Sabtu, 30 Mei 2009

Catatan Bulanan Bulan Mei 2009 Akhir

Catatan Bulanan
Akhir Bulan Mei 2009

Dikumpulkan oleh = Saya Sendiri à Dana

Bukan untuk mendramatisir, namun saya hanya menyarankan agar sebelum membacanya anak – anak perlu didampingin oleh orang tua atau pun wali karena berikut ini peristiwa – peristiwa yang terjadi selama kurun waktu awal bulan ini ada suatu peristiwa yang tidak kita inginkan, yaitu berita kecelakaan pastinya.

Sedikit permintaan ma’af saya...

Mohon ma’af apabila selama saya memposting agenda bulanan di sepanjang tahun kemarin dan awal tahun ini ada beberapa foto yang tidak bahkan kurang berkenan, seperti foto – foto (ma’af) jenazah korban PLH / peristiwa luar biasa hebat atau pun juga PL / peristiwa luar biasa. Mulai bulan ini dan seterusnya, saya selalu lebih hati – hati dalam memposting berita. Mungkin apabila yang ditampilin itu foto korban yang telah (ma’af nih...) di dalam peti jenazah atau pun keranda, maka sudah layak tayang. Kecuali kalau melalui japri atau jalur pribadi.

Mohon tanggapannya apabila ingin menanggapi...

Tanggal 22 Mei 2009 :
1. Lagi – lagi Kabel KRL Terputus
Lagi – lagi dan lagi – lagi.... pemberitaan kabel listrik terputus untuk petak jalur antara Bogor dengan Jakarta. Tidak diberitahukan di sekitar mananya kejadian tersebut berlangsung dan tepatnya jam berapa. Yang jelas dilaporkan perjalanan KRL menjadi terganggu entah kedua arahnya atau hanya dari Bogor menuju Jakarta saja.

Sumber dari = Tulisan berjalan saat siaran berita Kabar Pasar di TV One pada tanggal 22 Mei 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Aduh…. Enggak lagi deh yang beginian terjadi….


2. Melintasnya KRD Inspeksi Bukit Duri
Saat menempuh perjalanan ke arah Bogor dengan rangkaian KRL Ekonomi AC, tiba – tiba sekitar pukul. 14.16 WIB saya dikejutkan dengan melintasnya rangkaian KRD corak berwarna kuning tersebut dari lawan arah. Kedatangan KRD yang saya yakinin itu milik Dipo Bukit Duri tersebut melintas selepas KRL AC Pakuan melintas terlebih dahulu. Saya melihatnya selepas stasiun Cawang menuju ke arah stasiun persinggahan berikutnya di stasiun Kalibata.

Ada keperluan apa yah siang begini dengan arus perjalanan KRL ke arah Jakarta yang begitu padatnya siang ini si KRD melintas? Apakah terkait dengan kejadian tadi pagi di mana kabel listrik sempat terputus untuk petak jalur Bogor – Jakarta?

Sumber = Kesaiksian saya sendiri (Dana) pada tanggal 22 Mei 2009.

3. Wasiops Hajar Wakil Kepala Stasiun
PENGANIAYAAN antar pegawai PT. KA terjadi di ruang Kepala Stasiun Jombang pada Jumat (22/5). Insiden itu baru terungkap kemarin (26/5) saat korban menjalani rawat inap di RSD Jombang.Korban adalah Wakil Kepala Stasiun Kediri Eko Bekti Utomo. Dia mengaku dianiaya Pelaksana Harian (Plh) Pengawas Seksi Operasional (Wasiops) VII B Kertosono Anom Mahendra. Eko menyatakan, dirinya dipukuli berkali - kali. Selain memar dan bibir sobek, tulang hidungnya retak dan bergeser 2 mm. Motifnya belum jelas. Kini, kasus tersebut ditangani Polsek Jombang Kota. Ketika ditemui di Paviliun Upaya Waluya RSD Jombang, Eko tampak lemah. Selang infus menancap di tangan
Foto di atas postingan rekan Luki Triyahya pada tanggal 27 Mei 2009.
kanannya. Hidungnya memar dan menghitam. Dia menuturkan, perselisihan itu bermula saat dirinya dipanggil Anom. Melalui telepon, Anom meminta Eko datang ke Stasiun KA Malang untuk membicarakan tugas. Tapi, Eko tidak datang. Alasannya, dia bekerja di PT. KA Daops VII Madiun. Wilayah Malang tidak termasuk dalam Daops VII. (doy/jpnn/bh)
Best Regards,

"Mari kita Menyepurkan Masyarakat dan Memasyarakatkan Sepur"
http://www.flickr. com/photos/ luke_q/

Sumber = Rekan Luky Triyahya yang posting ke milis keretapi@yahoogroups.com tgl 27 Mei 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Saya tidak yakin hanya semata karena beda Daops jadi berakibat fisik seperti ini. Mungkin saya menaruh yakin ada suatu permasalahan intern antara mereka berdua atau yang paling luas iya antara KS wilayah Stasiun Malang (entah Malang Kota Baru atau Malang Kota Lama) dengan KS wilayah stasiun Madiun. Itu baru dugaan lho… jangan dianggap serius…

Tanggal 23 Mei 2009 :
1. Tayangan Riwajatmoe Doeloe
Sebuah tayangan hasil liputan Anton Jadoel salah seorang kru dari TV One kali ini menjelajahi Sumatera Barat. Lebih tepatnya si pemilik gigi separuh – separuh ini menjelajahi kawasan wisata kereta api Sawah Lunto yang konon menjadi kawasan penambangan batu bara dan emas sewaktu zaman penjajahan Belanda doeloe. Kini, kawasan yang menjadi potensi wisata internasional ini kembali bengkit seiring diaktifkannya lokomotif uap Mak Itam yang melayani perjalanan antara ibukota Padang dengan kota Sawah Lunto pp di hari Sabtu dan Minggu saja.

Sumber dari = Tayangan Riwajatmoe Doeloe di TV One pada tanggal 23 Mei 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sunggu berterima kasih sekali dengan pemberitaan potensi wisata kereta api semacam Mak Itam ini.

2. KRD Langsam Anjlok di Maja, Banten
Sebuah rangkaian KRD Langsam anjlok di kawasan Maja propinsi Banten sekitar jam 7 malam. Dalam peristiwa tersebut, semua perjalanan kereta api dari dan menuju ke Tanah Abang menjadi terhambat.

Sumber dari = Om saya sendiri yang mendengarkan siaran radio Elshinta pada tanggal 23 Mei 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Sulit untuk berkata – kata karena belum tahu persisnya bagaimana kronologinya. Sebab, saat tim Elshinta berusaha untuk berbicara langsung dengan Kahumas PT. KA Daops I Jakarta pak Akhmad Sujadi mengalami kesulitan entah gangguan sinyal atau pun selalu sibuk tiap ditelepon.

Tanggal 24 Mei 2009 :
KA Logawa Mogok
Langsung dari ketikan rekan Zian Zulfikar Rahman :
Tata bahasanya sudah saya perbaiki sehubungan dengan pengecekan beberapa kata dengan kalimat singkat, bahasa yang kurang baku tapi gak baku – baku amat sih.... dan tanda – tanda penghubung seperti koma (,), titik (.) dan lain sebagainya.
KETERANGAN = Berlaku untuk semua ketikan dari rekan – rekan semua lho...

Wah... gara - gara lok CC 201 50 mengalami gangguan mesin di Jatiroto, maka KA 160 Logawa mengalami keterlambatan hingga 3 jam. Seharusnya melewati Leces pada pukul. 07.00, maka tadi pagi Logawa masuk Leces pukul. 09.48. Lok pendek masuk Jatiroto sekitar pukul. 08.40 dari JR yaitu BB 301 35 dan BB 303 38 dan pada pukul. 08.47 KA Logawa berjalan kembali. KA Logawa disusul KA 102 Cantik Ekspress yang mengalami keterlambatan 11 menit dan Probowangi mengalami keterlambatan sekitar 45 menit akibat insiden ini.

berikut terlampir foto Logawa tadi pagi..

Berita susulan dari rekan Zian juga :
iya..nih bawa 7 rangkaian..6 k3 + 1kmp3 enggak kuat kalau dilintas PB - JR. Soalnya menanjak. Kalau di lintas PB - SGU kan termasuk trek datar...

Sumber = Rekan Zian Zulfikar yang posting ke milis keretapi@yahoogroups.com tanggal 24 Mei 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Wah… mau komentar apa yah? Takdir deh yang bisa saya katakan…

Tanggal 28 Mei 2009 :
1. KRL Pakuan Menabrak Mobil dan Motor di Kebon Pedes
Sebuah rangkaian KRL Pakuan yang tidak diberitahu dari mana datangnya menabrak 2 mobil dan 1 motor di kawasan Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat. Dalam kejadian tersebut tidak diberitahu apakah kejatuhan korban jiwa tidaknya dan tepatnya di sekitar jam berapa.

Sumber :
- Tulisan berjalan dari siaran berita Jakarta Petang di Jak TV pada tanggal 28 Mei 2009.
- Siaran radio Elshinta yang didengar oleh om saya sekitar jam 7-an malam WIB tanggal 28 Mei 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Dapat kemungkinan terjadi di perlintasan KA tidak berpalang resmi alias di sisi utara Jl. Raya Baru. Dapat juga kemungkinan di Jl. Raya Baru itu sendiri yang sudah memiliki terowongan, namun masih tersisa sisi badan jalan yang dapat diterobos oleh kendaraan beroda dua.

2. Pria Diduga Pemulung Ditabrak Kereta di Palmerah
Lagi – lagi pemberitaan seseorang yang tertabrak kereta api. Kali ini kejadiannya tepatnya di kawasan Palmerah, Jakarta Pusat. Tidak diketahui tepatnya di jam berapa dan lokasi tepatnya di sebelah mananya stasiun Palmerah. Yang jelas, pria yang tidak diketahui apakah tewas atau tidaknya itu diduga tertabrak kereta api yang bisa saja kemungkinan KA patas entah itu KRL AC Sudirman Ekspres atau pun juga Rangkas Jaya.

Sumber = Tulisan berjalan dari siaran berita Jakarta Petang di Jak TV pada tanggal 28 Mei 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Turut prihatin dan berduka. Padahal seingat saya apabila benar di sisi timur laut atau pun barat daya stasiun Palmerah sudah berpagar. Mungkin memang karena dasarnya pemulung, si korban tidak hirauin kedatangan si KA sewaktu memungut tumpukan sampah di pinggir rel KA. Itu kemungkinan lho…

Sedikit Kilasan Out Of Topic / OOT atau diluar topik :
OOT itu berita yang saya rangkum di luar peristiwa perekereta apian namun masih menjadi tanda tanya bagi saya pribadi. Mungkin saja ada kaitannya meski sedikit atau pun banyak keterkaitannya dengan kereta api dalam peristiwa tertentu.

1. Tanggal 26 Mei 2009 :
Jepang Akan Memberi Pinjaman Rp 54,5 miliar,00 Untuk Tanjung Priok

Entah apakah termasuk ke dalam sarana dan pra sarana perkereta apian juga atau tidaknya, namun kenyataannya negara Jepang akan memberikan pinjaman sebesar Rp 54,5 miliar,00 untuk pengembangan Tanjung Priok. Meski hanya sebatas terminal peti kemas, harapan tentu terfokus kepada segala fasilitas seperti aspal jalan raya yang selalu tergerus banjir sehingga seringkali berlubang bahkan berpasir alias bergundukkan tanah.

Sumber = Tulisan berjalan di TV One pada tanggal 26 Mei 2009 di malam hari.

Tanggapan saya pribadi :
Tentu kita tidak mengharapkan akan terjadinya kendala yang dialami pemerintah DKI Jakarta dalam hal ini menyangkut segala sarana dan pra sarana dari pinjaman Jepang. Namun, itu semua kita lihat saja perkembangannya apakah mampu bertahan lama atau tidaknya jika saja benar – benar pinjaman tersebut berjalan dengan lancar.

2. Tanggal 28 Mei 2009 :
Proyek Rumah Susun Sewa Terkendala

Karena diberitakan banyak salah sasaran alias untuk golongan menengah meski semula untuk golongan masyarakat menengah ke bawah, namun pemerintah berupaya untuk tetap memperuntukkan bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. Karena kebutuhan rumah susun sudah sangat mendesak mengingat jumlah warga misnis hingga yang sangat miskin atau pun juga kafir semakin banyak yang berdatangan di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Namun, berdasarkan survei harga rusun bersubsidi Rp 120.000,00 per bulan. Sedangkan, rusun yang reguler Rp 40.000,00 per bulan. Akankah golongan papa atau miskin atau pun juga fakir mampu untuk menjalaninya?

Sumber = Siaran berita Jakarta Petang di Jak TV tanggal 28 Mei 2009.

Tanggapan saya pribadi :
Tidak hanya railfans, tetapi seantero masyarakat umum khususnya WNI amat saya harapkan agar warga masyarakat golongan tidak mampu diberi harapan untuk menempati rumah – rumah susun. Adapun kiat – kiat pemerintah khususnya Pemda DKI Jakarta agar secepatnya sampai tidak bosannya untuk terus membangun rumah – rumah susun untuk mereka. Jangan selalu menebar janji saja. Rusun jadi, tetapi mereka keberatan karena masalah iuran yang mahal.... Mereka pun bermukim liar, tidak terkecuali di pinggir rel kereta api, bahkan sisi luar stasiun kereta api.

n SEKIAN ...

Mungkin ada rekan – rekan yang ingin menambahkan atau meralatnya? Silahkan saja….

Salam,
Dana

Kalau mau japri, silahkan ke dk_aries@yahoo.com saja yah…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar