Minggu, 20 Desember 2009

Catatan Bulanan Akhir Bulan November 2009

Catatan Bulanan
Akhir Bulan November 2009
Dikumpulkan oleh = Saya Sendiri  Dana

Bukan untuk mendramatisir, namun saya hanya menyarankan agar sebelum membacanya anak – anak perlu didampingin oleh orang tua atau pun wali karena berikut ini peristiwa – peristiwa yang terjadi selama kurun waktu awal bulan ini ada suatu peristiwa yang tidak kita inginkan, yaitu berita kecelakaan pastinya.

Setiap kiriman postingan catatan bulanan yang terbit di tiap blogger akan dimuat sebagai catatan bulan periode yang lalu. Semisal kini memasuki pertengahan bulan November 2009, maka yang bakal saya posting ke blogger tentu setidaknya untuk edisi akhir bulan Oktober 2009 terlebih dahulu. Selalu begitu untuk tiap periodenya dikarenakan sebagai antisipasi takut ada pemberitaan susulan mengenai perkereta apian baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Edisi akhir bulan ini sangat fenomenal… Ada saja kejadian unik dan mendebarkan dikala umat manusia sangat membutuhkan tuntutan jalan hidup mereka. Tidak hanya menapak tilas dengan menyusuri rel KA, tetapi ada pula yang melakukan cara pengeboman, tapi bukan di dalam negeri. Sungguh unik dikala sebuah stasiun TV berulang tahun dengan menggunakan moda transportasi KA, tak kalah uniknya lagi masyarakat memanfaatkan moda transportasi murah meriah berupa KA utk perjalanan mudik mereka sepanjang tahun yang menjadi tradisi.

Untuk selengkapnya silahkan simak catatan bulanan yang telah saya rangkum di bawah berikut ini…….

Tanggal 21 November 2009 :
[keretapi] ICE 2009
Wed, November 25, 2009 6:16:01 AM
From: asep suherman asep_0907@yahoo.co.id Add to Contacts
To: irps@yahoogroups.com
Cc: keretapi@yahoogroups.com
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho... Laporan Indonesian Consumunity Expo (ICE) 2009

Syukur Alhamdulilah kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas perkenannya, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) dapat mengikuti acara “Kumpul Bareng Komunitas” 2009 (ICE) yang diselenggarakan untuk ke-3 kalinya oleh Universitas Prasetiya Mulya yang didukung oleh MetroTV, KompasGramedia, Smartfm dan SWA Media Inc. Dalam acara tersebut IRPS adalah satu - satunya Komunitas Kereta Api yang diundang untuk tahun ini.

Acara yang bertempat di Parkir timur Senayan ini menampilkan komunitas - komunitas yang ada di Indonesia seperti komunitas Hobi (Bismania, IRPS, koleksi baju Hitler, Transmania dll), Hobi Olahraga (Chelsia Mania, MU, Inter dll), Hobi Masakan (resep-resep dari Tabloid), Hobi utak-atik Kendaraan (Motor dan Mobil), Hobi Musik (Bluesmania, D’masiver, KMI dll). Pokoknya acara ini diikuti hamper 150 komunitas yang ada di Indonesia. Stand IRPS sendiri berada di Zona 3 / Hobby. Jum’at siang selepas Juma’tan diiringi dengan hujan rintik – rintik. Kami mulai menata barang - barang yang akan dipamerkan, seperti foto - foto, banner tentang sejarah kereta api, rak - rak buku dll. Proses persiapan selesai sampai pukul 15.26 WIB.

Sabtu, 21 November 2009 acara ICE 2009 dibuka pukul 08.00 WIB. Hari itu IRPS menampilkan sosok PPKA jaman dulu dan kini (Pak Tri dan Arka), Masinis (Dimas) dan KP (Pak Kirun). Yang mengunjungi Stand IRPS cukup banyak juga yakni Rekan - rekan dari IRPS, S35, RF dan masyarakat umum. Hari pertama juga kami dikunjungi oleh pihak TV One dan seorang Bapak (lupa namanya) yang begitu antusias bertukar pendapat dan menceritakan pengalamannya soal naik kereta api jaman dulu. Stand IRPS di hari pertama di tutup pada pukul 19.00 Wib dikarenakan hujan yang mulai turun.

Di hari kedua keadaan tidak jauh berbeda, stand dibuka pukul. 07.30 WIB langsung diserbu oleh pengunjung dan juga rekan - rekan IRPS maupun RF. Agak siang Metro TV mewawancarai IRPS sekitar hobi kita ini dan juga seputar sejarah perkereta apian. Stand IRPS juga dikunjungi oleh duplikat Soekarno - Hatta, beliau sangat terkesan dengan foto CC 200 yang dulu pernah mengantarkan hijrah Bung Karno dari Jakarta ke Yogyakarta.

IRPS tidak hanya ikut memamerkan koleksinya saja, akan tetapi ikut pula dalam laga Futsal antar komunitas, di hari pertama menang WO dan dijadwalkan akan main pukul. 16.00 WIB akan tetapi dikarenakan hujan maka acara dibatalkan sampai ada pengumuman dari Panitia. Di hari kedua pukul. 08.00 WIB ada kabar dari panitia futsal bahwa IRPS maju ke babak selanjutnya dan akan main pukul. 08.20 WIB. Dikarenakan pemberitahuannya mendadak maka kami kurang personil dan akhirnya di WO.

Pukul 16.00 WIB Panitia meminta seluruh perwakilan komunitas untuk naik ke Panggung untuk pemberian hadiah, ikrar keselamatan berkendaraan dan juga penutupan. Dalam pemberian hadiah untuk kategori Futsal dimenangkan oleh Komunitas Chelsia, untuk komunitas pendatang terbaik jatuh kepada komunitas baju - baju Hitler dan untuk komunitas terkompak jatuh kepada Chelsia.

Dengan selesainya pembacaan ikrar maka berakhirlah acara ICE 2009. Kami dari IRPS mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan IRPS, S35 dan RF seluruhnya baik yang telah membantu ataupun telah meramaikan acara ICE 2009 ini

Wassalam a/n panitia asep

Sumber : Kang Asep Suherman yang pistong ke keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 25 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sungguh bermanfaat membaca ketikan ini. Semoga saja jalinan pertemanan antar komunitas selalu terjaga selalu tanpa memandang siapa mereka siapa kita siapa diri kita masing – masing. Senantiasa kita selalu berbagi cerita dan suka – duka bagaimana jalinan persahabatan antar komunitas itu terbentuk.

Tanggal 23 November 2009 :
Pegawai Negeri Sipil Bunuh Diri Dihajar KRL
Merasa terlilit banyak hutang, Jono seorang pegawai negeri sipil yang berusia 35 tahun tersebut frustasi. Dia pun seperti penuturan seorang saiksi mata langsung melakukan bunuh diri. Tampak sekali sosok dirinya sempat terlihat bingung dengan berjalan di rel kereta api stasiun Tanah Tinggi, Tangerang, Banten. Tanpa dihiraukannya saat KRL siap melintas dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi seperti yang dituturkan saksi mata, dirinya langsung rebahan di rel. Spontan KRL pun langsung menghujamnya dengan cepat. Jasadnya pun terhempas hingga dirinya tidak bernyawa.

Sumber = Siaran berita Reportase Pagi di Trans TV pada tanggal 24 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sungguh cara yang sia – sia dan tentunya dilaknati oleh Tuhan Yang Maha Esa melaukan cara bunuh diri. Apalagi dengan cara yang salah seperti menidurkan dirinya sendiri di rel kereta api saat KA siap melintas. Semoga saja anggota keluarganya yang ditinggalkan tabah dan mengikhlaskan kepergiannya untuk selamanya.

Tanggal 25 November 2009 :
1. Tebing Longsor Nyaris Menimbun Rel Kereta Api
Brebes, Kompas 02:56 WIB - Tebing setinggi empat meter longsor dan nyaris menimpa rel kereta api di Kilometer 326+700-800, tepatnya di desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, 50 meter dari perbatasan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (23/11) malam. Kejadian itu tidak mengakibatkan korban jiwa maupun menghambat perjalanan kereta api. Namun, bagian lain tebing itu harus diwaspadai karena sewaktu - waktu bisa ambrol dan menimpa rel kereta api. Di sepanjang jalur kereta di wilayah PT. Kereta Api Daerah Operasional V Purwokerto, ada 29 titik rawan bencana longsor, banjir, dan ambles. Beberapa titik rawan berada tidak jauh dari tebing longsor.

Kepala Humas PT. KA Daop V Purwokerto Surono mengatakan perbaikan tebing itu akan dikerjakan oleh satuan kerja proyek rel ganda di bawah Direktorat Jenderal Kereta Api karena menjadi kesatuan dengan proyek rel ganda. Menurut Surono, pengawasan di sejumlah titik rel yang rawan bencana diperketat. Saat ini ditempatkan 24 penjaga rel di 24 titik.

Rel rawan longsor ada di 3 titik di sepanjang jalur rel Prupuk, Kabupaten Tegal, hingga ke Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Rel rawan terendam banjir ada di jalur rel Tegal - Prupuk dan Slawi - Balapulang. Adapun rel rawan ambles banyak ditemukan di jalur rel Banjar Patroman,
Jawa Barat, sampai di Kroya, Kabupaten Cilacap. Sementara itu, Pemkab Blora membentuk 3 tim Search and Rescue Satuan Perlindungan Masyarakat (SAR Satlinmas) di 3 kecamatan rawan banjir. Untuk menambah keterampilan, ketiga tim SAR Satlinmas mengikuti simulasi penyelamatan korban banjir yang digelar pada 23 – 24 November 2009 di Bengawan Solo di Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu.

Kepala Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Blora Sujiyanto (panjang benerrrr namanya...) mengatakan, selama ini kecamatan rawan banjir tidak mempunyai tim SAR. Evakuasi dan penyelamatan korban banjir mengandalkan tim SAR Blora dan Ja - Teng. ”Dengan adanya tim SAR Satlinmas di kawasan - kawasan rawan banjir, pemerintah lebih mudah melakukan pertolongan pertama tanpa menunggu bantuan dari luar. Kini, kami tinggal melengkapi sarana dan pra sarana SAR,”kata Sujiyanto.

Lahan kritis
Lahan hutan potensial kritis di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mencapai 15.000 hektar. Pada musim hujan ini, daerah itu rawan banjir dan longsor. ”Banjir terjadi ketika air sungai meluap. Adapun longsor terjadi jika air dan tanah tidak tertahan oleh pepohonan. Untungnya, lahan potensial kritis di Lumajang masih cukup kuat menahan air,”kata Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Lumajang Indriati, Selasa (24/11) di Lumajang. Menurut Indriati, lahan potensial kritis terjadi akibat kebakaran hutan atau pencurian kayu. Untuk mencegah, Pemerintah Kabupaten Lumajang menerapkan penanaman pohon one man one tree. Hingga Oktober, ada 1,5 juta batang pohon ditanam. Hingga akhir tahun ditargetkan ada 3 juta batang pohon ditanam.

Kepala Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Sutrisno menuturkan untuk mencegah pencurian kayu oleh warga, pihaknya membina dua desa enclave dan 68 desa penyangga TNBTS. (MDN/HEN/DIA)

jim.

Tanggapan saya pribadi :
Apa gunanya dahulu ada AMB / ABRI Masuk Desa? Koq malah tim sar semacam itu yang siap bertindak? Apakah mereka juga jebolan AMB juga sewaktu eranya mantan Presiden RI alm. HM. Soeharto?

2. Ultah Metro TV Ke-9 Wisata KA Jaladara
Kali ini Metro TV kembali berkesempatan untuk mengajak para warga masyarakat untuk menikmati wisata dengan moda transportasi darat yang tentu kita banggakan tiada lain kereta api. Kali ini di siang atau sore harinya sebagian pelajar di kota Solo yang mendapatkan kehormatan untuk menikmati perjalanan KA Wisata Jaladara yang ditarik oleh lokomotif uap C 1218. Selepas mengunjungi beberapa museum di kota batik tersebut para pelajar dapat menikmati pemandangan sebagian kota Solo melalui Jl. Slmaet Riyadi di mana rangkaian KA wisata tersebut berlaju.

Di malam harinya Metro TV berkesempatan untuk mengadakan acara tumpengan sebagai hari jadinya yang ke-9 tentu juga dihadiri oleh kalangan pelajar tersebut.

Reporter peliput = Lalita Gandaputri.

Sumber = Tayangan Metro Hari Ini di Metro TV pada tanggal 23 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Senang rasanya betapa pedulinya Metro TV kepada jasa transportasi darat yang merakyat ini. Terlebih terhadap sebagian kalangan dalam hal ini sebagai generasi muda penerus bangsa untuk menikmati sesaat perjalanan KA Wisata dengan rangkaian KA tua yang dimiliki oleh Daops VI Yogyakarta. Sepatutnya kita beri acungan jempol kepada Metro TV meski terkadang sebagian besar dan kecil dari kita suka menyiarkan berita yang kurang bahkan mungkin tidak benar.

3. Menjelang Idul Adha 1430 H, Rangkaian KA Penumpang Penuh
Dikabarkan bahwa sebagian besar rangkaian KA di Jakarta untuk tujuan beberapa kota di propinsi Jawa Tengah sudah mulai terpesan banyak entah habis atau masih tersisa sekian tempat duduk atau termasuk juga karcis berdiri. Tidak dikabarkan apakah termasuk untuk arus balik ke Jakarta atau pun Bandung juga sehabis Idul Adha nantinya.

Sumber = Tulisan berjalan di Metro TV pada tanggal 24 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Saya sangat bersyukur moda transportasi KA masih dihandalkan khususnya untuk perjalanan menjelang hari raya tertentu dalam hal ini Idul Adha 1430 H.

Selasa, 26 November 2009 :
1. Penumpang KA Semakin Melonjak Jelang Idul Adha 1430 H
Jumlah pemudik yang ingin serta merayakan perayaan Idul Adha semakin melonjak di setiap stasiun kereta api dan terminal bus. Sebut saja itu di stasiun Purwokerto dan Bandung. Tidak terkecuali di stasiun Gambir dan Pasar Senen. Meski stasiun Bandung dipenuhi calon pemudik, bukan berarti tidak menerima para pendatang. Adapun mereka dimayoritasi para pendatang dari arah Jakarta.

Sumber = Siaran berita Seputar Indonesia Sore di RCTI pada tanggal 26 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Syukur tidak terjadi permasalahan dari segi teknis seperti anjlokan atau pun juga segi manusia seperti penodongan dan lain sebagainya.

2. Balai Yasa Pulubrayan di Medan Kian Merana
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
[keretapi] Balai Yasa atau Investasi Reksadana?
Thu, November 26, 2009 9:01:09 AM
From: ROSES-Man rosesmilis@gmail.com Add to Contacts
To: keretapi@yahoogroups.com
Dari milis lain:

bayangkan, ada berapa BY yang merana? belum termasuk rolling stock dan pra sarana seperti rel, wesel, sinyal, dan perlintasan?

http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2009/11/26/ 03193928/ balai.yasa. atau..investasi. reksadana
KERETA API
Balai Yasa atau Investasi Reksadana?
Kamis, 26 November 2009 | 03:19 WIB
Balai Yasa Pulubrayan, di jantung Kota Medan, Sumatera Utara, kini merana. ”Rumah sakit” kereta itu kusam, atap bocor di sana - sini, peralatan kerja pun sudah tua. Sekilas, tak jauh beda dengan gudang besi tua. Rumput liar yang merambat ke berbagai sudut pun menimbulkan pertanyaan, ”masihkah balai yasa ini diperhatikan?” Buruknya kondisi balai yasa (BY) itu cermin redupnya perkereta apian di Tanah Deli.

Pendiri Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), yang membuka jalur rel pertama dari Medan - Belawan (22 kilometer) tahun 1886 - 1888 mungkin tak menyangka perkereta apian di Deli justru redup di masa kemerdekaan. Hadirnya kereta di Tanah Deli berawal dari Jacobus Nienhuys. Bulan Maret 1864, tembakau yang dituai Nienhuys diakui Pasar Lelang Rotterdam sebagai tembakau terbaik di dunia. Hal itu menyedot modal dan pekerja ke Sumatera Utara. Namun ternyata, tak seluruh Tanah Deli cocok untuk tembakau sehingga dibukalah perkebunan karet dan kelapa sawit. Saat volume produksi meningkat, transportasi menjadi kendala. Kolonial Belanda memberikan konsesi pembangunan jalur kereta menuju Pelabuhan Belawan sehingga komoditas itu bisa dilayarkan menuju Eropa.

Kini, tembakau Deli berkurang produksinya, banyak lahan tembakau yang beralih menjadi perumahan. Sebaliknya, perkebunan kelapa sawit meluas. Kegemilangan minyak sawit mentah (crude oil palm / CPO) sayang tak diikuti kemajuan KA. Berdasarkan Peta Potensi Angkutan CPO Sum - Ut tahun 2008, 6 perkebunan yang mampu dilayani kereta memproduksi 2,61 juta ton, tetapi hanya mampu diangkut 0,62 juta ton. Ada andil pemerintah dalam merosotnya perkereta apian di Sum – Ut. Terbatasnya kekuatan jembatan buatan DSM membuatnya hanya mampu dilalui lokomotif BB produksi sebelum tahun 1970-an dengan kapasitas tarik 13 - 14 gerbong. Padahal, lokomotif baru buatan General Electric atau General Motor mampu menarik 15 - 20 gerbong barang. Sebenarnya, tugas pemerintah membangun jembatan.

Merosotnya perkereta apian di Sum - Ut patut diduga juga akibat kurangnya perhatian PT. Kereta Api. Hal itu setidaknya tampak dari bobroknya Balai Yasa Pulubrayan, yang masih menggunakan crane Hengelo buatan Belanda tahun 1930 dan semakin sedikitnya jumlah pekerja, yaitu dari 137 orang pada 2005 dan tahun 2008 tinggal 92 orang.

”Berapa sih uang untuk menambal atap balai yasa? Bila atap bocor, tak hanya merusak alat kerja, tetapi juga melemahkan semangat kerja pegawai PT Kereta Api di sana. Mereka akan berpikir, jangan-jangan Bandung (kantor pusat PT KA), tak lagi peduli,” ujar pengamat KA dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Taufik Hidayat.

Investasi reksadana
Pengusutan dugaan korupsi atas investasi PT. KA senilai Rp 100 miliar ke PT. Optima Kharya Capital Management (Optima) oleh Direktorat Reserse Kriminal Polda Jawa Barat membuka realita karut - marutnya praktik investasi PT. KA. Dalam perjanjian pengelolaan investasi, yang ditanda tangani Selasa, 24 Juni 2008 oleh Direktur Utama PT. KA (direktur lama) Ronny Wahyudi dan Dirut Optima Harjono Kesuma dimuat indikasi imbal hasil investasi 11,5% dari nilai investasi Rp 100 miliar,00 itu. Terlepas boleh tidaknya investasi reksadana oleh pemerintah sebagai pemegang saham atau terbukti tidaknya korupsi, bagi pemerhati kereta Moch S Hendrowijono, investasi dana KA di sektor lain menyakitkan. Hendro menilai investasi di sektor finansial lebih didorong oleh upaya memenuhi target laba. ”Padahal di dunia, tak ada perusahaan KA yang untung murni. Di Perancis, Belgia, Belanda dan Australia, 55 – 60% pendapatan dari subsidi pemerintah,”katanya.

Kabar baik dari investasi di sektor finansial itu, dana investasi Rp 100 miliar,00 segera dikembalikan berbentuk utang - piutang antara Optima dan PT. KA. Kesepakatan perdata itu dicapai setelah melibatkan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara. ”Ketika uang itu kembali, harus untuk memperbaiki balai yasa, beli lokomotif, dan gerbong,”kata Hendro. Dia berharap PT. KA belajar dari kesalahan dan memaksimalkan dana bagi perawatan dan pengembangan KA.

Selama ini, keberpihakan PT. Kereta Api terhadap perawatan memang rendah sehingga tak mengherankan bila bisnis PT. KA sulit maju karena terus terbentur urusan teknis. Dari Laporan Manajemen Perusahaan PT. KA Tahun 2008, misalnya, diketahui investasi peningkatan keandalan perawatan hanya Rp 25,26 miliar,00. Di antaranya untuk membeli mesin bubut di BY Manggarai dan Tegal, pendeteksi keretakan di Divisi Regional I Sumut, pembelian lifting jack, pengungkit di dipo Jakarta, Tegal, dan Maos.

Kalau saja dana PT. KA Rp 100 miliar,00, pada tahun anggaran 2008 tidak diinvestasikan dalam reksadana, tetapi untuk penguatan perawatan seperti di BY Pulubrayan, mestinya ada persoalan teknis yang dituntaskan. Terlebih ada tambahan dana perawatan hingga 40%. Kalau soal teknis dituntaskan, paling tidak, tiada lagi 40 kali lokomotif mogok atau keterlambatan kedatangan KA barang hingga 52 menit. Layanan kereta pun akan makin kompetitif, dibanding angkutan jalan raya.

Banyak pihak peduli PT. KA, tetapi lebih penting lagi, manajemen peduli pada diri mereka sendiri dengan menempatkan dana-dana di posisi yang tepat.

Sumber = Oleh HARYO DAMARDONO dari kompas.com pada tanggal 26 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Pasrah aja deh… Omongan boleh berupa janji, tapi kenyataan kita tunggu ke depan saja…

Re: [keretapi] Re: Balai Yasa atau Investasi Reksadana?
Thu, November 26, 2009 6:02:17 PM
From: W Widoyoko wid_cc205@yahoo.co.uk Add to Contacts
To: keretapi@yahoogroups.com
Dua hari lalu dikoran Belanda ada kabar bahwa NS (PTKA-nya Belanda) membayarkan deviden sebesar 1,4 milyard euro pada pemegang saham perusahaan ini yaitu Pemerintah Belanda. Kata jubir pemerintah uang itu akan diinvestasikan lagi untuk memodernisir sarana KA milik NS.

Kapan ya PT. KA bisa nyetor kepada pemegang sahamnya sejumlah uang yang mantap?

Widoyoko

Tanggapan saya pribadi :
Sayangnya kehadiran kawan – kawan di ruang VIP tidak saya ketahui. Mas Budi Sofyan yang rencana di jam 2-an siang akan keliling stasiun Pasar Senen, namun baru tiba di jam 3-an sore. Begitu pun mas Slamet yang mengira Hanafi bakal naik lokomotif langsir dari stasiun Jatinegara akan diketahui olehnya. Tetapi, secara keseluruhan perjalanan sungguh menarik karena di antara kami khususnya saya juga yang jarang saling tatap muka alias hanya sering berbincang melalui milis di internet dapat bertatap muka langsung.

Tanggal 27 November 2009 :
Serangan Teroris di KA Wisata di Rusia
Teroris kembali menyerang rangkaian KA penumpang di lokasi yang sama dengan sebuah bom motov. Kali ini dilaporkan sejumlah 25 orang penumpang meninggal seketika di lokasi kejadian dan 87 lainnya dilaporkan terluka parah. Korban meninggal terus berjatuhan hingga terakhir dilaporkan berjumlah 38 orang. Dalam tragedi pada hari Jum’at pagi waktu setempat kembali menyerang sebuah rangkaian KA wisata yang bernama Next Express dalam perjalanannya dari ibukota Moskow di sebuah propinsi di negara Rusia. Sampai keesokkan harinya di tanggal 28 November 2009 para petugas tampak masih repot melakukan proses evakuasi beberapa penumpang yang masih terperangkap di dallam rangkaian KA tersebut.
Dikabarkan rangkaian KA tersebut sedang berlaju dengan kecepatan yang cukup tinggi, yakni 180 km / jam. Tiba – tiba saja bom meledak. Hal ini dibenarkan oleh tim investigasi setempat karena sempat ditemukan benda berbentuk cekung yang diduga kuat sebagai serpihan bom. Di hari yang sama juga dilaporkan sebuah pesawat kargo milik negara Zimbabwe terjatuh di landasan pacu ibukota Beijing, China. Dalam kejadian tersebut 4 orang dilaporkan tewas karena pesawat terjatuh dengan sebuah kobaran api yang melambung tinggi. Seorang saksi mata yang juga seorang jurnalis kalau pesawat naas tersebut bermasalah pada ekornya.

Sumber :
- Siaran berita di CNN dan Al Jazeera pada tanggal 28 November 2009.
- Siaran berita Liputan 6 Pagi di SCTV pada tanggal 29 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Betapa kejamnya perbuatan mereka sampai sekelomok orang yang tidak bersalah mesti menjadi taruhannya. Seketika saya pribadi kembali teringat dengan ledakan bom di sebuah rangkaian KA komuter di ibukota Mdrid, Spanyol pada sekitar bulan Juni 2004 silam. Grup separatis Eta dan lain sebagainya tidak merasa mengaku sebagai otak di balik penyerangan melainkan Al Qaeda. Kali ini kembali dilakukan di dalam rangkaian KA wisata.

Tanggal 28 November 2009 :
Stasiun Brebes Dipenuhi Arus Balik ke Jakarta
Libur Idul Adha 1430 H sudah berakhir. Saatnya untuk kembali beraktifitas kembaliu ke Jakarta. Ribuan calon penumpang pun memadati seantero rangkaian KA Klas Ekonomi yang datang dari arah timur untuk dilanjutkan ke tujuan akhir Jakarta. Dikarenakan lonjakan yang sangat drastis, rangkaian K3 yang saling berdatangan pun tidak mampu menampung seantero penumpang stasiun Brebes hingga mereka harus merelakan diri berdiri di berbagai tempat. Bordes, toilet dan duduk di jendela sudah menjadi pemandangan tiap hari – hari besar tertentu.

Liputan Thomas.

Sumber = Siaran berita Seputar Indonesia Siang di RCTI pada tanggal 29 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Yah... sudah tidak aneh lagi mereka memaksakan diri memadati rangkaian K3 hanya demi tujuan mencari nafkah di kota besar semacam Jakarta. Sudah penuh tetap memaksakan diri di setiap jengkal kereta yang ada yang penting sampai di Jakarta.

Tanggal 29 November 2009 :
Copet Beraksi di Beos, Ketangkep Basah Langsung Dihajar
Seorang penumpang KA Rangkas Bitung yang hendak menuju ke stasiun akhir Jakarta Kota (Beos) mengaku tasnya sempat dirampas. Karena aksinya diketahui warga sekitar, sang copet yang tertangkap basah pun langsung dihajar habis – habisan oleh massa. Terlebih oleh para petugas keamanan stasiun Jakarta Kota. Bersyukur seisi barang pemilik nama Fari ini tidak satu pun yang dirampas. Akibat tindakannya itu sang pelaku diringus ke Polda Metro Jaya dalam keadaan tanpa mengenakan kaos. Wajahnya pun terpaksa babak belur.

Liputan Indra Maulana.

Keterangan : Demi keamanan, wajah sang pelaku saya sensor. Begitu pun yang sudah kesensor dari stasiun TV tersebut.

Sumber = Siaran berita Jakarta Petang di Jak TV pada tanggal 29 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Kejahatan ada di mana saja. Kalau kita lengah, maka akan terjadi malapetaka yang membuat diri kita terancam. Ingat pesan bang Napi kalau kejahatan itu ada… WASPADALAH!

Tanggal 30 November 2009 :
1. Membeludaknya Para Calon Penumpang di 2 Stasiun
Hari raya Idul Adha 1430 H sudah berakhir. Saatnya umat manusia Indonesia khususnya yang bertinggal di pulau Jawa untuk memulai aktifitas normal kembali dalam mencari nafkah. Oleh karenanya sarana transportasi menjadi handalan utama dalam arus balik. Tidak mau merasa ketinggalan waktu dalam bekerja, masyarakat pun memadatai stasiun Purwokerto dan stasiun Rangkas Bitung. Salah seorang calon penumpang di stasiun Purwokerto merasa pasrah dengan telatnya ia bekerja yang seharusnya sudah dimulai pada hari ini. Oleh karena penuhnya rangkaian KA khususnya Klas Ekonomi, ia terpaksa baru siap berangkat kembali ke Jakarta pada hari ini. Pihak Daops V Purokerto terpaksa membuka 2 loket khusus untuk rangkaian KA Logawa yang melayani perjalanan Purwokerto – Jember pp. Di stasiun yang berbeda, yakni stasiun Rangkas Bitung tampak sekali para calon penumpang memadati setiap jengkal emplasemen dan peron di stasiun yang berada di propinsi Banten tersebut. Oleh karena harga karcisnya yang hanya Rp 2.000,00 per orang mereka rela berdesak – desakan untuk memulai kembali aktifitas mencari nafkah di Jakarta dan sekitarnya. Mereka banyak yang pasrah menunggu pasalnya sudah hampir 3 jam rangkaian KA telat beroperasi.

Sumber = Siaran berita Redaksi Siang di Trans 7 pada tanggal 8 Oktober 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Yah.... mau bilang apalagi??? Ritual hari raya besar selalu dimanfaatkan warga negara kita untuk berlibur dan akan kembali ke kota asal di mana kita tinggal – kota di mana kita menuntut ilmu dan mencari nafkah. Rangkaian K3 pun menjadi sarat penumpang oleh karena tarifnya yang relatif sangat murah ketimbang moda transportasi lainnya.

2. Lagi – lagi Gangguan Sinyal Petak Jakarta – Bogor Pp
Pagi ini perjalanan KRL Jakarta – Bogor pp mengalami banyak keterlambatan dikarenakan gangguan persinyalan. Banyak mereka yang dengan menyesal menunggu sampai jadwal perjalanan KRL yang ada normal kembali.

3. KRD-I PT. INKA Madiun Dikirim ke Medan Via Kapal Laut dari Dermaga Tanjung Perak, Surabaya
[keretapi] Shipping To Medan(Divre 1)
Mon, November 30, 2009 2:22:55 PM
From: edja noezsanto nitijoso edja_n@yahoo.co.id Add to Contacts
To: keretapi@yahoogroups.com
Mendapat khabar bahwa KRD-I produksi INKA akan dikirim dari Madiun tanggal 29 November 2009, maka saya bersiap - siap untuk menyambutnya, akhirnya sang KRDI muncul dengan stamformasi CC 20110 + 8 KRDI(2 set) + 1 K3 tiba di SGU tepat jam 17.00 dilanjut masik ke SB lalu ke SDT lanjut ke KLM dan ditutup masuk ke Dermaga Berlian Tanjung Perak Surabaya.

Senin tanggal 30 November 2009 saya, Dimas & Ian siap di kade dermaga Berlian untuk menyaksikan pemuatan sang KRDI kesebuah carrier ship(bukan kapal induk lho) hanya sebuah kapal tipe LCT(KM AYU 58) dengan kapasitas muat 6 buah kereta saja ...lha sisanya ??? .... sisanya dikirim besok(1 Desember 2009) dengan carrier lain lagi. Kereta pertama mulai diangkat sekitar jan 10.30 karena berbagai persiapan yang cukup menyita waktu. Liputan dikahiri jam 11.10 karena sudah cukup panas, capek dan yang jelas mau segera disharing dengan teman teman railfans dan edan sepur lainnya. Silahkan enjoy hasil jepretannya.

Salam dari biro edan sepur daop 8 sby Edja N N

Tanggapan saya pribadi :
Semoga setibanya di sana benar – benar bermanfaat buat masyarakat Medan dan sekitarnya.

4. Serius Garap Bisnis Angkutan Barang, PT. KA Siapkan 150 Lokomotif
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Bandung – PT. Kereta Api (Persero) dengan tegas mengatakan pihaknya serius menggarap bisnis angkutan barang 5 tahun mendatang. Tak tanggung, 150 lokomotif disiapkan untuk mendukung operasionalnya. "Tahun ini direksi sudah menyusun untuk pembelian 150 lokomotif,"kata VP PT. Kerta Api Adi Suryatmini, di ruang kerjanya, Jl. Perintis Kemerdekaan, Senin (30/11/2009)

Jumlah tersebut dikatakan Adi disediakan untuk mendukung bisnis angkutan barang 5 tahun mendatang. "Kemarin kami tidak bisa melayani permintaan angkutan karena keterbatasan angkutan,"ujarnya. "Supaya bisa melayani potensi permintaan yang cukup besar, kami harus berani berinvestasi membeli sarana produksi,"imbuhnya. Kebutuhan tersebut akan terpenuhi secara bertahap. Di tahun 2010 segera hadir 20 lokomotif baru. Hadirnya lokomotif baru tersebut adalah salah satu upaya pembenahan lokomotif yang berumur di atas 40 tahun karena dikhawatirkan akan menghambat operasional kereta api. "Kalau lokomotif cape sering mogok, akibatnya enggak on time performance, "jelas Adi. (ahy/avi)

Sumber = Andri Haryanto – detikBandung pada tanggal 30 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Kayaknya tahun 2010 dan seterusnya eranya rangkaian KA barang berjaya di kawasan pulau Jawa karena rangkaian KA penumpang yang dipantau tidak menguntungkan karena minimnya konsumen atau para penumpang KA membuat banyaknya lokomotif terlebih jenis DE atau diesel elektrik mesti menghela nafas dengan melajukan kecepatan mereka menarik rangkaian KA barang dengan bakal memanfaatkan perka atau perjalanan KA penumpang yang kini semakin tipis alias non aktif.

5. Pemisahan PT. KA Gagal
Selasa, 1 Desember 2009 | 05:39 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Pemisahan PT. Kereta Api Commuter Jabodetabek dari perusahaan induknya, PT. Kereta Api dinilai gagal karena tidak membuat kualitas pelayanan meningkat. Perjalanan kereta api masih sering terlambat dan jumlah kereta pada jam - jam sibuk masih kurang. Pendapat itu disampaikan oleh Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sudaryatmo, Senin (30/11) di Jakarta. ”Perjalanan kereta rel listrik (KRL) masih terganggu karena ada masalah dalam soal sinyal,”ujarnya.

Akibat gangguan sinyal antara stasiun Pasar Minggu dan Maggarai, menurut Koordinator KRL Mania Agus Aimansyah ratusan penumpang terlambat menuju tempat kerja. ”Tidak hanya itu, KA 521 mogok di stasiun Cilebut dan KA 519 berjalan hanya dengan 1 set. Untuk kesekian kalinya, penumpang KA menderita,”kata Agus. Oleh karena itu, lanjut Sudaryatmo, Direktorat Jenderal Perkereta apian secepatnya membuat regulasi tentang tingkat mutu pelayanan KRL. ”Harusnya, dalam aturan tentang subsidi yang dikenal dengan public service obligation diatur, bila ada gangguan pada perjalanan KRL, yang diberi kompensasi adalah konsumen,”katanya.

Dalam kontrak antara Ditjen Perkereta apian Dephub dan PT. KA sebenarnya telah diatur tentang keterlambatan perjalanan KA, termasuk frekuensi KA yang harus dilayani. Namun, untuk keterlambatan dan gangguan perjalanan kompensasi tidak diberikan ke konsumen, tetapi hanya pemotongan nilai subsidi. Seharusnya, kata Agus dan Sudaryatmo, kompensasi diberikan ke konsumen, terutama yang membeli tiket langganan berjangka (abonemen) 1 bulan 1x. ”Bila ada keterlambatan, tak pernah ada kompensasi bagi konsumen abonemen,”kata Agus.

Menanggapi masalah pelayanan, Sekretaris Perusahaan PT. KCJ Makmur Syaheran mengatakan persoalan operasional KRL di Jabodetabek sudah sistemik. ”Masalahnya kompleks dan harus diurai. Namun, kami tetap kerja keras, salah satunya mempersiapkan sumber daya manusianya,”ujar Makmur. Menurut Makmur, pemisahan (spin off) PT. KCJ telah tepat. Masalahnya, hak - hak PT. KCJ terhadap pengelolaan operasional KRL belum ideal.

Untuk itu, menurut pengamat KA dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Taufik Hidayat kewenangan PT. KCJ harus diperluas. ”Untuk apa dijadikan anak perusahaan bila kewenangannya lebih sempit dari Divisi Jabodetabek dulu. Idealnya, operasional dan pemeliharaan sarana dipegang KCJ,” ujarnya. PT. KCJ harus diberi kesempatan berkembang, yaitu dengan diberi otonomi, terlepas dari PT. KA. ”Mungkin dengan diberikan keleluasaan akan ada penyertaan modal dari pihak lain,”ujarnya. Pemberian otonomi lebih luas akan membuat pemeliharaan sarana KRL lebih baik. ”Bila struktur organisasinya ringkas, membuka peluang inovasi pemeliharaan dan pengaturan logistik lebih baik,” katanya. (RYO)

Sumber = Situs Kompas.com pada tanggal 1 Desember 2009.

Keterangan = Berhubung informasi berasal dari Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sudaryatmo yang tercatat pada tanggal 30 November 2009, maka aku cocokkan saja ke tanggal 30 November 2009 meski berita baru terbit di tanggal 1 Desember 2009-nya.

Tanggapan saya pribadi :
Yah… mau ngomong gimana lagi yah? Sebagai railfans memandang sebagai konsumen memang sepasstinya saya juga mengeluh. Yang cukup sukses hanya koridor Serpong – Jakarta pp yang selama ini beberapa kali saya naikin. Karena Serpong – Tn. Abang lebih cenderung minim perjalanan KRL alias tidak sepadat koriudor Jakarta – Bogor pp. Namun, yang mesti dibenah yaitu stasiun – stasiun seperti Palmerah, Kebayoran dan Parng Panjang serta kondisi KRD Langsam yang semakin memprihatinkan.

Sedikit OOT / Out Of Topic :
Tanggal 25 November 2009 :
Pengadilan Purwanto Ayah Tiri Tegar
Sidang Pengadilan kasus Purwanto ayah tiri yang membawa Tegar sang anak tiri ke rel kereta api hingga terlindas kaki kirinya saat KA Bangunkarta melintas di malam hari kembali dilakukan. Kali ini Tegar tetap didampingi Devi sang ibu kandung. Devi mengaku tidak puas saat dikatakan oleh Hakim kalau sang ayah tiri tersebut hanya dihukum penjara selama 10 bulan. Bahkan saat Purwanto ingin memeluk Devi sebagai pertanda minta ma’af ditolak oleh sang ibu kandung Tegar Kurnia Diniati tersebut. Purwanto pun amat menyesali atas sikap Devi yang masih juga tidak menerima ma’afnya itu.
Foto di samping ini tampak sebagian para penumpang yang panik akibat barang bawaan mereka tidak kunjung datang begitu saja.

Dalam kesehariannya Tegar mengaku tidak ingin kaki kirinya yang sudah tidak ada tersebut dipasang kaki palsu. Ia tetap ingin kakinya dalam keadaan seperti itu dalam kesehariannya.

Sumber = Siaran berita Kabar Pagi di TV One pada tanggal 26 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sudah sepantasnya permintaan ma’af tersebut memang wajar tidak diterimanya. Sebab dalam keadaan satu organ tubuh sudah tidak utuh atau tidak lengkap lagi mau tidak mau penderitaan sepanjang hidupnya harus rel tidak memiliki kaki kirinya dalam hal ini si bocah Tegar.

Tanggal 26 November 2009 :
Tawuran Pelajar di Jl. Latumenten, Jakarta
Sekitar jam 4 sore dikala situasi arus lalu lintas kendaraan bermotor dalam keadaan macet terjadi tawuran antar pelajar SMK / Sekolah Menengah Kejuruan. Hanya karena saling ejek mereka saling menyerang dengan mempersenjatai diri dengan celurit, balok kayu dan beberapa bongkahan batu. Tentu saja situasi pun semakin macet. Namun, aksi tersebut setidaknya mereda begitu Polsek Tanjung Duren turun tangan untuk melerai aksi brutal mereka. Banyak yang tertangkap langsung digiring ke Polsek Tanjung Duren.

Tidak sedikit pula mereka yang terluka dibawa ke rumah sakit seperti salah satunya bernama Ramdan. Entah bagaimana ceritanya pelajar yang satu ini yang mengaku dari SMK di Jakarta Utara diserang secara membabi – buta. Aksi tersebut terjadi tidak jauh dari PJL / pos jaga lintasan KA petak rel antara stasiun Tangerang hingga stasiun Duri. Liputan Eko Priyono dan Wahyu.

Sumber = Siaran berita Metro Hari ini di Metro TV pada tanggal 18 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Para pelajar sebagai tunas bangsa tidak ubahnya para seniro mereka di kemahasiswaan dan gedung wakil rakyat yang memiliki citra tinggi sebagai pemimpin masa depan bangsa Indonesia. Yang senior sudah menodai kesatuan bangsa dan negara bagaimana para junior mereka yang masih tergolong pelajar? Pungli masih merajalela di mana – mana tentu rakyatlah yang disengsarain.

Tanggal 29 November 2009 :
Sekelompok Mahasiswa/i Norwegia Berwisata ke Pelosok Rumah – rumah Semi Permanen di Jakarta
Tidak semua masyarakat internasional ingin menikmati hari libur panjang ke tempat – tempat wisata bertaraf nasional dan internasional di sebuah kota besar. Justru sekelompok mahasiswa/i asal negara Norwegia ini menikmati studi wisata mereka ke sebagian pelosok pemukiman semi permanen di kota Jakarta dengan didampingi sang dosen. Bersama Ronny Paluan sang pemandu tur atau tiada lain pimpinan Interculture Foundation yang menjadi penggagas acara ini mereka diajak mengenal lebih jauh bagaimana karakteristik masyarakat Jakarta yang sesungguhnya di balik gemerlapnya warga masyarakat golongan menengah dan menengah ke atas dengan menyusuri setiap petak perumahan kumuh atau semi permanen di kawasan kampung Galur kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Berangkat dari sebuah hotel cukup mewah mereka pun dianter dengan sebuah mobil ke perkampungan tersebut.

Setiap jengkal mereka susuri bagaimana aktifitas warga pinggiran berlangsung dalam sehari – hari. Ada pabrik tempe, ada pula pabrik makanan lainnya yang tentunya dijual ke pasaran. Segala tindakan mereka tentu menjadi daya tarik para warga kampung setempat. Ini dikarenakan mereka menyusuri perkampungan mereka tidak sekedar ingin lebih tahu siapa mereka semua melainkan juga memberi sedekah sekedarnya dari kantong atau dompet mereka masing – masing. Perumahan, pasar tumpah ruah dan segala yang ada di dalamnya mereka susuri dan bertanya jawab dengan warga setempat. Dikarenakan berbeda bahasa, maka mereka pun didampingi oleh penerjemah.

Di antara kunjungan mereka ke perkampungan setempat mereka juga cukup terpikat dengan kondisi rel kereta api yang tentunya di kampung Galur tidak jauh dari stasiun Pasar Senen. Tampak beberapa rangkaian KA yang melintas mereka foto. Di akhir acara, para mahasiswa/i itu pun tidak mau kehilangan momen dalam kebersamaan dengan berfoto bersama para warga perkampungan tersebut. Tampaknya selama kunjungan mereka semua tiada kendala sama sekali. Tidak cukup ke Indonesia, mereka juga merencanakan diri menyusuri perkampungan di negara lain seperti Afrika Selatan dan Brazil.

Liputan Asep Miftah.

Sumber = Siaran berita Reportase Pagi di Trans TV pada tanggal 30 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Acara sosial yang berdedikasi tinggi bagi kalangan marjin atau yang terpinggirkan dari gempitanya kota besar semacam Jakarta. Dari segala kesuksesan kaum urban atau warga pendatang dan asli Jakarta, setidaknya mereka masih peduli kepada nasib mereka yang terpinggirkan dari era modernisasi dan selalu diselimuti dari kemiskiman terutama di kota besar. Namun, saya pribadi amat menyesalkan kalau mengingat ini semua andai sang bintang pop Michael Jackson masih hidup. Pasti sasaran utamanya anak – anak kecil dengan menyanyikan lagu Heal The World.

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,
Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar