Kamis, 20 Agustus 2009

Catatan Bulanan Bulan Juli 2009 Akhir

Catatan Bulanan
Akhir Bulan Juli 2009
Dikumpulkan oleh = Saya Sendiri  Dana

Bukan untuk mendramatisir, namun saya hanya menyarankan agar sebelum membacanya anak – anak perlu didampingin oleh orang tua atau pun wali karena berikut ini peristiwa – peristiwa yang terjadi selama kurun waktu awal bulan ini ada suatu peristiwa yang tidak kita inginkan, yaitu berita kecelakaan pastinya.

Sedikit permintaan ma’af saya...

Mohon ma’af apabila selama saya memposting agenda bulanan di sepanjang awal bulan Febuari 2008 kemarin hingga pertengahan bulan Mei 2009 ini ada beberapa foto yang tidak bahkan kurang berkenan, seperti foto – foto pastinya dari tayangan TV. Mulai bulan ini dan seterusnya, saya selalu lebih hati – hati dalam memposting berita. Mungkin apabila yang ditampilin itu foto – foto kiriman dari teman – teman sekalian atau pun juga hasil buruan saya sendiri, maka sudah layak tayang.

Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Tanggal 23 Juli 2009 :
KA Papandayan Ekspres

PT. KERETA API (Persero) kembali menambah layanan baru untuk angkutan penumpang pada jalur / koridor Bandung - Cirebon lewat Cikampek. Direncanakan dalam waktu yang tidak terlalu lama koridor ini akan dilayani oleh KA PAPANDAYAN EKSPRES dengan jenis layanan kelas Eksekutif dan kelas Bisnis. Jadwal berangkat dari Bandung pukul. 16.30 melalui Cikampek dan tiba di Cirebon pada pukul. 20.36 perjalanan setiap hari Senin sampai dengan Sabtu, sedangkan untuk jadwal dari Cirebon berangkat pada pukul. 05.15 dan tiba di Bandung pukul. 09.40.

Adapun tarif penumpang KA PAPANDAYAN EKSPRES ini untuk Kelas Eksekutif Rp 60.000,- dan kelas Bisnis Rp 40.000,-. Semoga layanan baru ini dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan akan transportasi koridor Bandung - Cirebon.

Selamat melakukan perjalanan.

Terima kasih atas kepercayaan Anda menggunakan Jasa Angkutan Kereta Api. (SS).

Sumber dari = Postingan rekan Ben Wicaksono ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 23 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Wacana lagi gak yah??? Saya berpikir positif aja deh… semoga beneran terlaksana.

Tanggal 24 Juli 2009 :
KA Pandanwangi Anjlok di Jember, Jawa Timur

Jumat, 24 Juli 2009 14:22 WIB
JEMBER, KOMPAS.com — Kereta api (KA) kelas Ekonomi Pandanwangi jurusan Banyuwangi - Jember anjlok di desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat. Humas PT. KA Daerah Operasi (Daops) IX Jember, Hariyanto, mengatakan, rangkaian gerbong terakhir KA Pandanwangi anjlok di Km 5 di perbatasan Kecamatan Ledokombo dan Kalisat karena satu as dan dua roda yang keluar dari jalur rel.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian anjloknya KA Pandanwangi yang membawa penumpang sebanyak 350 penumpang dari Banyuwangi menuju ke Jember,"kata Hariyanto. Ia menjelaskan, KA tersebut berangkat dari Stasiun Banyuwangi sekitar pukul. 07.25 WIB kemudian anjlok sekitar pukul. 10.20 WIB di Desa Sumberlesung dengan kecepatan 4 km / jam. "Kecepatan KA tersebut rendah sehingga rangkaian KA Pandanwangi langsung berhenti perlahan, tanpa ada penumpang yang terluka," katanya menegaskan.

Ia mengemukakan, 1 gerbong yang anjlok harus dilepas sehingga penumpang KA bisa meneruskan perjalanan dengan 3 gerbong KA Pandanwangi yang lain menuju ke Stasiun Jember. "Petugas melepas satu gerbong yang anjlok, agar perjalanan penumpang KA menuju Jember tidak terganggu," katanya menjelaskan. Jumat siang, kata dia, petugas masih melakukan evakuasi terhadap 1 gerbong yang anjlok kemudian ditarik dengan KA penolong menuju ke Stasiun Kalisat yang merupakan stasiun terdekat dari lokasi anjloknya KA. "PT. KA Daops IX Jember belum bisa memastikan penyebab anjloknya KA Pandanwangi, karena petugas masih memeriksa jalur rel KA dan gerbong yang anjlok," katanya menjelaskan.

Menurut dia, anjloknya KA Pandanwangi menyebabkan KA kelas Bsnis dan Eksekutif Mutiara Timur jurusan Banyuwangi - Surabaya tertahan di Stasiun Ledokombo. "KA Mutiara Timur bisa meneruskan perjalanan menuju Surabaya apabila evakuasi 1 gerbong KA Pandanwangi di Desa Sumberlesung selesai," katanya menerangkan. Ia memprediksi, keterlambatan KA Mutiara Timur menuju ke stasiun Jember sekitar 2 jam karena proses evakuasi gerbong Pandanwangi belum selesai. "Sesuai jadwal, KA Mutiara Timur seharusnya tiba di Stasiun Jember sekitar pukul. 11.40 WIB. Dengan anjloknya KA Pandanwangi, menyebabkan kedatangan KA Mutiara di Surabaya juga terlambat beberapa jam," katanya.

Sumber dari :
- Siaran berita Liputan 6 Pagi SCTV pada tanggal 25 Juli 2009.
- Postingan rekan Ben Wicaksono ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 24 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Yang cukup saya sesalkan pas tayangan berita di SCTV itu, kenapa tayangan Argo Bromo Anggrek yang anjlok dimunculin lagi? Seolah – olah jadi propaganda. Masyarakat akan mengira ada rangkaian seklas Argo melintas di rute timur Surabaya atau pun juga rangkaian KA seklas Argo jadi enggak nyaman lagi.

Tanggal 25 Juli 2009 :
1. Tayangan Bang One Soal Tegar

Pada kesempatan malam ini TV One menayangkan sebuah kasus hukum yang kali ini episode si Tegar yang terjerat kasus rumah tangga kedua orang tuanya. Tegar yang belakangan ini sudah diketahui khalayak umum sudah pasti amat menderita akibat kaki kanannya putus setelah rangkaian KA Bangunkarta melindasnya akibat perbuatan bejat sang ayah tiri. Tampak pada rekaman TV One saat kakinya diamputasi Tegar amat sangat menderita kesakitan. Namun, saat berkumpul dengan teman – teman sepantarannya dirinya kembali tegar atau tabah seperti namanya.

Sumber = Tayangan Catatan Kasus Hukum Bang One di TV One pada tanggal 25 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Meski sudah berlalu beberapa minggi dari kejadian, namun kepiluan masih mendera diri saya pribadi. Apalagi diri semua orang termasuk semua teman – teman yang sedang membaca ketikan saya ini. Sungguh biadab perbuatan ayah tiri semacam itu.

2. Diskusi Lokomotif Baru Bersama Staf General Electric
Langsung dari ketikan rekan Soni Gumilang :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Hai guys…

Berikut ini adalah hasil diskusi dengan GE yang dihadiri oleh Bp. Satya Heragandhi (Head of Marketing GE Transportation South East Asia). Diskusi ini bisa terlaksana dengan dukungan KDT Dipo Jatinegara Bp. Sugiono yang telah menyediakan tempat dan konsumsi. Diskusi berjalan dengan suasana santai di ruang belajar dipo JNG dengan materi terbesar mengenai lok baru GE terutama CC 204 dan dihadiri oleh rekan2 railfans dan masinis dipo JNG. Ada beberapa topik pembahasan yang diwanti - wanti off-the-record sehingga tidak bisa diceritakan di forum.

Mengenai penambahan lok baru, semuanya adalah C 20 EMP (CC 204). Rencana semula PT. KA hanya akan membeli 10 lok saja, karena demikian kemampuan budget tahun 2008. Namun, melihat grafik kenaikan profit sampai menjelang pertengahan 2009 yang cukup signifikan, Bp. Jonan berani untuk menambah opsi 10 lok baru lagi sehingga total pesanan menjadi 20 lok baru. Bp. Satya merasa salut dengan kemajuan PT. KA dibawah komando manajemen baru yang bergerak cepat untuk meraih peningkatan pemasukan sehingga dengan agresif ingin menambah armada yang merupakan aset untuk mendatangkan income. Problemnya dengan kondisi keuangan sekarang, PT. KA hanya mampu mendatangkan 10 lok per tahun cash. Karena itu Bp. Jonan menantang GE untuk pengadaan 150 lok baru dengan syarat GE membantu pembiayaannya. Bila mengandalkan keuangan saat ini, maka PT. KA baru bisa mewujudkan mimpi itu 15 tahun kemudian. Padahal banyak potensi pendapatan yang harus digarap. GE menerima tantangan itu dengan mencarikan lembaga keuangan yang bisa membiayai pengadaan lok lalu kemudian akan dicicil sesuai kemampuan PT. KA. Ditambahkan pula 2 unit lok baru kini dipercepat penyelesaiannya sebelum Lebaran, sementara 2 unit lagi akan selesai sebelum liburan akhir tahun.

Soal pengadaan 50 lok dari Dephub, ternyata banyak tarik ulur kepentingan politis, terutama masalah spesifikasi teknis dan tender. Pemerintah ingin lok baru itu berbobot ringan, AC - AC, mesin high speed, emisi standar EURO 2B – 3, tekanan gandar 15 ton, dual cab, dengan kemampuan tarik sampai 20 gerbong. Namun tipe lok ini pasti membutuhkan investasi yang mahal, terutama dalam pengembangan desain dan mesinnya. Secara pribadi, Bp. Satya mencoba memahami kebutuhan kereta api di Indonesia dan memilih tekonologi tepat guna, dalam arti sesuai dengan kebutuhan teknologi di Indonesia.

Seiring waktu proyek yang jumlah loknya menyusut sampai 30 unit ini saja makin tidak jelas karena ada berbagai kepentingan di sana, sementara PT. KA dengan uangnya sendiri jalan terus dengan lok2 barunya. GE juga bercita - cita pada tahun 2015 seluruh lok di kawasan Asia Tenggara akan terdiri dari tipe yang sama. Mengenai penunjukkan langsung atau tender, GE berkata bahwa tidak ada produsen lok lain yang mau main di Jawa yang tekanan gandarnya 14 ton. Spesifikasi yang diminta pemerintah cukup sulit dipenuhi produsen lok terutama dengan daya lebih dari 2000 hp bertekanan gandar 14 ton. Saat ini di dunia hanya China dan GE yang punya lok semacam itu, Siemens dan EMD sudah tidak punya. Namun, dengan memberi contoh lok milik KTM di negeri jiran, 20 unit GE Blue Tiger dan 20 unit lok China, datang bersamaan, saat ini tinggal 3 lok China yang masih operasional. Prinsipnya GE, bila ditunjuk langsung maupun tender mereka siap.

Ketika ditanya tentang cara pembayaran PT. KA, Bp. Satya ternyata punya resep khusus untuk menjawab masalah PT. KA yang tidak punya banyak uang. Beliau melobi petinggi GE untuk mau lebih fleksibel terhadap pembayaran PT. KA mengingat lok GE sudah hadir di Indonesia lebih dari 50 tahun. Hasilnya PT. KA dapat mencicil lok barunya sampai 5 kali. Sebuah cara yang tidak pernah diterapkan GE di negara lain.

Tentang problem CC 204 terbaru yang bermasalah pada bearingnya, Bp. Satya juga bercerita panjang - lebar. Mulai dari pemeriksaan dari hulu sampai hilir untuk mengetahui apakah problem itu kesalahan GE atau bukan. Ternyata ditemukan bearing buatan FAG yang bermasalah. Setelah memerintahkan FAG untuk mengganti semua bearing, masalah bukannya selesai tapi tambah runyam. Ternyata kualitas bearing FAG di bawah standar sehingga problem tetap muncul. Akhirnya GE mengganti semua bearing FAG menjadi SKF dan problemnya teratasi buat PT. KA. Tapi problem baru buat GE karena harga bearing SKF 9 kali lebih mahal, apalagi PT. KA dan GE terlanjur teken kontrak pengadaan 300 bearing baru dari GE dengan harga bearing FAG. GE akhirnya harus nombok besar - besaran karena ulah FAG ini.

Mengenai lok CC205, Bp. Satya angkat bicara bahwa sebenarnya lok khusus Sumsel itu belum ditenderkan. Apalagi banyak pemain yang bisa masuk ke Sumsel, tekanan gandar 18 ton, EMD, China, Siemens, dan GE semuanya mampu. Tapi GE cuma diminta untuk ikut meramaikan dengan memasukkan spesifikasi dan penawaran.

Kemudian diskusi diakhiri dengan sesi ‘curhat’ teman - teman masinis terhadap masalah teknis yang dihadapi dengan lok - lok GE terutama CC 204. Buat mereka CC 204 itu membuat beban mental karena merasa takut memperbaiki lok canggih itu. Memang itu permasalahan paling besar yang diamini oleh pak KDT. Bp. Satya menjanjikan untuk memperbanyak pelatihan CC 204 terutama dengan mendatangi langsung dipo - dipo sehingga pelatihan itu menyentuh langsung teman - teman di lapangan yang bekerja dengan lok CC 204. Menurut beliau metode pelatihan saat ini sudah tidak cocok lagi di mana para petinggi yang dilatih tidak meneruskan ilmunya ke bawah. Masalah lain yang diadukan lebih bersifat teknis di lok CC 201 dan CC 203. Bp. Satya sendiri tidak bisa menjawabnya dan menjanjikan akan mengirimkan teknisi GE langsung ke setiap dipo untuk mememeriksa kerusakan yang dikeluhkan.

Demikian hasil diskusi santai dengan GE, ucapan terima kasih sebesar - besarnya ditujukan kepada Bp. Satya Heragandhi dari GE yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan dan Bp. Sugiono KDT Jatinegara yang telah memfasilitasi pertemuan ini, juga teman2 dipo, rekan2 railfans. Mungkin di lain waktu bisa direncanakan diskusi yang lebih baik lagi sehingga makin banyak yang dapat hadir.

Soni

Sumber = Rekan Soni Gumilang yang posting ke milis keretapi@yahoogroups.com di tanggal 27 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Semoga semuanya terlaksana.

Tanggal 26 Juli 2009 :
1. Rangkaian KA Batu Bara Anjlok di Parung Panjang

Tersiar berita bahwa rangkaian KA batu bara yang bisa dipastikan KA Indocemet mengalami anjlokan di daerah Parung Panjang, Banten. Pada saat kejadian tersebut tidak diketahui apakah terjadi di pagi hari, mengganggu perjalanan K3 Rangkas pp, terjadi korban jiwa atau pun menuju ke arah mana. Namun, di siang harinya sudah dapat dievakuasi.

Sumber = Tulisan berjalan di Metro TV di siang hari pada tanggal 26 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Belum lewat anjlok Argo Bromo Anggrek dan KA K3 di Jember, lagi – lagi terjadi anjlokan lagi di daerah yang didominasi rangkaian penumpang K3. Sungguh keterlaluan perbuatan manusia semacam itu semua.

2. 5 Pekerja Infrastruktur Tewas di Seoul, Kor-Sel
Dilaporkan bahwa terjadi peristiwa tewasnya 5 pekerja bangunan yang sedang membangun jaringan infrastuktur perkereta apian di ibukota Seoul, Korea Selatan. Tidak diberitakan apa penyebabnya dan bagaimana pula kronologinya.

Sumber = Tulisan berjalan di Metro TV di siang hari pada tanggal 26 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Musibah…. Lagi - lagi musibah... meski itu di luar negeri...

Tanggal 27 Juli 2009 :
Inspeksi Razia Gembong Teroris Noordin M Top

Para aparat rupanya tidak mau kecolongan kembali dalam mecari buronan teroris kelas wahid atau paling dicari – cari sepanjang 5 tahun belakangan ini. Tidak hanya di berbagai obyek vital seperi dermaga penyeberangan, bandara dan pusat – pusat perbelanjaan saja, namun rangkaian KA Logawa dan stasiun Sepanjang tak luput dari razia. Di dalam waktu yang sama, seseorang yang berperawakan seperti Noordin M Top tersebut digeledah Polisi di kantor Polisi setempat. Di kedua obyek vital perkereta apian yang masih berlokasi di propinsi Jawa Timur ini para aparat benar – benar mencari kemungkinan orang – orang yang mirip dengan Noordin M Top.

Sumber = Tayangan Seputar Indonesia Sore di RCTI pada tanggal 27 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Pemberitaan bahwa rangkaian KA Logawa melayani rute perjalanan dari dan ke Cilacap sungguh ngaco. Belakangan ini Cilacap sebagai salah satu kota di pulau Jawa yang identik sebagai persembunyian gembong teroris. Apalagi rangkaian KA klas Ekonomi yang tersorot jurnalis mengesankan bahwa Noordin M Top benar – benar mengincar warga masyarakat Indonesia yang tergolong klas menengah ke bawah. Warga klas bawah lebih identik dengan golongan masyarakat yang tergolong warga yang kesulitan ekonomi sehingga dengan segala cara dibuatlah doktrinasi dengan tujuan tertentu.

Tanggal 29 Juli 2009
PLH di Negara Cina

Telah terjadi sebuah peristiwa luar biasa hebat / PLH di negara tirai bambu ini. Serangkaian KA penumpang dilaporkan terjun ke jurang begitu mengalami anjlokan akibat rel yang licin disertai tanah longosr. Tak ayal membuat sebagian rangkaian gerbong / keretanya terjungkir keluar rel di sisi kiri dari arah perjalanan. Kejadian siang itu terjadi di kota Liuzhou. Dalam perjalanan dari kota Guandon menuju ke kota Sianfat itu tak ayal membuat 4 orang penumpang tewas seketika.

Tidak diketahui seberapa berasnya jadwal perjalanan KA terganggu atau pun bagaimana kondisi rel kereta api setempat begitu peristiwa tersebut terjadi. Tampak rangkaian KA kumbokarno setempat mengevakuasi bangkai lokomotif yang naas tersebut ke posisi semula pada saat hujan sedang turun dengan cukup deras.


Sumber = Tayangan Kabar Terkini pukul. 22.00 WIB di TV One pada tanggal 29 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sudah cukup lama tidak tersiar kabar pemberitaan musibah perkereta apian di negara Cina, kini muncul kembali dalam peristiwa anjlokan. Tak ayal kembali menelan korban jiwa tak ubahnya perkereta apian di negara kita sendiri. Meski tergolong sedikit yang tewas, namun mereka itu tetaplah manusia biasa yang pasti punya sanak kerabat yang dikasihi.

Tanggal 30 Juli 2009 :
1. Kembali Inspeksi Razia Gembong Teroris Noordin M Top

Kali ini para aparat keamanan tidak mau kecolongan dalam mencari buronan teroris nomor wahid di Indonesia. Tidak hanya di dalam rangkaian KA ber-Klas Ekonomi, rangkaian KA klas lainnya di stasiun Purwokerto. Di waktu yang hampir bersamaan beberapa pesantren didatangi para Polisi untuk menerima lembaran – lembaran foto Noordin M Top tersebut.

Sumber :
- Tayangan Seputar Indonesia Siang di RCTI pada tanggal 30 Juli 2009.
- Tayangan Top 9 News di Metro TV pada tanggal 30 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Dengan segenap jiwa dan raga kemampuan warga masyarakat, semoga mereka tertangkap dan diberi hukuman yang setimpal dengan menghilangkan nyawa dan harta benda masyarakat yang tidak bersalah.

2. Pembelian Lokomotif dari General Electric
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Mulai 30 Juli besok, PT. Kereta Api akan meluncurkan kelas premium untuk rute Jakarta - Yogyakarta pergi - pulang. Dengan harga tiket yang dipatok sekitar 2x tarif Klas Eksekutif, KA Klas Premium memang sengaja menyasar kalangan menengah ke atas. Jakarta - Yogyakarta dipilih sebagai rute sasaran karena paling berprospek. Kepala Humas PT KA Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta Eko Budiyanto menjelaskan, gerbong Klas Premium ini akan dibarengkan dengan KA Eksekutif Argo Lawu dan Argo Dwipangga. KA Argo Lawu dan Argo Dwipangga biasanya terdiri dari 8 gerbong. Nanti, ada tambahan 1 atau 2 gerbong Klas Premium. "Tambahan gerbong tidak memengaruhi kecepatan sebab kereta masih melaju normal dengan beban 12 gerbong," ujarnya, Rabu (29/7).

Harga tiket untuk 3 hari pertama sekitar Rp 500.000,00. Selanjutnya harga tiket menyesuaikan keramaian penumpang. Misalnya, saat Lebaran bisa Rp 1juta,00. Harga tiket memang lebih mahal ketimbang tiket Klas Eksekutif Argo Lawu dan Argo Dwipangga yang berada di kisaran Rp 210.000,00 - Rp 285.000,00. Gerbong untuk KA Klas Premium menggunakan gerbong KA Bali dan KA Toraja. Dinamakan demikian karena interior dalam gerbong bernuansa Bali dan Toraja. Keduanya merupakan gerbong Eksklusif yang amat jarang dipakai. Beranjak dari itulah, muncul pemikiran PT. KA menggunakan keduanya untuk gerbong Klas Premium.

Satu gerbong KA Bali dan Toraja ini berisi 22 kursi, lebih nyaman ketimbang KA Argo Lawu dan Argo Dwipangga yang 1 gerbongnya berisi 50 kursi. Selain interior gerbong yang lebih bagus ketimbang Klas Eksekutif, pelayanan di Klas Premium nanti juga lebih komplet. "Misalnya ada variasi menu makan dan minum. Dengan pelayanan yang ada, kami yakin Klas Premium akan dilirik," tuturnya.

Sumber = Situs Kompas.com yang diposting oleh rekan Enri Budiarta ke milis keretapi@yahoogroups.com pada tanggal 30 Juli 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Kalau teman – teman milis pada pesimis, saya pun juga agak pesimis dengan peluncuran rangkaian KA reguler ini. Karena semata hanya mungkin mampu beroperasi selama sekian lama saja.

Tanggal 31 Juli 2009 :
Jabar Sambut Revitalisasi dan Reaktivasi Jalur KA

Rio, Rahajeng Arum
Jumat, 31 Juli 2009 18:13
Gubernur Jabar dan Mendagri/ias

Bandung, beritabaru.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendukung rencana pengembangan dan pembangunan lintas kereta api di Jawa Barat. Apalagi saat ini Jawa Barat membutuhkan sarana transportasi yang memiliki kemampuan menghubungkan satu daerah ke daerah lain secara massal dan murah. Heryawan mengakui, transportasi KA merupakan solusi atas masalah tersebut. Untuk itu, pihaknya mendukung upaya pemerintah pusat dalam merevitalisasi dan mereaktivasi jalur dan sarana tranportasi KA di Jabar.

“Untuk menggerakan perekonomian tentunya dibutuhkan sarana transportasi dalam upaya melancarkan arus barang dan manusia. Di Jawa Barat sudah ada sejumlah jalur kereta api yang siap direvitalisasi dan reaktivasi. Untuk itu, kami siap mendukung,”tegas Heryawan saat menyampaikan paparannya di hadapan jajaran Direktorat Jenderal Perkereta apian Dephub dan Kantor Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenasdi Gedung Negara Pakuan, Bandung, Jumat (30/7).

Lebih lanjut Heryawan menyatakan, saat ini meski sudah ada sejumlah jalur kereta api yang di revitalisasi dan direaktivasi, seperti jalur Sukabumi - Bogor dan Padalarang - Cibatu, namun hal itu masih jauh dari ideal bagi kebutuhan sarana transportasi Jabar. Apalagi animo masyarakat dalam menggunakan sarana KA cukup besar dan dengan adanya jalur kereta api, diharapkan membuka isolasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Berdasar data Departemen Perhubungan, panjang jalur kereta api di Jabar mencapai 1.135,44 KM. Terdiri dari jalur lintas raya sepanjang 931,67 KM dan jalur lintas cabang sejauh 203,77 KM. Dari bentang panjang jalur itu, ternyata ada sekitar 285 KM jalur kereta api yang non operasional. Hanya sekitar 300 KM saja yang sudah memiliki rel ganda atau double track. Dari kondisi tersebut, cukup banyak potensi jalur yang sudah tersedia tapi butuh revitalisasi dan mengaktifkan kembali bagi kepentingan transportasi. Apalagi kebutuhan kawasan akan sarana transportasi, khususnya kereta api sudah semakin mendesak.

Menurut Deputi Sarana dan Prasarana Bappenas Dedi Supriyatna, arah kebijakan pemerintah terkait dengan sarana transportasi adalah mengaktifkan kembali lintasan potensial yang lama tidak operasional. Selain itu, pengembangan koridor strategis serta peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan pada koridor yang mengalami kejenuhan. Lebih dari itu, untuk kawasan Jawa Barat akan juga dilakukan pengembangan kereta api perkotaan. Juga untuk mendukung sarana transportasi menuju Bandara Internasional Kertajati. “Dengan kahadiran sejumlah kepala daerah dan pejabat terkait, diharapkan proses realisasi pembangunan jalur kereta api segera dapat diwujudkan,”tutur Dedi.

Adapun program revitalisasi dan reaktivasi jalur kereta api yang akan dilaksanakan di Jawa Barat, meliputi jalur Sukabumi – Cianjur - Padalarang, Cirebon – Kadipaten - Tanjungsari, Bandung – Soreang - Ciwidey, Banjar - Cijulang dan Rancaekek – Tanjungsari - Kertajati. Khusus untuk jalur Sukabumi – Cianjur - Padalarang saat ini memasuki tahap konstruksi pada tahun 2009 - 2010. “Pokoknya program ini harus jalan. Pemda berekewajiban menyediakan lahan yang akan dibangun jalur kereta api. Dan tugas Pemerintah Pusat menyiapkan rel dan gerbongnya,”tegas Direktur Jenderal Perkereta apian Dephub Tunjung Indrawan.

Sementara untuk jalur Cirebon – Kadipaten - Tanjungsari akan memasuki tahap studi kelayakan pada tahun 2009 ini. Untuk jalur Bandung – Soreang – Ciwidey akan dilakukan penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2010. Begitu juga dengan Rancaekek – Tanjungsari – Kertajati setelah usai studi kelayakan tahun 2008 memasuki tahap pradesain pada tahun 2009 ini. Sementara untuk jalur Banjar - Cijulang sudah melaksanakan studi kelayakan pada tahun 2006 lalu.

Sumber = Beritabaru.com yang diposting oleh rekan Hendy Gunawan ke milis kereta@yahoogroups.com pada tanggal 3 Agustus 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Nampaknya aura optimis saya rasakan. Semoga segalanya berjalan dengan lancar karena saya pribadi menanti jalur Bogor – Sukabumi – Cianjur – Padalarang.

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,
Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar