Senin, 11 Oktober 2010

Catatan Bulanan Awal Bulan September 2010

Catatan Bulanan
Awal Bulan September 2010
Dikumpulkan oleh = Saya Sendiri  Dana

Masih saja diselimuti oleh tinta oranye yang berarti pemeritaan keprihatinan di dunia perkereta apian terkini ini. Tidak itu yah... yang nuruin penumpang di tengah jalan, tidak pula pemberitaan bencana alam atau pun musibah peristiwa luar biasa / pl di beberapa ruas petak rel KA. Di samping penjelajahan dari beberapa rekan jurnalis dengan menaiki rangkaian KA, ada pula pemberitaan di mana 2 orang petinggi di bagiannya masing - masing menjadi sorotan sekilas terkait perjalanan KA.


Semuanya dapat dilihat pada pemberitaan sepanjang awal bulan in yang saya rangkum. Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Tanggal 1 September 2010 :
2 Pekerja Rel Ganda Terjatuh dari Jembatan KA

Tak diayal 2 orang pekerja yang sedang melakukan pekerjaan pr
oyek rel ganda antara stasiun Parung Panjang dengan stasiun Serpong terjatuh ke sungai Cisadane dari jembatan KA yang memang memiliki tempat untuk peristirahatan bagi petugas untuk istirahat sejenak. Siang itu cuaca memang terlihat cerah bagi kawasan Jabodetabek. Jembatan KA yang sedang dalam tahap pembangunan memang terlihat masih berupa tiang – tiang jembatan. Dari 2 yang terjatuh hanya 1 yang berhasil ditemukan. 1 orang lagi masih dalam pencarian.

Sumber = Siaran berita Seputar Indonesia Pagi di R
CTI pada tanggal 2 September 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Pekerja yang memang mengabdi di PT. KA semoga saja tidak terjadi seperti yang kita tentunya kuatirkan, yaitu tidak ditemukan sosoknya.

Tanggal 3 September 2010 :
1. Rel Kereta di Tambun Jadi Sasaran Pencurian
Jum'at, 03 September 2010 | 15:59 WIB
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda –
tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

TEMPO Interaktif, Bekasi - Rel kereta api di wilayah Tambun, kabupaten Bekasi, Jawa Bar
at menjadi sasaran pencurian para pengepul besi bekas. Perangkat rel yang banyak dicuri antara lain, baut yang menempel di bantalan rel, besi pengunci, pemindai rel dan penyanggah. Maraknya pencurian perangkat rel kereta api itu diketahui setelah petugas stasiun Tambun dan anggota Polisi Sektor Tambun, Jum’at (3/9) siang. "Ada puluhan baut dan besi pengunci dicuri,"kata Ajun Komisaris Sutriyono Kepala Polisi Sektror Tambun, kepada wartawan.

Menurutnya, aksi pencurian
rel kereta api itu berpotensi menyebabkan kecelakaan kereta api. Apalagi memasuki arus mudik Lebaran, intensitas perjalanan kereta dari Jakarta menuju berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur serta Bandung semakin padat. Petugas stasiun Tambun berupaya mengganti baut dan pengunci rel yang dicuri warga itu sebelum H-3 lebaran atau saat arus puncak terjadi. Petugas stasiun mendapat tambahan personel dari Polsek Tambun, untuk melakukan pengawasan rel setiap hari.

HAMLUDDIN

Sumber dari = http://www.tem
pointeraktif.com/ di :
http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2010/09/03/brk,20100903-276279,id.html
tanggal 3 September 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Sungguh perbuatan tercela. Demi menghidupi diri sendiri dan terlebih keluarga justru mesti mengorbankan banyak nyawa di dalam kereta api yang berlaju. Sungguh keterlaluan dan sulit dima’afkan. Apabila di negara Arab Saudi, maka para pelaku yang tertangkap akan dikenakan hukuman potong tangan.

2. Menhub Resmikan Operasi Kereta Bogowonto

Jumat, 3 September 2010 | 22:29 WIB SURYA/SUGIHARTO
Langsung dari ketikan ybs :

Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang k
urang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk se
mua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Perhubungan Freddy Numberi meresmikan pengoperasian kereta ekonomi AC jurusan stasiun Senen - Kutoarjo bernama Bogowonto, di stasiun Senen, Jakarta, Jum’at (3/9/2010). Kereta senilai Rp 38 miliar tersebut terdiri dari 10 unit dalam 1 rangkaian yang diperkirakan dapat menampung sekitar 1.000 orang pemudik. "Semoga pengoperasian KA ini dapat bermanfaat bagi masyarakat kita untuk menggunakannya,"ujar Freddy sebelum meresmikan Bogowonto. Dalam acara peresmian tersebut, Freddy tampak meninjau fasilitas kereta yang telah dilengkapi dengan 1 unit kereta makan dan pembangkit listrik atau genset itu. Setelah meninjau fasilitas, Freddy yang didampingi jajaran Kementerian Perhubungan, PT. Kereta Api Indonesia, dan PT. Industri Nasional Kereta Api (PT INKA) memecahkan kendi tanah liat sebagai simbol peresmian kereta. Kemudian, dengan mengenakan topi masinis kereta api, Freddy membunyikan pluit yang menandakan kereta siap berangkat menuju Kutoarjo.

Adapun kereta Bogowonto merupakan hasil rancang bangun dalam negeri di bawah pengerjaan PT. INKA. Pembiayaan pengadaan kereta Bogowonto bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2010 Kementerian Perhubungan. Pengoperasian kereta diserahkan sepenuhnya kepada PT. KA. Kereta
Bogowonto akan berangkat setiap hari dari stasiun Senen pada pukul 20.25. Kereta Bogowonto yang namanya diambil dari nama sungai di Jawa Tengah tersebut akan berhenti di stasiun yang sama dengan kereta Sawunggalih, yakni stasiun Jatinegara, Bekasi, Cikampek, Cirebon, Ciledug, Ketanggungan, Songgom, Prupuk, Bumiayu, Purwokerto, Kroya, Gombong, Kebumen, dan Kutoarjo. Diharapkan, jika banyak peminatnya, kereta yang semula dioperasikan khusus hari raya tersebut akan seterusnya melayani masyarakat.

Sumber dari = http://nasional.
kompas.com/ di :
http://nasional.kompas.com/read/2010/09/03/22295938/Menhub.Resmikan.Operasi.Kereta.Bogowonto tanggal 3 September 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Semoga saja bila beneran menarik minat para pengguna jasa KA khususnya ke dan dari Kutoarjo da
pat terawat dengan baik mengingat kesadaran umat manusia (ma’af nih…) klas menengah ke bawah masih belum tersadarkan sepenuhnya ketimbang manusia klas menengah dan menengah ke atas. Persepsi yang demikian semoga dapat dihilangkan seiring perkembangan waktu dan zaman.

Tanggal 4 September 2010 :
KA Malabar Anjlok di Stasiun
Malang Kotabaru
Langsung dari ketikan
ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang
baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Evakuasi Gerbong Kereta Anjlok Terkendala Genangan Air Headline News / Nusantara / Minggu, 5 September 2010 03:04 WIB Metrotvnews.com, Malang: Sebuah gerbong Kereta Api Malabar yang anjlok di utara Stasiun Kota Baru, Kota Malang, Jawa Timur, hingga Sabtu (4/9) malam, belum berhasil dievakuasi. Sejumlah petugas PT. Kereta Api masih berupaya mengevakuasi gerbong. Petugas bahkan sudah bekerja keras sejak pukul. 17.15 Waktu Indonesia Barat deng
an peralatan dongkrak hidrolis dan balok kayu.

Petugas mencoba mengembalikan 2 as roda gerbong yang anjlok kembali ke relnya
. Namun, hingga malam tadi kedua as roda KA Malabar masih belum berhasil diangkat. Proses pengangkatan diperkirakan berjalan lamban karena kondisi tanah di bawah rel langsir, lembek dan tergenang air. Proses evakuasi gerbong KA Malabar ini mendapat pengawalan ketat aparat Brimob Kompi B Ampel Dento, kabupaten Malang.(RIZ)

Sumber dari = http://www.metrotvnews.com/ di :
http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/09/05/112577/Evakuasi-Gerbong-Kereta-Anjlok-Terkendala-Genangan-Air/82 tanggal 4 September 2010.


Tanggapan saya pribadi :
Cape’ deh… Kedua kalinya KA ini meng
alami anjlokan. Kali ini nampaknya menimpa kereta yang Klas Eksekutif di mana yang 1 ditinggalin begitu saja.

Tanggal 5 September 2010 :
1. Reporter Metro TV Jelajahi KA Bogowonto
Malam hari saatnya
KA Ekonomi AC Bogowonto yang baru saja diresmikan pengoperasiannya siap untuk diberangkatkan. Berangkat dari stasiun Pasar Senen pukul. 19.20 menarik rangkaian KA Ekonomi AC menuju ke tujuan akhir Kutoarjo. Diakui oleh sang reporter kalau interiornya masih bersih dan sejuk. Seperti pada umumnya para penumpang KA Ekonomi, mereka pun menikmatinya dengan suasana kesejukkan udara dari AC. Meski agak mahal yang penting tiba di tujuan dengan selamat seperti yang dituturkan oleh Sri seorang penumpang.

Namun, sang reporter hanya mengakhiri perjalanannya di stasiun Cirebon malam itu juga. Tiada laporan terjadinya rintangan selama di perjalanan.

Sumber = Siaran berita Metro Siang di Metro TV pada tanggal 6 September 2010.

Tanggapan saya pribadi :

Syukur tiada rintangan sama s
ekali baik dalam perjalanan maupun saat di seantero ruang dalam keretanya. Semoga saja akan terus berjalan dengan lancar sesuai yang kita harapkan tentunya, yaitu terjaga kualitas fasilitasnya dengan baik.

2. Terjebak di Gerbong Perempuan
Minggu, 5 September 2010 | 02:47 WIB
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat s
ingkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berla
ku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Kereta rel listrik atau KRL Ekonomi AC Ciujung jurusan Tanah Abang - Serpong d
atang tepat waktu di stasiun Palmerah pukul. 17.55, Kamis (19/8). Pintu gerbong terbuka, belasan laki - laki berbaju kantoran berebut masuk ke gerbong paling belakang. Gerbong yang biasanya penuh penumpang itu, kali ini lengang. ”Nyaman juga kalau kereta kosong seperti ini,”kata seorang laki - laki penumpang. Belum 1 menit kalimat itu keluar, 3 petugas KRL meminta penumpang laki - laki pindah ke gerbong lain. ”Maaf, ini gerbong khusus perempuan. Aturan ini berlaku mulai hari ini,”kata seorang petugas. Penumpang laki-laki yang berada di gerbong itu pun kaget. Rupanya ia baru sadar. Ketika mereka menoleh ke kiri - kanan, ternyata para penumpang perempuan semua. Satu per satu mereka malu - malu berpindah gerbong.

Namun, ada yang ngotot duduk di gerbong khusus per
empuan itu sambil ngedumel. ”Aturan apaan, nih. Masak gerbong kosong enggak boleh diduduki,”kata penumpang laki - laki bertubuh tambun. Petugas KRL tidak menjawab, tetapi mendesak laki - laki itu pindah ke gerbong lain. Dengan wajah masam, akhirnya Si Tambun itu beringsut ke gerbong umum. Di gerbong umum itu ia tidak dapat tempat duduk. Pak Tambun harus berdiri bersama penumpang laki - laki lainnya. Dalam suasana hati dongkol itu, ‘pak tambun’ rupanya melihat ada perempuan di gerbong pria. Maka dia pun mengoceh lagi. ”Perempuan yang duduk di sini, pindah dong ke gerbong perempuan. Itu baru adil,”katanya sambil melirik seorang perempuan yang duduk di antara penumpang laki - laki. Mendengar protes penumpang itu, petugas KRL jadi serba salah. Dia menghampiri perempuan tadi dan memintanya pindah ke gerbong khusus perempuan. Tetapi, perempuan itu menolak pindah. ”Gimana mau pindah, dia mungkin lagi pacaran sama lelaki di sebelahnya,”timpal laki - laki itu.

Aturan baru itu mem
ang minim sosialisasi. Petugas stasiun misalnya tidak mengumumkan adanya gerbong perempuan kepada penumpang. ”Ini diberlakukan karena di KRL sering terjadi pelecehan seksual terhadap perempuan,”kata petugas KRL. ”Kalau begitu tangkap saja pelaku pelecehan seksual itu. Kami laki - laki tersinggung. Memangnya semua laki - laki pelaku pelecehan seksual?”sambar penumpang tadi. Soal gerbong khusus perempuan itu selanjutnya menjadi topik hangat di sepanjang perjalanan Palmerah-Serpong. Ada penumpang yang mendiskusikan aturan ini secara lebih akademik. ”Ini bentuk segregasi sosial,” katanya. (BSW)

Sumber dari = http://cetak.kompas.com/read/2010/09/05/02472826/terjebak.di.gerbong.perempuan pada tanggal 17 Agustus 2010.

Keterangan :

Tapi sulit diakses, namun saya dapat pemberitaan ini dari rekan Gimson Ahmed melalui milis keretapi@yahoogroups.co
m pada tanggal 7 September 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Bagaikan di sebuah adegan di
sinteron, tapi si laki – laki tambun ini cuma sekedar berkilah agar dirinya dikasih kelonggaran dalam persoalan tempat duduk dan ruangan yang sejuk nan dingin ketimbang di area kereta – kereta lainnya di dalam KRL Ekonomi AC Ciujung yang dia naikin itu.

Tanggal 6 September 2010 :
1. Emplasemen di Stasiun Pasar Senen Banjir Semata Kaki Orang Dewasa

Tak diayal hujan yang mengguyur kota Jakarta dan sekitarnya tidak hanya memberi banjir harian seperti di beberapa ruas jalan dan komplek perumahan warga yang semi permanen dan permanen di Jakarta dan sekitarnya, namun pada siang ini melanda stasiun Pasar Se
nen. Para calon penumpang pun harus merelakan waktu istirahatnya selama beberapa jam jelang keberangkatan mereka ke kota tujuan mudik mereka masing – masing dengan berdiri di lantai emplasemen dan duduk tanpa menyelonjorkan kaki mereka di tiap kursi tunggu yang ada. Meski banjir melanda emplasemennya, namun kawasan peron tengah antara peron 3 dengan 4 tidak demikian. Seorang penumpang mengaku hendak mudik dengan KA Matarmaja saat diwawancarai oleh seorang reporter TV di pagi hari itu juga.

Sumber = Siaran berita Kabar Siang di TV One pada tanggal 6 September 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Hujan menjadi kenikmatan tersendiri bagi kita karena diberkahi kesejukkan dan panen pada lahan p
ertanian yang digarap oleh para petani. Namun, akan memberi malapetaka tersendiri dikarenakan derasnya sungai mengalir, petir yang menyambar dan membuat kita terserang penyakit. Begitu pun yang melanda para calon penumpang KA di stasiun Pasar Senen.

2. Kepala Stasiun KA Jombang Wafat Diduga Lelah
Melepas lelah sehabis mengatur arus mudik Lebar
an 1431 H Kepala Stasiun KA Jombang melakukan acara hiburan dengan berkaraoke di sebuah ruangan bersama beberapa staf stasiun dengan memakan nasi pecel. Tak diayal sang Kepala Stasiun pun yang bernama Agus meninggal dunia seketika. Korban yang asli Madiun tersebut mengalami serangan kejang – kejang seketika sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Akibat peristiwa tersebut, korban sempat dievakuasi ke ruang medis di stasiun tersebut.

Karena tak sadarkan diri, korban langsung menghembuskan nafas terakhirnya dan lekas
dirujuk ke RSUD Jombang. dr. Iwan Maftuchin sang dokter jaga RSUD Jombang yang sempat menangani korban. Kepolisian setempat diwakili oleh Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Heru Nur Hidayat langsung menyita nasi pecel yang sempat disantapnya dan mengamankan ruangan di mana korban meninggal seketika. Heru pun langsung mengusut kasus ini.

Kontributor Trans TV Suto
mo Rahardjo

Sumber = Siaran berita Reportase Pagi di Trans TV pada tanggal 7 September 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Turut berduka cita sedalam – dalamnya atas kematian yang mendadak. Pengorbanan yang tidak sia – sia sekiranya dalam pengabdiannya di PT. KA Daops Vii Madiun terutama dalam mengatur arus perjalanan KA dalam rangka mudik Lebaran 1431 H.

Tanggal 8 September 2010 :

1. Penumpang
KA Limeks Sriwijaya Terlantar
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku –
baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = B
erlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Liputan6.com, Bandar Lampung: Ratusan penumpang terlantar di stasiun Tanjung Karang, Bandar Lampung, Lampung, Rabu (8/9). Mereka sudah terlalu lama menanti Kereta Api Lintas Malam Ekspres Sriwijaya tujuan stasiun Kertapati, Palembang. Sudah 3,5 jam para penumpang menunggu KA Rajabasa. Sejak menunggu jam 06.00 WIB, kereta baru datang pukul. 09.30 WIB.

Kereta api Limeks tiba membawa 4 gerbong KA Rajabasa yang berangkat Rabu p
agi. Para penumpang sempat menunggu lama di stasiun, bahkan sebagian ada yang tertidur di pinggiran rel. Meski sudah datang sejak pagi, namun para penumpang masih mengantre selama 1 jam untuk mendapatkan tiket.

Edi, seorang penumpang KA Limeks Sriwijaya mengaku kereta telat karena berjalan lambat dan sering berhenti. Keberangkatan di stasiun Kertapati pun sempat molor. Yang seharusnya kereta berangkat pukul. 23.00 WIB, baru diberangkatkan pukul 00.00 WIB. Sementara Humas PT. KA Tanjung Karang Zakaria menyatakan terlambatnya KA Limeks Sriwijaya karena membawa rangkaian gerbong yang panjang hingga 13 gerbong. Biasanya kereta cuma membawa 9 gerbong. Ini yang membuat kereta berjalan lambat.(AIS)

Bisri Merduani

Sumber dari = http://berita.liputan6.com/ di :
http://berita.liputan6.com/beritamudik/201009/295322/Penumpang.KA.Limeks.Sriwijaya.Terlantar pada tanggal 8 September 2010.


Tanggapan saya pribadi :
Entah karena ditarik dengan lokomotif diesel hidrolik / DH atau memang bukan. Yang jelas sudah bukan saatnya lagi lok – lok DH menarik rangkaian kereta penumpang berjumlah lebih dari 7 atau pun 8 dalam 1 rangkaian. Akibatnya, ‘nafasnya’ pun menjadi ngos – ngosan.

2. Demi Pemudik, KA Cireks Turunkan Penumpang di Tengah Jalan
Rabu, 08/09/2010 10:30 WIB
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung sepe
rti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Jakarta - Menjelang Lebaran, kereta Cirebon
Ekspress (Cireks) tujuan Cirebon dijejali ribuan pemudik. Rupanya demi para pemudik pula, kereta kerap berhenti di tengah jalan agar pemudik bisa turun di kampung halaman. Kereta Cireks lazimnya hanya berhenti di Jatibarang dan Cirebon. Ada juga Cireks khusus dengan tujuan akhir Brebes yang juga berhenti di Haurgeulis, selain Jatibarang dan Cirebon.

Namun untuk Cireks pada Rabu (8/9/2010), pemberhentian itu sepertinya tidak berlaku. Pantauan detikcom, Cireks bernomor KA 54 memang sudah dalam kondisi berjejalan penumpang. Mereka sampai duduk di lantai gerbong beralaskan koran. Cireks ini adalah Cireks reguler yang hanya berhenti di Jatibarang. Namun, kenyat
aannya Cireks berhenti beberapa kali dan itu di tengah jalan, bukan stasiun. Cireks berhenti di tengah jalan menjelang stasiun Haurgeulis dan menjelang Arjawinangun. Setiap berhenti yang hanya sekitar 20 detik itu, berhamburanlah puluhan penumpang. "Biasanya sengaja Mas. Biar yang mudik ke Haurgeulis dan Arjawinangun bisa langsung sampai ke kampung,"kata Asep, seorang pemudik.

Rupanya hal itu sudah jadi rahasia umum untuk pemudik saat momen kereta penuh seperti Lebaran. Biasanya, kereta berhenti sesaat atas permintaan penumpang. Walaupun praktik ini berbahaya dan membuat kereta terlambat sampai Cirebon, namun sebagian penumpang malah merasa tertolong. "Masinisnya baik, Mas. Daripada turun di Cirebon, terus balik lagi ke Haurgeulis kan jauh,"kata Malik, pemudik lainnya.

Sementara, Kahumas Stasiun Cirebon Rudi Effendy mengatakan walaupun alasannya
memudahkan pemudik, praktik berhenti di tengah jalan ini tidak dibenarkan. "Nanti akan segera kita tindak lanjuti,"kata Rudi kepada detikcom.

Puncak Arus Mudik

Sementara itu puncak arus mudik di stasiun Cirebon diprediksi terjadi hari ini. Menurut Rudi, diprediksi ada 10ribu pemudik yang pulang ke Cirebon hari ini. Sementara, kemarin tercatat ada sekitar 5ribu pemudik yang datang.
(fay/mad)

Fitraya Ramadhanny - detikNews

Sumber dari = http://www.detiknews.com/ di :
http://www.detiknews.com/read/2010/09/08/103015/1437485/10/demi-pemudik-ka-cireks-turunkan-penumpang-di-tengah-jalan?881103605 pada tanggal 8 September 2010.

Tanggapan saya pribadi :

Bagaikan kisah nyata yang saya hadapin sewaktu di stasiun Palmerah yang notabene cuma disinggahin KRL Ekonomi dan Ekonomi AC
Ciujung, namun seringkali kala itu tahun 2007 yang menaikkan penumpang di kabin masinis yang siap mengarah ke Serpong. Benar sekali pada intinya yang hendak ke berbagai tujuan di sepanjang rel KA antara Cikampek – Cirebon untuk BLB atau berhenti luar biasa secara ilegal seperti itu semua.

3. PT. KA Sumatera Utara Batalkan Jadwal Keberangkatan 3 Kereta Api Malam Pasca Tragedi KA Sribilah Vs KA Ketel

Laporan Wartawan Tribun Medan/Randy Hutagaol
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.

KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Gerbong kere
ta api Eksekutif / Bisnis Sribilah tampak koyak akibat benturan keras melawan kereta api tangki, Rabu (08/09/2010)
Rabu, 8 September 2010 | 18:15 WIB
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – PT. KA Sumatera Utara akhirnya membatalkan 3 jadwal keberangkatan kereta api malam dari stasiun Medan. Pembatalan dilakukan karena kondisi rel di Perbaungan belum bisa dilalui kereta api.

3 jadwal keberangkatan kereta api yang dibatalkan adalah kereta api Puteri Deli keberangkat
an pukul. 17.10 WIB tujuan Tanjung Balai, Sri Lelawangsa pukul. 18.00 WIB tujuan Tebing Tinggi dan kereta api Siantar Express pukul. 19.25 WIB tujuan Pematang Siantar.

"Keputusan itu sebagai hasil koordinasi tim KAI Medan di tempat kejadian perkara (TKP) dengan kantor Divisi" kata Sutekno, Kepala Setasiun Besar Medan kepada wartawan ,Rabu petang (08/09/2010).


Sementara untuk keberangkatan kereta api Eksekutif / Bisnis Sribilah pada pukul. 22.00 WIB belum ditentukan karena PT. KA masih melihat perkembangan evakuasi gerbong di Perbaungan. Meski demikian tampak masih banyak penumpang yang menunggu di loket. Ibnu Aldoi seorang penumpang mengatakan ia masih akan menunggu keberangkatan pukul. 22.00 WIB. Berbeda dari Ibnu, penumpang lain bernama Dina tujuan Tanjung Balai memutuskan untuk berangkat esok har
i. Hingga petang ini tercata sudah 4 kereta api yang dibatalkan keberangkatannya, yaitu : - Sri Bilah Eksekutif/Bisnis Medan - Rantau Prapat berangkat pukul. 14.45 WIB - Putra Deli Ekonomi Medan- Tanjung Balai berangkat pukul . 17.10 WIB - Siantar Ekspress Ekonomi Medan - Pematang Siantar berangkat pukul. 19.25 WIB - KRD Sri Lelawangsa jurusan Medan - Tebing Tinggi berangkat pukul. 18.00 WIB. Semua jadwal ini tertunda akibat kecelakaan kereta api Eksekutif / Bisnis Sribilah jurusan Rantau Prapat - Medan kontra kereta api barang pembawa minyak jurusan Medan - Tebing Tinggi. Kereta api Sribilah yang berangkat dari Rantau Prapat pukul. 08.00 WIB seharusnya tiba di Medan pukul 13.22 WIb. Kereta api ini hingga kini tak pernah sampai di Medan karena mengalami kecelakaan di Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.(*)

TRIBUNMEDAN/ WILLY ANDRO

Sumber dari = http://tribun-medan.com/ di :
http://tribun-medan.com/read/artikel/5680/PT_KAI_Sumut_Batalkan_Jadwal_Keberangkatan_3_Kereta_Api_Malam pada tanggal 8 September 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Ada – ada saja kejadian di sepanjang hari ini… Dikala masyarakat membutuhkan sarana transportasi kereta api untuka rus mudik Lebaran 1431 H justru malah menghadapi cobaan berupa rangkaian KA terlambat karena berbagai kendala yang tidak sekedar beberapa jam saja. Waktu yang terbuang sia – sia membuat para calon penumpang jengkel.

Awal Bulan September 2010 :
Test Run KA Argo Lawu Ramah Lingkungan di Stasiun Serpong

PT. KA pada awal bulan September 2010 ini melakukan uji coba perjalanan di petak rel KA Tanah Abang – Serpong. KA Argo retrofit BIMA ini start dari MRI jam 12 siang sampai di SRP sekitar jam ½1-an siang ini dengan formasi CC 201 81 – JNG + BP Argo + 6K1 2010 + M1 66xxx model gajah + 2K1.


Sumber dari = Beberapa rekan forum Semboyan35.com sepanjang pertengahan bulan September 2010.

Tanggapan saya pribadi :

Momen yang sangat langka melihat rangkaian KA Klas Eksekutif di petak rel antara Merak hingga stasiun Tanah Abang. Sayangnya aku sendiri tidak sempat melihatnya karena selain aku sudah tidak menetap di Bintaro Jaya lagi aku juga enggak tahu kepastiannya kapan rangkaian KA ini dioperasian untuk test run.

Sedikit Kilasan Out Of Topic / OOT atau diluar topik :
OOT itu berita yang saya rangkum di luar peristiwa perekereta apian namun masih menjadi tanda tanya bagi saya pribadi. Mungkin saja ada kaitannya meski sedikit atau pun banyak keterkaitannya dengan kereta api dalam peristiwa tertentu.

Tanggal 2 September 2010 :

Pasar Malam di Stasiun Tanjung Barat
Berlokasi di koridor Jakarta – Bogo
r, stasiun Tanjung Barat menggelar bazar barang – barang keperluan bulan Ramadhan di malam hari di lokasi lahan parkir kendaraan bermotor. Malam itu banyak sekali warga yang antusias menyerbu setiap stan yang digelar.

Sumber = Siaran berita Metro Pagi di Metro TV pada tanggal 3 September 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Seru sekali bazar akbar di malam hari, asalkan tidak merusak dan mengotori fasilitas stasiun yang ada meskipun tidak mengganggu jadwal perjalanan KA mengingat di malam hari jadwal perjalanan KRL terakhir sekitar jam 8-an malam.

Tanggal 3 September 2010 :
Sahur Keliling Nasional Dem
okrat
Nasional Demokrat, partai yang diprakarsai oleh ... ini melakukan sahur keliling atau sahur ‘on the road’ di beberapa tempat di mana salah satunya di komplek perumahan warga dekat stasiun Juanda. Para warga pun menyambut antusias penerimaan banyak kotak makanan yang diwakili oleh perwakilan dari Nasional Demokrat di pagi dini hari ini.

Sumber = Siaran berita Metro Pagi di Metro TV pada tanggal 3 September 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Meski ingin ‘memamerkan’ kepedulian sebagai salah satu partai yang baru terlahir, namun semangat tolong – menolong dengan rasa keikhlasan patut divontoh jika benar demikian dan memang itulah harapan kita dan dari saya pribadi.

Tanggal 4 September 2010 :
Pepi Jelajah KRL Ekonomi AC ke Bog
or
Berangkat dari stasiun Cawang dengan bermodalkan uang pas – pasan yang hampir menjadi hutang kepada penjaga loket Pepi bersama krunya dari kameramen Trans TV menjelajahi KRL Ekonomi AC menuju ke arah Bogor. Pepi berkomentar kalau di KRL yang ber-AC saja masih ada saja kipas angin. AC katanya diplesetin menjadi “angin cepoi – cepoi”. Perjalanan yang berlangsung dengan lancar ini tidak ingin hanya duduk manis saja melainkan mewawancarai beberapa orang penumpang di dalamnya.

Bukan Pepi namanya kalau tidak mewawancarai perempuan dengan cara merayunya. Beberapa dari kebanyakan perempuan mengaku yang berada di kereta 2 karena lebih betah saja tidak di kereta 8 meski berdiri dengan gelantungan sekalipun. 1 lagi mengaku mahasiswi di Universitas Indonesia yang disinggahi KRL Ekonomi AC juga. Ada pula sepasang kekasih yang dengan santai bergelantungan di siang hari yang terik tersebut di luar KRL.

Sumber = Tayangan Pepi The Explorer di Trans TV pada tanggal 4 September 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Tayangan kreatif dan menghibur segenap pemirsa stasiun TV-nya sekaligus pengguna jasa rangkaian KRL Jabodetabek. Dengan diperlihatkan ketertiban yang dimiliki rangkaian KRL di mana kereta 1 dan 8 khusus wanita senantiasa membangkitkan inisiatif para calon penumpang berikutnya untuk menyadari sebagaimana pentingnya KRL khusus wanita agar mereka diberikan image yang baik dan jauh dari problematika seperti banyaknya kasus pelecehan seksual yang belakangan kerap kali tersantar kabarnya.

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,
Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar