Minggu, 31 Oktober 2010

Catatan Bulanan Awal Bulan Oktober 2010

Catatan Bulanan
Awal Bulan Oktober 2010
Dikumpulkan oleh = Saya Sendiri  Dana

Mengejutkan... bencana terjadi di mana saja... Itulah sepatah kata yang dapat saya ucapkan untuk sepanjang awal bulan ini. Adapun sebagai pembuka dari persuaan awal bulan ini justru dengan musibah yang menjadi kasat mata dunia perkereta apian dan dunia transportasi darat Indonesia. Kebakaran di KA dan robohnya jembatan KA mengiringi musibah yang terjadi sepanjang awal bulan ini.

Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Tanggal 2 Oktober 2010 :
1. KA Argo Bromo Anggrek Seruduk KA Senja Utama
Kejadian bermula saat rangkaian KA Senja Utama memberi kesempatan kepada KA Argo Bromo Anggrek menyusul lebih dulu di stasiun Petarukan pada sekitar jam 3 pagi WIB. Namun, seperti yang dituturkan Anwar Riksono salah seorang penumpang KA Senja Utama di kereta 2 atau 2 dari depan bahwa si Argo Anggrek berlaju di sepur lurus sehingga kejadian tak terelakkan. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menghantam 3 kereta paling belakang KA Senja Utama hingga memberikan raungan minta tolong para penumpang yang terjepit. Jeritan minta tolong itupun akhirnya berakhir dengan kematian yang tragis.

Banyak para korban yang terluka parah dan meninggal dunia dirujuk ke 2 RS seperti RS Santa Maria dan RS Ashari di Pemalang. Dengan kondisi KA Senja Utama yang penuh hingga banyak yang berdiri di koridor hingga ke dalam toilet membuat para korban berjatuhan semakin banyak. Anwar sendiri mengevakuasi temannya yang terluka parah meski dirinya sendiri hanya terluka ringan.

Berikut nama para penumpang yang meninggal yang dirujuk ke RS Santa Maria :
- Ade Suherman 34 th Subang Jawa Barat
- Tuan Sukarman 57 purwosari Semarang
- Novia Indrawati 27 Ny Purwosari Sem
arag
- Sri Mulyati 39 th Karanganyar

- 31 th Batusari Demak
- Moh Tantowi 50 th Kembang
sari Semarang (Info di atas berasal dari Mahmud seorang petugas dari RS Santa Maria) - Bayu usia ABG asal Ungaran.
- Budi Setiawan asal Plombokan, Semarang Utara. (Info di atas berasal dari Mahmud seorang petugas dari RS Hasyim Ashari) Lokasi berada sekitar 10 km dari lokasi kejadian.


Sumber = Siaran berita Breaking News di Metro TV pada tanggal 2 Oktober 2010.


Palmasari seorang penumpang KA Senja Utama di kereta 5 atau 5 dari depan bahwa KA-nya berhenti di jalur 3 di mana seharusnya KA Argo Bromo Anggrek melintasi jalur 2. Namun, entah kenapa sesaat setelah lampu di dalam kereta padam tiba2 terjadi benturan keras yang ternyata dihantam oleh si Anggrek berada di jalur salah. Temannya sendiri berada di kereta 9 atau paling belakang dan mengeluhkan sesak nafas saat kakinya terjepit.

Sumber = Siaran berita Kabar Pagi di TV One pada tanggal 2 Oktober 2010.

Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek bernomor CC 20340 SDT dibawa ke Balai Yasa Tegal untuk perbaikan dengan menggunakan loko bernomor CC 20156 PWT.
Turut berduka cita sedalam-dalamnya...

Salam, L.C. Arya Nugraha "Trainsclavier"


Sumber = Dari rekan Arya Nugraha di milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 2 Oktober 2010.

Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Tipi One :
Maksudnya TV One
"Asisten masinis Kereta Api Argo Bromo Anggrek Jiyono menuturkan kronologis kecelakaan tabrakan kereta Argo dengan Kereta Senja Utama. Menurut Jiyono, ketika itu lampu pengatur perjalanan kereta di lintasan 1 masih menyala merah sehingga KA Argo Anggrek tidak masuk ke jalur itu. Argo Bromo Anggrek, katanya, tetap melaju di lintasan 3. Namun, katanya, masinis terkejut karena beberapa ratus meter dari sasiun Petarukan terlihat KA Senja Utama berhenti sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.

Petugas hingga sekitar pukul 10.00 WIB masih mengevakuasi korban dari gerbong KA Senja Utama, sedangkan KA Argo Bromo Anggrek telah meninggalkan lokasi itu untuk melanjutkan perjalanan sekitar pukul 07.05 WIB. Sekitar pukul 09.00 WIB petugas berhasil mengeluarkan dengan selamat seorang laki - laki dari gerbong KA Senja Utama yang nahas itu untuk selanjutnya membawa ke rumah sakit setempat guna perawatan.

Beberapa saat kemudian seorang korban lainnya berhasil dievakuasi petugas dari gerbong tersebut. Identitas dua korban itu belum diketahui. (Ant)"

Sumber = Dari rekan Putra_mu di milis keretapi@yahoogroups.com tanggal 2 Oktober 2010.
Tanggapan saya pribadi :
Sungguh ironis... Saya pribadi sangat berbelasungkawa atas kejadian ini...

2. KA Gayabaru Malam Selatan Diseruduk KA Bima di Solo
Langsung dari ketikan ybs :
T
ata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Sabtu, 02/10/2010 05:01 WIB
Tabrakan Kereta Juga Terjadi di Solo, KA Bima Seruduk KA Gaya Baru
Jakarta - Kecelakaan kereta kembali terjadi. Kereta eksekutif Bima jurusan Jakarta - Surabaya menabrak kereta ekonomi Gaya Baru di stasiun Purwosari, Solo. "Kereta Bima seharusnya tidak berhenti di stasiun Purwosari. Tapi kereta api Gaya Baru yang seharusnya memberi jalan, gerbong paling belakangnya masih melintang saat langsir,"ujar Penumpang KA Bima, Suharto kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010). Menurut Suharto, kondisi gerbong KA Gaya Baru yang tertabrak cukup parah. Namun demikian KA Bima yang ditumpanginya hanya berhenti sebentar sebelum melanjutkan perjalanan."Gerbong paling belakangnya penyok cukup dalam, sepertinya ada korban tadi dibawa tapi kita tidak tahu persis,"papar Suharto. (van/ndr)

Elvan Dany Sutrisno - detikNews


Sumber dari = http://www.detiknews.com/ di :
http://www.detiknews.com/
read/2010/10/02/050152/1453635/10/tabrakan-kereta-juga-terjadi-di-solo-ka-bima-seruduk-ka-gaya-baru?991101605 pada tanggal 2 Oktober 2010.

Para korban dievakuasi ke RS Kasih Ibu di kota Solo.

Sumber = Siaran berita Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One pada tanggal 2 Oktober 2010.

sy klarifikasi sedikit mas...kebetulan ada teman sy yg ke Sta. purwosari jm 5 td pagi. dia dpt info dari orang skitar dan petugas sta. katanya KA GBU 11 rangkaian gak sepenuhnya aman di jalurnya, KA Bima terlanjur lewat dan nyundul bagian belakang kereta terakhir. ada korban shock, dilarikan ke RS di Solo. nah, KA Bima lanjut ke Surabaya. menurut teman sy loko bisa melanjutkan perjalanan. asumsi saya kerusakan di loko tidak terlalu parah.

1 kereta yang disundul Bima dibawa ke dipo kereta SLO dan GBU juga melanjutkan ke Surabaya perjalanan di belakang Bima. menurut saya ada human error dalam kasus di Purwosari ini..... demikian info sekilas.......

Sumber = Dari rekan ahmad maimun fikri di milis keretapi@yahoogroups.com tanggal 2 Oktober 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Sangat memprihatinkan…. Tapi yang agak aneh koq…? Berdasarkan Gapeka seharusnya KA Gayabaru Malam Selatan tidak mengalami penyusulan oleh KA Bima. Tapi yang ini malah…. disusul yah?

3. Siswa SMA Tewas Tertabrak Kereta Komuter
Nusantara / Sabtu, 2 Oktober 2010 21:03 WIB
Langsung dari ketikan ybs : Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Metrotvnews.com, Surabaya: Seorang pelajar sekolah menengah atas (SMA) tewas akibat ditabrak Kereta Api (KA) komuter jurusan stasiun Porong - stasiun Surabaya Kota di perlintasan Jl. Ngaglik, Surabaya, Sabtu (2/10). Korban bernama Fajar Mulya Ramadhan, 16, siswa Kelas X SMA Negeri 7 Surabaya yang tinggal di Jl. Pacar Kembang IV meninggal dunia di lokasi kejadian karena menderita luka parah di bagian wajah dan kaki. Menurut salah satu saksi mata Yanto, korban saat itu mengendarai sepeda motor dengan melawan arus dari arah timur ke barat. Namun, ketika alarm kereta berbunyi, korban tidak berhenti dan meneruskan laju kendaraannya.

"Sepertinya korban tergesa-gesa karena takut terlambat sekolah. Jadi, korban nekat menerobos dan melintas rel,"ujarnya. Ketika tertabrak korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion L 4282 W sempat terseret sekitar 20 meter dan terjadi benturan keras karena kereta melaju dengan kecepatan tinggi. "Palang pintu kereta memang hanya di sebelah barat, makanya korban berani masuk dari timur. Tapi tidak disangka, kereta dari arah selatan melintas,"katanya.(Ant/MI/*)

Sumber dari = http://www.metrotvnews.com/ di :
http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/10/02/30402/Siswa-SMA-Tewas-Tertabrak-Kereta-Komuter pada tanggal 2 Oktober 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Lagi – lagi suatu kecerobohan yang luar biasa dari si korban yang kini bergelar almarhum. Melawan arus lalu lintas sudah keselahan fatal secara duniawi. Ditambah lagi si korban sempat bertaruh nyawa menantang laju kereta api.

Tanggal 3 Oktober 2010 :
Persib di KA Pasunda
n, Warga Solo Menyerangnya dengan Batu
Entah ada dendam kesumat apa yang terbetik pada warga Solo dan sekitarnya saat kelompok pendukung sepak bola dari kesebelasan Persib melintas dengan KA Pasundan di kota Solo. Sambutan pun dilakukan berupa bongkahan batu yang dihujani ke rangkaian KA Klas Ekonomi tersebut. Dengan membentengi diri dengan helm yang mereka kenakan mereka tampak tidak menggubris apa yang dilakukan para aparat Kepolisian untuk meredakan nafsu amarah massa dari warga Solo tersebut dengan berjaga di balik tembok beton pembatas antara rel KA dengan komplek perumahan warga. Seketika kawasan stasiun Purwosari mencekam dan para penumpang KA Pasundan terutama wanita dan anak ketakutan.

Inilah wajah persepak bolaan negeri ini. Dengan bongkahan batu mereka lampiaskan kepada serombongan tim lawan mereka yang hanya sekedar bermodalkan kata – kata dapat memicu dendam kesumat tiada akhirnya. Sejumlah benda – benda pendukung pun seperti moda transportasi massal kereta api menjadi sasaran pelampiasan. Kerusakkan terjadi, para aparat Kepolisian pun dibuatnya menjadi repot atau kelabakan mengatasi sejumlah massa yang beringas tersebut. Tiada kata sportif melainkan hanya kata pengecut yang sangat luar biasa. Padahal KA baru saja berduka dan tim kesebelasan Uruguay datang ke Jakarta untuk bertanding sepak bola persahabatan.

Sumber = Siaran berita Kabar Pagi di TV One pada tanggal 4 Oktober 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Bangsa yang kolot menjadikan ajang kompetisi tidak lagi menyenangkan melainkan sebagai santapan penting dan paling ditunggu sebagai modal pribadi kalau tidak taruhan yah untuk kepentingan komersil lainnya yang sungguh tercela. Semua demi 1 kepentingan yang digemari untuk dicari kambing hitamnya.

Tanggal 5 Oktober 2010 :
Pohon Tumbang Menimpa Petak Rel KA di Kebon Melati, Jakarta
Tak ayal angin kencang yang melanda kota Jakarta dan sekitarnya tanpa disertai hujan deras telah menumbangkan beberapa pohon dan tiang listrik di beberapa ruas jalan. Tidak terkecuali sebuah pohon yang tumbang di sebuah pekarangan halaman sebuah bangunan gedung di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Selain menyita lahan parkir di komplek gedung tersebut, petak rel KA pun juga tidak luput dari terjangan pohon tumbang tersebut. Siang ini juga perjalanan KA pun terganggu.

Sumber = Siaran berita Redaksi Sore di Trans 7 pada tanggal 5 Oktober 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Cuaca belakangan ini di awal bulan Oktober ini selalu ekstrem tak menentu apakah berawan atau pun mendung. Justru hujan deras dan gerimis selalu melanda kota Jakarta dan sekitarnya, bahkan juga se-Indonesia.

Tanggal 6 Oktober 2010 :
Truk Sampah Dinas Kebersihan Dihajar KRL AC Lintas Serpong
Entah apa yang ada di benak pikiran sang pengemudi truk sampah dari Dinas Kebersihan yang satu ini, sekitar pukul. 18.15 WIB saat KRL AC melintasi kawasan Permata Hijau si truk langsung melintasi perlintasan KA sebidang tanpa menghiraukan suara sirine pada palang perlintasan KA resmi yang ada. Sang truk pun langsung terseret sekitar 50 meter hingga menghantam tiang listrik KRL yang menimpa rangkaian KRL AC tersebut pada kereta 4.

Tiada laporan korban jiwa, namun sang sopir truk langsung diamankan petugas. Karena kejadian ini membuat arus kendaraan bermotor dari 2 arah di Permata Hijau menjadi macet total. Apalagi kota Jakarta khususnya arteri Pondok Indah yang dilintasi arus kendaraan dari dan ke Permata Hijau ini baru saja dilanda banjir besar selepas hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sepanjang siang dan sorenya. Perjalanan KA lintas Serpong – Tanah Abang pun menjadi lumpuh total.

Sumber = Siaran berita Headline News pada pukul. 22.00 WIB di Metro TV pada tanggal 6 Oktober 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Pengemudi truk yang gila…. Tidak sadar kalau dirinya telah menghambat laju para komuter yang terlanjur beraktifitas di tengah himpitan cuaca buruk hujan deras yang mengakibatkan banjir di mana – mana. Kali ini perjalanan darat dengan moda transportasi KA pun lumpuh karena ulah kekonyolannya ini.

Tanggal 7 Oktober 2010 :
Perbincangan Metro TV Dengan Pihak PT. KA Terkait Pasca Tragedi di Pemalang, Jawa Tengah
Dalam wawancaranya dengan 3 pihak terkait di lingkungan PT. KA, 2 penyiar Metro TV Prita Laura dan ... meminta agar mereka mengutarakan tentang sepak terjang para masinis dan asistennya dalam mengemban tugas menjalani dinasnya melajukan rangkaian KA. Ketiganya cenderung menganggap suatu hal yang lumrah apabila seorang masinis mengalami kelelahan dikarenakan pada intinya tidak diberikan waktu untuk istirahat yang normal. Seperti yang diutarakan oleh pak Hendro pengamat transportasi bahwa pak Kholiq oleh karenanya belum tentu salah. Dia bukanlah penjahat yang diinterogasi selayaknya pelaku kejahatan tingkat mana pun. Di PT. KA sendiri memiliki lembaga hukum dalam hal ini ditujukan bagi pak Kholiq agar diperlakukan dengan baik. Masinis itu bagian dari sub sistem yang juga harus melihat kejadiannya seperti sinyal regulasi dan lain sebagainya.

Dalam perbincangannya, pak Suhadi selaku mantan masinis menuturkan bahwa pak Kholiq masih dalam keadaan lemah saat dirinya bersama rekan – rekan seprofesi dengan masinis mendatangi Polres Pemalang pada hari Sabtu yang naas tersebut. Dikatakan bahwa pak Kholiq selaku masinis KA Argo Bromo Anggrek tersebut langsung digiring ke Polres Pemalang sekitar jam 7 pagi itu juga. Seorang masinis selalu dikendalikan oleh operation center melalui alat komunikasi radio. Seorang masinis diharuskan berkomunikasi dengan asistennya biar enggak jenuh.

hrs cek kondisi KA yg hrs didinasin – hrs coba pengereman

M . hendro : 52 km/jam – hrsnya ½ jam sblnya hrs diganti krn ada keterlambatan – hrsnya istirahat jd wajar ngantuk / manusiawi – dead man pedal disetel 60 detik 1x – sbl 870 m dia udah ngantuk – mass dan asisten – solusi jgn ganti di pekalongan tp
di cirebon dan semarang – mass stres di ka kec tinggi macem argo bromo anggrek – dr 5 jam jd harus 6 jam

Taufik : 4 faktor yg krusial konteks keselamatan –> 1. human factor ads 2 variable -> mental dan phisical fitness – regulasi di KA dah dijalankan – 2. Infironment – 3. Suhu siang dan malam – 4. – sistem software – lok dah ada gps stracker – kecelakaan terjadi pukl. 2 – 5 pagi ada kadar acth tinggi – di amrik nemuin spt kadar kafein dr kopi bs pengaruh – detail2 ini hrs kita gali – jam 2 – 5 pagi org normal ada hormon

Sumber = Siaran berita Metro Pagi di Metro TV pada tanggal 7 Oktober 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Lumrah sebetulnya kalau seorang masinis mengalami beban pekerjaan yang suka diforsir. Namun, biar bagaimana pun saya sendiri juga sulit untuk menyalahkan atau pun membenarkan keduanya, yaitu masinis dan asisten masinis. Biar saja pihak – pihak terkait yang mencari kebenaran itu semua.

Tanggal 10 Oktober 2010 :
Banjir Rusak Penyangga Jembatan KA di Banyuwangi
Langsung dari ketikan ybs :
T
ata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Banyuwangi (ANTARA News) - Banjir akibat hujan deras selama 7 jam yang mengguyur wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (10/10) merusak penyangga jembatan kereta api sehingga membatalkan perjalanan kereta api Mutiara Timur jurusan Banyuwangi - Surabaya. Kepala stasiun Karangasem, Banyuwangi Sofyan Senin dini hari mengatakan untuk sementara waktu sambil menunggu perbaikan jembatan yang rusak seluruh kegiatan perjalanan kereta api dipindahkan ke stasiun Karangasem, Banyuwangi. Guna mengantisipasi keselamatan perjalanan kereta api lainnya, PT Kereta Api Daops IX Jember pun menghentikan seluruh perjalanan kereta api di stasiun Karangasem, Banyuwangi karena kereta tidak bisa melanjutkan perjalanan hingga stasiun Banyuwangi Baru yang masih berjarak sekitar 8 kilometer ke arah utara.

"Ada 2 KA yang tidak bisa beroperasi sehubungan dengan kerusakan jembatan tersebut. Selain kereta api Mutiara Timur jurusan Banyuwangi - Surabaya, juga ada kereta api Pandanwangi jurusan Banyuwangi - Jember yang tidak bisa lewat,"jelasnya. Menurut Sofyan, pihaknya pertama kali mengetahui adanya kerusakan jembatan kereta api itu dari warga desa Boyolangu, kecamatan Giri, Banyuwangi yang melihat adanya suara gemuruh di sekitar jembatan tersebut pada pukul. 20.00 WIB. "Beruntung, beberapa kereta api belum lewat sehingga kerusakan jembatan itu tidak sampai menyebabkan kecelakaan dan menimbulkan korban jiwa,"ungkapnya. Padahal, lanjut Sofyan, saat itu akan lewat kereta api Pandanwangi yang akan menuju Kalibaru. Selain itu, pada pukul. 22.00 WIB juga akan lewat kereta api Mutiara Timur jurusan Banyuwangi - Surabaya.

Jadwal lainnya adalah kereta api Sri Tanjung jurusan Banyuwangi - Yogyakarta pukul. 22.15 WIB dan kereta api Tawangalun jurusan Banyuwangi - Malang pukul. 23.00 WIB. "Untuk mengantisipasi kelancaran jadwal perjalanan kereta api dari Banyuwangi dengan tujuan beberapa kota di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta, seluruh perjalanan kereta api dipusatkan di stasiun Karangasem, Banyuwangi,"katanya. Namun, untuk KA Mutiara Timur malam dan Pandanwangi tetap tidak bisa dioperasionalkan, sedangkan untuk KA Mutiara Timur siang yang melaju pada Senin (11/10) pagi akan diberangkatkan dari stasiun Karangasem, Banyuwangi.

Terhentinya kereta api Sritanjung di Stasiun Karangasem, Banyuwangi, sempat membuat bingung sejumlah penumpang kereta api itu. Selain tidak tahu harus ke mana, juga mereka harus mengeluarkan biaya tambahan. Salah seorang penumpang, Agus Salim asal Yogyakarta mengatakan ia tidak tahu harus ke mana karena tujuannya pergi ke Bali dengan tiket terpadu. "Setelah sampai di stasiun akhir saya melanjutkan perjalanan dengan kendaraan kereta api hingga di Bali. Yang membuat saya pusing karena saya tidak pernah ke Bali,"ungkapnya. Penumpang Sritanjung lainnya, Nur Lukman asal Kediri, mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan karena kedatangannya di Banyuwangi terhambat akibat kerusakan jembatan tersebut. "Saya sudah membeli tiket hingga Bali, namun dengan keterlambatan kedatangan kereta api ini saya harus bermalam dulu di Banyuwangi untuk melanjutkan perjalanan pada keesokan hari,"ungkapnya.

Ambrolnya penyangga jembatan kereta api di desa Boyolangu, kecamatan Giri, Banyuwangi itu diketahui pertama kali seorang warga Boyolangu Ismail yang sempat mendengar suara gemuruh sebelum mengetahui jika jembatan kereta api tersebut sudah tidak ada peyanggahnya lagi. "Kami bersama warga lainnya kemudian memberitahukan jika jembatan kereta api sangat berbahaya untuk dilewati,"ungkapnya. Selain merusak jembatan kereta api menurut Ismail arus deras sungai Boyolangu juga merusakkan sebuah mushalla di desanya, namun demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa meluapnya air sungai Boyolangu tersebut. (ANT-164/K004)

Sumber :
- Siaran berita Kabar Pagi di TV One pada tanggal 11 Oktober 2010.
- Siaran berita Fokus di Indosiar pada tanggal 11 Oktober 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Tampaknya alam sudah semakin marah dengan terjadi bencana banjir di beberapa wilayah di Indonesia. Tidak di Wasior propinsi Papua dengan banjir bandang layaknya tsunami Aceh tahun 2004 lalu, tidak pula dengan bencana banjir di Serang ibukota propinsi Banten. Kali ini kota Banyiwangi pun tak luput dari banjir yang datang secara tiba – tiba itu.

Tanggal 11 Oktober 2010 :
1. Kebakaran Besar di Kereta K3 Langsam Stasiun Rangkas Bitung
Kebakaran secara tiba – tiba melanda rangkaian KA Klas Ekonomi di stasiun Rangkas Bitung sekitar jam 1 pagi dini hari. Kebakaran yang awalnya terjadi di 1 kereta K3 saja secara tiba – tiba merembet ke 20 kereta lainnya hingga apinya semakin membesar. Para warga hanya memiliki peralatan seadanya untuk memadamkan api yang semakin besar dengan kekuatan angin malam yang cukup kencang itu. Dipastikan pada pagi hari ini akan ada keterlambatan perjalanan KD3 Langsam untuk tujuan Jakarta dan sekitarnya.

Sumber = Siaran berita Kabar Pagi di TV One pada tanggal 11 Oktober 2010.

Humas PT. KA Daops I Jakarta pak Mateta melalui telewicara : Rangkaian KA yang tersedia masih bisa memberangkatkan para calon penumpang ke tujuan akhir stasiun Jakarta Kota dan Pasar Senen. Api sudah dapat dipadamkan sekitar jam 3 pagi.

Sumber = Siaran berita Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One pada tanggal 11 Oktober 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Kecerobohan yang sangat luar biasa karena rangkaian penumpang saja bisa terbakar hebat. Lagi – lagi aset PT. KA akan hilang ludes kali ini dilalapn oleh api setelah kejadian PLH di stasiun Purwosari dan stasiun Petarukan tersebut.

2. Pantograf KRL Bogor - Jakarta Rusak, Penumpang Menumpuk
Senin, 11/10/2010 09:30 WIB
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Jakarta - Perjalanan KRL Bogor - Jakarta mengalami keterlambatan. Hal ini disebabkan adanya kereta api yang mengalami gangguan di antara stasiun Depok – Citayam. "KRL Bogor – Jakarta tertahan. Kereta api arah Bogor sudah tertahan sampai stasiun Tanjung Barat,"kata Ksatria, salah seorang pengguna kereta api melalui fasilitas Info Anda detikcom, Senin (11/10/2010).

Hal yang sama dikeluhkan Febriyansyah. Menurutnya kerusakan kereta itu menyebabkan penumpukan penumpang KRL Bogor – Jakarta di setiap stasiun. "Jadwal terganggu dan penumpang menumpuk di semua stasiun,"katanya. Sementara itu, Kahumas Daops I PT KA Mateta Rizalulhaq menyatakan kereta yang mengalami gangguan itu disebabkan kerusakan di bagian pantografnya. Peristiwa ini tejadi sekitar pukul. 06.30 WIB. "Kerusakan itu menyebabkan hanya 1 jalur saya yang bisa digunakan. Jadi memang menyebabkan antrean,"katanya.

Nala Edwin – detikNews

Sumber dari = http://www.detiknews.com/ di :
http://www.detiknews.com/read/2010/10/11/093041/1460855/10/pantograf-krl-bogor-jakarta-rusak-penumpang-menumpuk pada tanggal 11 Oktober 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Belum lama kejadian terbakarnya KA di Rangkas Bitung beberapa jamnya yang lalu, tiba – tiba saja tersiar kabar rangkaian KRL mengalami gangguan di petak rel antara Manggarai hingga Bogor. Ini menyebabkan perjalanan dari kedua arahnya sangat terganggu. Sungguh ironi…

3. Tewas di PJL Tak Berpalang di Pesing, Jakarta Barat
Seorang pengendara motor tewas seketika diterjang rangkaian KRL yang melintas dari arah Tangerang menuju ke Jakarta pagi itu saat para warga sudah memperingatkan sang korban. Warga kebetulan mengenal korban tersebut sebagai sosok pria penderita tuna rungu. Tanpa melihat kiri dan kanan di perlintasan tak berpalang / liar tersebut korban diterjang dan meninggal seketika.

Sumber = Siaran berita Reportase Siang di Trans TV pada tanggal 11 Oktober 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Kenapa juga kalau memang tuna rungu harus mengendarai kendaraan bermotor? Sepeda motor pula… dan di perlintasan KA tak berpalang alias liar. Resiko besarnya yah diterjang KA meskipun di situ KA jarang sekali melintas.

Sedikit Kilasan Out Of Topic / OOT atau diluar topik :
OOT itu berita yang saya rangkum di luar peristiwa perekereta apian namun masih menjadi tanda tanya bagi saya pribadi. Mungkin saja ada kaitannya meski sedikit atau pun banyak keterkaitannya dengan kereta api dalam peristiwa tertentu.

Tanggal 5 Oktober 2010 :
1. Lapak PKL Jl. Arif Rahman Hakim di Depok Dibongkar Satpol Pp
Tiada lagi yang bisa menjumpai warga di pinggiran rel KA yang dilayani para pedagang makanan dan minuman di kolong jembatan layang sisi selatan stasiun Depok Baru. Tiada lagi juga maraknya lapak – lapak para pedagang kaki lima di kolong jembatan layang tersebut. Ini dikarenakan Satpol Pp telah membongkar lapak – lapak mereka tanpa perlawanan apapun. Dengan pasrah para pedagang kaki lima meratapi kawasan dagangan mereka itu pun di ruas jalan raya Jl. Arif Rahman Hakim. Namun, dikarenakan letaknya yang strategis dan menguntungkan, ditambah pula pemerintah kota Depok tidak memberi lahan untuk mereka berjualan di tempat yang layak, mereka tetap akan berjualan kembali.

Sumber = Siaran berita Seputar Indonesia Pagi di RCTI pada tanggal 6 Oktober 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Serba salah... tidak berjualan mereka tidak punya lahan, tidak berjualan mereka terancam tiada penghasilan untuk menghidupi anggota keluarga mereka masing – masing.

2. Banjir Vietnam Juga Merendam Rel KA
Warga negara Vietnam harus selalu menderita kerugian material yang luar biasa sepanjang akhir bulan kemarin hingga awal bulan ini. Pasalnya, banjir bandang terus saja menerjang 2 propinsi yang dihuni oleh sekian jiwa, yaitu propinsi Quang Bin dan propinsi Quang Tien Hu. Dilaporkan bahwa di propinsi Quang Bin 19 warga dilaporkan tewas dan merendam pula petak rel KA. Tidak dilaporkan apakah mengganggu perjalanan KA setempat ataukah terjadi kerusakkan infrastruktur KA tidaknya. Yang jelas banjir sudah mencapai atap rumah mereka ditambah pula kondisi hujan lebat yang terus menerjang dan dikuatirkan akan terjadi longsoran mengingat rumah mereka berdekatan dengan tebing yang nampaknya cukup terjal.

Sumber = Siaran berita Kabar Pagi di TV One pada tanggal 6 Oktober 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Cuaca yang ekstrem disebabkan oleh La Nina ini juga menyerang Indonesia. Sejumlah baliho, papan reklame dan pepohonan yang rindang pun dibuatnya roboh menimpa sejumlah infrastruktur yang ironisnya berdekatan dengan jalan raya, bangunan permanen dan kuburan sekalipun. Vietnam pun gak kalah ironisnya. Ikut prihatin tentunya.

Peristiwa – peristiwa Yang Kami Alami Sendiri :

Tanggal 8 Oktober 2010 :

KRD Bukit Duri Melintasi Petak Rel Depok - Jakarta
Ada apa gerangan? Sekitar jam ½ 3 kurang dikit di sore hari saya melihat secara langsung rangkaian KRD kuning yang notabene Inspeksi dari dipo Bukit Duri berada di petak rel KA Depok – Jakarta. Dengan kecepatan yang tinggi tanpa beban, rangkaian dengan 2 unit KRD tersebut melesat tajam di stasiun Tanjung Barat entah dari arah stasiun Depok atau bukan menuju ke arah stasiun Manggarai hingga ke mananya.

Yang jadi pertanyaan saya sampai sekarang, ada peristiwa apakah di petak rel KA antara kedua wilayah tersebut yah? Sejauh ini sampai saya mengetik catatan periode ini tiada pemberitaan sama sekali di berbagai media massa. Mungkin pikir saya cuma sekedar inspeksi entah pengecekan petak rel Bogor – Sukabumi atau mungkin petak rel Citayam – Nambo. Tapi itu cuma sekedar tanda tanya di pikiran saya saja.

Sumber = Kesaksian saya sendiri yang berada di luar stasiun Tanjung Barat pada tanggal 8 Oktober 2010.

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,
Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar