Minggu, 29 November 2009

Catatan Bulanan Awal Bulan November 2009

Catatan Bulanan
Awal Bulan November 2009
Dikumpulkan oleh = Saya Sendiri Dana

Bukan untuk mendramatisir, namun saya hanya menyarankan agar sebelum membacanya anak – anak perlu didampingin oleh orang tua atau pun wali karena berikut ini peristiwa – peristiwa yang terjadi selama kurun waktu awal bulan ini ada suatu peristiwa yang tidak kita inginkan, yaitu berita kecelakaan pastinya.

Dikarenakan kuatir dengan pemberitaan kelanjutan yang belum saya bahkan kita semua ketahui, maka saya selalu memposting telat setiap bulannya. Semisal sekarang sudah akhir bulan, namun saya memposting untuk catatan bulanan awal bulang tersebut. Ini semata agar berita – berita yang muncul belakangan dapat saya posting secara akurat dan tidak mengada – ada. Semua yang saya posting selalu dari narasumber yang benar. Apalbila ada kesalahan, kekeliruan dan ketidak benaran, maka teman – teman sekalian dapat segera meralatnya ke saya atau pun menambahkannya. Saya pun akan lekas meralatnya atau dipikir – pikir lagi.

KEJADIAN 1.
MINGGU, 01 NOVEMBER 2009
Gerbong Restorasi Terbakar
ni mas Ben ada info nya saya co-paste dari mas Budi Santoso...
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

dari group fesbuk " UTO PT. KA " Cuma ma’af gak ada gambarnya. Kemarin saya sempet liat di wall siapa gitu sekilas.
Radar Jember
[ Minggu, 01 November 2009 ]
LUMAJANG - 1 dari 9 gerbong KA Mutiara Timur jurusan Banyuwangi - Surabaya kemarin terbakar saat memasuki stasiun Klakah, Lumajang sekitar pukul. 13.20, kemarin. Tak pelak, kebakaran yang menghanguskan gerbong KMP2 (Kereta Makan Pembangkit) dengan nomor seri 65506 tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Awalnya hanya terlihat asap mengepul di salah satu gerbong. Namun, tidak lama kemudian, terlihat api mulai membara dari dalam kereta makan tersebut. Sontak, kejadian itu langsung membuat panik sekitar 213 penumpang kereta dan petugas di stasiun Klakah. Setelah kereta diberhentikan, penumpang langsung semburat dan dievakuasi agar secepatnya turun dari gerbong.

Selanjutnya, petugas kereta api langsung memisahkan gerbong yang terbakar agar tidak merembet ke gerbong penumpang lainnya. Gerbong yang dipisahkan dari gerbong restorasi yang terbakar meliputi 3 gerbong Eksekutif yang berada di depan dan 5 gerbong Bisnis di belakang gerbong yang terbakar. Sayangnya, akibat kobaran api yang begitu besar, tidak mudah untuk dipadamkan sehingga menghanguskan gerbong restorasi. Petugas baru bisa memadamkan api sekitar pukul. 14.00 setelah petugas PMK datang dan mulai menyemprotkan air ke arah kereta tersebut.

Naning, salah satu penumpang yang naik dari Jember mengatakan awalnya dia sempat heran dengan diberhentikannya kereta tersebut. "Setahu saya, di Klakah tidak berhenti. Tapi ini kok berhenti,"ujar penumpang yang hendak menuju Surabaya ini. Setelah dirinya turun, baru sadar kalau salah satu gerbong di depannya tengah dilalap api. Tentu saja, hal itu membuat dirinya shock dan kaget. Tidak hanya Naning yang ketakutan, penumpang kereta api lainnya pun langsung turun dari kereta dan berusaha menyelamatkan diri.

Akibat kejadian tersebut penumpang kereta api harus menunggu di stasiun Klakah hingga perjalanan dapat dilanjutkan kembali. Terkait kejadian tersebut, Suhartata D, PPKA (pemimpin perjalanan kereta api) Stasiun Klakah mengatakan sebelum api membesar dia melihat kepulan asap saat kereta memasuki perlintasan stasiun. Barulah, lanjut dia, sekitar 30 meter dari perlintasan dia melihat api sudah berkobar dari salah satu gerbong kereta. "Setelah melihat api itu, saya langsung menyalakan sinyal keluar,"tandasnya. Sinyal tersebut lanjut dia adalah tanda dari petugas stasiun agar kereta api yang lewat berhenti dan tidak boleh melanjutkan perjalanan. "Setelah berhenti, semua penumpang langsung dievakuasi turun,"katanya. Melihat api yang semakin membesar dan cukup membahayakan, pihaknya langsung memisahkan gerbong restorasi tersebut dengan gerbong yang lain. Gerbong restorasi itu sendiri berada di nomor 4 dari lokomotif. Sedangkan, di belakang kereta makan itu ada 4 gerbong lagi.

Ditanya soal penyebab kebakaran, Suhartata mengaku pihaknya masih belum mengetahui dengan pasti. Kata dia untuk mencari penyebab kebakaran tersebut ada tim tersendiri yang menangani. Yang pasti kata dia dalam kereta makan tersebut ada pembangkit yang menyuplai AC dan penerangan untuk gerbong lain. "Diperkirakan api berasal dari genset itu,''katanya.

Akibat kejadian tersebut, kereta sempat dihentikan dan baru sekitar pukul. 15.04 perjalanan dilanjutkan kembali ''Untuk AC tidak bisa hidup karena pembangkit ada di gerbong yang terbakar. Soal kerugian juga belum diketahui dengan pasti,''jelasnya. (wis)

Tanggapan saya pribadi :
Murni kelalaian kalau saya menaggapinya...


Tanggal 2 November 2009 :

1. Inul Rela Naik Kereta Api
Demi alasan kangen dengan sanak keluarganya di kota Cirebon, Inul Daratista yang sedang cukup tenarnya dengan pemberitaan seputar bisnis klub karaokenya itu yang bernama Inul Vista selepas melahirkan putra semata wayangnya itu setelah 13 tahun penantiannya rela menaiki rangkaian KA. Ia mengaku rela berdesakkan (baca = mengantri) dalam menaiki sebuah kendaraan transportasi massal yang dikenal cepat, murah dan terbatas itu. Dari tampilan layar kaca infotainment tampak sekali ia bersama mas Adam (panggilan akrab Adam Suseno sang suami yang biasa disapa Inul) menikmati perjalanan dengan rangkaian KA ber-Klas Eksekutif tersebut di siang hari dalam perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon.

Sumber = Tayangan I Gosip di Trans 7 pada tanggal 2 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Suatu kehormatan bagi artis sekelas Inul Daratista pasalnya dari sosok orang desa (baca = wong deso) yang biasa menikmati lingkungan perkampungan di Pasuruan di mana ia tinggal bersama sanak keluarganya, kini dapat menikmati perjalanan dengan rangkaian kebanggaan rakyat Indonesia (khususnya di pulau Jawa) dan kebanggaan kita semua. Seperti halnya artis penyanyi Dewi Yull yang juga sama – sama hampir hobi menikmati perjalanan Jakarta – Cirebon pp dengan KA, Inul pun juga sama – sama menikmati rangkaian KA Klas Eksekutif nampaknya KA Argo Jati. Sebab dari joknya menciri khaskan rangkaian KA klas Argo. Saya pribadi patut mensyukurinya.

2. Rugi, PT KA Tutup Tiga Rute Komersial
http://regional. kompas.com/ read/xml/ 2009/11/02/ 2146191/Rugi. .PT.KA.Tutup. Tiga.Rute. Komersial
BANDUNG, KOMPAS.com – PT. Kereta Api segera menutup tiga rute kereta komersial yang dinilai tidak menguntungkan mulai 1 Desember mendatang. Ketiga kereta tersebut yakni KA Malang Ekspres Surabaya - Malang, KA Cantik Ekspres Surabaya - Jember dan KA Priangan Ekspress Banjar, Jawa Barat - Jakarta.

Selain itu, PT. KA juga akan mengurangi intensitas keberangkatan KA Parahiyangan Bandung - Jakarta dari delapan kali per hari menjadi enam kali. Hal itu disampaikan Direktur Komersial PT. Kereta Api (KA) Sulistyo Wimbo Hardjito, Senin (2/11) di Bandung, Jawa Barat. "Untuk kereta komersial, visi perusahaan memang menetapkan agar semua rute tidak boleh merugi. Sebab, kami harus tetap menanggung biaya operasional yang besar," jelasnya.

Dikatakan Wimbo, kerugian PT. KA dari seluruh angkutan penumpang komersial pada tahun 2008 mencapai Rp 80 miliar. Karena itu, pihak PT. KA akhirnya memutuskan untuk menutup beberapa rute yang kerugiannya paling besar.

Wimbo menjelaskan, kerugian tersebut membebani operasional kereta lainnya. Hal ini disebabkan, pemasukan dari rute-rute yang tidak potensial tersebut sangat minim. Priangan Ekspress Banjar-Jakarta yang satu rangkaiannya terdiri dari dua kereta eksekutif dan empat kereta bisnis, misalnya, tingkat okupansi hariannya sangat rendah yakni sekitar 10-20 persen.

"Kondisi dua rute lain relatif sama. Yang perlu dicatat, rendahnya okupansi bisa disebabkan jumlah gerbong yang sedikit atau penumpangnya memang sudah mentok," ujarnya.

Kereta dan lokomotif dari beberapa kereta yang akan dinonaktifkan tersebut, akan dialihkan untuk menambah rangkaian pada rute yang masih portensial untuk digarap. Beberapa di antaranya yakni penambahan rangkaian KA Argowilis Bandung-Surabaya Gubeng dari awalnya empat kereta menjadi delapan kereta.

Selain itu, ada beberapa rute lagi yang saat ini masih dievaluasi. Salah satunya yakni KA Harina tujuan Bandung-Semarang. "Kami masih memberi kesempatan bagi beberapa KA untuk meningkatkan performanya. Ini bisa dilakukan dengan menambah jumlah gerbong atau peningkatan sosialisasi kepada konsumen," ujarnya.

KA Harina misalnya, rangkaiannya akan ditambah dari sebelumnya enam kereta menjadi delapan kereta. PT KA, menurut Wimbo, akan memberi waktu hingga pertengahan tahun 2010. Jika okupansinya masih rendah, rute tersebut juga akan ditutup. Selain itu, PT KA juga tengah mengkaji sejumlah potensi rute baru, salah satunya Bandung-Malang.

Rugi Rp 80 Miliar
Dari kerugian operasional kereta komersial PT KA senilai Rp 80 miliar tersebut, kerugian terbesar berada di wilayah Daerah Operasional II Bandung. "Persentasenya tidak perlu kami sebutkan. Yang pasti, kerugian di wilayah ini sangat besar," katanya.

Sumber :
- Situs kompas.com pada bulan November 2009.
- Siaran berita Kabar Pasar di TV One pada pertengahan bulan November 2009.


Tanggapan saya pribadi :
Nampaknya patut dicoba tuh…. dan dapat menjadi rekomendasi buat perbekalan kita kalau saja bersinggah di kota tersebut.


3. Tebing Longsor, Jalur KA Bogor - Sukabumi Lumpuh
BOGOR - Tebing setinggi 50 meter yang menyangga jalur Kereta Diesel Bogor-Sukabumi di dekat Stasiun Cigombong ambrol. Akibatnya rangkaian kereta yang akan menuju ke Sukabumi dan sebaliknya tidak bisa melintas.

Perbaikan jalur kereta api diperkirakan memakan waktu hampir sebulan. "Kemungkinan Kereta Diesel Bumi Geulis jurusan Bogor-Sukabumi tidak bisa beroperasi selama sebulan," ungkap petugas PT KA Tatang di Bogor, Selasa (3/11/2009). Ambrolnya tebing penyangga jalur KA terjadi kemarin petang. Saat kejadian, Kereta Diesel Bumi Geulis hendak melewati jalur menuju Sukabumi. Beruntung longsor terjadi sebelum KA melintas.

Akibat kejadian tersebut para penumpang terpaksa beralih menggunakan kendaraan umum menuju tempat tujuan.

Sumber = Postingan rekan RosesMAN ke milis keretapi@yahoogroups.com tanggal 3 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Kenapa sejak awal dioperasiin tidak diperiksa tebinh tersebut yah? Padahal ini jalur utama penghubung antara Sukabumi dengan Bogor bahkan juga Jakarta dan sebaliknya. Sebulan suatu waktu yang lama bagi mereka yang biasa punya rutinitas di Bogor dan sekitarnya.

Tanggal 3 November 2009 :
1. Matarmaja anjlok
[keretapi] Matarmaja anjlok
Tue, November 3, 2009 1:44:49 PM
From: Febrian Surya Pratama febrian.spratama@yahoo.co.id Add to Contacts
To: keretapi@yahoogroups.com

Berita di detik.com: matarmaja PSE-ML anjlok sblm terowongan dwi bakti karya, sumberpucung malang jam 08.00. Di lokasi anjlokan memang sedang dilakukan maintenance rel. Gimana nih pak menhub? Wis 2 anjlokan plus 1 gerbong kobongan. Wayahe leren ta sampeyan?

Sumber = Detik.com yang diposting oleh rekan Febrian Surya Pratama ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 23 Oktober 2009.

Sampe sekarang KA 32 masih tertahan di Blitar, kaya nya hari ini KA 32 Gajayana gak ampe Malang.brati Ka 31 hari ini mungkin start dari Blitar saja.

Re: [keretapi] Matarmaja anjlok
Tue, November 3, 2009 2:14:32 PM
From: Zudi Susanto zudi.susanto@gmail.com Add to Contacts
To: keretapi@yahoogroups.com

Oalah .. jadi inget moto Gajayana di mulut trowongan ini, kalo emang lagi ada Mtc rel brati ada semboyan 2a atau 2b , paling2an ngelanggar taspat masinis nya soale kalo mau masuk trowongan KA 142 atau KA2 lain nya biasa full throttle karena track nanjak dari jembatan lahor.

kalo emang di mulut trowongan , ini ada poto nya, http://www.flickr. com/photos/ kamandanu/2813361166/

salam ijo ijo ~ spoor,
zudi susanto

Tanggapan saya pribadi :
Menyambut awalk bulan November sudah dihebohin dengan pemberitaan anjlok.


2. KA Argo Anggrek Mogok 2 Jam di Karawang
Selasa, 3 November 2009 | 23:23 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Kereta Api Argo Anggrek jurusan Jakarta - Surabaya mogok di stasiun Kedunggedeh, Karawang, Selasa (3/11). Ratusan penumpang bakal telantar selama dua jam. Salah seorang teknisi Kereta Api mengatakan, pembangkit listrik kereta tersebut mengalami masalah. Sialnya kerusakan tersebut diperkirakan tidak bisa diperbaiki di tempat dan harus menunggu peralatan dari Jakarta. Akibat kerusakan tersebut, listrik dipadamkan sehingga penerangan di semua gerbong mati total. Begitu pula dengan fasilitas AC. Ratusan penumpang terpaksa memilih keluar gerbong dan duduk - duduk di rel kereta api karena kepanasan.

Kereta tersebut mogok sejak sekitar pukul. 22.30 dan sampai sekarang masih dibiarkan. Kereta berangkat dari stasiun Gambir, Jakarta sekitar pukul. 21.30 dan menuju tujuan akhir Stasiun Pasar Turi, Surabaya. Sebenarnya kereta api masih bisa dijalankan. Namun, menurut teknisi jika dipaksakan bisa terjadi kebakaran karena adanya gangguan tersebut. Sampai saat ini, teknisi masih berusaha untuk memperbaiki sambil menunggu bantuan dari Jakarta yang diperkirakan tiba dua jam kemudian.

Akibat gangguan tersebut, para pramugari berkali - kali menyatakan minta maaf kepada para penumpang. Namun, sejauh ini tidak ada kompensasi yang diberikan pihak kereta api barang makanan kecil atau minuman ringan sekali pun. Padahal, Argo Anggrek termasuk kereta mahal. Kelas eksekutif yang membawa 6 gerbong itu hari ini dijual dengan harga tiket Rp 290.000,00.

Laporan wartawan SURYA Tri Mulyono

Tanggapan saya pribadi :
Tampaknya penamaan yang diserupakan dengan nama gunung angker tersebut memang benar kenyataannya. Selain membawa masalah pada AC yang tidak begitu dingin, mesin ngadat dan anjlok, nama Bromo sebaiknya diganti saja. Meski tidak mempercayai klenik, tetapi sebagai langkah pencegahan sebaiknya harus demikian diubah.

3. Menhub Bantah Pecat Kepala Stasiun Kota
Selasa, 3 November 2009 - 12:14 wib
JAKARTA - Menteri Perhubungan Freddy Numberi membantah telah memecat Kepala Stasiun Kota, Jatun, beberapa waktu lalu saat melakukan inspeksi mendadak ke stasiun tersebut. "Hanya dipindahkan bukan dipecat,"ucap Freddy usai menghadiri Rakor di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/11/2009). Freddy beralasan pejabat Stasiun Kota kemungkinan merasa jenuh sehingga pemindahan tugas tersebut dinilai penting untuk penyegaran kepala stasiun yang sudah bertugas sekira 2 hingga 3 tahun.

"Karena mungkin orang itu jenuh, perlu penyegaran dengan memasukan orang baru. Siapa tahu ada perubahan,"paparnya. Diberitakan beberapa waktu lalu, sebagai Menteri Perhubungan, Freddy kemudian melakukan inspeksi mendadak (sidak). Salah satunya ke Stasiun Jakarta Kota. Namun, sayangnya Kepala Stasiun Kota dan Wakilnya tidak berada di tempat. Saat itu staf stasiun mengatakan Kepala Stasiun dan Wakilnya sedang melakukan kerja bakti membersihkan rel stasiun di suatu wilayah. Selain tidak adanya Kepala Stasiun, Freddy juga menilai Stasiun Kota sangat kotor.(hri)

Sumber = Widi Agustian - Okezone

Tanggapan saya pribadi :
Makanya saya pribadi tidak mau berkomentar kebenaran dan kesalahan ada di siapa. Karena kita tidak boleh begitu saja percaya dengan pemberitaan media massa kalau belum tentu akurat.

4. Korsleting, Satu Gerbong KA Sembrani Terbakar
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
| 12:34 WITA SURABAYA - Gerbong nomor 8 Kereta Api Klas eksekutif Sembrani jurusan Surabaya - Jakarta meledak dan terbakar, Minggu (1/11) sekitar pukul. 17.50, di stasiun Pasar Turi, Surabaya. Penyebabnya adalah korsleting pada soket sambungan kotak gerbong. Kepala Humas PT. Kereta Api Daerah Operasi VIII Surabaya Nur Amin mengatakan, kereta api (KA) Sembrani seharusnya berangkat ke Jakarta pukul. 18.30. Namun, pada pukul 17.50 tiba - tiba terjadi kebakaran di gerbong nomor 8. "Kebakaran tak menimbulkan keterlambatan karena kami langsung mengganti gerbong yang terbakar dengan gerbong baru,"ujarnya.

Sementara itu, salah seorang saksi mata, Koko (28) warga Jemur Andayani mengatakan, saat para penumpang memasuki kereta, dia mendengar 2 ledakan di salah satu gerbong KA Sembrani yang berada di jalur 2. "Setelah meledak, muncul asap hitam tebal. Api juga terlihat berkobar dari salah satu celah pintu gerbong. Petugas stasiun lalu menyiram air tapi tak mempan. Petugas lalu menyemprotkan cairan pemadam api sampai api benar - benar padam,"kata Koko.

Sumber = kompas.com pada tanggal 3 November 2009 yang diposting oleh rekan Narendro Anindito yang posting ke forum Semboyan35.com.

Tanggal 4 November 2009 :
Korupsi Bantuan Kereta Jepang, Eks Dirjen Perkeretaapian Dephub Jadi Tersangka
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka mantan Dirjen Perkerata Apian Departemen Perhubungan Soemino Eko Saputro terkait kasus dugaan korupsi hibah alat transportasi Kereta Api Listrik (KRL) asal Jepang. "Modusnya adalah diduga terjadinya mark up dalam biaya angkutan dari Jepang ke Indonesia." ujar Direktur Penindakan Ade Rahardja di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/11/2009). Biaya angkut alat transportasi itulah yang harus ditanggung pemerintah Indonesia. Sementara pengadaan pemerintah tidak dibebankan karena barang adalah hibah dari Jepang.

Namun, Ade belum mau menjelaskan lebih lanjut berapa jumlah kerugian negara yang diderita dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Sebelumnya di dalam Rapat Dengar Pendapat antara KPK dengan Komisi III DPR RI, Ketua KPK sementara Tumpak Hatorangan menyebut, penyidik KPK sudah meningkatkan status penyelidikan ke penyidikan dugaan korupsi proyek KRL hibah Jepang yang diselenggarakan oleh Departemen Perhubungan.

Sumber = Rachmadin Ismail - detikNews pada tanggal 4 November 2009.

Keterangan :
Info ini saya dapat dari postingan rekan iwan yang posting ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 5 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
?????


Tanggal 6 November 2009 :
Tiket Elektronik di Jabodetabek
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
JAKARTA, KOMPAS.com - Tiket elektronik (e-ticketing) Kereta Api (KA) dan busway termasuk salah satu program yang akan diwujudkan dalam 100 hari ke depan di sektor perhubungan darat. "Sebelum 31 Januari 2009, kita harapkan program itu terwujud tidak sampai 100 hari ke depan," kata Dirjen Perhubungan Darat, Dephub, Suroyo Alimoeso menjawab pers di Jakarta, Jumat. Suroyo mengakui bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut dari National Summit dan ternyata masuk dalam program 100 hari sektor Perhubungan Darat, Dephub. "Pembahasan e-ticketing KA Jabotabek dan busway sedang dikaji dengan Ditjen Perkeretaapian dan Pemda DKI,"katanya.

Gambaran realisasinya, kata Suroyo, nantinya penumpang KA Jabotabek cukup membayar 1 tiket elektronik dan ketika sampai pada stasiun tertentu langsung bisa meneruskan dengan busway. "Sejumlah titik yang dikaji antara lain, Stasiun Juanda,"katanya. Jika program ini terealisasi, kata Suroyo diharapkan perilaku masyakarat agar mencintai angkutan umum karena lebih efisien ketimbang membawa mobil pribadi. "Jadi, nanti penumpang KA Jabotabek dan busway cukup dengan 1 tiket. Cuma berapa harga tiketnya, masih harus dikaji lagi,"katanya.

Suroyo menyatakan, program ini juga harus dikoordinasikan dengan perbankan nasional karena potensi penumpang KA Jabotabek 400 - 500 ribu per hari. "Apalagi, pada awal peluncuran PT. KAI (baca = maksudnya pasti PT. KA) Commuter Jabotabek mereka (perbankan) sudah teken MoU dengan PT KAI (baca = maksudnya pasti PT. KA) Commuter Jabotabek,"katanya.

Sumber = Situs kompas.com pada awal bulan November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Pasrah aja deh… Omongan boleh berupa janji, tapi kenyataan kita tunggu ke depan saja…


7 November 2009 :
IRPS Joyride / Menikmati Perjalanan ke Stasiun Tj. Priok
Sore hari tepatnya di jam ½ 4-an selepas kumpul bersama di ruang VIP stasiun Pasar Senen kawan – kawan dari IRPS terutama wilayah Jakarta dan sekitarnya menikmati perjalanan dengan KA Ekonomi lokal Purwakarta – Jakarta. Rangkaian KA K3 ini sedianya mengakhiri perjalanannya di stasiun Tanjung Priok. Di siang hari yang terik tidak membuat kami terlena dengan menikmati sebagian dari ruangan – ruangan yang vital pada stasiun khusus perjalanan K2 dan K3 jarak jauh ini. Beberapa di antaranya yang kami telusuri ruang PPKA dan bekas rumah sinyal di mana keduanya sama – sama berada di ujung selatan stasiun pulau ini.

Khusus pasangan saya berdua mas Slamet sama – sama menikmati perjalanan menempuh ke stasiun akhir Tanjung Priok di kabin masinis. Kebetulan posisi lokomotif CC 201 asal dipo Yogyakarta yang saya tumpangi berdua ini berada di short hood atau hidung pendek pada paling depan. Jadi, saya berdua bebas menikmati pemandangan di sekeliling kami. Yang kami perlihatkan bagaimana peran emosional khususnya masinis yang duduk di sisi kanan kami berdiri saat mendapatkan komunikasi antara KS dengan masinis yang bermasalah. Sang masinis langsung menutup gagang telepon dengan menggedor layaknya orang emosi. Apalagi pas memasuki peron stasiun Tanjung Priok di mana anak – anak kecil iseng naik ke lokomotif. Dengan cara memarahi mereka sang masinis tampak meluapkan emosinya kembali.

Berangkat dari stasiun Pasar Senen tampak sekali sinyal masuk stasiun Kemarin tidak aman. Nyala merah pada sinyal elektrik tersebut ditancapinya karena merasa sudah minta izin dari KS Kemayoran untuk masuk di sepur salah alias sepur 3 pada stasiun Kemayoran. Naik – turun penumpang, hanya hitungan beberapa menit kemudian KA pun diberangkatkan kembali. Perjalanan terus diklaksoni oleh masinis karena memang di petak rel antara stasiun Rajawali sampai stasiun Ancol nampaknya masih dikuatirkan banyak warga yang belum mengtehaui aktfinya kembali rel lintas utara Jakarta yang satu ini. Meski sudah ditemboki setinggi sekitar 3 meter antara 2 sisi rel tersebut, nampak masih ada beberapa warga yang menyempatkan waktu senggang mereka untuk berlori dan bermain sambil santai di sekitar rel.

Memasuki stasiun Tanjung Priok, masih kami berlaju di sepur salah. Ini dikarenakan belum beresnya petak rel jalur 4 antara stasiun kemayoran dengan stasiun Rajawali. Kalau dari stasiun Rajawali hingga stasiun akhir Tanjung Priok sudah hampir 100% rapih. Begitu pun stasiun Ancol yang sama – sama memiliki 4 jalur. 2 jalur pada bentangan rel penghubung antara stasiun Jakarta Kota dengan stasiun Tanjung Priok tersebut sudah rampung hampir 100%. Namun, sayang di sisi paling utara jalur rel pada stasiun Ancol belum memiliki peron. Padahal bisa saja stasiun Ancol menjadi cikal – bakal stasiun pulai kalau saja 4 relnya sudah aktif. Sulit menerima sinyal masuk, nampak masinis tetap diizinkan menerobos sinyal merah aspek tidak aman atau juga bisa jadi darurat masuk stasiun akhir Tanjung Priok.

Yang membuat saya bangga berdua dengan mas Slamet saat ingin memberi mereka berdua masing–masing uang sekian Rupiah untuk sekedar uang perjalanan karena saya berdua dapat dibilang menjadi free riders (dalam hal ini sebagai komunitas pecinta kereta api, ma’af kalau ada yang kurang atau tidak setuju dengan ketikan saya yang satu kalimat ini) mereka menolaknya mentah – mentah. Entah karena alasan pergantian pejabat teras yang baru atau memang dari keikhlasan mereka berdua sudah menyempatkan kami sebagai pecinta kereta api untuk menikmati perjalanan di dalam lokomotif, tetapi saya pribadi menganggap itu suatu jiwa kepahlawanan karena tanpa mengharapkan imbalan.

Kami pun sekilas melihat seantero stasiun Tanjung Priok. Mengapa demikian? Karena selepas lokomotif melakukan langsiran ganti posisi di peron 6, KA Ekonomi itu pun kembali melakukan perjalanan ke stasiun akhir Purwakarta tentunya. Karena itulah kami tidak memiliki banyak waktu untuk berlama – lama lagi di stasiun Tanjung Priok. Usai kedatangan rangkaian KA barang Kalimas dari arah Surabaya di peron 4 stasiun Tanjung Priok, kami pun naik kembali ke KA Ekonomi tersebut. Kali ini saya di dalam K3 paling depan. Beberapa naik di lokomotif. Karena kuatir banyak yang berebut masuk ke dalam kereta Ekonomi tersebut dan terkena macet di seputaran Jakarta Pusat, saya memilih turun di stasiun Kemayoran.

Sumber = Pengalaman saya bersama rekan – rekan IRPS pada tanggal 7 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sayangnya kehadiran kawan – kawan di ruang VIP tidak saya ketahui. Mas Budi Sofyan yang rencana di jam 2-an siang akan keliling stasiun Pasar Senen, namun baru tiba di jam 3-an sore. Begitu pun mas Slamet yang mengira Hanafi bakal naik lokomotif langsir dari stasiun Jatinegara akan diketahui olehnya. Tetapi, secara keseluruhan perjalanan sungguh menarik karena di antara kami khususnya saya juga yang jarang saling tatap muka alias hanya sering berbincang melalui milis di internet dapat bertatap muka langsung.

Tanggal 8 November 2009 :
Peringatan HUT Stasiun Jakarta Kota Ke-80
Meski telat sekitar 1 bulan dari jadwal acara yang sudah ditentukan, namun secara keseluruhan acara ini berlangsung dengan sukses. Pasalnya para peserta dari perkumpulan Sahabat Museum tampak sangat antusias sekali dengan hadirnya rekan – rekan IRPS yang mengisi acara sepanjang acara berlangsung. Acara juga mendaulatkan beberapa rekan Sahabat Museum yang menjadi pengisi acara, termasuk Soni Gumilang perwakilan dari IRPS wilayah Solo untuk menceritakan kisah perjalanan stasiun Jakarta Kota dan sekilas wajah perkereta apian Indonesia dari awal dibangun hingga sekarang ini.

Tidak cukup di sekitar hall stasiun Jakarta Kota saja, namun rekan – rekan IRPS juga ingin membuktikan apa yang diucap terutama oleh rekan Soni Gumilang bahwa posisi stasiun Batavia Nord tersebut yang kini menjadi gedung BNI ’46. Meski berpanas ria, namun acara terus berjalan dengan lancar. Apalagi dengan hadirnya beberapa turis bule yang berseliweran di sekitar kawasan Kota entah hendak ke museum Fatahillah atau tidak, yang jelas bukan serombongan dengan kami. Ini menandakan bahwa antusiasme turis Jakarta tidak hanya terjangkau di lingkungan domestik saja tetapi juga mancanegara. Kami juga menelusuri jembatan antar perkampungan gang sempit yang konon dahulu memiliki banyak jembatan kereta api. Karena kuatir mengalami gangguan seperti diganggu warga perkampungan yang usil dan lain sebagainya, Satgas pun ikut andil mengawali kami.

Acara diakhiri dengan sesi santap siang di sekitar jam 12-an siang. Tentu saja selama acara berlangsung ada sesi tanya – jawab dari para peserta. Kami sebagai IRPS tentu sempat merasa kuatir karena seperti kebanyakan warga masyarakat sekarang yang sedang trend narsis, mereka pun tidak mau melewatkan momen disaat KRL AC Benteng Ekspres sedang melaju dari peron 4 ke arah Tangerang karena saat asyik memotret mereka hampir tidak menghiraukan dengan beberapa tingkah laku mereka seperti menyodorkan kepala mereka ke hadapan KRL.

KETERANGAN :
Mohon apabila cerita saya kurang dan tidak lengkap, teman – teman dapat menambahinya yah...

Sumber = Pengalaman saya bersama rekan – rekan IRPS pada tanggal 8 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Terus terang saya gerogian saat didaulat menjadi pemandu acara. Namun, berkat rekan saya yang sama – sama menjadi pemandu acara mendampingin saya rekan – rekan Sahabat Museum yang didampingin saya berdua pun berjalan lancar. Mungkin di dalam diri saya pribadi ada kekuatiran menelan pil pahit atau kekecewaan saat saya menjadi pemandu wisata. Akankah saya berbakat minimal pada hari itu atau justru membuat suntuk mereka? Itu yang ada di dalam pikiran saya terus – terusan. Namun, di kala saya berdua berada di peron 1 sekaligus 2 pada stasiun Jakarta Kota beberapa pada antusias bertanya kepada saya. Saya pun mampu menjawabnya, tentu patut saya syukuri.

Intinya, saya amat sangat berterima kasih dengan mas menir jadoel (ma’af lupa namanya, tetapi mas selalu mengenakan pakaian ala menir Belanda) selama mendampingin saya. Saya juga merasa beruntung dapat berfose langsung dengan Anton Jadoel yang biasa muncul di acara di TV One.

Tanggal 9 November 2009 :
1. KRL AC Benteng Ekspres Tertahan di Stasiun Pesing

Ada sebuah peristiwa langka di petak rel antara stasiun Tangerang hingga stasiun Duri. Siang itu sekitar jam 11-an saya sendiri melihat sebuah rangkaian KRL AC (sepengetahuan saya untuk lintas Tangerang – Jakarta pp tidak memiliki rangkaian KRL Ekonomi AC) berhenti total di stasiun Pesing. Ada apa gerangan yah? Saya sendiri bingung dan heran apakah ini dampak dari padamnya aliran listrik yang disebabkan oleh ulah PLN sebagai perusahaan listrik milik negara?

Sumber = Kesaksian saya pribadi di dalam bus Trans Jakarta Koridor III pada tanggal 8 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Semoga saja tidak karena ulah oknum PLN melainkan murni ada sebuah peristiwa langka di petak rel antara stasiun Tangerang dengan stasiun Duri.

2. PT KA Segera Operasikan Lima Rute Baru (mudah2an bukan analisa asal2an)
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

BANDUNG, KOMPAS | 06:51 WIB — PT. Kereta Api segera meluncurkan 5 rute angkutan barang mulai akhir tahun 2009 hingga pertengahan 2010. Angkutan itu adalah KA barang Overnight Service rute Jakarta - Surabaya, KA Aqua relasi Sukabumi - Jakarta, KA Baja Cilegon - Surabaya Pasar Turi, KA Parcel 2 Jakarta - Surabaya dan KA Batubara dari Sukacinta / Merap i - Kramasan di Sumatera Selatan. Direktur Komersial PT. KA Sulistyo Wimbo Hardjito, Minggu (8/11) di Bandung mengatakan 5 rute itu telah dikaji dan dijajaki potensi bisnisnya. ”Hasilnya sangat prospektif. Kami yakin angkutan barang akan menjadi tumpuan pendapatan PT. KA dalam 5tahun mendatang,” katanya.

Untuk KA Overnight Service Jakarta - Surabaya, PT. KA sengaja melayani angkutan peti kemas hingga lewat tengah malam. Selama ini, menurut Wimbo, banyak pengusaha melakukan aktivitas bongkar muat pada malam hari. Selain lima rute angkutan barang itu, PT. KA juga mengkaji potensi pengangkutan pasir besi dari Tasikmalaya Selatan ke Cilacap (Jateng). Vice President Public Relation PT. KA Adi Suryatmini mengatakan selama ini angkutan barang hanya menyumbang 40% dari pendapatan PT. KA. Dengan memfokuskan pengembangan bisnis ke angkutan barang, dalam 5 tahun mendatang, pendapatan PT. KA dari jenis angkutan itu bisa mencapai 6%.

Koordinator Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mendukung pengembangan bisnis angkutan barang PT. KA. Menurut dia, bisnis angkutan barang lebih sesuai dengan infrastruktur PT. KA.

Sumber = Harian Kompas edisi tanggal 9 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Di tengah kemelut penon aktifan beberapa rangkaian KA penumpang di setip wilayah Daops di pulau Jawa, kini akan dioperasikan beberapa rangkaian KA barang. Nampaknya rangkaian KA barang mulai berjaya nih… Semoga saja kejayaan mereka bisa bertahan lama seperti kebanyakan rangkaian KA penumpang yang ada sejak dekade tahun 1960-an dan tahun 1970-an hingga sekarang ini.

3. Perempuan Mabuk Jatuh dari Peron Stasiun MRT
Entah pikiran apa yang sedang menggelayuti sosok perempuan yang sedang di tengah mabuk berat. Saat sedang berjalan sempoyongan, sosok perempuan berpenampilan sepintas layaknya pekerja kantoran itu tertangkap kamera CCTV di sebuah stasiun MRT di kota New Yort, Amerika Serikat. Sang perempuan tersebut jatuh ke rel MRT. Akibat ulah aksinya itu membuat 2 orang bapak nampaknya calon penumpang MRT juga terpaksa memberi aba – aba kepada masinis MRT yang sedang melajukan KA-nya dengan kencang. Hanya dengan memberi isyarat lambaian tangan yang dilakukan oleh kedua bapak sekitar usia 50-an tahun ke atas itu, sang masinis yang ternyata seorang perempuan itu berhasil memberhentikan laju KA-nya itu seketika.

Apabila sang masinis telat mengeremkan KA-nya sedikit saja, maka nyawa si perempuan mabuk tersebut sudah melayang. Ini dikarenakan jarak antara kepada sang perempuan mabuk dengan muka dari MRT tersebut hanya beberapa cm saja. Akibat kejadian tersebut sang perempuan yang mabuk tersebut susah menaikkan sekujur tubuhnya kembali ke atas peron. Sejumlah calon penumpang pun nampak terlihat cukup panik. Tidak diketahui berita kelanjutannya apakah sang perempuan mabuk tersebut dievakuasi ke kantor Polisi, ke rumah sakit atau klinik terdekat atau memang dibawa oleh anggota kerabatnya.

Sumber = Tayangan TV yang sayangnya saya lupakan dalam siaran berita mana dan siaran TV mana pada tanggal 9 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Ada saja tingkah umat manusia yang tidak menyadari arti pentingnya kehidupan dan keselamatan jiwa dan raga dikala dirinya terancam dari marabahaya. Yang direpotkan justru orang lain yang menolong tanpa pamrih dalam hal ini karena sangat terpaksa daripada si korban remuk atau tercerai – berai akibat dihantam kendaraan bertenaga kuda tersebut.

Sabtu, 10 November 2009 :
Kiper Timnas Jerman Tewas Nabrak KA

Temans,

Tragis!!! Robert Enke, kiper klub bundesliga 'Hannover' yg juga kiper timnas Jerman bunuh diri dengan menabrakkan dirinya ke KA jurusan Hamburg - Bremen di Hannover (6:25 pm 10/11), saat itu kecepatan KA sekitar 160kpj.

Padahal 14/11 nanti dia bakal masuk line-up 'skuat panser' di uji coba lawan Chile...

Wassalam,
Intrias.

Sumber = Intrias Herlistiarto yang diposting ke milis keretapi@yahoogroups.com tanggal 10 November 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Mati cara yang aneh.... Jiwa dan raga dikorbankan di rel kereta api dengan cara menabrakkan dirinya ke hadapan rangkaian KA yang sedang berlaju. Sungguh cara yang tidak mulia di mmuka publik, apalagi di hadapan Tuhan.

Pengalaman yang kami alami sendiri :
Tanggal 7 November 2009 :
Tiada Satu pun KRL Ekonomi Jakarta – Bekasi Pp Melintas
Selepas perjalanan menuju stasiun Pasar Senen di mana saya turun, saya merasa heran kenapa tiada satu pun perjalanan KRL Ekonomi Jakarta – Bekasi pp yang melintas? Padahal di jadwal resmi yang saya punya lebih banyak perjalanan KRL Ekonomi ketimbang KRL Ekonomi AC. Justru pada siang itu antara jam 1-an hingga jam ½ 4-an jelang sore yang melintas selalu KRL Ekonomi AC. Saya merasa heran apakah saatnya rangkaian KRL Ekonomi Jakarta – Bekasi pp mesti masuk dipo induk entah di Bukit Duri atau juga di Depok?

Yang jelas masyarakat yang biasa menikmati perjalanan dengan KRL Ekonomi menjadi dirugikan dengan beroperasinya terus KRL Ekonomi AC tanpa satu pun KRL Ekonomi selepas yang saya tumpangi melintas. Begitu saat saya tiba di stasiun Kemayoran pada sekitar jam 4-an sore justru yang datang dari arah stasiun Jakarta malah KRL Ekonomi AC.

Sumber = Pengalaman saya sendiri pada tanggal 7 November 2009.

Sekilas berita global di luar perkereta apian :
Tanggal 7 November 2009 :
Polusi Udara di Kota Beijing, Cina
Warga masyarakat kota Beijing dan sekitarnya mendapatkan peristiwa pahit yang mereka alami sepanjang hari ini atau juga beberapa waktu sebelumnya karena cuaca kabut asap yang pekat dikala musim dingin mesti mematikan sektor transportasi. Hampir semua jadwal penerbangan dan perjalanan taksi ditunda karena pekatnya kabut asap yang dikabarkan disebabkan oleh polusi kendaraan bermotor.

Suumber = Siaran berita Kabar Pagi di TV One pada tanggal 8 November 2009.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar