Rabu, 21 Oktober 2009

Catatan Bulanan Bulan Oktober 2009 Awal

Catatan Bulanan
Awal Bulan Oktober 2009

Dikumpulkan oleh = Saya Sendiri à Dana


Bukan untuk mendramatisir, namun saya hanya menyarankan agar sebelum membacanya anak – anak perlu didampingin oleh orang tua atau pun wali karena berikut ini peristiwa – peristiwa yang terjadi selama kurun waktu awal bulan ini ada suatu peristiwa yang tidak kita inginkan, yaitu berita kecelakaan pastinya.

Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Ada suka, ada pula duka. Ada wacana, ada pula keprihatinan. Tidak habis - habisnya terjadi peristiwa luar biasa / PL atau hebat / PLH sekali pun itu di luar negeri. Kalini bangsa Indonesia dirundung duka oleh karena bencana gempa Bumi yang melanda Sumatera Barat di akhir persuaan bulan September 2009 kemarin, Tidak sedikit korban jiwa dari banyaknya bangunan yang runtuh. Tidak terkecuali jalur kereta api yang dikabarkan terjadi longsor dan keretakkan pada beberapa ruas rel kereta api.

Tanggal 1 Oktober 2009 :
Gerbong Terbakar KA Penataran Berhasil Diamankan
Langsung dari ketikan Kompas.com :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Kamis, 1 Oktober 2009 11:59 WIB

SIDOARJO, KOMPAS.com-Gerbong Kereta Api Penataran jurusan Surabaya - Blitar yang mengalami musibah kebakaran di KM 3 arah stasiun Sidoarjo pada pukul. 08.20 WIB, Kamis (1/10), sudah diamankan di stasiun Sidoarjo. Humas PT. KA Daops VIII Nur Amin menjelaskan bahwa kejadian tersebut disebabkan percikan api dari pembakaran ilalang di ruas rel kereta api di daerah Gedangan oleh warga setempat. "Percikan api tersebut mengenai genset yang diletakkan di gerbong ke tujuh dengan nomor KMP 65620,"katanya.

Menurut dia, kejadian itu baru diketahui awak kereta tersebut saat berada di KM 3 tersebut. "Padahal, percikan api itu sudah kian membesar saat kereta dengan nomer loko 965 melintas di Gedangan,"ujarnya. Saat ini, kereta tersebut sudah berangkat ke Blitar pada pukul. 08.55 WIB. Dalam kejadian itu semua penumpang di gerbong 7 selamat katanya. "Begitu mengetahui gerbong 7 terbakar kami segera menghentikan keretanya dan mengalihkan seluruh penumpang di gerbong itu ke gerbong lain,"katanya.

Hanim, saksi mata sekaligus warga Perum Magersari Permai menambahkan saat memberi makan pagi anaknya di depan rel kereta api tiba - tiba sebuah kereta api yang melintas dan mengeluarkan kepulan asap. "Kereta sempat berhenti selama 30 menit di perlintasan KA yang melewati rumah kami. Saat itu kami melihat sejumlah awak kereta ikut membantu penumpang memindahkan barang bawaannya," katanya.

Sumber = Situs Kompas.com tanggal 1 Oktober 2009.


Tambahan dari Surabaya.detik.com di
http://surabaya. detik.com/ images/content/ 2009/10/01/ 475/kadalam. jpg :
Lokasi kejadian terbakarnya gerbong / kereta 7 Penataran berada di kawasan perumahan Margesari.



Tanggapan saya pribadi :
Ironis sekali perkereta apian di negara kita khususnya di pulau Jawa ini. Belum lupa dalam ingatan kita lok DE penarik rangkaian gerbong / kereta Priangan yang terbakar di Cicalengka, kini gilirannya rangkaian KA Penataran yang lagi – lagi terbakar. Terlepas dari masa lalu yang mengalami PLH menabrak bus di perlintasan KA di Blitar dan PLH dengan kerbau baru – baru ini, jangan sampai nama Penataran diubah.

Tanggal 2 Oktober 2009 :
KA Padang – Pariaman Belum Dapat Beroperasi

Jumat, 2 Oktober 2009 21:08 WIB

PADANG,
KOMPAS.com - Kereta Ekonomi Lintas Padang - Pariaman (60 KM) hingga Jumat (2/1) belum dapat beroperasi. Sebab PT. Kereta Api belum tuntas dalam meneliti jaringan rel dan jembatan. Bila KA dijalankan, dikhawatirkan dapat anjlok. Berdasarkan pengamatan Kompas, Jumat (2/10) kini rangkaian KA yang ditarik lokomotif BB 306 14 itu diberhentikan di stasiun KA Tabing. Stasiun itu adalah stasiun terdekat dengan lokasi terakhir pergerakan KA itu saat gempa terjadi.

KA Ekonomi Padang - Pariaman beroperasi 2x dalam 1 hari menghubungkan 2 kota utama di Sumatera Barat itu. Hanya ada satu rangkaian KA di lintas ini yang terdiri dari 5 gerbong penumpang. Seluruh gerbong penumpang, merupakan buatan PT. INKA berangka tahun 2008. PT. KA seharusnya dapat secepat mungkin mengoperasikan KA di lintas itu sebagai alternatif transportasi. Apalagi bahan bakar minyak sedang langka sehingga transportasi darat terhambat.

Sumber = Laporan wartawan KOMPAS Haryo Damardono pada tanggal 2 Oktober 2009.


Tanggapan saya pribadi :
Kuasa Sang Maha Pencipta sulit kita prediksi. Hanya dengan jalan ibadah dengan menyembah kepada-Nya tentu harus menjadi modal harian kita bekal kehidupan abadi di alam berikutnya nanti. Berpasrah dirilah kepada-Nya.

Kabar kelanjutannya :
Sarana – Pra Sarana KA Sumatera Barat Mengalami Kerusakkan
Langsung dari ketikan rekan Ben Wicaksono :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

1. Kantor PJKA di Sum - Bar rusak berat, tidak tau runtuh apa nggak.
2. Jalur Lembah Anai terputus akibat longsor.
3. Jembatan KA Lembah Anai kemungkinan mengalami kerusakan.
Kalau dillihat dari kerusakan2 yang terjadi, rasanya bisa jadi terjadi pergeseran tanah di bawah rel kereta api yang mengakibatkan rel bengkok atau tanah amblas.... Baiknya untuk kondisi terowongan harus dicheck pula, sebab dikhawatirkan terjadi keretakan di dalam terowongan...


Terima kasih,

Salam,

Ben

Sumber = Postingan rekan Ben Wicaksono ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 2 Oktober 2009.

Tanggal 3 Oktober, 2009 12:03 pm :
KRL Ekonomi ditabrak Lokomotif di Juanda
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

KRLmania.com,

Ditabraknya rangkaian KRL Ekonomi di Juanda pada jam 10 pagi tadi menyebabkan tertahannya kereta yang akan ke dan dari stasiun Jakarta Kota. Menurut salah seorang Petugas PT. KCJ saat ini proses evakuasi masih berlangsung sehingga antara stasiun Gambir – stasiun Jakarta Kota masih menggunakan satu jalur.

Beberapa Roker juga melaporkan KRL-nya tertahan di beberapa stasiun. Di stasiun Jakarta Kota belum ada KRL yang masuk.

(nc)

Sumber = Situs KRLMania.com http://www.krlmania.com/sinyal/read.php?id=1618 tanggal 3 Oktober 2009.

Berita kelanjutannya :
PT. Kereta Api Selidiki Penyebab Lokomotif Seruduk KRL
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Sabtu, 03 Oktober 2009 13:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Tabrakan KRL Ekonomi kembali terjadi Sabtu (3/10) siang sekitar pukul. 10.00 WIB. Tabrakan itu terjadi di stasiun Juanda, Jakarta Pusat antara KRL nomor 534 jurusan Jakarta Kota - Bogor dengan sebuah lokomotif. Menurut Corporate Secretary PT. KA Komuter Jabotadetabek, Makmur Syaheran penyebab kecelakaan belum diketahui. "Masih diselidiki oleh tim teknis,"kata dia ketika dihubungi Tempo, Sabtu (3/10). Tim teknis, kata dia menyelidiki hingga pukul. 11.30 tadi. "Hasilnya belum ada,"kata dia.

Kejadian bermula saat KRL 534 jurusan Jakarta Kota - Bogor dari Jakarta Kota berhenti di stasiun Juanda guna menaik - turunkan penumpang. Namun, tiba - tiba dari arah belakang sebuah lokomotif menabrak KRL itu. "Pelan, hanya menempel saja,"kata dia. Akibatnya, seorang anak perempuan yang diduga anak jalanan jadi korban karena sedang bermain di lokomotif yang sedang melaju. "Dia ditemukan tak sadarkan diri,"kata Makmur. Menurut petugas unit kecelakaan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Brigadir Kepala Saktiyono anak itu mengalami patah kaki kanannya. "Dia dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo,"kata dia seperti dikutip situs Traffic Management Centre, Polda Metro Jaya.

Sumber = Tempo Interaktif pada tanggal 3 Oktober 2009.

Lokomotif Seruduk Kereta Listrik di Stasiun Juanda
Sabtu, 03 Oktober 2009 13:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebuah lokomotif kereta menabrak kereta rel listrik (KRL) ekonomi non AC di stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Sabtu (3/10) sekitar pukul. 09:15 WIB. Tidak ada korban jiwa dan kerusakan berat dalam peristiwa ini. "Kerusakan hanya kecil saja. Setelah kejadian, lokomotif maupun KRL melanjutkan perjalanan,"kata Kepala Humas PT. Kereta Api Daerah Operasi I, Sugeng Priyono. Menurut Sugeng, akibat tabrakan itu satu jalur kereta arah Jakarta Kota tak bisa dilintasi. Sedangkan, jalur kereta arah Manggarai normal kembali sekitar pukul. 11:30 WIB. Kejadiannya bermula ketika KRL 534 non AC arah Bogor berhenti di stasiun Juanda untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Tiba - tiba dari arah belakang, satu lokomotif menabrak."

Lokomotif itu dalam perjalanan menuju depo di Jatinegara. Sugeng mengaku belum mengetahui alasan lokomotif menyeruduk KRL yang tengah menurunkan dan menaikkan penumpang. "Harusnya tidak ada tabrakan,"ujar Sugeng. Dampak lainnya, masih kata Sugeng, antrean lalu lintas kereta di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Petugas sempat mengubah jadwal keberangkatan KRL hingga satu jam.

Salah satu KRL non AC dari Bogor tujuan Jakarta Kota terpaksa balik ke arah Bogor. Para penumpang arah Jakarta Kota dipindahkan ke KRL AC Ekonomi arah Jakarta Kota yang sama - sama tertahan di stasiun Manggarai.

Tanggapan saya pribadi :
Bahaya sekali di atas jembatan KA yang terbentang antara stasiun Jakarta Kota – stasiun Manggarai via stasiun Gambir bisa terjadi tabrakan. Kalau dari beberapa laporan di atas saya berkeyakinan masinis lokomotif langsiran yang hendak balik ke dipo Jatinegara melanggar sinyal masuk yang masih menyala merah. Kalau saja benar baru menarik rangkaian KA jarak jauh.

Senin, 5 Oktober 2009 :
1. Di Atas KA Nusantara Masinis Itu Menikah
Langsung dari tulisan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

CIREBON, KOMPAS.com 12:30 WIB — Seorang masinis kereta api Agus Riadi (26) melangsungkan pernikahan dengan Rara Saraswati (25) di atas gerbong kereta wisata KA Nusantara dalam perjalanan Cirebon ke Brebes pulang - pergi dengan jadwal keberangkatan pukul. 11.20 WIB, Senin (5/10). Humas PT. KA Daops III Rudi Efendi didampingi Wakil Kepala Stasiun Besar Cirebon M Soleh kepada wartawan di Cirebon, Senin, mengatakan peristiwa pernikahan di atas gerbong yang sedang berjalan itu merupakan yang pertama kali di Indonesia.

Agus Riadi selama ini adalah masinis KA yang bertugas di Cirebon dan biasa membawa KA Cirebon Ekspres dan KA Argojati tujuan Jakarta. Menurut Rudi, KA Nusantara adalah KA khusus wisata yang dapat disewa oleh siapa saja. "Kebetulan hari ini masinis kita yang nikah dan sekalian sebagai ajang promosi bahwa KA tersebut boleh disewa oleh siapa saja,"katanya. KA Wisata yang merupakan gerbong khusus berkapasitas puluhan orang didekorasi sedemikian rupa dengan fasilitas luks. Dikatakannya, KA tersebut disewakan dengan harga Rp 8.250.000,00 dalam sekali jalan. "Kendati yang nikah adalah masinis tetap bayar,"katanya. KA Nusantara yang dirangkai dengan 2 gerbong Klas Eksekutif tersebut bisa mengangkut sekitar 300 orang. "Bagi yang mau nikah bisa menggunakan KA tersebut, dan dibanding sewa gedung harga bersaing,"katanya.
Foto di atas postingan dari situs Kapanlagi.com

Menurut dia, perjalanan dari Cirebon ke Brebes adalah 1 jam 10 menit sehingga dibutuhkan waktu lebih dari 3 jam untuk menempuh perjalanan pulang dan pergi. Dalam prosesi pernikahan, waktu tersebut sudah cukup ditambah dengan resepsi pernikahan di atas gerbong dalam perjalanan, katanya pula. "Oleh karena ini merupakan prosesi pernikahan pertama dilakukan di atas kereta, kami sudah menghubungi MURI guna dicatatkan sebagai salah satu rekor,"katanya.

Sumber = Situs kompas.com pada tanggal 5 Oktober 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Wuahhh…. Rekan Soni Gumilang bisa tersaingi nih… Tinggal menunggu waktu siapa lagi yang mau melakukan pernikahan atau aksi lainnya dengan lebih heboh yang berbau kereta api. Kalau saya pribadi bermimpi kelak menikah dengan menyewakan 1 gerbong kontainer tanpa peti kemas yang berlaju antara stasiun Jakarta Kota hingga stasiun Manggarai via stasiun Gambir. Namun, itu hanyalah sebatas impian semata saja.

2. PLH di Bangkok
http://www.mediaindonesia.com/read/2009/10/10/98568/39/6/Kereta-Api-Keluar-dari-Rel-Delapan-Tewas
BANGKOK--MI: Sebuah kereta api tergelincir di saat hujan lebat terjadi, Senin (5/10) dini hari. Peristiwa yang terjadi dekat resor tepi laut yang terkenal di pusat Thailand, sedikitnya menewaskan delapan orang dan melukai 54 lainnya. Menurut Direktur Emergency Medical Institute of Thailand, Chatree Charoencheewakun kereta yang sedang melakukan perjalanan dari kota bagian selatan menuju Bangkok keluar rel sebelum fajar dekat daerah Hua Hin di kota Gulf. Menurutnya, delapan orang tewas dan 54 orang lainnya terluka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Diutarakan oleh Yuthana Thapcharoen Kepala Kereta Api Thailand sekitar ½ lusin dari 16 gerbong yang terdapat dalam kereta api tergelincir. Ia menolak untuk mengomentari beberapa spekulasi yang media beritakan bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh saklar kereta api yang tidak berfungsi.
Perlu diralat :
Karena kengawuran si wartawan tersebut, maka kata ‘saklar’ diralat oleh pakdhe Santo Tjokro mewakili teman–teman milis lainnya sepakat yang dimaksud itu ‘wesel’.

"Kami turut berduka dan menyesalkan hilangnya nyawa dan tentu saja kami sedang menyelidiki penyebabnya,"ujar Yuthana. Lanjutnya, mungkin memerlukan waktu lebih dari 1 hari untuk membersihkan puing - puing rel dan memperbaiki kondisi jalan penghubung antara Thailand selatan dan ibu kota. Menurut Letnan Kolonel Polisi, Udom Chainoom semua korban baik yang tewas maupun terluka, adalah warga Thailand. Kecelakaan itu terjadi kurang dari 24 jam setelah kereta lain yang membawa semen bubuk tergelincir di utara Bangkok. (AP/*/OL-04)
Perlu diralat :
Karena kengawuran si wartawan tersebut, maka kata ‘semen bubuk’ diralat oleh pakdhe Santo Tjokro mewakili teman – teman milis lainnya sepakat yang dimaksud itu ‘semen curah’.

Sumber = Situs mediaindonesia.com pada tanggal 5 Oktober 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Terlepas dari ngawurnya beberapa kalimat yang diterjemahin oleh wartawan dari Media Indonesia, saya prihatin atas tergelincirnya lokomotif yang sekilas menyerupai lok sepuh sekelas CC 200 tersebut. Mungkin saja hujan yang sangat deras ditambah pula relnya sudah lama tidak diganti.

3. Tarif mahal, KA Jaladara untuk siapa?
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Warga Solo, Jawa Tengah, tampak sangat antusias menyambut operasional kereta api (KA) uap Jaladara. Kondisi itu tampak pada 27 September 2009. Pada Minggu pagi itu, mereka menyemut mengiringi operasional perdana KA uap dengan mengendarai sepeda motor, sepeda onthel dan berjalan kaki di sepanjang rel tua di Jl. Supriyadi, yang membelah Kota Solo tepat di pinggir jalan utama. Sepanjang perjalanan tidak henti - hentinya anak - anak kecil melambaikan tangan kepada rombongan Menteri Perhubungan yang berada di KA uap berpenggerak lokomotif produksi 1898 buatan Seachs Maschinen Fabrik, Dusseldorf, Jerman. Beberapa menit sebelumnya, peresmian operasional KA Jaladara yang diposisikan sebagai kereta wisata itu dilakukan di depan kantor Wali Kota Surakarta. Layaknya peluncuran mobil baru, sebelum dioperasikan KA yang terdiri dari satu lokomotif dan dua rangkaian kereta itu diselubungi kain hitam yang berkilauan terkena sinar matahari.

Begitu selubung dibuka oleh para pejabat, lokomotif pun menyalak “tutt… tutt…tutt...,” diiringi tepuk tangan meriah warga yang menyaksikan. Suara khas KA uap tersebut mengingatkan mengapa moda transportasi itu diberi nama kereta api. Lokomotif bernomor C 1218 itu bergerak dengan cara orisinel pada awal KA ditemukan, yakni melalui pemanasan ketel uap yang dipanasi dengan kayu bakar sehingga menghasilkan uap air. Di zaman sekarang, umumnya KA sudah mengandalkan mesin diesel dan listrik sebagai sumber penggerak. “Adanya KA uap ini membuat anak - anak di Sekolah Dasar bisa mempelajari bagaimana itu penemuan James Watt serta bagaimana turbin menggerakkan roda,”ujar Menhub Jusman Syafii Djamal dalam sambutannya.

Ratusan masyarakat terlihat begitu senang karena mereka mempunyai sesuatu yang baru, yang bisa dibanggakan. Ya, KA Jaladara memang diharapkan bisa meningkatkan citra Kota Solo di mata para wisatawan. Di beberapa titik, KA uap yang mengangkut rombongan Menhub sempat berhenti untuk singgah ke museum batik Danar Hadi dan di tempat penjual batik kaki lima. Selama berhenti, warga Solo tetap menunggu dan kembali mengiringi KA Jaladara menuju tengah kota.

Terlalu mahal
Namun, sayangnya, kebanyakan warga Solo yang turut menyaksikan operasional perdana KA Jaladara, mengungkapkan mereka tidak mungkin berwisata dengan KA uap itu, karena tarif tiket yang dipatok relatif tinggi, yakni Rp100.000,00 per orang. Subakir, yang sengaja datang bersama putrinya untuk menyaksikan peluncuran KA Jaladara, berharap pemerintah kota bisa menurunkan tarif agar masyarakat berekonomi rendah dan menengah seperti dirinya juga bisa menikmati KA uap. Pria yang berprofesi sebagai guru itu mengatakan tarif ideal agar terjangkau bagi seluruh masyarakat adalah Rp 20.000,00 – Rp 25.000,00 per orang. “Saya sangat senang dengan adanya KA wisata ini. Saya yakin keberadaannya bisa menaikkan pariwisata Kota Solo dan memicu antusiasme wisatawan. Namun, kalau tiketnya Rp 100.000,00 masih sangat mahal,”katanya.

Bagi Subakir, untuk merasakan naik KA uap hanya sepanjang 6 km, angka Rp 100.000,00 ternyata sangat mahal. Mungkin saja bagi orang - orang yang tingkat ekonominya setaraf dengan Subakir, angka itu juga terlalu mahal. Namun, entah mengapa Pemkot Surakarta mematok Rp 100.000,00 apakah karena bahan bakarnya yang menggunakan kayu atau karena kapasitas penumpang terbatas hanya 80 orang sehingga perlu ditetapkan tiket yang relatif mahal untuk menghindari antusias Warga Solo yang berlebihan? Yang jelas, berdasarkan info dari Pemkot Surakarta, biaya operasional sekali jalan dari stasiun Solo Kota menuju stasiun Purwosari diperkirakan sekitar Rp 3,2juta,00. Berarti, kalau penumpang penuh, keuntungan dari KA Jaladara lebih dari 100%. Permasalahan tarif KA Jaladara merupakan pekerjaan rumah bagi Pemkot Surakarta. Kalau tidak berhati - hati, tarif yang relatif mahal itu justru bisa menjadi simbol baru jurang pemisah antara yang mampu dan tidak mampu.

Jangan sampai KA Jaladara menjadi tujuan wisata bagi turis, tetapi sebagian warga Solo justru tidak kesampaian untuk merasakan berwisata dengan kereta api uap tersebut. Bagaimana pun, semoga saja KA Jaladara bisa sesukses operasional KA uap di stasiun Ambarawa - stasiun Bedono. (raydion@bisnis. co.id)

Sumber = Raydion Subiantoro wartawan Bisnis Indonesia postingan rekan Widyoko ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 5 Oktober 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Kalau sudah begini, mau dibilang seperti apa yah??? Menurut ukuran Eropa mungkin tidak terlalu mahal. Namun, bagi kami rasa – rasanya memang cukup mahal dengan tarif Rp 100.000,00 untuk jarak 6 KM apakah sekali jalan atau sudah termasuk pulang – pergi? Kalau saja di bawahnya lagi saya rasa warga Solo pun akan antusias dan tidak mengantri secara berdesak – desakkan untuk menaiki setiap jengkal gerbong wisata yang ditarik lok C 1218 tersebut.

4. PT. KA Lirik Bisnis Angkutan Hasil Industri
Re: [keretapi] Kenapa KA Mahasiswa tak Efektif?
Sat, October 10, 2009 9:37:01 PM
From: Laksana Gema
laksanagp@gmail.com Add to Contacts
To:
keretapi@yahoogroups.com
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

By Republika Newsroom

Senin, 05 Oktober 2009 pukul 19:34:00

JAKARTA—PT. Kereta Api (PT KA) untuk pertama kalinya melakukan kerjasama dengan dunia industri untuk pengangkutan hasil industri. Kerjasama ini dilakukan bersama PT. Sukabumi Tridaya Transport (PT. STT) untuk pengangkutan hasil industri di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Direktur Utama PT KA, Ignasius Jonan menyatakan dengan adanya kerjasama ini diharapkan merupakan kebangkitan PT. KA dalam memperluas peran untuk penyelenggaraan angkutan barang disamping angkutan penumpang yang menjadi bisnis utama PT KA.
'Untuk tahap awal direncanakan KA dari Cicurug - Bogor dapat mengangkut 120 ton per KA dengan sytem feeder (bolak balik) di mana dalam satu hari dapat berjalan sampai dengan 3 KA,'' kata Ignasius seusai acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Senin (5/10). Menurutnya kesepakatan kerja sama ini dilatar belakangi oleh kepentingan beberapa pihak, antara lain Pemkab Sukabumi yang membawahi wilayah di mana pabrik Aqua (Danone) berada, PT. Aqua (Danone) sebagai produsen air minum mineral Aqua dan hasil industri bumi lainnya serta PT. KA sebagai penyedia jasa angkutan.

Sementara itu Direktur Utama PT. STT menyatakan landasan kerjasama ini karena transportasi yang digunakan untuk distribusi produk Aqua (Danone) ke berbagai wilayah saat ini menggunakan jasa transportasi truk (didominasi tronton). ''Selain menyebabkan kerusakan jalan raya, hal ini juga menimbulkan kemacetan jalan raya terutama Sukabumi – Bogor / Jakarta. Macetnya lalu lintas di jalan raya merupakan salah satu faktor lambatnya suplay barang dari pabrik ke konsumen dalam negeri maupun luar negeri,'' kata Yuniar. Sehingga dengan adanya kerja sama ini kata Yuniar diharapkan PT. KA mampu memobilisasi angkutan barang tersebut, khususnya produk Danone.

Dalam MoU ini meliputi angkutan relasi Cicurug - Jakarta, Delanggu – Solo - Jakarta dan Brastagi - Rantauprapat. Pada tahap awal kerjasama ini meliputi angkutan relasi Cicurug - Jakarta dengan potensi angkutan meliputi 4.000 ton per hari. cep/kpo (selesai kutipan berita) Saya kira benar - benar 'air', belum dalam kemasan tetapi menggunakan KKW yang didesain khusus untuk air minum.... Angkutan Delanggu – Solo - Jakarta? mungkin Solo – Delanggu - Jakarta?

Laksana GP
Jogjakarta

Sumber = Republika Newsroom pada tanggal 5 Oktober 2009.

Tanggal 8 Oktober 2009 :
1. KRL Bablas Melewati Stasiun Universitas Indonesia
[keretapi] KRL Bablas...
Thu, October 8, 2009 9:17:39 AM
From: ROSESMan
rosesmilis@gmail.com Add to Contacts
To:
keretapi@yahoogroups.com
Laporan kawan, 301 KRL Bojong Express BJD - JAKK bablas di stasiun pocin, padahal dia harusnya BLB untuk ambil pax. setelah agak pertengahan antara sta Pocin dan UI, KRL tersebut mundur kembali ke stasiun pocin..... tidak ada semboyan apapun ketika mundur....jelas ini pelanggaran perka dan prosedur (renglement) ... tapi sayang tidak ada sangsi...... ........

Sumber = Postingan rekan ROSESMan kemilis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 8 Oktober 2009.

2. [keretapi] KA Mahasiswa Unsri Mubazir
[keretapi] KA Mahasiswa Unsri Mubazir
Sat, October 10, 2009 9:16:28 AM
From: Nova Prima
novaprima_d52099@yahoo.com Add to Contacts
To: Kereta Api
Langsung dari ketikan ybs :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

KA Mahasiswa Unsri Mubazir
Sripo/sin

Manager Humas PT. KA Divre III Sumsel

Sriwijaya Post - Kamis, 8 Oktober 2009 14:34 WIB

PALEMBANG - Dahulu pihak Universitas Sriwijaya seringkali berteriak agar disediakan jasa transportasi Kereta Api (KA) khusus mahasiswa dari Palembang menuju kampus Inderalaya karena banyaknya mahasiswa meninggal dan luka - luka karena bus mahasiswa yang ditumpangi sering kecelakaan. Namun setelah 1,5 tahun operasi, KA khusus mahasiswa terkesan mubazir. Setiap hari hanya ada 10 mahasiswa yang naik. Padahal kapasitas KA untuk 300 penumpang.

PT. KA Divre III Sumsel pun langsung melakukan evaluasi dan hari ini, Kamis (8/10) mengumumkan penurunan tarif mahasiswa dari Rp 3.000,00 / mahasiswa menjadi Rp 2.500,00 / mahasiswa. Turunnya tarif KA ini diharapkan dapat meningkatkan minat mahasiswa terhadap KA. "Dibanding dengan Bus mahasiswa, KA mahasiswa lebih efisien karena bebas macet dan terhindar dari kecelakaan," kata Manager Humas PT. KA Divre III Sumsel Drs As'ad Sayuti. Menurut As'ad, hasil evaluasi terakhir terhadap dua KA Seruni dan railbus Kertalaya dalam satu bulan terakhir ini hanya mengangkut 468 orang penumpang. Dari jumlah ini, setiap harinya rata - rata KA mengangkut 10 orang penumpang. "KA ini memang bantuan Departemen Perhubungan dan PT. KA hanya operator, tapi sayang akan tidak dimanfaatkan. KA ini nilainya miliran, sayang kalau mubazir,"katanya.

Kadishub Sumsel Ir. Sarimuda, MT yang sedang berada di Batam saat dihubungi via Ponselnya mengaku akan melakukan pengecekan dan berjanji akan membahas serta mencarikan solusi karena bagaimana pun kehadiran KA mahasiswa adalah atas permintaan mahasiswa dan pihak perguruan tinggi.

Husin

Sumber = Sriwijaya Post edisi tanggal 8 Oktober 2009 yang diposting oleh rekan Novaprima ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 8 Oktober 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Andai saja beralih ke KA Wisata, saya rasa akan bermanfaat. Itu pun kalau di sepanjang rel tersebut banyak ditumbuhi kawasan wisata minimal resort atau pun hotel – hotel berbintang lainnya.

Kabar kelanjutannya :
Tanggal 10 Oktober 2009 :
Kenapa KA Mahasiswa tak Efektif?
[keretapi] Kenapa KA Mahasiswa tak Efektif ?
Sat, October 10, 2009 9:24:55 AM
From: Nova Prima
novaprima_d52099@yahoo.com Add to Contacts
To: Kereta Api
Kenapa KA Mahasiswa tak Efektif ?

3.bp.blogspot. com

KA Mahasiswa

Sriwijaya Post - Sabtu, 10 Oktober 2009 09:02 WIB

KEMARIN sejumlah surat kabar memberitakan bahwa kereta api mahasiswa Unsri dari Kertapati - Indralaya tidak efektif. Setiap kali pemberangkatan hanya diisi sejumlah mahasiswa, sisanya ratusan kursi kosong. Kenapa KA mahasiswa ini tidak efektif? Menurut hemat kami, ada beberapa hal yang menyebabkan kereta mahasiswa tersebut tidak efektif. Pertama, karena terminal pemberangkatan dari Palembang berada di Kertapati sehingga mahasiswa dari penjuru kota harus terlebih dahulu ke sana, sebelum naik kereta. Sementara bus mahasiswa menarik penumpang dari kawasan pusat kota. Kesannya ribet kalau harus menggunakan kereta api. Kedua, satisiun pemberhentikan kereta di Indralaya tidak langsung masuk kawasan kampus sehingga mahasiswa harus kembali naik angkot. Sementara, kalau jalan terlalu jauh. Mestinya KA langsung masuk kawasan kampus.
Ketiga, dari rentetan kondisi seperti disebutkan di atas, maka biaya bila harus menggunakan kereta mungkin lebih mahal daripada langsung naik bus. Jadi, kenapa harus naik kereta kalau naik bus lebih efektif. Kondisi ini harus dipikirkan pemerintah, jangan sampai keberadaan kereta mahasiswa tersebut mubazir.
http://www.sripoku. com/view/ 19252/Kenapa- KA-Mahasiswa- tak-Efektif
Sutri

Sumber = Sriwijaya Post yang diposting oleh rekan Nova Prima ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 10 Oktober 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Bingung mau berkomentar apa, sebab saya tidak mengetahui medannya seperti apa. Kita ambil dalam kehidupan sehari – hari saja, mengapa stasiun UI di Depok propinsi Jawa Barat diminati oelh para mahasiswa/i? Karena letaknya bersinggungan langsung dengan kampus Universitas Indonesia. Mengapa tarif KRL Ekonomi yang notabene ketika itu Rp 2.500,00 masih saja bayar Rp 2.000,00 ke tangan kondektur? Karena bagi hemat masyarakat golongan kecil dan menengah, setibanya di stasiun mereka, mereka masing – masing harus melanjutkan lagi dengan bus, angkot, bahkan juga ojek yang notabene dalam hitungan sehari saja bisa menggocek puluhan ribu Rupiah sudah termasuk biaya konsumsi makanan / minuman mereka masing - masing. Namun, jika tarif KA komuter kembali ke masa lalu, yakni cuma Rp 400,00 akan menjadi apa masa depan KRL dan KRD komuter yang PT. KA miliki?
Itu sedikit komentar tentang KA komuter dari saya pribadi.

Tanggal 10 Oktober 2009 :
Wisata KA Mak Item di Sawah Lunto

Rangkaian KA Wisata yang ditarik dengan lokomotif uap C1218 yang sudah cukup lama datang dari museum Ambarawa propinsi Jawa Tengah ternyata selalu memancarkan pesonanya kepada segenap para pelancong yang menikamati alam keindahan Bumi ranah Minang dilihat dari sudut pandang kota Swah Lunto dan sekitarnya. Bukhari sang masinis lokomotif Mak Item senantiada mengajak mereka kembali ke suasana tempoe doeloe di mana rangkaian KA penumpang yang ditarik dengan lokomotif uap masih berjaya di zaman kependudukan Belanda. Terlepas dari itu, Bukhori satu dari beberapa orang di mana bapak kandungnya pernah dipekerjakan sebagai juru langsir pula.

Sebagian pengunjung seperti Emnidar mengaku senang sekali bertamasya dengan rangkaian KA wisata tersebut. Apalagi saat menerobos terowongan yang tidak kalah menariknya karena para penumpang umumnya diserbu oleh bau arang akibat asap yang dikeluarkan oleh lokomotif uap tersebut dari cerobong asapnya. Namun, mereka mengaku menikmatinya. Apalagi dengan tarif Rp 50.000,00 bagi setiap penumpang tidak terasa terlalu mahal.
Namun, itu semua hanya tinggal kenangan saja. Sebab, wisata dengan rangkaian KA yang ditarik lok uap Mak Item tersebut terkendala akibat gempa Bumi yang menghantam hampir seantero ranah Minang tersebut pada tanggal 30 September silam. Untuk itulah, Ronggo Anugerah selaku reporter Trans TV bersama juru kamera Widay Selly sempat mengabadikannya beberapa saat (baca= beberapa hari sebelumnya) sebelum terjadinya gempa Bumi.

Sumber = Siaran berita Reportase Pagi di Trans TV pada tanggal 10 Oktober 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sebagai masyarakat awam kita patut bersyukur dengan keberadaan lokomotif uap aset negara tersebut yang masih aktif, sebagai hamba-Nya tentunya bersyukur bahwa nyawa kita masih terselamatkan. Itu berarti kita masih diberi kesempatan untuk beramal kepada-Nya. Sebagai pecinta KA, kita patut bersyukur bahwa rangkaian KA wisata tersebut amat diminati bagi sebagian kalangan turis meski terkendala dengan bencana alam.

Pengalaman yang kami alami sendiri :
Pengalaman saya tanggal 8 Oktober 2009 :
1. Di KA Parahyangan

Menempuh perjalanan ke arah Bandung dengan rangkaian KA Parahyangan memang menyenangkan. Namun, dikala rangkaian KA memasuki kawasan Bintara, Bekasi, Jawa Barat baru terasa getirnya. Seorang penumpang di gerbong / kereta 5 terluka akibat aksi pelemparan batu yang dilakukan oleh oknum warga masyarakat yang saya pribadi meyakini tangan jahil anak – anak kecil. Dengan sangat panik seorang bapak meminta kepada seorang prama / pramugara yang kebetulan melintas di kereta 4 di mana aku berada untuk segera cari pertolongan. Memang kebetulan siang itu satgas berseragam coklat muda berseliweran siap dengan mengenakan pisau di pinggangnya yang disarungkan.

Tidak cukup di situ, selepas stasiun 1 menuju stasiun 2 rangkaian KA Parahyangan terhenti lama. Sekitar ¼ jam lebih sedikit kami tertahan tanpa ada kepastian. Pokoknya lokasinya selepas stasiun di mana stasiun Kerawang sudah berlalu. Entah stasiun Dawuan atau Kosambi saya lupa, yang jelas padahal jaraknya hanya beberapa meter siap memasuki sinyal masuk stasiun kedua tersebut.

Sumber = Pengalaman saya sendiri di rangkaian KA Parahyangan pada tanggal 8 Oktober 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Saya agak curiga ada permainan oknum PT. KA setempat yang sengaja memainkan waktu dengan memanfaatkan peluang entah penumpang gelap atau pun juga kasus lainnya yang saya pribadi tidak mau berburuk sangka. Karena saya semakin curiga dengan tiada satu pun rangkaian KA yang berseliweran selain rangkaian KA Ekonomi dari arah Cikampek yang saya yakini itu KA Langsam Purwakarta – Jakarta.

Sedikit OOT / Out Of Topic :
Sepanjang awal Oktober 2009 :
1. Berebut Mencari Air Bersih di Sepanjang Sungai di Padang

Pasca gempa Bumi yang menerjang pulau Sumatera di tanggal 30 September 2009 para warga kota Padang yang bermukim di sebuah pinggir sungai yang terbentang menyeberangi jembatan KA penghubung antara kota Padang dengan kota Pariaman berebut mendapatkan air bersih. Mereka banyak yang melakukan aktifitas seperti MCK / mandi cuci kakus dan kebutuhan konsumsi pangan. Ini semata mereka lakukan karena pipa saluran air bersih di kota Padang terputus total akibat gempa Bumi tersebut.

Berdasarkan pengamatan kami khususnya saya yang pernah melakukan perjalanan wisata dengan menaiki KA Padang – Pariaman bahwa jembatan KA tersebut memang melintasi sungai tersebut. Lokasinya pun selepas stasiun Tabing entah berapa KM jaraknya. Yang jelas pemandangannya sungguh indah seingat saya pribadi. Namun, gempa Bumi yang melanda ranah Minang dan sekitarnya itu membuat sirna kami untuk melakukan perjalanan wisata kembali dikarenakan banyak warga Minang yang kini bertempat tinggal di tenda – tenda pengunggsian, bahkan tidak sedikit yang menjadi tuna wisma, terancam kehilangan beberapa anggota tubuh, bahkan juga anggota keluarga mereka.

Sumber = Siaran berita Seputar Indonesia Pagi di RCTI pada tanggal 5 Oktober 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Ikut prihatin sesungguhnya terhadap para warga ranah Minang dan sekitarnya.

2. Topan Parma Menerjang Filipina dan Sekitarnya
Sudah sekitar hampir 1 bulan ini topan melanda kawasan sebagian negara di Asia Tenggara wilayah Laut Cina Selatan. Bermula dari timur negara Filipina hingga berlaju ke arah sisi timur Vietnam menerjang kawasan negara di sekitarnya. > 300 orang warga Filipina khususnya di pulau Luzon di mana ibukota Manila berada. Meski tiada laporan kerusakkan berarti dari fasilitas publik termasuk kereta api, namun badai tropis ini setidaknya membuat kawasan pulau Jawa menjadi kemarau yang berkepanjangan.

Namun, memasuki awal bulan Oktober ini wilayah Jakarta dan sekitarnya dapat berlega hati karena awan mendung mulai menyelimuti waktu pagi hingga malam hari. Meski hujan hanya terjadi pada malam hari, namun terjangan badai di negara Filipina masih tidak kunjung usai ditambah dengan banjir bandang.

Sumber = Beberapa siaran berita di TV khususnya Metro TV dan Channel News Asia di sepanjang awal bulan Oktober 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Tentunya saya pribadi ikut prihatin tidak hanya di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya yang baru saja dilanda gempa Bumi.

Tanggal 3 Oktober 2009 :
Gadis 15 Tahun Putus Cinta Hendak Bunuh Diri

Arif seorang saksi mata menuturkan bahwa siang itu dirinya melihat sosok gadis belia memanjat menara setinggi 80 meter dekat stasiun Depok Lama / Stadela. Dalam aksinya itu banyak warga yang berupaya untuk menyadarkan sang gadis untuk turun, tapi tidak digubrisnya. Namun, waktu terus bergulir sang gadis pun akhirnya mau turun begitu Polsek Depok ikut turun tangan. Diketahui bahwa sang gadis yang ternyata berusia 15 tahun tersebut baru saja mengalami shock karena putus cinta. Sang gadis yang bernama Fitri itu pun diamankan ke Polsek Depok.

Akibat peristiwa tersebut, banyak warga yang menonton, tetapi tidak mengganggu jadwal perjalanan KRL yang melintas. Ini karena lokasinya tidak tersangkut – paut dengan Stadela atau stasiun Depok Lama meski jaraknya cukup berdekatan. Fitri pun yang mengenakan kaos hitam sangat shock saat dirinya tersoroti oleh beberapa media massa.

Sumber = Siaran berita Reportase Pagi di Trans TV pada tanggal 4 Oktober 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Aksi ini tidak patut ditiru dan sangat tidak baik untuk dicontoh. Sebab, biar bagaimana pun kita harus memasrahi diri kepada Sang Khaliq dengan cara ibadah kepada-Nya.

Tanggal 7 Oktober 2009 :
Ayah Tiri Tegar Terancam Penjara 15 Tahun

Masih ingatkah dengan kisah ayah tiri melindaskan kaki kanan anak tirinya dengan kereta api Bangunkarta? Kali ini sang ayah tiri disidangkan di Pengadilan Negeri Madiun dengan dihadiri oleh sang istri dan Tegar sang anak tirinya. Namun, dalam persidangan Tegar hanya menunggu di luar ruang sidang dengan diajak bercanda oleh yang dewasa. Tampak terlihat sekali keceriaan diwajah Tegar saat menunggu jalannya sidang. Hingga kini, kondisi fisik Tegar yang terlihat membaik nampak pula di bekas luka pada kaki kanannya tersebut yang semakin membaik pula.

Karena keputusan dari hakim hanya diancam hukuman terberat 15 tahun penjara, maka sang istrinya pun histeris hingga pingsan dan digotong oleh beberapa orang. Ayah tiri Tegar nampak sekali mengenakan setelah baju kokoh dengan mengenakan kopyah di kepalanya. Meski diwarnai sedikit kekisruhan tersebut, namun sidang tampak berjalan dengan lancar.

Sedikit kilas balik :
Tegar anak korban perdebatan antara ayah tiri dengan ibu kandung harus menerima nasib yang sangat menderita dengan dilindasinya kaki kanannya oleh rangkaian KA Bangunkarta yang melintas. Saat sang ayah tiri mencekek lehernya hingga tidak sadarkan diri, Tegar pun direbahkan di pinggir rel kereta api. Saat malam itu pula rangkaian campuran Klas Eksekutif dengan Klas Bisnis jurusan Jakarta – Jombang tersebut melintaas. Seketika saat dirinya menjerit kesakitan langsung berusaha kembali ke rumahnya dengan berjalan merangkak sepanjang -+ 3 KM.

Seketika pula tragedi pada tanggal 19 Juli 2009 tersebut mencuat nama sang ayah tiri yang kejam dan dikenal biadab tersebut. Hanya berselang sekitar 2 minggu pun sang ayah tiri tertangkap Kepolisian setempat saat dirinya ditemui sedang berkebun. Ayah tiri Tegar mengaku sempat mengalami cekcok dengan ibu kandung Tegar hanya karena sang ibu Tegar meminta agar dirinya diceraikan. Tidak terima dengan perlakuannya itu, Tegar pun menjadi korban dari kekerasan dalam rumah tangga tersebut.

Sumber = Siaran berita Kabar Pagi di TV One pada tanggal 8 Oktober 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sebagai masyarakat awam, tidak penting apakah yang salah itu ayah tiri atau ibu kandungnya. Yang jelas sebagai sosok pribadi saya sangat mengecam keras atas tindakan ayah tiri Tegar dengan perbuatannya yang tergolong sangat sangat sangat biadab tersebut. Keputusan penjara 16 tahun saya rasa tidak akan membuat dirinya jera. Saya sangat mengharapkan ancaman yang lebih cocok maksimal berupa hukuman pidana mati.

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,
Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar