Jumat, 11 Juni 2010

Catatan Bulanan Pertengahan Bulan Mei 2010

Catatan Bulanan
Pertengahan Bulan Mei 2010
Dikumpulkan oleh = Saya Sendiri  Dana
Jadi kangen dengan judul bertinda warna hijau. Namun, mau bagaimana lagi... segala peristiwa yang terjadi baik itu dalam lingkungan topik perkereta apian maupun di luar topik perkereta apian begini adanya. Peristiwa anjlokan dan bencana alam lainnya melanda kita semua dalam kehati – hatian selama 24 jam setiap harinya. Terlebih kita sebagai pengguna jasa angkutan umum tidak terkecuali rangkaian KA.

Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Tanggal 12 Mei 2010 :
1. Ribuan Rumah di Pasuruan Terendam Banjir
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Rabu, 12 Mei 2010 | 14:28 WIB
Foto saat siaran berita FOKUS PAGI di INDOSIAR pada tanggal 13 Mei 2010.
TEMPO Interaktif, Pasuruan - Banjir merendam 10 desa di 4 kecamatan di kabupaten Pasuruan, Rabu (12/5). Ribuan rumah terendam banjir dengan ketinggian mencapai lutut hingga dada orang dewasa. Daerah yang terendam banjir meliputi kecamatan Gempol, Beji, Bangil dan Kraton, kabupaten Pasuruan, serta kKecamatan Gadingrejo, kota Pasuruan. Banjir bandang disebabkan meluapnya sungai Kedung Larangan, Wrati dan Welang. "Banjir terjadi akibat hujan deras selama 5 jam,"kata Muhib, warga Bangil. Warga memilih tetap bertahan di rumah masing - masing sembari menyelamatkan harta benda yang tersisa. Mereka menganggap biasa bencana banjir yang kerap melanda rumah warga di kawasan tersebut.

Korban banjir berharap bantuan bahan makanan dan obat - obatan serta air bersih. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, pemerintah masih menghitung total kerugian yang disebabkan banjir kali ini. Banjir juga menyebabkan kemacetan lalu lintas di kawasan Jalan Raya Kraton dan Wates, kecamatan Bangil. Jalur menuju Surabaya dan Probolinggo macet total sepanjang > 5 KM. Untuk menghindari kemacetan lebih panjang, aparat kepolisian setempat mengalihkan arus lalu lintas melalui Purwosari melintang lebih jauh sekitar 20 KM.

Sejumlah pengemudi bus antar kota mengaku merugi lantaran kendaraan tak bisa melintas. Sejumlah Polisi disiagakan untuk mengatur lalu lintas, agar kemacetan tak semakin panjang. "Banjir diperkirakan surut malam ini,"kata Kepala Kepolisian Sektor Kraton, Ajun Komisaris Suko Wahyudi. 2 KA tertahan di stasiun Bangil dan Pasuruan. KA Mutiara Timur jurusan Surabaya - Banyuwangi tertahan di stasiun Bangil dan KA Logawa jurusan Jember - Surabaya tertahan di stasiun Pasuruan. Kereta tertahan lantaran rel Bangil - Pasuruan terendam air hingga mencapai 50 cm.

Satuan Pelaksana Penanganan Bencana Kabupaten Pasuruan mendirikan posko kesehatan dan dapur umum di desa Kalianyar. Bantuan makanan disalurkan langsung kepada korban banjir yang membutuhkan. "Juga diantisipasi penyakit yang menyertai saat banjir,"kata Ketua Taruna Siaga Penanggulangan Bencana Pasuruan Waluyo Utomo.

EKO WIDIANTO

Sumber = Situs http://www.tempointeraktif.com/ di :
http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2010/05/12/brk,20100512-247447,id.html edisi tgl 12 Mei 2010.

2. Pemagaran di Pinggir Rel KA Jl. RE. Martadinata, Jakarta
Untuk mencegah terjadinya penyerobotan tanah pinggir rel KA dengan dibangun pemukiman liar kembali, PT. KA Daops I Jakarta membangun pagar pembatas antara ruas jalan rata Jl. RE. Martadinata dengan petak rel antara stasiun Tanjung Priok hingga stasiun Ancol. Selain itu, pemagaran ini diperlukan guna mengaktifkan kembali stasiun Tanjung Priok yang mulai digunakan untuk angkutan massal antar kota antara propinsi kembali atau pun juga komuter Jabodetabek. Untuk itu, bentangan rel KA yang sudah tidak terpakai dijadikan pondasi dari pagar–pagar pembatas antara kedua sisi tersebut.
Menanggapi pelaksanaan PT. KA tersebut warga berharap agar pemagaran juga diberikan bagi mereka yang hendak berdagang dan yang paling penting, yaitu mencegah terjadinya marabahaya seperti kebakaran dan lain sebagainya.

Sumber = Siaran berita Halo Jakarta di CTV Banten pada tanggal 12 Mei 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Meski saya mengetujui dengan pemagaran tersebut, namun sayangnya petak rel KA yang tidak terpakai justru malah dijadikan pondasinya. Mengapa tidak dicoba untuk diaktifkan kembali?

3. Jembatan Cikacepit Jadi Sasaran Pencuri
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Oleh Nay Surya
Rabu, 12 Mei 2010 10:29 WIB
Pencurian bangkai jalur rel kereta api Banjar - Cijulang masih terus terjadi. Setelah bantalan rel habis, pencuri mengincar rangkaian baja penyangga jembatan. Terbukti, kini salah satu tiang penyangga jembatan Cikacepit di desa Emplak dan jembatan Ciputrapinggan di desa Putrapinggan kecamatan Kalipucang hilang. Jajang Nurjaman pengurus Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPC Ciamis sangat menyayangkan aksi pencurian tersebut. Sebab, meski sudah tidak digunakan lagi, kedua jembatan tersebut bisa menjadi obyek wisata sejarah. “Saya sering membawa wisatawan ke sana (desa Emplak). Selain mengenalkan panorama alam di sana, saya membawa mereka melihat megahnya jembatan Cikacepit yang membentang di antara dua bukit,”ungkapnya.
Foto postingan kang Asep Suherman

Selain Cikacepit dan Ciputrapinggan, kata dia, terowongan Sumber atau terowongan Wihelmina yang konon merupakan terpanjang di Indonesia dan terowongan Bengkok atau Juliana juga merupakan aset wisata. “Saya harap semua aset sejarah di sana bisa lestari dan menjadi wisata sejarah yang memperkaya khazanah kepariwisataan di Pangandaran,”tutur dia. Peran warga dan pemerintah daerah sangat diperlukan guna menjaga keutuhannya. Wanto (29), warga Kalipucang, juga sangat menyayangkan aksi pencurian terhadap jalur kereta zaman Belanda tersebut. Menurutnya, keberadaannya yang jauh dari pemukiman membuat para pencuri leluasa melakukan aksinya.

Jembatan yang menurut informasi memiliki panjang 1250 meter dan tinggi mencapai 100 meter tersebut, kondisinya mulai mengkhawatirkan. Selain tak terawat, penyangga jembatan hilang. Kondisi serupa juga terlihat di terowongan Sumber yang konon memiliki panjang 1.216 meter. Jalan di sepanjang terowongan tersebut rata, layaknya jalan perkampungan. Hampir tidak terlihat bekas bantalan rel kereta. Kondisinya tak terawat.

Sumber RadarTasikmalaya

Sumber = Situs http://www.mypangandaran.com/ di :
http://www.mypangandaran.com/berita/detail/kecamatan-kalipucang/436/jembatan-cikacepit-jadi-sasaran-pencuri.html edisi tanggal 12 Mei 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Seperti biasa ‘kita’ semua hanya manyun saja memandangi sang obyek keindahan tersebut semakin menjelang kepada sirnanya.

Tanggal 13 Mei 2010 :
1. KA Rapi Dhoho Dibanjiri Bonekers Sampai ke Atap
Kembali, aksi meresahkan dilakukan oleh para tim pendukung kesebelasan Persebaya atau Bonek. Kali ini mereka kembali nekad menaiki rangkaian KA Klas Ekonomi yang tiada lain KA Rapi Dhoho di stasiun Mojokerto. Akibat aksi mereka itu, Kepolisian setempat merazia mereka untuk segera turun dari atap KA. Banyak dari mereka ternyata membawa senjata tajam di antaranya berupa batu untuk menyerang masyarakat yang bagi mereka sebagai musuh.

Meski perintah pihak Kepolisian dituruti, namun saat rangkaian KA berlaju ke arah Surabaya, sebagian dari mereka tetap nekad menaiki rangkaian K3 tersebut saat masih dengan kecepatan rendah. Intinya, perintah Kepolisian kembali tidak digubris oleh mereka yang sudah menyerupai semut hijau. Kointributor TV One Ika Nurulloh.

Sumber = Siaran berita Kabar Pagi di TV One pada tanggal 14 Mei 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Bukan Bonek namanya kalau tidak meresahkan masyarakat. Mulai dari yang tidak berpendidikan hingga yang berpendidikan tinggi seperti almarhum yang tempo lalu jatuh dari atap K3 pula yang ternyata sarjana S1 lulusan suatu fakultas Seni Rupa dan Desain.

2. Tak Bayar Tiket TNI-Polri Bisa Diturunkan di Tengah Jalan
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Bandung – PT. Kereta Api tidak akan pandang bulu terhadap penumpang yang tidak membeli tiket meskipun itu adalah anggota TNI dan Polri. Sanksi tetap berlaku bagi anggota korps tersebut. "Mereka akan dikenakan sanksi denda 2x lipat dari harga tiket,"ujar Kepala Humas PT. KA Daops II Bandung Bambang S Prayitno saat dihubungi detikbandung, Kamis (13/5/2010).

Tidak hanya itu. Bagi anggota TNI - Polri yang menolak sanksi tersebut, maka sanksi lainnya juga telah disiapkan. "Kalau masih kekeuh tidak mau membayar, kita turunkan saja di stasiun terdekat,"tegas Bambang. Per tanggal 1 Mei 2010 ini PT KA memberikan diskon tarif kepada TNI dan Polri sebesar 50%. "Dulu pernah juga 20%, sekarang ditambah diskonnya dan dipertegas lagi"jelasnya.

Selain memberikan diskon kepada TNI dan Polri PT. KA juga memberikan diskon kepada lansia sebesar 20%, veretan 20% dari Senin sampai Kamis dan 30% untuk hari Jum’at sampai Minggu. Sementara Korpri diberi diskon 10%.

Avitia Nurmatari – detikBandung (avi/ahy)

Sumber = Situs http://bandung.detik.com/ di :
http://bandung.detik.com/read/2010/05/13/182327/1356674/486/tak-bayar-tiket-tni-polri-bisa-diturunkan-di-tengah-jalan edisi tanggal 13 Mei 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Serasa ada ketidak adilan… Kenapa TNI – Polri diberikan diskon sebegitu besarnya? Sementara lansia tidak mencapai ¼-nya dari biaya diskon mereka. Apakah ini semata PT. KA dalam hal ini Daops II Bandung merasa takut dengan gempuran atau pun gertakan para oknum TNI – Polri dengan segala ancaman mereka? Coba renungkan kawan – kawanku semua…

Tanggal 14 Mei 2010 :
1. KA Malabar Anjlok di Stasiun Blitar
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
JAKARTA, KOMPAS.com — Rangkaian KA Malabar jurusan Bandung - Malang yang belum lama diresmikan anjlok di emplasemen stasiun Talun, Jum’at (14/5/2010) pukul. 06.45. Stasiun itu sekitar 25 kilometer dari Kota Blitar, Jawa Timur. Meski demikian, PT. Kereta Api memastikan tidak ada korban jiwa dan korban luka dalam anjlokan itu. Demikian dikatakan VP Corporate Communications PT. KA Adi Suryatmini, Jum’at kepada Kompas. "Saat ini, satu gerbong kereta yang anjlok sedang diangkat. Kami perkirakan pukul. 11.00 ini sudah selesai,"kata dia.

Foto di atas berasal dari siaran berita Seputar Indonesia Sore di RCTI tanggal 14 Mei 2010.

Anjlokan terjadi pada gerbong kereta nomor 2 dari belakang (K3-09538), tepatnya anjlok 2 as dan 4 roda. Padahal dari nomor seri kereta itu diketahui bahwa kereta Ekonomi tersebut buatan tahun 2009. Dengan demikian, dapat diprediksi bahwa mungkin penyebab anjlokan ada pada rel kereta. Namun, Adi menegaskan penyebab peristiwa itu masih dalam penyelidikan. Dia tidak berkomentar lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan. Terlebih, PT. KA kini masih disibukkan dengan penormalan jalur selatan kereta di Jawa.

Menurut Adi, saat anjlokan terjadi, KA Malabar (7062b) secara resmi berhenti di stasiun Talun untuk bersilangan dengan KA Penataran (973). "Rangkaian yang tidak anjlok sudah diberangkatkan kembali pada pukul. 07.28,"kata dia.

Sumber = Situs http://regional.kompas.com/ di :
http://regional.kompas.com/read/2010/05/14/1058098/Kereta.Malabar.Anjlok.di.Talun edisi tanggal 14 Mei 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Kenapa harus demikian sebagai suatu sambutan pasca peluncurannya? KA termuda yang diluncurkan untuk periode beberapa minggu ini tau – tau dihujani anjlokan yang memberi ketegangan tersendiri bagi para penumpang di dalamnya. Tapi koq… yang dilirik itu gapeka stasiun Surabaya Turi yah???

2. Suporter Persela Sweeping Para Penumpang KA Rapi Dhoho
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Lamongan - 4 Warga Sukodadi, Lamongan mengalami luka - luka akibat lemparan batu yang dilancarkan suporter Persib Bandung. Bahkan, 1 orang terpaksa dilarikan ke puskesmas karena mengalami luka serius. Peristiwa ini terjadi KA Pasundan yang ditumpangi ratusan Bobotoh atau Viking, julukan suporter Persib tengah dalam perjalanan pulang ke Bandung, Jum’at (14/5/2010). Imam Muhdar, salah seorang korban yang dilarikan ke Puskesmas Sukodadi karena menderita luka di bagian kepala dan tangannya menceritakan, saat peristiwa itu terjadi dirinya sedang berada di sekitar stasiun Sukodadi. Saat itu kereta api dari arah Surabaya melintas. Tiba - tiba dirinya langsung dilempari batu oleh penumpang yang ada dalam kereta api. "Jelas mereka yang melempari saya itu memakai seragam suporter Persib,"ujarnya.

Foto di atas berasal dari siaran berita Topik Petang di Anteve pada tanggal 14 Mei 2010.

Selain dirinya, aku Imam, ada 3 orang lagi yang terkena lemparan batu, pecahan kaca dan botol. Hanya saja, ungkap Imam, para korban itu tidak menderita luka yang serius. "Hanya saya saja yang lukanya cukup parah sehingga saya dilarikan ke puskesmas ini,"terangnya. Akibat lemparan batu yang dilancarkan suporter Persib, Imam harus merelakan kepalanya dijahit karena mengalami luka robek. Selain menderita luka di kepala, Imam juga mengalami luka di bagian tangannya.

Warga Lakukan Sweeping
Tidak terima dengan kejadian yang menimpa 4 korban, warga Sukodadi yang berada di sekitar stasiun pun marah. Mereka melakukan sweeping terhadap beberapa kereta yang tengah berhenti di stasiun tersebut. Dengan berbekal pecahan batu bata dan kayu, warga ini masuk ke kereta api yang berhenti dan mencari apakah di dalam kereta tersebut ada suporter Persib Bandung atau tidak. Namun hasilnya nihil karena mereka tidak menjumpai satu pun bobotoh di kereta tersebut. Sweeping ini dilakukan sebagai bentuk balas dendam, karena suporter Persib Bandung telah melukai warga. "Aksi ini dilakukan karena warga terluka akibat ulah suporter Persib,"ujar Mahrus, salah seorang warga.

(bdh/bdh)

Sumber = Situs http://surabaya.detik.com/ di :
http://surabaya.detik.com/read/2010/05/14/135118/1357005/475/suporter-persib-lempari-warga-lamongan-4-orang-terluka?y991102465 edisi tanggal 14 Mei 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Sok jagoan, merasa paling benar dan salah pergaulan menjadi ciri khas remaja di negara mana pun yang tergolong lepas dari pengawasan orang tua / wali atau apapun di lokasi yang amat sangat memprihatinkan bagi kelangsungan hidup setiap orang. Faktor perekonomian yang morat – marit dan ketidak perhatiannya orang – orang sekitar memicu mereka mencari jati diri di jalan yang salah. Justru bangsa yang seperti ini harus ditindaskan dan segera merenungkan diri sebagaimana pentingnya kehidupan yang bahagia tanpa disentuhi dengan kekerasan dan balas dendam yang tidak kunjung ada titiknya atau selesainya.

Tanggal 15 Mei 2010 :
Terobos Pintu Rel Kereta, Pengemudi Kritis
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Liputan6.com, Buenos Aires: Harap selalu bersikap awas ketika Anda hendak menyeberangi perlintasan kereta api. Seperti yang terjadi di Argentina, seorang pengemudi yang kurang berhati - hati dihantam kereta api ketika mobilnya tengah melintasi rel kereta di kota Moron. Akibat insiden itu, pengemudi yang telah dilarikan ke rumah sakit kini dalam keadaan kritis. Tampak dalam sebuah rekaman, sebuah mobil nekat melintasi rel meski palang rel telah menutup. Benar saja, kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi langsung menyambar mobil naas tersebut. Saat itu mobil sempat terseret kereta beberapa saat. (AST/YUS)

Sumber = Situs http://berita.liputan6.com/ di
:
http://berita.liputan6.com/luarnegeri/201005/277126/Terobos.Pintu.Rel.Kereta.Pengemudi.Kritis edisi tanggal 15 Mei 2010.

Sekedar tambahan dari saya :
Seketika di dalam rekaman CCTV tampak saat rangkaian KA komuter tersebut berhenti berlaju di perlintasan berpalang resmi tersebut, sejumlah penumpang pun berkeluaran dari dalam kereta begitu pintu kereta dibuka. Petugas blanwir pun berdatangan dengan mobil pemadam kebakaran.

Tanggapan saya pribadi :
Semoga jalinan kekerabatan yang terjadi selalu digenggam erat antar kedua negara yang sama – sama menganut sistem pemerintahan komunis tersebut. Sayangnya saya enggak punya fotonya.

Tanggal 17 Mei 2010 :
Stasiun Tawang Terendam Banjir, KA Bangun Karta Tertahan 6 Jam
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Jakarta - Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah terendam banjir cukup tinggi. Akibatnya, sejumlah perjalanan Kereta Api (KA) terganggu, termasuk KA Bangunkarta yang tertahan di stasiun itu selama 6 jam. "Ini sudah mulai berangkat. Kereta sampai di stasiun Tawang pukul. 24.00 WIB lalu tidak bisa melanjutkan perjalanan karena banjir,"kata salah seorang penumpang KA Bangunkarta, Wahyu Cahyono, kepada detikcom, Senin (17/5/2010). Wahyu mengatakan, sebagian besar penumpang memilih turun dari kereta dan menghabiskan waktu dengan duduk - duduk di stasiun saat KA menunggu bisa melaju kembali. Bangunkarta adalah KA dengan rute Jombang, Jawa Timur, tujuan Jakarta.

Foto di atas berasal dari siaran berita Kabar Siang di TV One pada tanggal 17 Mei 2010.

Sebelum di Stasiun Tawang pun, imbuh Wahyu, KA yang ditumpanginya itu sempat terhambat akibat banjir di Walikukun, Jatim. Supaya dapat melintasi banjir, lokomotif KA Bangun Karta sampai harus diganti. "Ada sekitar 1 jam KA tertahan di Walikukun. Banjirnya tinggi sekali, relnya sampai tidak kelihatan,"ucap Wahyu. Menurutnya, ia naik KA Bangunkarta dari stasiun Kertosono pada Minggu (16/5), kemarin, sekitar pukul. 16.45 WIB. Seharusnya KA tersebut tiba di Jakarta sekitar pukul. 04.00 - 05.00 WIB. "Ya, mau bagaimana lagi. Saya tidak bisa masuk kerja hari ini,"ucapnya sedih. (irw/irw)

Irwan Nugroho – detikNews.

Sumber = Situs http://www.detiknews.com/ di :
http://www.detiknews.com/read/2010/05/17/062542/1358072/10/stasiun-tawang-terendam-banjir-ka-bangun-karta-tertahan-6-jam edisi tanggal 17 Mei 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Biar bagaimana pun kita tidak boleh menyesali atas moda transportasi yang sudah terlanjur kita naikin. Sebab bencana tidak dapat diprediksi kapan akan menimpa kita. Naik pesawat sekali pun tetap saja bisa terhambat karena faktor manajemen atas kerusakkan mesin dan gangguan cuaca. Belum lagi nbaik bus ancamannya si sopir bus ugal – ugalan atau pun juga aspal yang bergelombang serta penyempitan lajur. Jadi, pada intinya naik moda transportasi apapun itu, sekali pun Doraemon hidup di dunia nyata tetap saja ada hambatannya.

Kamis, 20 Mei 2010 | 10:41 WIB
Mahasiswa UI Ditabrak Kereta
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
TEMPO/Subekti TEMPO Interaktif, Depok - Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) jurusan Fisika Fanny Azizi 22 tahun tewas tertabrak kereta. Mayatnya terlentang di sebelah barat jalur 2 sekitar 25 meter dari stasiun Pondok Cina, Depok. Seorang saksi mata, Suminta 64 tahun mengatakan sekitar pukul. 08:30 mendengar ada orang tertabrak kereta. Warga Pondok Cina ini kemudian melihat mayat telah tergeletak. "Waktu ditemukan sudah terlentang,"katanya. Ia kemudian berinisiatif mengambil identitas jenazah dan melaporkannya ke petugas stasiun. Mayat kemudian dibawa ke gedung biru UI untuk menunggu kedatangan keluarga. Kepala Sub Direktorat Pembinaan Lingkungan Kampus UI Dadan Erwandi menjelaskan kuat dugaan korban berniat menyebrang dari Depok Town Square ke arah kampus. "Mungkin pakai handsfree, jadi dia nggak mendengar ada kereta,"kata Dadan kepada Tempo di Kampus UI, siang ini.

Pergelangan kaki kanan korban bengkok, perut bagian kiri robek sehingga usus keluar. Korban terlihat mengenakan celana jeans dan kaos warna biru. Selain menderita luka di tubuh, laptop korban juga hancur. Dadan mengatakan belum bisa mengambil keputusan apakah korban akan dibawa ke RSCM atau ke RS Polri Kramat Jati. "Kami menunggu keluarganya,"kata Dadan.

TIA HAPSARI

Sumber = Situs http://www.tempointeraktif.com/ di :
http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2010/05/20/brk,20100520-249100,id.html edisi tanggal 20 Mei 2010.

Tanggapan saya pribadi :
Lagi – lagi kenapa koq harus modal nekad menyeberang rel KA harus dengan mendengarkan musik? Lagi – lagi tinta warna oranye menjadi catatan pilu untuk kategori kaleidoskop bulanan ini…

Sedikit Kilasan Out Of Topic / OOT atau diluar topik :
OOT itu berita yang saya rangkum di luar peristiwa perekereta apian namun masih menjadi tanda tanya bagi saya pribadi. Mungkin saja ada kaitannya meski sedikit atau pun banyak keterkaitannya dengan kereta api dalam peristiwa tertentu.

Tanggal 12 Mei 2010 :
Baku Tembak Teroris Dekat Stasiun Cikampek
Sekitar jam 1 siang WIB rupanya pihak Kepolisian telah mencium jejak para teroris yang konon menetap di sebuah peruhaman kontrakan yang berlokasi tidak jauh dari stasiun Cikampek. Tim Densus 88 pun langsung diterjunkan untuk menangkap mereka yang ternyata melakukan perlawanan. Aksi baku tembak pun tak terhindarkan di ruas jalan raya Jl. Jenderal Sudirman, Cikampek, Jawa Barat. Tepatnya di bawah jembatan layang. Dalam aksi baku tembak tersebut, 2 orang yang diduga teroris langsung tewas di tempat.

Konon mereka telah lama mengontrak sebuah rumah dengan jumlah 6 – 8 pintu. Komplek perumahan tersebut umumnya ditempati oleh para pekerja yang bekerja di sektor industri dan apotik. Harga yang dikontrakinnya pun berkisar Rp 300.000,00 per bulan. Namun, kali ini tim Densus 88 berhasil melumpuhkan mereka selama sekitar ¼ jam. Tidak hanya di Cikampek, 3 orang terduga teroris lainnya juga tewas dalam baku tembak dengan Densus 88 di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Kronomogi dari kejadian tersebut berawal dari ketiga korban baru saja keluar dari sebuah taksi. Namun, karena peringatan Polisi diindahkan mereka, maka mereka bertiga terpaksa dilumpuhkan dengan ditembak mati. 2 dari mereka bernama Saptono yang terlibat dalam pemboman di Kedubes Australia dan Maulana.

Usai baku tembak, jenazah mereka pun dievakuasi ke dalam Ambulans untuk diautopsi di RS Polri, Jakarta Timur. Kontributor TV One Ecep S. Yasa.

Sumber :
- Siaran berita Breaking News di TV One pada tanggal 12 Mei 2010.
- Siaran berita Breaking News di Metro TV pada tanggal 12 Mei 2010.

Keterangan :
Namun, sampai sejauh ini tiada satu pun pemberitaan apakah mengganggu perjalanan KA mengingat lokasinya tidak begitu jauh dari stasiun KA Cikampek.

Tanggapan saya pribadi :
Maju terus Kepolisian Republik Indonesia… Berantas terus teroris yang ingin mengacaukan Bumi Nusantara ini…

Peristiwa – peristiwa Yang Kami Alami Sendiri :
Tanggal 18 Mei 2010 :
Temu Keakraban IRPS Dengan Pegawai Balai Yasa Manggarai
Bersama rekan – rekan IRPS dari berbagai penjuru meski sedikit, siang itu kami mendapatkan kesempatan untuk bertatap muka dengan pihak Balai Yasa Manggarai di lingkungan Balai Yasa Manggarai. Hadir di antaranya Saleh Purwanto, mas Adithya selaku penggagas acara, saya sendiri (Dana) yang datang dengan menaiki KRL Ekonomi dari arah stasiun Sawah Besar menuju stasiun Manggarai dan masih beberapa lagi yang ma’af belum saya hafalkan nama – nama mereka. Sekitar pukul. 10.00 WIB bahkan beberapa menit sebelumnya saya tiba di stasiun Manggarai sudah ditunggu mas Adithya bersama rekan – rekan lainnya. Setelah berkumpul ½ jam-an dan merasa sudah kumpul semua, kami berangkat berjalan kaki menuju Balai Yasa pukul. 10.30 melewati bentangan rel.

Di luar Balai Yasa sudah menunggu rekan Hanafi dan yang lainnya. Setelah mendapatkan izin kami pun masuk ke dalam lingkungan Balai Yasa setelah terlebih dulu para taruna dari PT. KA keluar dari Balai Yasa dengan tampilan bak taruna dari IPDN. Kami ke ruang rapat untuk mendiskusikan berbagai pembicaraan mengenai perkereta apian. Hadir para staf Balai Yasa di antaranya pak Djoko Kirmanto dari bagian KUPT yang konon dalam waktu beberapa bulan lagi akan pensiun, pak Tanto bagian Quality Control, pak Tito bagian yang menangani KRL dan masih cukup banyak lagi di ruangan yang berpenyejuk udara AC yang dingin sekali. Dalam kesempatan siang itu, mas Adithya selaku penggagas acara berkesempatan sebagai pembicara mewakili rekan – rekan IRPS yang hadir.

Pada kesempatan siang itu, pak Djoko banyak mengutarakan tentang perkembangan stasiun Manggarai terkini. Meski sering dihujat oleh pecinta KRL, demikian pak Djoko menyebutnya, namun kebersihan di lingkungan emplasemen dan stasiun Manggarai itu sendiri semakin terpelihara dan loss kerja dibenahi terus dari di antaranya kesan angker yang selama ini menyelimuti lingkungan Balai Yasa. Pada kesempatan itu pula, rekan Habibie dan Nurcahyo juga melakukan sesi tanya – jawab kepada pak Djoko dan rekan – rekan mengenai KLB Djoko Kendil, Lok listrik WH 202, rangkaian KRL Nippon Sharyo dan x-kereta tidur Bima. Dengan mengerahkan pegawai sebanyak 1.000 orang lebih, pak Djoko mengatakan bahwa keduanya (Bima dan WH 202) akan dihidupkan kembali. Tentu dengan semangat yang membara kami pun sangat senang mendengarnya. Bahkan menurut rencana, tidak hanya pembenahan dipo Bogor, Depok dan Bukit Duri melainkan Djoko Kendil pun akan dijalankan keliling Jawa selama 3 bulanan dengan ditarik lok sepuh BB 203.

Waktu terus berjalan dan tidak terasa sudah 1 jam-an kami di dalamnya. Sebelum melanjutkan sesi berikutnya, rekan Adithya bersama Nurcahyo memberikan sedikit kenangan cinderamata berupa logo FOCC 200 dan foto lok WH 202 yang terlah terbingkai. Barulah kesempatan berikutnya kami diajak kembali berkeliling lingkungan Balai Yasa untuk melihat – lihat banyak rangkaian KA yang sedang dilakukan PA ./ pemeriksaan akhir, perbaikan atas kejadian PL / peristiwa luar biasa atau pun juga PLH / peristiwa luar biasa hebat dan masih banyak lagi. Di antaranya kami melihat banyak jok dari KA penumpang berbagai klas yang entah akan diapakan, cara pembuatan per / pegas pada roda KA, bekas pipa di zaman Belanda yang sudah tidak tersisa lagi dan tentunya yang paling penting bagi kami di lingkingan Daops I Jakarta, yaitu persiapan rangkaian KRL Seri 7011 yang akan dipergunakan dalam waktu dekat ini. Selama berkeliling kami tentu jauh dari kesan angker yang selama ini dihebohkan oleh masyarakat.

Hari semakin siang dan cuaca mendadak mendung. Saat gerimis terjadi tentu saya pribadi sudah merasakan pusing karena kurangnya asupan dikala waktunya jam makan siang. Saat kembali ke ruang rapat sesaat, saya bersama Hanafi berpamitan lebih awal di kala diskusi masih terus berlangsung.

Sumber = Kami semua dari IRPS yang hadir di BY Manggarai pada tanggal 18 Mei 2010.

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,
Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar