Kamis, 20 Agustus 2009

Catatan Bulanan Bulan Juli 2009 Pertengahan

Catatan Bulanan
Pertengahan Bulan Juli 2009
Dikumpulkan oleh = Saya Sendiri  Dana

Bukan untuk mendramatisir, namun saya hanya menyarankan agar sebelum membacanya anak – anak perlu didampingin oleh orang tua atau pun wali karena berikut ini peristiwa – peristiwa yang terjadi selama kurun waktu awal bulan ini ada suatu peristiwa yang tidak kita inginkan, yaitu berita kecelakaan pastinya.

Sedikit permintaan ma’af saya...

Mohon ma’af apabila selama saya memposting agenda bulanan di sepanjang awal bulan Febuari 2008 kemarin hingga pertengahan bulan Mei 2009 ini ada beberapa foto yang tidak bahkan kurang berkenan, seperti foto – foto pastinya dari tayangan TV. Mulai bulan ini dan seterusnya, saya selalu lebih hati – hati dalam memposting berita. Mungkin apabila yang ditampilin itu foto – foto kiriman dari teman – teman sekalian atau pun juga hasil buruan saya sendiri, maka sudah layak tayang.

Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Tanggal 12 Juli 2008 :
KA Argo Bromo Anggrek Anjlok di Batang, Jawa Tengah
Langsung dari detikNews :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Jakarta - 3 gerbong / kereta KA Klas Eksekutif Argo Bromo Anggrek jurusan Jakarta - Surabaya dikabarkan anjlok di stasiun dekat Pelabuhan Batang, Jawa Tengah. Akibatnya, KA yang hendak lewat di lokasi tersebut tertahan. "Sudah sekitar 1 jam tertahan di sini," kata salah satu penumpang KA Harina, Achwin, kepada detikcom, Minggu (12/7/2009). Menurut Achwin, KA yang ditumpanginya tertahan di daerah Kahuripan, Pekalongan. KA jurusan Bandung - Semarang tersebut penuh dengan penumpang. "Ini penumpanganya pada tiduran," jelasnya. Dikatakan Achwin, sesuai dengan jadwal kedatangan yang tertera di tiket, KA Harina seharusnya tiba di stasiun Tawang, Semarang, pukul 04.27 WIB. Namun, hingga pukul 05.15 WIB, KA tersebut masih belum dapat bergerak. Belum diketahui informasi detil mengenai anjloknya Argo Anggrek di Batang. Namun, dikabarkan tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut.

(irw/irw)

Sumber = Rekan Irwan Nugroho dari detikNews pada tanggal 12 Juli 2009.

Tanggal 13 Juli 2008 :
Pegawai PT. KA Gadungan
BANYUMAS
, KOMPAS.com - Didi Kurniawan (30), warga kelurahan Semampir, kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas, Jawa Tengah, Senin (13/7), diringkus Polisi Khusus Kerata Api (Polsuska) Daerah Operasi V PT. KA Purwokerto. Pria yang mengaku sehari - harinya berwiraswasta di Jakarta itu sudah 2 tahun terakhir menjadi pegawai PT. KA gadungan. Didi diringkus saat menumpang KA Purwajaya jurusan Yogyakarta - Jakarta. Saat diperiksa petugas di atas KA, Didi tak dapat menunjukkan kartu tanda pegawai PT. KA. Kepada petugas, Didi mengaku nekat menyamar sebagai petugas PT. KA gadungan dengan tujuan agar dapat naik KA dari Jakarta - Purwokerto secara gratis.

Untuk meyakinkan aksinya, dia memakai baju seragam layaknya petugas PT. KA. Seragam itu dibelinya di koperasi pegawai PT. KA Purwokerto. Dengan seragam tersebut, selama 2 tahun Didi sukses pulang pergi Jakarta - Purwokerto naik KA Sawunggaling maupun Purwajaya secara gratis, sebelum akhirnya Didi apes dicokok petugas KA.

Sumber = http://regional. kompas.com/ read/xml/ 2009/07/13/ 19200664/ 2.Tahun.Nyamar. Jadi.Pegawai. KA.Biar.Dapat. Gratisan yang diposting oleh rekan Kang Bas ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 13 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Segalanya boleh digratiskan dengan ilmu kelicikkannya itu. Namun, pertimbangan beban amal perbuatannya di alam sana nanti akan dipermasalahkan atas perbuatannya selama di dunia ini.

Tanggal 14 Juli 2009 :
1. Argo Gede New Concepts
Langsung dari CyberNews :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Jakarta
, CyberNews. PT. Kereta Api (KA) mulai meluncurkan kembali Kereta Argo Gede dengan new concept atau konsep dan pelayanan terbaru, Selasa (14/7). "Persiapan untuk itu sudah sejak sebulan lalu," kata Executive Vice President (EVP) I Jakarta, Mulianta S didampingi Direktur Komersial PT. KA S. Wimbo Hardjito. Konsep baru yang dimaksud, kata Mulianta bahwa selama perjalanan penumpang akan merasakan peningkatan kenyamanan, kebersihan kereta, tambahan bacaan untuk penumpang dan variasi menu restorasi. "Tak lupa juga ole - ole khas Bandung dan berkaraoke ria di restorasi,"katanya.

Selain itu, bagi setiap penumpang kini tak perlu repot untuk mencari colokan listrik karena di setiap bangku sudah tersedia. Wimbo juga menambahkan, bagi penumpang berkelompok hingga 4 - 7 orang bisa memesan tempat untuk rapat kecil. Berdasarkan fakta itu, ia menyatakan keyakinannya mampu merebut kembali kejayaan Argo Gede. "Harus diakui, perubahan drastis ini, karena jalur ini persaingannya sangat keras," katanya. Kerasnya persaingan tersebut dipicu dengan pengoperasian tol Cipularang yang memungkinkan mobil pribadi Jakarta - Bandung hanya dalam waktu 2 jam, sedangkan dengan KA Argo Gede minimal 3 jam.

Namun, meski colokan listrik tersedia dan memungkinkan penumpang menggunakan laptop, fasilitas Hot Spot Gratis belum ada. Public Relations Adi Suryatmini menyatakan, pihaknya sedang mencari teknologi terbaru untuk aplikasi layanan itu. "Uji coba 2 bulan lalu pernah dilakukan, tetapi belum maksimal, terutama di sejumlah titik dari Purwakarta - Bandung, "katanya. Adi menambahkan, selama ada peningkatan pelayanan ini, tingkat isian penumpang KA Argo Gede rata - rata 66% atau naik dari kondisi sebelumnya sebesar 60%.

( Ant / CN14 )

Sumber = Situs CyberNews yang diposting oleh rekan Bambang Widjaksono ke milis keretapi@yahoogropus.com pada tanggal 14 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Semoga saja segalanya benar – benar terwujud dalam jangka panjang mengingat umat manusia pemakainya sendiri bagaimana cara merawatnya.

2. Kunjungan Para Kepala Stasiun Daops VIII Surabaya ke Stasiun Jakarta Kota dan Stasiun Gambir
Hall stasiun Jakarta Kota atau tepatnya di ruang Sekretariat IRPS dikejutkan dengan kedatangan rombongan Kepala Stasiun se-Daops VIII Surabaya. Adapun tujuan kedatangan mereka ingin melakukan kegiatan baik di stasiun Jakarta Kota tersebut maupun di stasiun Gambir.

Sumber = Rekan Asep Suherman yang datang mengunjungi Sekretariat IRPS pada tanggal 14 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Entah dalam rangka apa kunjungan mereka datang mengunjungi Jakarta. Semoga jalinan erat antara Daops I Jakarta dengan Daops VIII Surabaya semakin erat.

3. Kereta Bisnis Dihapus??
Langsung dari situs Metrotvnews.com :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Nusantara / Selasa, 14 Juli 2009 15:49 WIB
Metrotvnews.com, Bandung : PT. Kereta Api akan menghapus layanan kereta Klas bisnis. BUMN itu hanya mempertahankan Klas Eksekutif dan Ekonomi saja. "Ini untuk meningkatkan kualitas layanan juga,"kata Direktur Utama PT. Kereta Api Ignatius Jonan di stasiun Kereta Api Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/7). Jonan tidak merinci kapan hal itu akan dilakukan. Diperkirakan, penghapusan dilakukan dalam 2 atau 3 tahun ke depan. Dijelaskan Jonan, di Klas bisnis selama ini pelayanannya serba tanggung, yakni para penumpang hanya mendapat layanan pendingin ruangan berupa kipas angin dan di Ekonomi kipas tangan. "Selama jendela terbuka, debu masuk dan akibatnya kotor selama perjalanan. Ini tidak nyaman, selain juga operasional kereta api membengkak untuk membersihkan kereta dan lain - lain,"kata Jonan. Karena itu, kata Jonan, tidak ada pilihan lain kecuali meningkatkan pelayanan Klas Ekonomi menjadi ber-AC sehingga perjalanan jadi nyaman dan tidak panas.

Menurut Jonan, sejauh ini kinerja perusahaan meningkat dari waktu ke waktu. Meski tidak menyebut angka, kinerja pada semester I 2009 meningkatan 5% dibanding periode yang sama tahun lalu. "Biaya juga turun 10%,"kata Jonan. Jonan mengkui, mengubah pola kerja dari dilayani menjadi melayani 27ribu karyawan organik BUMN perkereta apian ini tidak mudah. "Di sini sejak dulu ada kecenderungan banyak bos - bos, tetapi kini dan ke depan mandornya cuma 1. Kalau ada tidak siap dengan kondisi ini, terpaksa harus keluar dari PT. Kereta Api atau dipecat," kata Jonan.(Ant/DOR)

Sumber = Situs Metrotvnews.com yang diposting oleh rekan Endri Budiarta pada tanggal 15 Juli 2009.

Langsung dari JP :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

PT. KA berencana Hentikan Operasi KA Klas Bisnis

JAKARTA – PT. Kereta Api (PT. KA) berencana menghentikan operasi kereta api Klas Bisnis secepatnya. Nantinya, PT. KA hanya akan mengoperasikan layanan kereta api Klas Ekonomi dan Eksekutif. Diharapkan, penghapusan Kas Bisnis itu dapat meningkatkan layanan dan pendapatan perusahaan. "Saat ini, direktur komersial mengkaji penerapannya secepat mungkin,"ujar Direktur Utama PT. KA Ignatius Jonan dalam pre-launching KA Argo Gede Jakarta - Bandung kemarin. Jonan menyatakan, kajian itu akan menentukan kapan pastinya penghapusan Klas Bisnis itu terealisasi. Jonan menjelaskan, selama ini posisi Klas Bisnis dalam layanan penumpang KA sangat tanggung, karena dari segi fasilitas tidak bisa dimasukkan dalam kategori ke bawah atau ke atas. Hal itu tercermin dalam pemakaian fasilitas air conditioner (AC). "Kalau kereta api Klas Ekonomi itu kan pakai kipas tangan, Klas Bisnis pakai kipas angin, dan Klas Eksekutif pakai AC," tegasnya.

Hal ini, kata dia, adalah rencana jangka menengah PT. KA yang harus diwujudkan demi pelayanan yang optmimal bagi penumpang. Ke depan, PT. KA merencanakan, semua Kas kereta api harus menggunakan fasilitas pendingin udara. "Tapi bedanya mungkin, kalau Ekonomi jangan terlalu dingin. Dengan AC, maka jendela ditutup dan tidak ada debu masuk sehingga menghemat biaya perawatan,"tambahnya. Dengan begitu, pihaknya berharap masyakarat semakin nyaman menggunakan moda kereta api.

Mengenai proyeksi kinerja di semester kedua tahun ini, Jonan mengaku tidak memiliki angka - angkanya. Namun jika dihitung - hitung kasar dipastikan akan ada peningkatan. "Pendapatan diperkirakan naik 5% dibanding semester pertama, sedangkan biaya operasional diperkirakan turun sekitar 10%"ujarnya. Jonan menegaskan bahwa PT. KA saat ini sedang giat berbenah untuk melayani konsumen, bukan dilayani konsumen. Oleh sebab itu segala fasilitas yang tersedia di gerbong kereta api diharapkan sesuai dengan keinginan para penumpang. "Sebagai contoh, WC duduk diganti WC jongkok. Selama tiga bulan akan kita evaluasi apakah ini cocok bagi penumpang," lanjutnya. Bagian Rektek (Rekayasa Teknik) PT. KA juga sedang mengkaji penerapan teknologi pembuangan yang lebih baik dibanding sekarang. Saat ini semua kotoran dari toilet langsung jatuh di sepanjang jalur PT. KA. Namun tahun ini diharapkan di setiap gerbong memiliki penampung kotoran tersendiri. "Kalau saya masyarakat penghuni sekitar jalur
kereta api, pasti marah setiap hari dikotori," ujarnya.

Selain itu, Jonan bertekat mengubah pola kerja 27ribu karyawan organik PT. KA. "Di sini sejak dulu, ada kecenderungan banyak bos - bos, tetapi kini dan ke depan, mandornya cuma satu. Kalau ada tidak siap dengan kondisi ini, terpaksa harus keluar dari PT KA atau dipecat,"katanya.

(wir/kim)

Tanggapan saya pribadi :
Bingung dengan situasi seperti ini. Saya rasa penghapusan setuju saja dilakukan. Mengapa demikian? Karena kebanyakan KA disalah gunakan di mana mayoritas rangkaian KA Klas Bisnis di pulau Jawa ini sudah serasa KA Klas Ekonomi yang notabene klas embek.

4. PT. KA Order Lokomotif Baru
Langsung dari koran Kompas :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
Bandung
, Kompas – PT. Kereta Api menandatangani kesepakatan pembelian 20 lokomotif jenis C20-EMP senilai US$ 40juta atau Rp 400miliar,00 dari General Electric (GE) Transportation. Seluruh lokomotif tersebut selesai diproduksi pada akhir tahun 2010. Direktur Utama PT. KA Ignatius Jonan, Selasa (14/7) di Bandung, mengatakan, sebagian besar dana pembelian lokomotif dari internal PT. KA. Bila kurang, dicari dana dari lembaga keuangan pemerintah atau perbankan. "Kami juga mencari sumber dana utama dari GE. Namun, yang pasti, 20 lokomotif tahap pertama ini dibeli tunai," kata Jonan seusai menandatangani nota kesepakatan dengan GE.

Rencananya, 20 lokomotif baru ini untuk mengoptimalkan KA penumpang di Jawa, KA batu bara di Sumatera, dan KA kontainer. Menurut Jonan, di Jawa dibutuhkan lokomotif berkekuatan 2.000 - 2.200 horsepower (HP) seharga US$ 2juta. Adapun untuk KA angkutan barang di Sumatera dibutuhkan lokomotif kekuatan 2.700 - 3.000 HP senilai US$ 2,8 juta-2,9 juta. Hingga 4 tahun ke depan, PT. KA membutuhkan 150 - 200 lokomotif. Data Dephub 2008 menyebutkan, 109 lokomotif dari total 342 lokomotif di Indonesia berusia lebih dari 40 tahun. Direktur Teknik PT. KA Darmawan Daud mengatakan, lokomotif GE dipilih sebab telah ada 175 lokomotif GE di Indonesia sehingga perawatan dan penggantian suku cadang akan lebih mudah. Komponen mesin lokomotif diproduksi di pabrik GE di Erie, Pennsylvania, AS, tetapi dirakit di PT. Inka di Madiun. "Saya telah ketemu CEO GE Transportation dan siap bangun 20 loko itu,"kata Direktur Utama PT. Inka Roos Diatmoko. Inka mampu produksi 15 lokomotif dan akan menjadi 25 lokomotif per tahun.

Komponen lokal dalam pembuatan lokomotif itu kini 22%. "Ada niat meningkatkan jadi 30%, tetapi Inka juga meski meningkatkan diri,"kata Satya Heragandhi, Southeast Asia Sales Director GE Transportation. Satya mengatakan, selama tahun 2004 - 2009, Inka merakit 10 unit lokomotif C20-EMP.

Sewa lokomotif
Jonan mengatakan, selain membeli 20 lokomotif, PT. KA juga menjajaki menyewa lokomotif GE. Sistem sewa untuk antisipasi kesulitan pembiayaan di tengah krisis keuangan global. Akan tetapi, Darmawan menyatakan belum sepaham dengan harga penawaran GE. "Mereka menawarkan tarif sewa US$ 2.500 atau Rp 25 juta00 per hari. Itu terlalu mahal,"ujarnya. Sementara itu, Chief Executive Officer GE Transportation Lorenzo Simonelli mengatakan, selama ini Indonesia merupakan salah satu pasar utama lokomotif GE Transportation. "Kami mitra PT. KA lebih dari 50 tahun. Perjanjian ini memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia dan juga pertumbuhan lokomotif GE di seluruh dunia," ujarnya. Taufik Hidayat, pengamat KA dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menyetujui pembelian 20 lokomotif itu. "Jaringan rel KA masih banyak yang idle, tak digunakan. Kita butuh lebih banyak loko,"ujar Taufik. Namun, ditekankan Taufik, PT. KA harus memperbaiki manajemen logistik pengadaan suku cadang. "Ketersediaan suku cadang lokomotif yang ditunjang basis data penyediaan suku cadang mutlak harus ada,"ujarnya. (GRE/RYO)

Sumber = Koran Kompas edisi tanggal 14 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Semoga….. terlaksana….

Tanggal 16 Juli 2008 :
Loko Tua Cepu Terancam Berhenti Beroperasi

Kamis, 16 Juli 2009 19:56 WIB
CEPU, KOMPAS.com - Loko tua yang menjadi paket wisata andalan Kesatuan Pemangku Hutan atau KPH Cepu Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah, terancam berhenti beroperasi. Alasannya jembatan loko tua di Desa Brosot, Kecamatan Sambong terputus sejak sebulan lalu akibat terkena bagian atas peti kemas tronton PT. Mutiara Samudra Biru, Jakarta. Wakil Administratur KPH Cepu Dewanto, Kamis (16/7), di Cepu mengatakan peristiwa itu terjadi pada 14 Juni 2009 sekitar pukul. 14.00. Tronton itu mengakibatkan jembatan rel loko tua sepanjang 10 meter rusak dan setelan rel bagian utara dan selatan jembatan sepanjang 100 meter mengendur. Waktu itu, perhutani telah membuat kesepakatan bersama dengan PT. Mutiara Samudra Biru, Jakarta untuk merampungkan masalah itu secara kekeluargaan. Kesepakatan yang ditandatangani di atas materai Rp 6.000,00 itu berisi pernyataan PT. Mutiara Samudra Biru yang sanggup memperbaiki jembatan .

Dewanto mengemukakan pekerjaan perbaikan disepakati paling lambat 10 Juli 2009. Jika PT. Mutiara Samudra Biru belum memperbaiki hingga batas waktu itu, PT tersebut sanggup mengganti biaya materiil yang akan ditentukan kemudian hari. "Namun, sampai saat ini, PT. Mutiara Samudra Biru belum memperbaiki jembatan rel loko tua. Perhutani telah berupaya menelepon direktur PT tersebut, tetapi nomor telepon selularnya tidak lagi aktif,"kata dia. Kepala Subseksi Pemeliharaan Aset KPH Cepu Imam Wigusono Aji mengatakan kerugian KPH Cepu akibat kerusakan itu Rp 128,8 juta,00. KPH Cepu juga terpaksa membatalkan loko tour sejumlah kelompok pencinta kereta api. Meskipun begitu, KPH Cepu tetap memfasilitasi mereka yang ingin mengikuti loko tour. Namun, rute perjalanan tidak sampai Gubuk Payung sejauh 22 kilometer, tetapi hanya sampai Jembatan Brosot sejauh 11 kilometer. "Biayanya pun berbeda. Jika sampai Gubuk Payung Rp 7 juta, sedang jika sampai Jembatan Brosot separuhnya, Rp 3,5 juta," kata Imam.

Secara terpisah, Koordinator International Cepu Heritage Sisworo meminta PT. Mutiara Samudra Biru segera memperbaiki jembatan itu. Pasalnya pada 28 Agustus 2009, kelompok heritage Inggris dan Jerman akan menyewa loko tua itu. "Jembatan itu termasuk benda cagar budaya yang dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1992. Kalau PT. Mutiara Samudra Biru tidak segera memperbaiki akan terkena undang-undang itu," kata dia.

Sumber = Situs Kompas.com pada tanggal 16 Juli 2009 pukul. 19.56 WIB.

Tanggal 14 Juli 2009 :
JAKARTA: PT. Kereta Api mengonfirmasi pembelian 20 unit lokomotif dari General Electric (GE)

Transportation senilai US$40 juta. BUMN itu juga berkomitmen menyewa hingga 150 unit lokomotif yang dirancang khusus untuk kondisi di Indonesia. Untuk mengetahui kiprah pabrikan lokomotif asal Amerika Serikat itu di Indonesia, Bisnis mewawancarai Presiden dan CEO GE Transportation Lorenzo Simonelli di Jakarta, Selasa lalu. Berikut petikannya.
Foto Lorenzo Simonelli Presiden Direktur dan COE GE Transportation postingan pak Widyoko
Apa yang dibicarakan saat Anda bertemu dengan Dirjen Perkereta apian Departemen Perhubungan Tundjung Inderawan pada 13 Juli?
Kami membicarakan tentang hubungan jangka panjang antara GE Transportation dan Pemerintah Indonesia. Hal ini tidak lepas dari sejarah, karena kami sudah hadir di sini sejak 1950. Mulai dari tahun itu, kami terus melakukan investasi dan bertumbuh bersama dengan kemajuan sektor perkereta apian Indonesia.

Kami mempunyai komitmen untuk ikut mendukung program revitalisasi perkereta apian yang dijalankan oleh pemerintah. Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi kami dan GE Transportation siap menghadirkan lokomotif yang efisien dengan biaya operasional yang rendah karena teknologi kami yang canggih.

Pertemuan itu juga menjadi ajang saling pengertian terkait dengan program evolusi atau revitalisasi perkereta apian sehingga GE Transportation dan Pemerintah Indonesia bisa mengarah lebih baik. Kami pastikan ke beliau [Tundjung Inderawan] kalau GE akan terus menjadi rekanan guna mendukung program revitalisasi.

Bagaimana pandangan GE Transportation terhadap revitalisasi perkereta apian di Indonesia?
Itu [revitalisasi] akan menjadi hal yang sangat besar sehingga GE Transportation akan memaksimalkan kesempatan untuk meraih pasar. Kami yakin mampu memenuhi kebutuhan pasar sarana lokomotif. Untuk nilai investasi tambahan, kami belum bisa memastikan karena hingga sekarang kami belum tahu produk apa dan berapa banyak yang dibutuhkan dalam revitalisasi perkereta apian. Kami juga belum berpikir untuk membuka pabrik di Indonesia karena GE menghargai perjanjian dengan rekanan lokal yakni PT. Industri Kereta Api [Inka]. Kami percaya masa depan GE juga akan cerah bersama rekanan lokal.

Bagaimana strategi GE Transportation menyikapi rencana Pemerintah Indonesia mewajibkan tender untuk pengadaan lokomotif di PT. KA?
Proses tender terbuka bagi kami sudah biasa, karena pengalaman di seluruh dunia. Proses pengadaan lokomotif di negara yang menjadi wilayah pemasaran kami memang lebih banyak memang memakai cara seperti itu [tender]. Kami yakin tetap akan menjadi pilihan karena teknologi dan sejarah GE Transportation di Indonesia. Itu yang membuat kami percaya diri.

Apa pandangan Anda soal indikasi serbuan produk asal China yang kemungkinan mempunyai harga jual lebih murah?
Hal terpenting dari suatu lokomotif adalah anda harus melihatnya sebagai suatu aset yang akan dipakai dalam 30 - 40 tahun mendatang. Ketika melihat atau ingin mengevaluasi tingkat kompetitif, kita tidak boleh hanya melihat harga jual, tetapi juga harus memperhatikan teknologi yang digunakan, siklus hidup, dan dampaknya terhadap lingkungan. GE Transportation sangat serius pada hal-hal tersebut. Jadi, ya kami tetap percaya pada produk kami.

Pewawancara: Raydion Subiantoro dari harian Bisnis Indonesia.

Sumber = Rekan Wdiyoko yang memposting ke milis keretapi@yahoogroups.com tanggal 17 Juli 2009.

Tanggal 19 Juli 2009 :
1. Tali Asih Untuk Tegar dari Rekan2 Pecinta KA
Langsung dari ketikan rekan Agus Purwantono :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Teman - teman,

Hari Minggu tanggal 19 Juli 2009 pak Gunawan kedatangan tamu pecinta kereta api dari Tulung Agung. Mereka terdiri dari Edy, Joe, Rohman dan Sandi dari majalah KA. Mereka bersama menjenguk Tegar di rumahnya dan menyerahkan tali asih.
Foto terlampir
Sekarang, akan diapakan dana yang telah terkumpul di rekening pak Gunawan yang sebesar Rp. 1.850.374 ? Mohon teman - teman bisa urun rembug secepatnya.

Terima kasih
agusp

Sumber = Postingan rekan Agus Purwantono ke milis keretapi@yahoogroups.com tanggal 19 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Semoga dengan ini senyuman sang bocah semakin terbuai seiring keceriaannya dengan perhatian yang lebih dari orang – orang sekitarnya. Ini juga demi masa depannya yang gak suram begitu saja.

2. Wisata Ber-Punakawan Pp Wonogiri

Pada kesempatan kali ini reporter Trans TV yang bernama Dian Wida berkesempatan mengunjungi berbagai tempat di kota Solo atau yang dikenal dengan nama Surakarta. Tidak terkecuali dengan menaiki KA Punokawan yang berangkat dari stasiun Purwosari. Rangkaian yang memiliki 1 lok B 300 dengan menggandeng 1 kereta K3 ini ia tempuh dengan penuh suka cita (meski pasti panas buanguett deh...). Ia tidak hanya melewatkan momen begitu saja dengan sekedar duduk di kerreta K3 tersebut. Ia juga mewawancarai beberapa penumpang seperti anak kecil dan seorang ibu. Tentu si anak kecil menjawab dengan kepolosannya “enak”. Si ibu bertutur agar lebih mempersingkat waktu tempuh apabila hendak ke berbagai kota dari Solo.

Tidak hanya sebatas penumpang, seorang kondektur yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa dalam waktu dekat ini semoga saja wacana KA Wisata ini benar – benar terlaksana. Selama di perjalanan, reporter yang satu ini juga menyempatkan naik di kabin masinis dengan melambaikan tangan ke luar lokomotif.

Sumber dari = Reporter Dian Wida beserta kameramen Syaidun Alim dalam Segmen Tanah Airku saat tayangan Reportase Pagi di Trans TV pada tanggal 19 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Waduh… Kalau benar – benar penggila kereta api pasti sudah naik ke lokomotifnya tuh… Jangan dicontoh untuk umum yah… Karena kami ini hanya sekedar melampiaskan kesukaan kepada kereta api, bukan berlebihan seperti kebanyakan para penumpang yang tidak bayar. Namun, kesempatan ini dapat saya katakan baik karena pasalnya cukup langka reporter stasiun TV nasional kita yang menyempatkan diri naik rangkaian KA wisata alias feeder alias pengumpan (kesannya banyak alias jadi kayak teroris…^_^) sampai masuk ke lok itu langka sekali.

Tanggal 20 Juli 2009 :
1. Gadis Papua Ditikam Bandit KRD
JOHAR BARU
(Pos Kota) – Sepak terjang bandit di kereta api makin brutal. Wanita penumpang Kereta Rel Diesel (KRD) ekonomi jurusan Purwakarta - Pasar Senen ambruk ditusuk penjahat di perut dan ketiak saat melintas di perlintasan depan Polsek Johar Baru, Jakarta Pusat, Senin (20/7) malam. Usai melakukan aksinya, tiga pelaku yang naik dari Bekasi kabur sambil menenteng tas rampasan berisi uang Rp 500ribu,00 dan benda berharga milik korban, Doe Wositi, 16.

Petugas Polsek Johar Baru yang menangani kasus ini membawa wanita ABG asal Papua ini ke RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Kapolsek Johar Baru Kompol Suyatno,SH menjelaskan peristiwa yang menimpa Doe Wositi terjadi sekitar pukul. 21:10. Saat itu, korban bersama dua temannya naik kereta api dari Bekasi menuju Stasiun Senen. “Mereka baru pulang dari rumah saudaranya di Bekasi,” kata kapolsek. Di kereta, ketiga gadis yang masih remaja duduk di gerbong tiga. Di tempat itu banyak penumpang yang hendak pulang ke Jakarta. Rupanya di antara penumpang terdapat tiga pelaku yang mengawasi gerak - gerik gadis asal Papua itu. Agar tidak menimbulkan kecurigaan, dua pelaku duduk di samping korban dan berpura - pura mengajak ngobrol. Sampai akhirnya kereta tiba di stasiun Kranji. Saat itu, salah seorang pelaku mulai gelisah dan bermaksud melakukan aksinya.

Namun karena penumpang masih cukup banyak, dua pelaku pergi. Doe Wositi bersama dua temannya menjadi lega karena pria yang berada di sampingnya sudah tidak ada lagi. Rupanya itu tak berlangsung lama, terbukti mereka ‘nongol’ lagi saat kereta masuk di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur.

RAMPAS TAS
Doe Wositi kembali ketakutan melihat kawanan penjahat itu. Saat kereta lewat di kawasan Johar Baru, salah seorang pelaku merampas tas yang dibawa korban. Tidak mau tasnya berpindah tangan, korban nekat mempertahankan. Kesal dengan sikap korban, pelaku menusuk perut dan ketiak Doe Wositi hingga membuatnya ambruk di lantai kereta. Penumpang yang melihat kejadian ini tidak ada yang berani menolong, karena takut menjadi korban kebrutalan pelaku. Bandit kereta api berlompatan saat kereta langsir. Mereka kabur ke arah Senen.

Kapolsek menjelaskan, pihaknya masih memburu pelaku. “Dengan adanya kejadian itu, kami akan melakukan operasi di atas gerbong yang dianggap rawan khususnya KRD kelas ekonomi,” ujarnya. (silaen/r)

Sumber = Harian Pos Kota edisi tanggal 22 Juli 2009 yang diposting oloeh rekan Ben Wicaksono ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 22 Juli 2009.

2. Tanggapan Cepat Menteri Perhubungan JSD Terhadap Pengguna Jasa KA
Langsung dari ketikan rekan Gimson Ahmed :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...
LUAR BIASA

Monday, July 20, 2009 at 12:40 pm
Luar biasa. Sebetulnya saya hanya nulis status di Facebook tentang posisi saya dan keluarga malam itu. Berada di gerbong KA yang pintunya tidak bisa ditutup. Ternyata tulisanku itu diforward mas Toni Pangcu ke Menhub. Mas Toni pasti sekalian memberi nomer HPku ke mentri. Buktinya --dan ini yang luar biasa-- pagi-pagi sekali sudah datang sms: "Bapak Kiai Mustofa Bisri yg saya hormati, Maafkan kami yg belum bekerja baik sehingga 64 tahun bangsa Indonesia telah merdeka, tapi Kereta Api nya belum juga dapat melayani penggunanya dengan baik. Insya Allah sy akan upayakan bersama PT Kereta Api Indonesia u memperbaiki kondisi Gerbong Kereta yang dalam kondisi mengenaskan, karena pintu tak mampu terkunci dan toilet tak cukup menampung jumlah memadai. Salam takzim dan hormat saya u Gus Mus. Jusman SD, Menteri Perhubungan. "

Ini saya katakan luar biasa bukan hanya karena cepatnya Pak Jusman SD sebagai Menteri Perhubungan menanggapi keluhan tentang persoalan pelayanan bagi masyarakat; tapi terlebih karena saya baru saja menghadiri perhelatan mantunya Menteri Agama dan bertemu banyak penggede --mulai dari presiden, wakil presiden, wakil-wakil rakyat, hingga pejabat - pejabat eselon 1-- yang rata-rata 'tidak berpotongan pelayan'.

Mudah - mudahan Pak Jusman SD tetap menjadi pembesar yang 'abdi masyarakat' yang peka terhadap hajat rakyat dan semoga menteri-menteri yang akan datang memiliki sifat tanggap dalam melayani masyarakat sebagaimana diperlihatkan oleh Pak Jusman.

Amin.

Sumber dari = Postingan rekan Gimson Ahmed ke milis keretapi@yahoogroups.com tgl 3 Agustus 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Syukur saya ucapkan atas perhatian pak Jusman Syafe’I Djamal. Tdaik seperti rekan seporfesinya dahulu Hatta Radjasa yang terlalu banyak fokus kepada pesawat kalau saya perhatikan.

Tanggal 21 Juli 2009
Bripda Adi Dihajar KA Dengan Mobilnya

Meski para warga sudah meneriaki akan datangnya KA di sebuah perlintasan, namun mobil yang dikendarai Bripda Adi mengindahkannya. Alhasil, KA dengan rute Padang – Pariaman tersebut menghajar kendaraan yang dikendarainya bersama dirinya. Mobil pun menjadi ringsek meski sang Bripda mengalami luka yang cukup parah.

Sumber = Siaran berita di pagi hari di TV pada tanggal 22 Juli 2009.
KETERANGAN = Saya lupa siaran berita mana. Entah Reportase Sore di Trans TV atau bukan.

Peristiwa – peristiwa Yang Kami Alami Sendiri :
Tanggal 17 Juli 2009 :
Salah Tanggal Pada Tiket Kereta Api
Langsung dari ketikan rekan Zudi Susanto :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Dear railfans...

Saya baru inget, mau curhat kejadian di KA 4 kemarin pas mau ke gunung Bromo. Kebetulan berangkat pas awal peak season, banyak embek2 ikut naik, seperti biasa saya dapet nomor 13B deket bordes. Kondisi gang, kanan, depan kursi saya (yang emang banyak space lowong) penuh dengan embek2 gelar koran, kondisinya mirip sama KA Senja Utama kalau pas penuh. Pegawai restorasi saja sampai kesusahan karena banyak yang duduk di bawah.

Singkat kata, sampai di stasiun Semarang Tawang subuhnya sudah masuk tanggal 17 Juli, sedang enak – enaknya tidur dengan alunan lagunya Agnes Monica saya terbangun mendengar orang ribut2. ternyata di depan saya (no. 11A dan B) lagi ribut sama ibu dan bapak yang baru naik dari stasiun Semarang Tawang (yang kelihatannya pejabat). Bapak yang baru naik dari stasiun Semarang Tawang ngotot kalau ini sudah benar no. tempat duduk dan keretanya, tapi si mas - mas penghuni no. 11A - B yang naik dari stasiun Gambir dan turun di stasiun Surabaya Turi tetap ngotot kalau ini juga benar no.nya. Saya nyeletuk "tanggalnya kali beda...”. Ternyata benar, si mas - mas dari stasiun Gambir ini ditiketnya tertulis tanggal 16 Juli hari Kamis. Si bapak - bapak yang naik dari stasiun Semarang Tawang ditiketnya tertulis tanggal 17 Juli hari Jum’at. Siapa yang salah? Kalau secara logika bener bapak2 yang naik dari stasiun Semarang Tawang dong... naik hari Jum’at tangga;l 17 Juli sesuai tiket. Tapi ternyata perhitungan kereta gak seperti itu, Yang bener dan berlaku adalah tiket kereta tgl 16 Juli (mas - mas yg naik dari Gambir) .

Akhirnya KP nyariin termpat buat bapak2 yg naik dari stasiun Semarang Tawang tadi dengan bonus KPnya diomelin dulu abis2an di depan banyak orang berdalih kenapa petugas loketnya gak kasih tahu penerangan, dsb..

Yah nama nya juga pejabat kali, KP tadi cuman mangguk2 aja, kasian juga sih diomelin gituh.

Kesimpulannya perlu diperhatikan kalo kita mau naik kereta yang jadwal tibanya sudah dinihari (jam 12 malam lewat). Contoh kita mau naik kereta Argo Bromo Anggrek dari stasiun Semarang Tawang menuju stasiun Surabaya Turi hari Jum’at tanggal 17 Juli (brati Jum’at dini hari) nah beli tiket nya yg tanggal 16 Juli , bukan tanggal 17 Juli.

Saya sudah 2x nemuin kasus seperti ini, pernah juga di Mutim malam, sama gini, penumpang naik dari Jember tujuan Sgu.Kalo kita liat2 , jadwal2 kereta malam yg krusial terjadi problem seperti ini :
1. Argo anggrek malam
2. Gajayana
3. Bima
4. Mutiara timur Malam
dan banyak lgi.

salam ijo ijo ~ spoor,
zudi susanto

Sumber = Postingan rekan Zudi Susanto ke milis keretapi@yahoogroups.com tanggal 29 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Info yang sangat berharga buat kita tentunya. Pasalnya, budaya ‘edan’ kayak begini sudah mentradisi sejak lama. Semua saling mengakui kebenaran tanpa berpikir logik. Saya pribadi bukan permasalahan mereka itu pejabat atau tidaknya. Yang jelas, di mana keadilan yang seutuhnya… Di atas kereta api saja masih seperti demikian, bagaimana persoalan lemahnya penegakkan hukum di negara kita ini? Mungkin yang mas Zudi alamin agak berbeda karena dilihat dari pola tingkah laku para pejabat yang mas Zudi lihat sendiri.

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,
Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar