Jumat, 21 Januari 2011

Catatan Bulanan Periode Pertengahan Bulan Januari 2011

Catatan Bulanan
Periode Pertengahan Bulan Januari 2011
Disusun oleh Wardana Qurtubi

TARIF KA
Kementerian Keuangan Tak Penuhi Dana Kereta Api
Kamis, 13 Januari 2011 | 03:48 WIB
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Jakarta, Kompas - Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menegaskan sulit untuk mempertahankan kondisi kereta api Ekonomi. Hal itu karena Kementerian Keuangan tidak pernah memenuhi seluruh permintaan kebutuhan dana subsidi bagi kereta api Ekonomi. "Mekanisme jelas. Ada dana subsidi atau public service obligation (PSO) ada dana pemeliharaan jalan rel. Sebaliknya, dari operator ada kewajiban membayar jasa penggunaan rel. Namun, kebutuhan dana itu tak dicukupi,"kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan Rabu (12/1) saat ditemui di kantornya di Jakarta.

Tundjung menegaskan, saat ini saja ada 348 unit kereta klas Ekonomi yang umurnya di atas 30 tahun. "Itu semua harus diganti, tetapi Ditjen Perkeretaapian tak mendapat dana signifikan,"katanya. Ditjen Perkeretaapian juga menghitung supaya keterisian tiap kereta maksimal 150% butuh 415 unit kereta, tetapi nyatanya hanya tersedia 380 unit kereta.Terkait dana subsidi yang kurang itu, kata Tundjung, tak ada jalan lain untuk menjaga kondisi kereta selain menaikkan tarif. "Lagi pula, sebenarnya secara nominal kenaikan tarif tak tinggi, hanya ribuan Rupiah,"ujarnya. Andai PSO cukup, kata Tundjung, tak usah ada pro-kontra soal tarif ini.

Tahun ini, misalnya, PT. Kereta Api mengusulkan subsidi Rp 775miliar, tetapi pemerintah hanya memberi Rp 639miliar. Oleh karena itu, untuk melihat realitas di masyarakat, kata Tundjung, Kementerian Perhubungan akan menyurvei kemampuan masyarakat membeli tiket sehingga kenaikan tarif dapat dilakukan pada April atau Mei 2011. "Tahun lalu, kami survei sekitar 7.000 penumpang. Kali ini akan lebih banyak. Juga akan disurvei perilaku penumpang seperti kebiasaan berkomunikasi dan transportasi lanjutan, seperti ojek. Kami ingin gambaran utuh,"kata Tundjung.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Jakarta menuturkan kenaikan tarif kereta api akan ditunda hingga April 2011. Itu pun hanya akan diizinkan oleh pemerintah jika manajemen PT. Kereta Api Indonesia mampu memenuhi standar pelayanan minimal. "Suspensi (penundaan kenaikan tarif) hingga April. Payung hukumnya akan keluar jika standar pelayanan minimal sudah dipenuhi,"kata Freddy. Menurut Freddy, selain harus memenuhi standar layanan minimal, PT. KA juga wajib menyosialisasi dan mengeluarkan perintah operasional (PO)-nya. Kalau belum dikerjakan, PT. KA tidak akan mendapatkan tanda tangan persetujuan dari Menteri Perhubungan. Jika April 2011 belum naik, Freddy mengkhawatirkan adanya kebutuhan tambahan subsidi PSO. Tahun ini, PT. KA mendapatkan subsidi PSO senilai Rp 630miliar. Freddy menegaskan, tambahan PSO hanya akan diberikan kepada PT. KA jika laporan keuangannya sudah diaudit. Begitu juga untuk pembayaran PSO tahun 2010 yang masih ada sisa.

(oin/ryo)

Sumber = http://cetak.kompas.com/read/2011/01/13/03482256/kementerian.keuangan.tak.penuhi.dana.kereta.api

Tanggal 15 Januari 2011 :
Kerusuhan di Tunisia, KA Pun Dibajak
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Metrotvnews.com, Tunis: Aksi perampokan, kerusuhan di penjara hukuman mati dan kekacau - balauan di jalanan melanda seantero Tunisia, Sabtu (15/1), atau sehari setelah aksi protes massal yang menjungkalkan Presiden Zine El Abidine Ben Ali. Di kota wisata Mammamet, penduduk asli menghancurkan pusat - pusat bisnis dan bangunan milik Presiden Ben Ali dan keluarga istrinya.

Dalam suasana ketiadaan pemimpin, para perusuh merampok pertokoan dan membajak kereta api di ibu kota Tunisia, Tunis. Bahkan, tentara tampak membantu aksi para perusuh di depan Kementerian Dalam Negeri. Akibatnya, ribuan wisatawan mancanegara berbondong - bondong meninggalkan Tunisia.

Sedikitnya 42 orang tewas terbunuh dalam kerusuhan di sebuah penjara. Jatuhnya korban tewas ini merupakan yang terbanyak dalam aksi kerusuhan di Tunisia 1 bulan terakhir. Aksi kekerasan itu terjadi setelah Ketua Majelis Rendah Parlemen Tunisia, Fouad Mebazza ditetapkan sebagai Presiden Ad Interim menggantikan Ben Ali yang melarikan diri ke Arab Saudi.

Fouad dilantik dan diberi wewenang untuk mengadakan Pemilu dalam 60 hari ke depan. (RIE)

Sumber = http://metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/01/16/120702/Tentara-Tunisia-Bantu-Aksi-Perusuh

Tanggapan saya pribadi :
Sekilas kerusuhan ini menyerupai peristiwa bulan Mei 1998 silam di ibukota Jakarta dan Solo. Namun, sayangnya tiada tayangan yang menggambarkan seberapa parahnya pembajakan di KA yang dimaksud.

Tanggal 18 Januari 2011 :
Inka Garap Kereta Pesanan Singapura
SELASA, 18 JANUARI 2011 | 22:47 WIB
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Pembuatan gerbong kereta di pabrik PT Industri Kereta Api (INKA). TEMPO/Ishomuddin
TEMPO Interaktif, Madiun - Direktur Utama PT. Industri Kereta Api (Inka) Roos Diatmoko menyatakan perseroan tengah mengerjakan pesanan kereta dari sebuah perusahaan swasta Singapura dan pemerintah Malaysia. Pesanan itu berupa 20 gerbong kereta fasilitas kerja pesanan Singapura dan 12 gerbong kereta Ekonomi penumpang beserta 2 unit kereta pembangkit listrik pesanan Malaysia.

Kedua pesanan itu bernilai total Rp 63 miliar dengan perincian kereta pesanan Malaysia yang terbuat dari stainless steel senilai Rp 45 miliar dan kereta pesanan Singapura senilai Rp 18 miliar. "Akhir September atau Oktober tahun ini kami targetkan sudah selesai dan siap dikirim,"kata Roos di Madiun, Selasa (18/01). Pengiriman kereta pesanan itu sebetulnya sudah molor dari target awal, yakni pada akhir tahun lalu. Sebelumnya, Inka pernah mengerjakan pesanan kereta dari beberapa negara di Eropa dan Asia, seperti Belgia, Bangladesh dan Thailand.

Selain menggarap kereta pesanan luar negeri, Inka tengah menggarap beberapa kereta pesanan pemerintah dari kereta penumpang jenis KMP3, K3, kereta rel listrik, kereta rel diesel Indonesia, kereta rel diesel elektrik, komuter, rail bus, sampai kereta barang dan batu bara. Pertengahan tahun ini Inka akan meluncurkan produk rail bus kedua di Indonesia yang akan melintas di Solo - Wonogiri. Rail bus ini merupakan pesanan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Rail bus ini hanya 1 set yang terdiri atas gerbong dengan kapasitas penumpang 160 orang dan kecepatan maksimum 100 km/jam. Rail bus pertama dioperasikan di lintas Kertapati - Indralaya Kampus Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan secara gratis untuk mahasiswa. Sedangkan rail bus Solo - Wonogiri akan dioperasikan secara komersial.

Tahun lalu, PT Inka membukukan pendapatan dari penjualan Rp 621 miliar dengan laba sekitar Rp 27 miliar. Sebanyak 75% penjualan sumbangan dari pesanan kereta dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, PT. Kereta Api 13% serta sisanya dari pasar ekspor dan swasta yang mencapai 12%. "Tahun 2011 ini ditargetkan angka penjualan meningkat jadi Rp 820 miliar dengan laba di atas Rp 30 miliar,"kata Roos.

ISHOMUDDIN

Sumber = http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/01/18/brk,20110118-307284,id.html

Tanggapan saya pribadi :
Nampaknya PT. INKA sudah semakin menunjukkan kemajuan dalam persoalan ekspor rangkaian KA.

Tanggal 19 Januari 2011 :
KRL Ekonomi AC Mogok di Pasar Minggu
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
DEPOK, KOMPAS.com - Kereta Rel Listrik Ekonomi AC tujuan Tanah Abang Rabu (19/1/2011) mogok di stasiun Pasar Minggu. Seharusnya, kereta ini berangkat pukul. 07.30 WIB dari stasiun Pasar Minggu menuju stasiun Depok, namun hingga pukul. 08.30 WIB, kereta masih belum beranjak dari stasiun Pasar Minggu.

Wartawan Kompas.com yang tengah menunggu di stasiun UI terpaksa gigit jari karena hingga pukul. 08.30 WIB kereta Ekonomi AC itu belum juga tiba. Akibatnya, terjadi penumpukan calon penumpang. Beberapa calon penumpang bahkan sudah tidak sabar menunggu sehingga ada yang memutukan pulang kembali ke rumah, ada pula yang menyeberang ke rel sebelahnya.

Akibat mogoknya KRL Ekonomi AC di stasiun Pasar Minggu itu sejumlah kereta terkena dampaknya. Di antaranya KA Ekspres tujuan stasiun Tanah Abang, Kereta Cisadane tujuan stasiun Tanah Abang, dan Kereta Ekspres tujuan stasiun Jakarta-Kota sehingga terjadi penumpukan calon penumpang di masing-masing stasiun akibat kereta yang akan mereka tumpangi terhalang KRL Ekonomi AC yang mogok tersebut. Seharusnya, KRL Ekspres sudah harus berangkat pukul. 08.20 WIB, sementara KA Cisadane berangkat pukul. 09.00 WIB, sedangkan KRL Ekspres tujuan stasiun Jakarta-Kota berangkat pukul. 08.30 WIB.

Menurut petugas di stasiun UI, mogoknya KRL Ekonomi AC tersebut akibat kerusakan teknis. "Tadi dicoba didorong menggunakan Kereta Ekonomi, tapi tak jalan. Mungkin akan dipindahkan jalur di Pasar Minggu,"kata petugas itu kepada Kompas.com. Di Stasiun Pondok Cina, calon penumpang mencoba pindah ke UI dengan nyeberang ke stasiun sebelahnya menunggu kereta yang datang dari stasiun Manggarai. Ternyata belum ada kabarnya karena tertahan di stasiun Kalibata dan stasiun Duren Tiga. Kereta yang datang dari arah Pasar Minggu ke arah Depok juga masih tertahan.

Sumber = http://megapolitan.kompas.com/read/2011/01/19/08150152/KRL.Ekonomi.AC.Mogok.di.Pasar.Minggu-7

Tanggapan saya pribadi :
Kembali lagi untuk kesekian kalinya KRL mogok tidak karuan membuat para pekerja kantoran, pelajar dan pedagang terlantar untuk mengais rejeki mereka masing – masing. PT. KA tidak becus dan tumpang tindih saling menyalahkan atas gangguan ini.

Tanggal 21 Januari 2011 :
BRI – BNI Gelontori PT. KA Rp 4triliun,00 di Proyek Train Pasific Railway
Jum'at, 21 Januari 2011 - 17:21 wib
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
JAKARTA – PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT. Bank Negara Indonesia (BNI) melakukan sindikasi untuk memberikan pinjaman senilai Rp 4triliun,00 kepada PT. Kereta Api (PT. KA) untuk proyek PT. BA Train Pasific Railway pada Januari ini. "Pinjaman yang diberikan ke PT. KA sebesar Rp 4triliun,00 yang digunakan untuk membeli lokomotif di Bukit Asam,"ungkap Direktur Bisnis dan Kelembagaan Bank BRI Asmawisyah saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakartam Jum’at (21/1/2011).

Dijelaskannya juga, sindikasi itu direncanakan akan direalisasikan pada bulan ini. Adapun kisaran besaran pinjaman yang diberikan BNI dan BRI masing - masing sebesar 50%. "Porsi BNI dan BRI fifty-fifty dan saya ingin bulan ini (Januari) dilakukan sign-nya,"ungkapnya. Sebagai informasi, saat ini PT .KA dan PT. Bukit Asam (PT. BA) tengah melakukan kerjasama dalam proyek railway station. Kerjasama tersebut untuk memenuhi PT. BA Train Pasific Railway. Di mana proyek tersebut menelan anggaran sekira USD47,7 juta. (adn)

Yuni Astutik - Okezone

Sumber = http://economy.okezone.com/index.php/ReadStory/2011/01/21/320/416595/bri-bni-gelontori-ptka-rp4-t-di-proyek-train-pasific-railway

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar