan kereta ekspres per 1 April nanti perjalanan KRL ekonomi berkurang menjadi hanya 20 perjalanan saja. Hal ini tentu saja memaksa penumpang untuk beralih ke KRL AC ekonomi atau commuter lane. "Ini akan berdampak pada penuhnya KRL AC ekonomi dan commuter lane. Saya tidak yakin jika fasilitas AC itu akan dingin,"katanya, Selasa (29/3/2011).

Namun demikian Nasrudin mengatakan KRL ekonomi tidak langsung dihapus karena masih menunggu kesiapan masyarakat. "Karakter setiap penumpang berbeda, ada yang mencari mahal atau murahnya tetapi ada juga yang mencari kecepatan waktu,"ucapnya. Mengenai fasilitas commuter lane, menurutnya saat ini masih dalam kajian dan dia berharap masyarakat tidak melakukan penolakan.

(crl)


Aku ketik pada tanggal 29 Maret 2011. :)

Tanggal 29 Maret 2011 :
PT. KA Jajaki Kereta Wisata Bandung-Cianjur
BANDUNG--MICOM: PT. Kereta Api (PT. KA) menjajaki layanan KA wisata Bandung - Cianjur dalam rangka optimalisasi angkutan penumpang umum maupun wisatawan. "PT. KA menjajaki jalur itu sebagai jalur wisata, seperti hari ini menjalankan KA wisata ke Stasiun Lampegan - Cianjur bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cianjur,"kata Kepala Humas PT. KA Daop II Bandung Bambang Setya Prayitno di Bandung, Selasa (29/3).

Kereta api wisata itu mengangkut rombongan Wagub Jawa Barat H. Dede Yusuf yang akan menghadiri acara di Kabupaten Cianjur. Penggunaan KA wisata ke jalur itu merupakan yang pertama kalinya selama ini jalur itu dilintasi KA Ciroyom - Cianjur. Namun demikian, pengembangan layanan KA jalur Bandung - Cianjur itu masih terkendala dengan jalur rel yang perlu direvitalisasi. Jalur rel di jalur itu hanya bisa dilintasi oleh lokomotif jenis BB sedangkan lokomotif jenis CC-302 (???) belum bisa melintas karena bobotnya lebih berat.

"Jalur Sukabumi - Cianjur sebenarnya sudah rampung direvitalisasi, namun belum diserahkan oleh pmerintah. Sedangkan, jalur Cianjur - Bandung perlu direvitalisasi untuk bisa dilintasi lokomotif Hydrolik (??),"kata Bambang. Sedangkan untuk jalur wisata, kata Bambang sangat potensial. Selain melintasi kawasan yang memiliki pemandangan indah, juga bisa mengakses ke sejumlah obyek wisata, salah satunya situs kepurbakalaan Gunung Padang. "Potensi jalur KA wisata sangat potensial. Bila jalurnya sudah rampung direvitalisasi seluruhnya tentu akan lebih hidup,"katanya.

Bambang menyebutkan, ke depan jalur KA Sukabumi-Cianjur - Bandung tidak hanya bermanfaat untuk angkutan penumpang, juga bisa untuk angkutan barang. (Ant/OL-9)


Saya ketik pada tanggal 29 Maret 2011. ::)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar